No Other (Part 1)

Tittle : No Other Part 1
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : School life, friendship

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • *find by yourself*

Meskipun baru diposting sekarang, tapi gini-gini ini FF aku yang paling awal loh.. *gak nanya*. FF ini udah lama diem di dalem lappy. nah, daripada terus nganggur di sana, lebih baik aku posting aja. Bener gakkk…

Karena FF lama, makanya maaf kalau ada typo, atau bahasa yang dipakai terlalu kamseupay gitu..
Happy reading ^_^

No Other by DhaKhanzaki

———–0.0————-

Part 1

Telaaaat!!!!

Jiyeon baru sadar kalau dirinya terlambat pergi ke sekolah ketika melihat jam Mickey Mousenya menunjukkan pukul 7.00.
“Jiyeon sarapan!!” teriak eomma dari lantai 1 dan itu membuatnya semakin panik. Dengan cepat ia memasukkan semua buku pelajaran hari itu dan sebuah CD yang di minta Siwon, oppanya.
“CD ini, jangan sampai lupa di bawa. Bisa di gorok Oppa kalo aku sampai lupa” batin Jiyeon. Setelah selesai ia bergegas turun ke lantai 1 menuju ruang makan. Di sana sudah duduk Appanya tercinta, Sungmin, Eommanya yang sedang sibuk menata makanan dan Eunhyuk.

“Kenapa kamu berdiri disitu? Ayo duduk!” ucap Appa. Jiyeon menggaruk kepalanya kemudian duduk di sebelah Sungmin.
“Anu, aku jadi malu. Harusnya aku bantu Eomma menyiapkan sarapan. Eomma, mian aku bangun kesiangan” sesal Jiyeon.
“tidak apa-apa. Eomma dibantu Eunhyuk pagi ini”

Jiyeon melirik pada Eunhyuk dengan tatapan penuh penyesalan dan Eunhyuk hanya tersenyum manis.
“ah, kalau aku sih sudah maklum dengan kebiasaanmu itu. Pasti semalam pun kamu memimpikan Heechul lagi kan?!” ledek Sungmin sambil memakan roti.
“Oppa!!” bentak Jiyeon kaget. Yang lainnya ikut kaget juga.
“Kenapa? Tadi waktu aku akan membangunkanmu, kamu mengigau seperti ni: ‘Chullppa, kamu memang pangeran berkuda putihku yang sangat tampan.’. Dan suaramu sangat keras.—umph!” Jiyeon lekas menutup mulut Sungmin sebelum dia berkoar-koar hal yang memalukan. Yang lain hanya melongo melihat tingkah Jiyeon.

“hoo.. Siapa itu Heechul?” tanya Eomma penasaran dengan nada meledek.
“Anii! Bukan siapa-siapa! Oppa, kau ini pagi-pagi sudah melantur” Jiyeon makin panik. Sungmin melepaskan tangan Jiyeon dari mulutnya.
“Ya! benar atau tidak yang pasti kamu menyebut namanya” oceh sungmin.
“Jiyeon, siapa Heechul?!” ini yang bertanya Appa. Suaranya terdengar mrah. Appa memang tidak suka mendengar putri semata wayangnya itu dekat dengan pria manapun. Karena Jiyeon baru kelas 1 SMA. Jiyeon harus mengutamakan pendidikannya dulu di bandingkan urusan cinta.

“Bukan siapa-siapa, Appa. Hanya teman…” Jiyeon tidak melanjutkan kalimatnya.
“teman..?” tanya Appa makin curiga.
“Dia temanku dan Sungmin Hyung di sekolah” jawab Eunhyuk menengahi. Jiyeon menghela napas lega. Dengan wajah berbinar-binar dia tersenyum pada Eunhyuk.
“Gomawo Oppa” ucap Jiyeon dalam hati. Appa mengangguk percaya saja. Jiyeon semakin lega. Kini dia sebal sekali pada Sungmin. Dia menoleh pada oppanya itu dengan tatapan marah. Sungmin segera mengalihkan perhatiannya pada jam tangannya.

“Aish, sudah jam segini. Eunhyuk, ayo kita berangkat!” sungmin meraih tasnya lalusegera pergi diikuti eunhyuk. Didepan rumah, jiyeon mencegah sungmin yang akan menaiki motornya.

“Oppa kau ini tega sekali. Kau tahu kan Appa sangat sensitif soal ‘pacar’. Kau ingin aku diberangus oleh Appa” ucap Jiyeon dengan menekankan kata ‘pacar’.
“Kamu berlebihan. Appa tidak sekejam itu” ucap Eunhyuk.
“Tapi kan tetap saja” Jiyeon menautkan kedua jari telunjuknya tanda kalau dia gusar.
Eunhyuk mengusap-usap kepala Jiyeon dengan lembut.
“Tenang. All is well. Ok”
“Emm!” Jiyeon mengangguk cepat. Perasaan Jiyeon langsung tenang jika Oppanya yang satu ini mengelus kepalanya.

“Ok, sampai bertemu di sekolah, dongsaengku sayang. Ayo Hyuk, naik” Sungmin menyuruh Eunhyuk naik motor dibelakangnya.
“Loh Hyung, Jiyeon bagaimana?”
“Biarkan. Bukannya dia bisa bawa motor sendiri.” Ujar Sungmin. Eunhyuk menurut saja. Jiyeon terperangah sendiri.

“Oppa!!” Jiyeon berteriak ketika motor yang dibawa Sungmin melaju pergi.
“Oppa jahat!!” lirihnya menahan tangis. Tapi tidak jadi karena dia melirik jam tangannya.
“aigoo!! sudah jam segini!!” ia bergegas pergi.

__o0o__

*disebuah rumah mewah*

Kyuhyun bersama sepupunya yang dari luar negeri, Hankyung sedang berjalan menuju mobil yang terparkir di depan rumah.

Rumah itu besar sekali. Beberapa pelayan memberi salam ketika dia lewat. Kyuhyun memang tidak membalasnya, tapi pelayan-pelayan itu tersenyum puas melihat majikannya yang super keren.

Seorang pelayan pria datang menghampiri Kyuhyun untuk menyerahkan sebuah surat undangan.
“Apa ini?” tanya Kyuhyun bingung.

“Itu surat undangan untuk pesta minggu depan Tuan”
“Pesta?” tanya Kyuhyun bingung
“Pesta apa?” Hankyung ikut penasaran.
“Ah, hanya pesta biasa. Tidak begitu penting.” Kyuhyun melengos pergi begitu melihatnya sekilas.
“Loh kenapa? Memangnya kamu tidak akan datang?”
“Tidak!” jawab Kyuhyun tegas sambil membuka pintu mobil. Hankyung beralih membuka pintu yang satunya.
“Kenapa? itu pesta kawan. Pasti menyenangkan” Hankyung duduk di kursi kemudi.
“Percaya padaku, itu pesta biasa antar perusahaan dan sangat-sangat membosankan” ucap Kyuhyun sambil mengenakan sabuk pengaman.
“benarkah! Tapi aku ingin tetap datang.” Hankyung mulai menstarter mobil Pagani Zonda milik Kyuhyun itu.
“Kalau begitu datang saja.”
“Boleh?”
“hei, kau kan anggota keluarga juga”
“Ah kau benar”

mobil mulai melaju. Ditengah perjalanan Kyuhyun mlamun sementara Hankyung sibuk mnyetir mobil.

__o0o__

*di jalan*
Ponsel Jiyeon berdering. Terpaksa Jiyeon menghentikan motor sejenak.
“Hallo…” ucapnya pelan.
“APANYA YANG HALLO BODOH!!” suara teriakan langsung menerjang telinganya begitu Jiyeon menjawab. Jiyeon menjauhkan ponselnya sejenak. Tanpa menyakan identitas pun Jiyeon tahu yang membentaknya adalah Siwon.
“Sekarang jam berapa, hah!! Kenapa masih belum datang juga?! Kamu kira aku ini pengangguran? Setiap detik waktuku satu juta kali lebih berharga dari waktumu!” Siwon terdengar sangat marah. Suaranya menggelegar seperti petir di siang bolong. Jiyeon menganggukkan kepalanya berkali-kali walaupun Siwon tidak mungkin melihatnya.
“Araseo, mianhae. Aku sedang perjalanan ke sekolah. Jika ingin aku cepat sampai, tutup ponselnya segera!”
“Cepat kemari atau aku tidak akan mengakuimu sebagai dongsaeng lagi!”
“Oke! Tunggu aku di gerbang Oppa, aku ngebut sekarang!”

__o0o__

*di sekolah*

Yoona menunggu Jiyeon harap-harap cemas di depan gerbang.
“Anak itu kemana! 10 menit lagi gerbang akan ditutup!” Yoona mondar mandir gelisah.
“Kamu kenapa?” tanya Donghae dari kaca mobilnya. Yoona mendekat.
“Jiyeon belum sampai. Kamu lihat dia di jalan?”

“Tidak.” Donghae kemudian turun dari mobilnya. Sementara mobilnya itu melaju meninggalkan gerbang sekolah.
“Kenapa kau turun?” tanya Yoona bingung.
“Untuk menemanimu”
“What?!” Yoona kaget. Donghae buru-buru meralat.
“Maksudku, menemanimu menunggu Jiyeon. Ah, kemana anak itu, kenapa lama sekali..” Donghae mengalihkan pandangannya ke arah luar gerbang, pura-pura ikut mencemaskan Jiyeon juga. Ia jadi sedikit salah tingkah.

“Kalian mengapa mengumpul disini? Ah, aku tebak. Jiyeon datang terlambat lagi kan?” tebak Ryeowook yang mendadak muncul.
“Iya” ucap Yoona. Ia bersedekap jengkel “Dasar! Anak itu bikin cemas orang saja”
Ryeowook memiringkan kepalanya, ia merasa heran. “Aneh, tadi kulihat Sungmin Hyung dan Eunhyuk Hyung sudah datang”
Yoona mengerjap mendengarnya. “Jinjja!! Terus bagaimana Jiyeon?” wajahnya mendadak memucat.

Tiba-tiba terdengar suara cewek-cewek menjerit histeris. Yoona, Ryeowook dan Donghae serentak menoleh ke arah asal keributan. Rupanya disana ada Siwon, sang bintang di sekolah itu bersama temannya Kangin.

“Mana anak itu! Sebentar lagi gerbang akan ditutup” Siwon bergantian melihat kedepan dan ke jam tangannya. Kangin hanya mengangkat bahu.

Oh iya, sekolah tempat mereka belajar itu merupakan sekolah seni yang sangat terkenal bernama Kirin Art School. Bintang-bintang baru banyak dihasilkan sekolah tu. Salah satunya Siwon dan Yesung.
“Dia benar-benar sudah mempermainkanku! Bisa-bisanya aku membuang waktuku yang berharga demi menunggu hal tidak berguna”
“Tapi tanpa dia, kau tidak bisa tampil hari ini. Dia membawa rekaman lagu barumu kan” ucap Kangin sambil memainkan ponselnya.
“Tentu saja! Aku akan memastikannya, ah sial!” umpat Siwon
“Kenapa?” Kangin kaget.
“Ponselku mati. Pinjami aku ponselmu” paksa Siwon penuh emosi. Kangin menyerahkan ponselnya. Siwon segera menelpon Jiyeon namun tidak ada jawaban.
“Kenapa ponselnya dimatikan!” Siwon melirik Kangin dengan pandangan menyala-nyala kesal. Sahabatnya itu tenang-tenang saja, malah tertawa.
“Di saat seperti ini kamu masih bisa tertawa?” Siwon bertolak pinggang. Sikap angkuhnya mulai bangkit.
“Tenang. Semuanya bisa aman terkendali.” Kangin menenangkan dengan menepuk pundaknya.

“Lihat, Siwon Hyung kelihatannya panik” ujar Ryeowook yang menyaksikan mereka dari jauh.
“Pasti lagi nungguin orang juga” jawab Donghae.
“Siapa?” tanya Yoona penasaran. Donghae dan Ryeowook saling pandang karena tidak tahu jawabannya.
“Biar aku tanya.” Donghae hendak pergi tapi Ryeowook menahannya.
“Jangan. Buat apa. Memang dia mengenalmu?”
Donghae langsung diam. Benar juga sih. Siwon tidak mungkin mengenal murid biasa sepertinya.
“Paling dia cuma mau minta tanda tangan aja. Dia kan fansnya” ledek Yoona.
“Kalian!!” teriak Donghae jengkel.

__o0o__

Jiyeon memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Sehingga ia tidak begitu memperhatikan mobil-mobil lain yang berlalu lalang di sekitarnya hingga tiba-tiba ada mobil yang melintas di depanya.
Jiyeon cepat mengerem namun terlambat, motornya menabrak mobil itu dan ia jatuh dari motornya. Kecelakaan pun tidak dapat terhindarkan.

Braaakkk!!!

“Aduh!” erang Jiyeon menahan sakit di kakinya yang terkilir saat jatuh tadi.

Hankyung dan Kyuhyun terdiam saling pandang setelah mobil yang mereka kendarai menabrak motor. Hankyung segera keluar mobil diikuti Kyuhyun. Kyuhyun melihat seorang yeoja terduduk di aspal. Dia memakai seragam sekolah yang sama dengannya.
“Naneun gwaenchana?” tanya Kyuhyun hati-hati.
“Gimana bisa tidak apa-apa! Aku jatuh dan motorku rusak! Kamu tahu rasanya? Sakit sekali, aduuh” Jiyeon meringis sambil memegang kakinya.

Hankyung segera menghampiri Jiyeon.
“Mianhae. Ini semua salahku.” Hankyung membantu Jiyeon berdiri sementara Kyuhyun terus melihat jamnya. Tak ada segurat rasa bersalah sedikitpun di wajah dinginnya.
“Han, kita sudah terlambat sekolah. Ayo pergi” ia tampak tidak sabar.

Apa? Jiyeon pun melirik jamnya. Matanya terbelalak. Jam masuk sekolah sudah hampir tiba! Tidak! Dia juga sudah terlambat!
“kamu ini, Kita harus bertanggung jawab. Yeoja ini terluka dan motornya rusak.” Hankyung menatap Kyuhyun berharap namja itu mengerti kondisi sedikit saja.
“Aish, menyebalkan!” Kyuhyun dengan hati jengkel menelpon rumah sakit dan bengkel.
“Semuanya sudah kuurus. Han, ayo pergi.” Kyuhyun bergerak menuju mobilnya. Hankyung menurut, ia mengikuti Kyuhyun meskipun sebenarnya ia tidak tega meninggalkan yeoja itu sendirian. Apalagi saat kondisinya seperti itu.

Apa?? Etiket macam apa itu? Tidak sopan sekali! Jiyeon jengkel sekali dengan sikap namja menyebalkan itu. Ia lantas berteriak.
“Ya!! Kalian ingin seenaknya pergi meninggalkanku sendiri? Dasar namja tidak berperasaan!”
Kyuhyun berhenti berjalan mendengar bentakan yeoja yang tak dikenalnya itu. Ia lantas berbalik dengan kening berkerut kesal.
“Mwo?!” Ia tidak terima. Kyuhyun berkacak pinggang.
“Hei, tunggu saja. Sebentar lagi akan ada petugas rumah sakit datang dan motormu itu akan
kami betulkan di bengkel” Jiyeon mencoba bangkit dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya an dengan langkah diseret-seret dia mendekati Kyuhyun. Berdiri tepat di hadapannya.
“Ini bukan soal ganti rugi ok, aku hanya minta pertanggung jawaban dari kalian. Setidaknya temani aku sampai semuanya selesai. Kalian ingin kabur dari masalah?!”

“Kau!!” kyuhyun menggeram sambil telunjuknya ia arahkan tepat ke depan wajah Jiyeon. Ah, bisa terjadi perang sipil jika tidak segera dicegah.
“Hei hei” Hankyung menengahi mereka. “dia benar. Kita memang harus bertanggung jawab” ujar Hankyung. Kyuhyun melayangkan death glarenya pada Hankyung. Ia tidak suka dengan gagasan itu.
“Han, kau malah membela yeoja gak jelas ini?” tuduhnya. Tangannya tetap menunjuk Jiyeon.
“Heh, siapa yang kau panggil yeoja gak jelas? Dasar namja tengil!” ucap Jiyeon seraya menepis tangan Kyuhyun.
“Kau cari mati!!” namja itu kini memelototinya.
“hei hei!” lagi-lagi Hankyung harus menengahi. Akhirnya Kyuhyun memilih menyerah dari perseteruan ini. Ia kembali melirik jam tangannya.
“Waktu kita sudah habis. Kita terlambat sekarang” ujar kyuhyun mendesah kesal. ia orang yang ontime. Sangat benci dengan kata ‘terlambat’.

Suasana sempat hening.

“Ah!” pekik Jiyeon tiba-tiba. Jiyeon kelimpungan mencari ponselnya yang jatuh entah dimana. Ia harus menelpon seseorang.

Kyuhyun melihat ponsel tergeletak dekat mobil. Lantas ia mengambilnya.
“Ini milikmu?” Kyuhyun mengulurkan ponsel ke hadapan Jiyeon.
Gadis itu menoleh. “Ah benar!” ia segera merebutnya. Sayang ponselnya tidak bisa menyala lagi karena tadi berbenturan dengan aspal menyebabkan layarnya retak..
“Haa! Bagaimana ini! Aku harus mengabari oppaku” lirih Jiyeon panik. Dia langsung melirik pada Kyuhyun.
“Apa?!” tanya Kyuhyun heran. Ia merasa ada yang tak beres dengan tatapan Jiyeon.

“Pinjam ponselmu sebentar!” paksanya. Kyuhyun mengerjapkan mata.
“Tidak mau!” tegas Kyuhyun.
“Pinjam cepat!” Jiyeon tetap memaksa. Kyuhyun mendengus jengkel. Yeoja ini benar-benar selalu mencari masalah.
“Kau ini!” pada akhirnya-dengan kesal Kyuhyun menyerahkan ponselnya. Jiyeon mengambilnya dengan wajah sumringah. Tanpa menunggu, Jiyeon segera menghubungi Siwon. Tapi, tidak dijawab. Jiyeon makin panik. Jangan-jangan Siwon marah dan membanting ponsel sampai mati. Waduuh….

—-0.0—-

*di rumah sakit*
“Kau harus istirahat. Jangan melakukan gerakan-gerakan berlebihan selama 2 minggu”
ucap dokter yang bernama Shindong itu begitu selesai membalut kaki Jiyeon dengan perban. Pernyataan yang dilontarkan dokter itu bagaikan petir yang menyambar tepat di dekat telinga Jiyeon.
“APA?! Tapi dokter, minggu depan aku ada tes menari” pekik Jiyeon. Kyuhyun dan Hankyung yang ada disana sampai kaget lalu menoleh. Dokter Shindong adalah dokter keluarga Kyuhyun.
“Sayang sekali kalau begitu” jawab dokter singkat sambil tersenyum ramah. Kyuhyun menyunggingkan senyum evilnya melihat wajah Jiyeon memelas.
“Jadi dok, tidak ada yang terlalu serius kan?” tanya Hankyung.

Dokter Shindong menggeleng. “Tidak ada. Hanya terkilir. Yang lainnya baik-baik saja”
“Kau dengar itu cewek tengil? Hanya terkilir.” ulang kyuhyun penuh penekanan pada tiap kata yang di ucapkannya. Jiyeon melayangkan tatapan sinisnya pada Kyuhyun.
“Ara! Aku denger kok” balas Jiyeon jengkel.

Ah, Jiyeon ingat. Dia harus segera menghubungi seseorang.

__o0o__

“Siapa dia? Teman sekolahmu?” tanya dokter Shindong pada Kyuhyun dan Hankyung karena Jiyeon memakai seragam yang sama.
“Ya begitulah. Tapi aku tidak mengenalnya” jawab kyuhyun acuh tak acuh. Dokter Shin mendadak teringat sesuatu.
“Ngomong-ngomong, minggu ini jadwalmu melakukan pemeriksaan rutin. Kamu harus meluangkan waktu. Jika tidak maka orangtuamu akan mengeluh padaku”
Kyuhyun malas sekali jika mendengar ia harus kembali melakukan medical check up seperti biasanya. Uh,… ia sehat koo.. kenapa harus diperiksa secara rutin segala sih? Orang tuanya terlalu cemas berlebihan.
“Ya,ya. Aku tahu” ucap Kyuhyun malas. Setelah dokter pergi, mereka kembali ke kamar Jiyeon.

__o0o__

*di sekolah*
Yoona cemas karena Jiyeon akhirnya tidak datang juga. Sudah ia hubungi tapi ponselnya tidak aktif.
“Ah! Aku harus bertanya pada Sungmin Oppa!” Yoona bergegas keluar dari kelas, dalam perjalanan menuju kelas Sungmin, tanpa sengaja ia melihat Ryeowook sedang bersama Heechul, hyungntya. Mereka seperti sedang serius membahas sesuatu. Mendadak Yoona tertarik untuk mengetahui apa yang mereka bicarakan.

“kemana Kyuhyun! Dia harusnya menyerahkan partitur musik hari ini, dia ingin band kita tidak bisa latihan?!” Heechul tampak jengkel. Ia meninju pelan tembok di sampingnya.
“hari ini dia tidak masuk Hyung. Mungkin dia sakit” jawab Ryeowook. Kebetulan mereka sekelas.

Kyuhyun sakit? Pikir Yoona heran. Anak orang kaya raya itu bisa sakit juga. Karena ia terlalu cemas pada Jiyeon, Yoona langsung berlari menuju kelas Sungmin. Tanpa sengaja, Sungmin justru menabraknya hingga terjatuh. Yoona sedikit tersipu malu ketika tahu di hadapannya ada Sungmin.
“Mian, aku tidak sengaja” ucap Sungmin sambil membantu Yoona bangun. Yoona masih juga tersipu namun sedetik kemudian ia teringat pada tujuannya menemui Sungmin.
“Oppa kebetulan sekali.. Jiyeon..”
Mendengar kata Jiyeon disebut, Sungmin juga terkesiap. Ia segera memotong ucapan Yoona. Raut kepanikan jelas terlihat di wajah aegyeonya.
“Maaf Yoona, aku sedang buru-buru. Jiyeon kecelakaan” Sungmin tampak sangat panik.
“Ne?!!” Yoona pun memekik kaget.
“aku harus segera ke rumah sakit”
“oppa aku ikut”

To be continued…

50 thoughts on “No Other (Part 1)

  1. annyeong thor!! baru baca ff ini,,
    lucu juga jiyeon punya oppa sungmin dan eunhyuk,,
    aww eunhyuk-nya manis banget sama jiyeon *kok bisa(?) #plakk
    suka dengan peran dan tokoh karakternya masing2! menarik!!

  2. oalaaaah jiyeeooooon neo gwenchana? Aigoo..
    Kyu jangan ketus2 dong..
    Oh god,, nasib kaset siwon gimana😥
    sungmin sih apasalahnya jiyeon-eunhyuk berangkat bareng.. Sungmin bawa motor sendiri… Cckckc..

    Anyyeong ak reader baru.. Seneng pemerannya jiyeon hahah ak baca lagi yaa

  3. anyeooooooooooong q reader bru nich,…
    lam kenal dini imnida tpi panggil dezztie aj ya…hehehe
    ternyata disini da lmayan banyak ff jiyeon,,bakal sering”main ksini nich…🙂

  4. annyeong^^ *bow
    saya reader baru d blog ini nd dapat nih blog gara” nyari ff tentank jiyeon😀
    wahh, ji beruntunk banget deh yah punya oppa kaya eunhyuk, siwon, nd sungmin😀
    omo ><
    ji kecelakaan?!😮
    untunk aja nda terlalu parah..
    kyu cuek nd dingin banget yahh..
    kyu itu sakit? sakit apa? kok pake check up segala?
    next^^

  5. Annyeongg thorr… ∂ķΰ new reader nihh…
    Sebenernya dah tau lama ff ini tp baru sempet baca sekarang kkkkkk😀

    Kyu galak amad nih sama jiyi hahahaa jiyi juga masih jutek nih kyu😀

    Mau jelajah ff jiyi dulu ya thorrr😛

  6. Weh,ff pertama aja dah bagus cuman emang ,part prtama nie dah sering di gunain di bbrapa ff ,but good thor,,q cemas ja jangan” kyuhyun sakit lage coz tadi kan di suruh check up..

  7. Sebetulnya aku g suka cerita yg School life
    makanya setiap buka ni ff pasti langsung pencet back
    tp hari ini aku lg bete mikirin matkul biomedik
    jd mebutuhkan hiburan
    berhubung ff fav’a blm d lanjut
    jd yg ada aja
    aku ubek ubek lg ya mba dha…

  8. Aq suka cerita’a cuma kyak’a untuk part ini terlalu bnyak tokoh yg keluar,, mungkin krna kata eonni ya ini ff lama .. Ywdh next part ya😉

  9. waaaahhh….keren seru…Annyeong chingu ya…aku izin bc yah…aku br nemu ff nya…td di kyuhyun jiyeon couple di Indonesia shiper facebook…yg part 6 nya…waaaahhh cerita nya seru…aku next nee….gomaawoo

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s