After Wedding Story [Honey moon] Part 1

Tittle : After Wedding Story [Honey Moon] Part 1
Sequel of : Would You Marry Me?
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance-comedy, Married Life

Main Cast :

  • Shin Na Ra a.k.a Aira
  • Cho Kyuhyun

 

Ini dia sekuel dari Would You Marry Me. Di FF ini khusus menceritakan tentang honeymoon pasangan aneh bin ajaib itu. so, hope you like this.
Maaf untuk typo *bow*

After Wedding Story Honey Moon by DhaKhanzaki1

———o0o———

*Aira POV*
Aku menjentikkan jariku pada saklar untuk menyalakan lampu di rumah yang baru ku jejaki hari ini. Rasa lelah yang tadi menghujam tubuhku rasanya hilang saat melihat rumah baru kami, aku dan Suamiku, Kyuhyun.
“Wuah.. Oppa, kau yakin ini rumah kita?” tanyaku bodoh karena terlalu kagum dengan interior rumah yang indah dan bergaya klasik minimalis. Cat dinding yang berwarna putih gading dan perabotan kayu yang dipelitur dengan begitu cantiknya. Ah, aku merasa memasuki rumah klasik di Inggris seabad yang lalu.

“Sepertinya kita salah masuk rumah, Ai-chan” jawab Kyuhyun sambil mengedarkan pandangannya. Apa? Aku cepat menoleh padanya. Kulihat wajahnya serius. Kumohon jangan bercanda.
“Yang benar, Oppa!” ini tidak lucu! Aku sungguh menyukai rumah ini, kenapa bisa salah masuk. Aku mendadak sedih dan murung.
mendadak saja aku mendengar ia tergelak puas. “Hahaha, I’m joking yeobo! Tentu ini rumah kita!” Kyuhyun tertawa kencang sambil mengacak-acak rambutku. Sudah kuduga!!

“Oppa, it’s not funny ok!” rajukku sambil merapikan rambut yang berantakan karena ulahnya. Aku mengambil koper berisi pakaianku dan kopernya.
“Ya! Mau ke mana kau!” protes Kyuhyun.
“Kamar kita di mana?” tanyaku sambil menyeret 2 koper di tangan kiri dan kanan.
“Sini..” Kyuhyun membukakan salah satu pintu yang ada di dekat ruang tengah. Aku segera masuk. Wah, bahkan kamarnya pun indah dan luas. Ada Lemari besar hampir menutupi satu sisi tembok dan bentuknya klasik. Aku terkesima. Dindingnya dilapisi wallpaper dengan motif garis putih krem lembut membuat kamar terkesan hangat dan klasik. Aku membuka salah satu pintu lemari dan membereskan baju-baju kami. Walau sebenarnya lemari sudah penuh terisi baju.
“Aku bantu ya..” Kyuhyun membuka koper yang lain.
“Aish, jangan. Oppa kan capek! Udah, biar aku saja yang bereskan” cegahku. Ya, dia kan sibuk dengan jadwalnya bersama Super Junior dan pasti capek. Tidak akan kubiarkan dia kelelahan.
“Wae?” tanyanya agak merajuk.
“Sudah, Oppa duduk manis saja di sini. Ok!” perintahku sambil mendudukkannya di pinggir ranjang. Dan aku kembali membereskan baju. Tak kupedulikan wajahnya yang ditekuk sebal.

—o0o—-

*Kyuhyun POV*
Gadis ini! Aku sudah berniat baik ingin membantunya. Aku memang lelah setelah seharian beraktivitas ke sana kemari bersama Hyungdeul. Tapi aku tidak mungkin tega membiarkannya capek sendirian.

Sudah beberapa hari sejak pernikahan kami, aku terus sibuk dan tidak bisa bersama Ai-chan lebih dari 5 jam. Aku bertemu dengannya di malam hari dan paginya harus pergi bekerja lagi. Tapi dia tidak pernah kesal, mengomel, apalagi marah. Dia selalu menungguku pulang meski aku pulang lewat tengah malam. Aish, kenapa dia bisa sesabar itu?
Karena itulah, hari ini aku ingin memberinya kejutan. Rumah ini hasil rancanganku, eh salah. Sebenarnya aku meminta arsitek merancangnya sesuai permintaanku. Aku senang karena ternyata Aira sangat menyukainya. Padahal semua rumah ini dibangun jauh sebelum aku mengenalnya.
“Ai-chan, lihat..” aku beranjak dan membuka salah salah pintu kloset lemari yang berbeda. Sebenarnya ini pintu ke ruangan lain yang dikamuflase seperti pintu lemari hanya berbeda bentuknya. Aira bangkit lalu berdiri di sampingku. Seketika aku melihat ia mulai bereaksi.

“Huaa” Ia terkesiap. Bisa dilihat matanya melebar dan mulutnya hampir menganga.
“Oppa.. Ini lemari atau ruang Wardrobemu!? Banyak sekali baju-baju bagus dan mahal” serunya dengan mata menyapu ke setiap sudut ruangan. Seluruh dinding di sulap menjadi lemari kaca yang didalamnya tergantung baju-baju untuk menunjang penampilanku. Juga aksesori seperti syal, topi, jam tangan dan sepatu. Sebenarnya bukan hanya bajuku, tapi juga gaun dan baju-baju untuk Aira. ini adalah ide dari Ahra Nuna.
“Lihat, bagian sini khusus untukmu” ucapku menunjuk pada salah satu sudut berisi gaun dan baju-baju wanita. Aira tersenyum kagum.
“Aigoo.. Ini semua indah..” tangannya mengusap salah satu gaun berwarna beby yellow. Aku tersenyum dan mendekatinya, tanganku memeluknya dari belakang. aku suka sekali memeluknya dari posisi ini. Rasanya, sangat romantis.
“Kau suka?”
“Em!” Aira mengangguk cepat.
“Kalau begitu mana ucapan terima kasihnya?” ujarku. Aira menolehkan kepalanya ke samping, tepat kearahku.
“Gomawo, Oppa” ucapnya lalu berbalik untuk memelukku. Aku inginnya bukan cuma dipeluk.
“Aku ingin dicium” pintaku manja sambil balas memeluknya. Sungguh, aku benar-benar merindukannya. Tidak dicium sehari saja rasanya seperti kehilangan sesuatu yang penting.
“Dasar manja!” keluhnya lalu melepas pelukannya. Hei, kenapa? Dia tidak mau menciumku? Ah, jangan-jangan dia marah karena aku mulai mengacuhkannya?
“Wae? Memang tidak boleh ya aku–” Jantungku hampir copot karena Aira tanpa aba-aba mengecup bibirku. Kata-kataku terhenti seketika. Aku belum sempat bereaksi apalagi membalas, ia menyudahinya. Tadi kan baru satu detik Ai-chan! Aku merengek dalam hati.
“Gomawo yeobo..” ucapnya sambil tertawa renyah. Aigoo, lihat ekspresinya! Dia gembira sekali. Berbanding terbalik dengan aku yang kesal.

“Ya! Ciuman macam apa itu! Cepat sekali!” seruku jengkel sambil sedikit memperlihatkan ekspresi evil. Ia malah menampakkan wajah innocent yang membuat tanganku gatal ingin menariknya ke pelukanku.
“Bukankah Oppa meminta DICIUM.. Bukan CIUMAN! Jadi ya hanya sebentar”
Yak! Wajah polosnya itu.. Benar-benar membuatku ingin menerkamnya..
“Tidak mau! Cepat ulangi lagi!!” paksaku.
“Shireo! Wee..” Dia meleletkan dan YAAK! Dia malah kabur. Aish, tingkahnya membuatku jengkel. Awas kalau tertangkap! Akan kusiksa dia! Aku berlari mengejarnya. Pada akhirnya kami malah main kejar-kejaran sambil menjelajahi setiap sudut rumah. Dan anehnya, aku tidak lelah sedikitpun.

—o0o—

*Author POV*
Untuk menghindari kecurigaan media, Kyuhyun hari ini menginap di dorm. Padahal ia sangat rindu pada istrinya. Tapi apa boleh buat. Orang-orang menganggapnya lelaki lajang yang belum menikah. Bahkan Kyuhyun belum memberi tahukan pihak SMent terutama Presdir Lee Soo Man tentang pernikahannya. Yang mengetahuinya hanya Hyungdeul dan beberapa Manager yg bisa dipercaya.
Sebenarnya Kyuhyun ingin sekali membeberkan berita ini pada khalayak ramai. Bahkan di setiap acara Kyuhyun hampir mengatakan dirinya telah menikah. Tapi ia ingat dengan perkataan Aira.
“Oppa, aku tahu pekerjaanmu sebagai public figur itu sangat penting. Fans adalah nyawa bagi seorang bintang. Aku tidak mau karena berita pernikahan ini membuatmu kehilangan fansmu Oppa. Lalu kau menjadi bintang yang meredup dan akhirnya tidak bisa bersinar lagi. Karena itu, untuk saat ini, status pernikahan kita sebaiknya disembunyikan dahulu. Aracchi”

Bagaimana mungkin Aira bisa mengatakan hal itu. Kyuhyun tahu itu pasti demi kebaikannya. Tapi Ia tidak suka! Untuk apa dia menikah dengan Aira jika pada akhirnya dunia tetap tidak mengetahuinya. Tapi demi Aira. Ia harus bersabar. Untuk saat ini, kebahagiaan Aira yang terpenting. Jadi Cho Kyuhyun, hwaiting! Hiburnya pada diri sendiri.

“Kau tidak lapar? Makananmu belum disentuh sedikitpun” tanya Sungmin ketika semua member makan bersama dan si bungsu malah melamun sementara yang lainnya sibuk melahap makanan yang ada di atas meja. Kyuhyun hanya menggigit sumpitnya tanpa berniat menyentuh satupun makanan yangada di hadapannya.
“Ah, dia pasti rindu pada istrinya” ledek Heechul. Yang lain tertawa mendengarnya. Tapi lelucon itu tidak membuat Kyuhyun bereaksi. Hei, kenapa dia? Hyungdeul seketika menghentikan tawa dan saling berpandangan heran.
“Dia pasti ingin makan disuapi istrinya” timpal Siwon
“Seperti ini.. Hae-ya.. Aa–” Eunhyuk memperagakan adegan suap-suapan bersama Donghae. Dan hal itu membuat Kyuhyun semakin merindukan Aira. Ia jadi ingat saat harus menyuapi Aira makan karena gadis itu tidak bisa menggunakan sumpit. Namja itu menghela napas berat.
“Ai-chan.. Dia sudah makan atau belum ya? Aku jadi cemas meninggalkannya sendiri di rumah..” akhirnya Kyuhyun bersuara juga.

Semua orang menoleh ke arah Kyuhyun yang nampaknya berbicara sendiri. Sebelum Kyuhyun jadi gila, hyungdeul harus bertindak.
“Sudah, kalau kau mencemaskannya, telepon dia sana” suruh Leeteuk. Kyuhyun menatap Hyungnya itu, matanya melebar seperti baru menyadari kebenaran ucapan Leeteuk.
“Benar juga! Kenapa aku tidak memikirkan hal itu? Tapi..” Kyuhyun agak ragu.
“Ah, jangan membuang waktu! Tidak akan ada paparazzi yang menyadap teleponmu. Kecuali jika dia lebih pintar dari Albert Einstein” ujar Sungmin memberi semangat.
“Iya. Cepat” Ryeowook pun ikut semangat sendiri.
“Em! Oke Hyung!” seru Kyuhyun tiba-tiba seolah mendapat spirit besar dari Hyungdeulnya. Ia segera bangkit dan mengambil ponsel yang diletakkan di kamarnya. Member Suju lain gelen-geleng kepala memperhatikan tingkah Kyuhyun. sepertinya pernikahan membawa dampak baik bagi sang magnae.

kyuhyun menatap ponsel di tangannya dengan perasaan senang bercampur gelisah. Dengan gerakan cekatan ia memencet angka 1 untuk speed dial ke ponsel Aira. Ia menunggu dengan tidak sabar sambil mondar-mandir di ruang tengah.
“Come on, Ai-chan.. Angkat” Kyuhyun terus bolak balik menyapu ruang kosong di ruang tengah dengan ponsel menempel di telinga.
“Hallo..” ah, akhirnya diangkat juga! hal yang pertama Kyuhyun lakukan adalah mendesah selega-leganya. Hatinya terasa begitu lapang setelah mendengar suara yeoja yang paling dirindukannya. Senyum pun bersemi indah di wajahnya. Diam-diam hyungdeul mengintip Kyuhyun yang nampak gembira dari ambang pintu ruang makan.

—o0o—

*Kyuhyun POV*
Aku sangat gembira, akhirnya kudengar juga suara istriku yang kurindukan itu. Mendengarnya saja membuat semua beban di hatiku lenyap.
“Ai-chan, kenapa suaramu biasa-biasa saja? Kau tidak rindu padaku?” tanyaku dengan nada dibuat ketus tapi bibirku tersenyum.
“Ah, ani. Aku hanya kaget. Oppa meneleponku malam-malam begini” Apa? Jadi dia tidak merindukanku? Sepertinya dia juga tidak menunggu teleponku. Aish, Ai-chan Sampai kapan kau akan membuatku jengkel. Kudengar hening sesaat di ujung sana.
“Oppa..”
“Wae?” nada suaraku mulai agak membentaknya.
“Naega bogoshipo yo..” ucapnya lembut dan dalam. Aku mematung ditempatku berdiri. Aneh, hanya 3 patah kata yang diucapkannya bisa membuat seluruh badanku lumpuh seketika! Aku jadi ingin pulang lalu memeluknya erat hingga kerinduanku terobati.
“Oppa, Hallo, kenapa diam? Oppa sudah makan?” tanyanya membelokkan pembicaraan. Mwoya! Aku belum menyahut perkataanya yang indah itu dia sudah bertanya lagi.
“Aku.. Belum makan..” jawabku jujur.
“Sudah berkali-kali aku bilang Oppa jangan telat makan! Seharian Oppa sibuk kerja. Jangan sampe Oppa sakit karena telat makan..” Aira terus mengoceh di telingaku. Tanpa sadar aku tertawa pelan. Istriku ini selalu cerewet jika aku lupa makan karena terlalu fokus pada karirku. Tapi aku suka ocehannya. Bukannya kesal aku justru ingin tertawa dibuatnya.
“Kau sendiri sudah makan?” dan Ini dia kebiasaan buruknya yang tidak kusukai. Aira suka sekali mengomeliku jika telat makan padahal dia sendiri suka lupa makan ketika sudah keasyikan membuat sketsa disainnya.
“Tentu saja sudah, kau tadu Oppa, aku menghabiskan satu bulat penuh pizza, dua porsi spagetti dan empat potong ayam goreng!”

Omo.. Aku terbelalak. Yah, harus kuakui, Aira memang nafsu makannya luar biasa. Tapi anehnya dia tidak gemuk.
“Ya! Jangan sampai badanmu melar seperti Baby Huey” Ucapku sambil menahan tawa.
“Biar saja.”
Baiklah, aku tidak akan mengajaknya berdebat lagi. “Arra. Karena sudah malam, aku tutup oke. Dan Ai-chan,..” Aku diam sebentar. Menarik nafas pelan. “Nado Bogoshipo..” ucapku akhirnya. Bebanku hilang saat berhasil mengatakannya.
“Ne. Good night Oppa.. Muuaach..” mataku mengerjap cepat. Omo, Ai-chan ini! Untuk apa dia melemparkan kiss bye seperti itu. Dia tidak tahu apa wajahku sekarang memerah dan jantungku berdebar tak karuan! Tak lama kututup teleponku dan berbalik. Aku sekarang harus makan! Berkat Aira nafsu makanku pulih lagi. namun saat membalikkan badan aku mendapati pemandangan yang membuatku memekik kaget.
“Ya! Kalian sedang apa di situ!” teriakku super kaget mendapati Hyungdeul berdiri dengan posisi seperti sedang mengintip di ambang pintu dapur ke arah ruang tengah tempat aku berdiri tadi. jangan-jangan mereka menguping.
“Ah, Kyu. Kami penasaran. Jadi, hehe..” Monyet mesum itu duluan bicara sambil garuk-garuk kepala. Tepat dugaanku!
“Kalian menguping. Benar kan?” tanyaku dengan mata menyipit dan wajah evil. Hyungdeul mundur selangkah karena merasa terancam dengan ekspresiku. Aku bersiap untuk melakukan kejahilanku pada mereka tapi..
Kriuuuk..
Aduh, perutku keroncongan.. Sial! Ideku jadi buyar gara-gara lapar!
“Ah, sebaiknya kau makan Kyu!” usul Yesung Hyung menggiringku ke meja makan. Huh, pasti mereka ingin menghindar!

Setelah kenyang, aku justru lupa pada niatku menjahili Hyungdeul. Kulihat juga mereka lega karena jiwa setanku tidak terbangun.

—o0o—

Aku tidak bisa tidur lagi! Kali ini pun gara-gara yeoja 4D yang sekarang jadi istriku itu! Sampai kapan dia akan membuatku jadi insomnia! Kulirik jam dinding di kamar. Sudah pukul 02.10. Dan aku belum memejamkan mata! Member lain pasti sudah asyik berselancar di alam mimpi masing-masing.

Aku harus pulang! Tidur bersama Aira adalah satu-satunya cara menghilangkan insomniaku! Tanpa membuang waktu, segera kuambil mantel, kunci mobil dan aku bergegas pergi dari dorm. Jam segini mana ada paparazzi yang masih aktif berkeliaran. Aku juga menggunakan penyamaran saat ke luar dorm.

Setibanya di rumah, aku merasa lega. Aira pasti sudah tidur. Pikirku sambil memencet kode masuk rumah. Kubuka pintu pelan. Ku tatap seisi rumah yang sepi dan remang-remang. Suasana rumah yang kurindukan. Tanpa bertele-tele, aku segera melesat ke kamar untuk menemui istriku.

Di kamar, kulihat Aira tertidur pulas dengan posisi menyamping sambil memeluk boneka Mickey Mouse. Tanpa sadar aku mendengus. Mustahil, aku kalah oleh boneka itu lagi! Aku melepas mantel dan sepatu, lalu beranjak tidur di sampingnya sambil menghadap ke arah Aira yang tertidur dengan wajah malaikatnya.
“Yeobo-ah, I miss you..” gumamku sambil menyentuh pelan pipi, mata, hidung, dan bibirnya. Aku rindu sekali rasanya. Dan sekarang dalam jarak sedekat ini, jantungku makin terpompa cepat. Dia bereaksi saat aku mengusap pipinya. Tapi tidak sampai terbangun.Aku hendak memeluknya tapi boneka ini menghalangi! Segera kusingkirkan lalu ku lempar ke lantai. Siapa suruh mengganggu! Sekarang tidak ada penghalang lagi! tanpa membuangwaktu tanganku terulur memeluk pinggangnya dan mendekatkan tubuhnya padaku. Ah, rasanya nyaman dan hangat. Aku mendesah lega merasakan hangat tubuhnya dalam dekapanku. Tapi apa dia tidak merasa saat ku peluk?
“Emh..” dia bergumam disela tidurnya. Makin lucu saja kau chagi. Aku tersenyum melihat tingkahnya saat tidur. Dia hendak membalikkan badannya tapi kutahan.
“Ya! Kau tidak mau suamimu menatap wajahmu saat hendak tidur!” tanpa sadar aku berteriak padanya. Dia benar-benar.

Teriakanku tidak membuat Aira bergeming! Dia tetap nyenyak seolah tidak ada apapun. Aigoo, Dia ini! Seperti Ran Mouri saja! Kalau sudah tidur susah untuk dibangunkan. Apa aku harus ikut cara Conan untuk membangunkannya? Berteriak melalui dasi kupu-kupu pengubah suara yabg sudah di maksimalkan volumenya? *Detective Conan jilid 5 file 3, buat reader yang gak tau*
#Author promosi? Mentang-mentang Detective Conan Lover!*dibunuh massa*

back to FF

Aku membalikkan badan Aira ke arahku lagi. Semakin kupererat pelukanku agar ia tidak bergerak. Tiba2-tiba aku terlintas ide, cara untuk membuatnya terbangun. Sudut bibirku membentuk seulas evil smile andalanku. Aku mendekatkan wajahku dengan wajahnya, lalu ku cium bibirnya pelan. Dia belum bereaksi juga. Aku kembali menciumnya lebih intens dan lama. Dia mulai bereaksi. Alam bawah sadarnya mulai merespon.
Tangan Aira bergerak melingkari punggungku dan memelukku erat. Namun ia masih tertidur. Tingkahnya membuatku gemas! Kali ini kucium lagi bibirnya yang lembut itu #Ampun, gak bosen ni bocah!# melumatnya sebentar dan aku berhenti ketika Aira bergumam pelan.
“Oppa..” Tangannya bergerak merangkul leherku. Dia mengigau? Matanya tetap tertutup. Tapi tak apa. Yang penting aku ada di dalam mimpinya.
“Ne chagi.. Aku di sini” aku membalas igauannya. Kulihat Ai tersenyum dalam tidurnya. Ia mengeratkan pelukannya di leherku sambil menyusupkan kepalanya ke sela bahu dan leherku. Rupanya dalam mimpi kau seromantis ini padaku? Geurae! Tanganku mengeratkan dekapan di pinggangnya dan sebelahnya mengusap rambutnya. Dalam posisi ini aku bisa tidur dengan nyaman!

—-o0o—-

*Author POV*
_ Me, plus you, Imma tell you one time.. One time.. One time_

Alarm ponsel Aira berbunyi. Suaranya yang nyaring mampu membangunkan Kyuhyun. Masih dengan posisi yang sama, yaitu memeluk Aira, Kyuhyun meraba-raba meja di samping tempat tidur tempat suara itu berasal. Matanya masih enggan terbuka. Ia meraih ponsel istrinya dan mematikan alarm.
“Mengganggu saja!” umpat Kyuhyun pelan sambil meletakkan ponsel itu di belakang tubuh Aira. Ia masih mengantuk kembali terlelap.

Aira menggeliat pelan. Ia mulai terbangun. Matanya membuka perlahan. Ia melihat wajah suaminya yang tertidur saat membuka mata. Ia pasti masih bermimpi.
“Oppa.. Aku senang kau ada di sini” gumam Aira seraya mendekap Kyuhyun lebih erat lagi.
“Ne, Ai-chan” jawab Kyuhyun pelan. Aira tersenyum. Ia bisa merasakan hangat dan wangi tubuh suaminya ketika kepalanya disandarkan pada dada Kyuhyun. Tapi sesaat kemudian ia tersadar. Ini bukan mimpi! Melainkan..
“Oppa! Kapan kau pulang?!” seru Aira kaget lalu duduk. Matanya terbuka sempurna dan ia sadar sepenuhnya. Sekarang ia benar-benar melihat Kyuhyun sedang berbaring di sampingnya. Jadi mimpi itu? Dia semalam bermimpi memeluk Kyuhyun dan ternyata dia memang sedang memeluknya? Omo? Maksudnya? #Author bikin Aira bingung.

“Tadi malam. Sudah sini kau tidur lagi. Aku masih ingin memelukmu” Kyuhyun menarik Aira agar kembali tidur di sampingnya. Dan Aira menurut.
“Oppa, jadi semalam kau tidak tidur di dorm?” tanya Aira. Kyuhyun membuka matanya, tersenyum sekilas untuk istrinya.
“Ani. Aku tidak bisa tidur jika tidak memelukmu” jawabnya. Seketika pipi Aira memerah.
“Bagaimana Oppa bisa tidur jika pergi ke luar kota atau ke luar negeri kalau harus memelukku dulu”
Tawa ringan Kyuhyun menguar. “Terpaksa ku ajak kau kemanapun aku pergi” jawabnya enteng sambil tertawa pelan.
“Aish! Oppa kau–*cup*” Aira mencium bibir Kyuhyun membuat namja itu diam. Tawa dan senyumnya terhenti begitu bibir Aira menyentuhnya. Kyuhyun memejamkan mata menikmati morning kiss dari istrinya.
“Oppa, kau harus terbiasa tidur tanpa aku” ucap Aira setelah morning kissnya usai. Kyuhyun memberengut kecewa.
“Mana mungkin aku terbiasa jika sebelum tidur aku harus memelukmu atau aku tidak tidur sama sekali, dan saat bangun aku harus mendapat ‘morning kiss’ darimu agar aktivitasku seharian bisa berjalan lancar” keluhnya panjang lebar.Aira tertawa. Seharusnya ia tahu kalau Kyuhyun terkadang childish.

“Tapi chagi, semalam kau benar-benar tidak sadar aku ada disampingmu?”
Aira mengangguk. “Ne”
“Berarti ciumanku semalam juga kau tidak merasakannya” lirih Kyu kecewa.

“Nde? Oppa menciumku semalam?” seru Aira kaget seraya kembali duduk. Kyuhyun yang jengkel bercampur kecewa ikut duduk. Ia menatap istrinya dengan alis terangkat sebelah.
“Jadi kamu benar-benar tidak merasakan apapun?’
Aira menunduk, merasa tidak enak juga. “Mianhae Oppa, jika sudah tidur. Aku tidak merasakan apa-apa lagi”

mendadak saja darah Kyuhyun mendidih begitu mendengarnya. “Ya! Untung aku yang menyentuhmu! Coba pikirkan bagaimana jika ada orang yang akan membunuhmu atau memperkosamu! Sedangkan kau sendiri tidak merasa terganggu sedikitpun!” Kyuhyun marah dan meluapkan semua emosinya pada Aira. Sebenarnya ia cemas.
“Ne. Araseo” jawab Aira lemah. Kata-kata Kyuhyun mirip dengan yang pernah dikatakannya pada sahabatnya, Syahdan. Karena dia jika sudah tertidur seperti orang mati. Tidak bergerak dan tidak merasakan apa-apa. tapi siapa yang menyangka jika ia akan mengalami kondisi serupa. Mungkin ini karma.

“Em.. Ai, apa kata-kataku terlalu kasar?” tanya Kyuhyun cemas karena Aira terus tertunduk. Mungkin ia tersinggung. Aira menggeleng lalu mengangkat kepalanya
“Ani. Aku tahu Oppa bilang begitu karena mencemaskanku” Aira berkata sambil tersenyum dan membuat Kyuhyun ikut tersenyum.

“Geurae” Kyuhyun diam sejenak. Ia menatap Aira, lalu tersenyum misterius.
“Karena kau tidak merasakan ciumanku semalam, aku akan menghukummu!”
Aira mengerjapkan mata berulang-ulang, kaget. “Mwo? Hukuman apa?!”
Kyuhyun menggeser tubuhnya sedekat mungkin dengan istrinya. “Aku menginginkanmu pagi ini” ucapnya pelan di telinga Aira dan berhasil membangunkan bulu kuduknya. Gadis itu mengerjap berkali-kali dengan pipi merona.
“Oppa, aku harus kuliah pagi ini..” Ujar Aira gugup begitu sadar maksud ucapan suaminya. Kyuhyun menggeleng cepat sambil menggoyangkan jari telunjuknya.
“Aa, Kau tidak bisa berbohong. Hari ini hari Kamis dan artinya, kau tidak ada jadwal kuliah” Kyuhyun mulai merangkul Aira ke dekapannya. Sementara gadis itu mengumpat dalam hati. Aira lupa sekarang jadwalnya kosong.
“Terus bagaimana dengan Oppa, bukannya hari ini jadwalmu padat?” Aira makin gugup saat Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya. Apalagi tangannya sudah meraba punggungnya dengan gerakan seduktif.
“Hanya latihan biasa hingga siang dan aku bisa datang terlambat”

Aira tidak bisa menemukan alasan lagi. Akhirnya ia pasrah dan menuruti kemauan Kyuhyun.
“Ara. Ayo.. Oppa..” jawab Aira dengan senyum tulus diwajahnya. Merasa mendapat lampu hijau, Kyuhyun tersenyum. Ia merebahkan tubuh Aira, mengecup keningnya sekilas lalu perlahan tapi pasti membawa mereka ke dunia yang hanya milik mereka berdua..

—o0o—-

*Aira POV*
Tak kusangka melelahkan juga menjadi ibuu rumah tangga, setelah seharian membereskan rumah sekarang aku baru saja pulang dari supermarket. Aku ingin memasak makan malam untuk suamiku tercinta. Dia bilang setelah pulang nanti ingin makan masakanku. Setibanya di depan rumah, aku melihat ada kurir berdiri di depan gerbang sambil terus memencet bel. Aku mendekat.
“Permisi, ada yang bisa dibantu?”
“Saya mencari pemilik rumah ini. Namanya..” ia melihat sebentar kotak yang dibawanya.
“Ms. Aira Andriani”
“Oh, itu aku!” seruku senang. Dengan sopan ia menyerahkan kotak itu dan memintaku menandatanganinya.

“Dari siapa ini?” aku meletakkan belanjaanku di atas meja dapur. Karena penasaran, kubuka kotak kecil itu cepat. Aku terbelalak ketika melihat isinya.
“Kyaaa.. Tiket konser Justin Bieber!! Dan CD terbarunya! Kyaaa” aku berteriak kegirangan sambil melompat-lompat. Bagaimana tidak, aku adalah fans Justin Bieber! Tentu saja aku bahagia. Aku melihat nama pengirimnya, sebenarnya sudah kutebak siapa pelakunya. Ah, benar ternyata.
“Gomawo, Rian..” ucapku senang. Sahabatku itu sekarang kuliah di Harvard, U.S.A. Jadi dengan mudah ia bisa mendapatkan tiket ini. Ah, aku pasti pergi! aku melompat-lompat senang sambil bersenandung. Namun mendadak gerakanku terhenti saat aku teringat satu fakta penting.

Tapi tunggu, aku sudah menikah. Mana bisa aku pergi begitu saja tanpa minta izin lebih dulu. Eotteohke? Di tiket tertulis tanggal konser yaitu dua hari lagi!! Omona!!
Aku harus minta izin pada Kyuhyun segera! Yup, malam ini aku akan memohon padanya agar aku bisa pergi ke AS.

to be continued..

55 thoughts on “After Wedding Story [Honey moon] Part 1

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s