After Wedding Story [Weird First Night]

Tittle : After Wedding Story // Weird First Night
Sequel : Would You Marry Me?
Author : Dha Khanzaki a.k.a shin Je Young
Genre : Romance
Length : Oneshoot

Main cast :
Shin Na Ra a.k.a Aira
Cho Kyuhyun

Ini adalah sekuel dari cerita Kyuhyun-Aira yang Would You Marry Me?. ada yang udah baca??? hmmm..kalau belum sebaiknya baca dulu deh.. hehehhe…
Maaf untuk typo atau semacamnya. Happy reading

After Wedding Story - Weird First Night by Dha Khanzaki

—————–0.0————–

*Author POV*
Pesta pernikahan yang panjang itu akhirnya selesai juga. Tamu-tamu sebagian besar telah pulang dan menyisakan tempat pesta yang berantakan.

“Oppa, tunggu!” seseorang berteriak memanggil namja yang berjalan mendahuluinya. Aira mendengus menatap punggung pria bertuxedo hitam yang berjalan di depannya. Apa dia tuli? Teriakannya yang keras itu tidak digubrisnya sama sekali. Ia berjalan lebih cepat dengan mengangkat gaun pengantinnya. Sementara Kyuhyun, sang suami berjalan lebih dulu. Ia sudah terlalu capek.
Tadi pagi baru saja berlangsung pernikahan sakral keduanya. Mereka menikah karena di jodohkan, namun bukan berarti tidak ada cinta di antara mereka. Mereka saling mencintai, tentu saja.
“Aish, Oppa.. Kau jahat!” sekali lagi Aira merengek berharap Kyuhyun berhenti. Tapi ia terus berjalan sampai akhirnya berhenti di depan tangga villa mewah milik kakek Aira itu.
“Waeyo? Kau lambat sekali!” Kyuhyun mengomel dengan wajah agak jengkel. Aira berhenti tepat di hadapannya, ekspresinya pun tak kalah kesal.
“Mwo? Lambat? Oppa pikir jalan dengan memakai gaun seberat ini gampang apa? Mana ekornya panjang lagi!” keluh Aira sambil mengelap keringat di dahinya. Kyuhyun menahan senyum melihat wajah sebal Aira. sebenarnya ia pura-pura tuli tadi, ia senang sekali mengerjai istrinya ini. Ekspresi sebalnya, Menurutnya itu sangat lucu.
“Mana high heels ini lagi! Kakiku sakit sekali rasanya!” Aira melepas high heels yang dipakainya dan melemparnya sembarangan.
Kyuhyun terbelalak kaget. “Ya! Kenapa kau lempar?” Kyuhyun tidak mengerti, mengapa di dunia ini ada yeoja yang benci pada high heels.
“Aku tidak mau pakai itulagi!”
Kyuhyun menghela napas. “Araseo. Terserah kau” Kyuhyun mulai menaiki tangga. Tapi ia berhenti lagi karena Aira tidak kunjung naik.
“Wae? Ayolah Ai-chan, sekarang apa lagi?”

Aira memandang anak tangga yang begitu banyak di hadapannya. Ia menelan ludah. Bagaimana mungkin ia naik dengan baju seberat ini? Lagipula kenapa kamar mereka harus ada di lantai atas? Kyuhyun seolah bisa membaca pikiran istrinya itu, lantas turun dan menggendong Aira ala bridal. Gadis itu terkesiap.
“Omo, Oppa, apa yang kau lakukan? Turunkan aku! Aku bisa sendiri!” pinta Aira. Kyuhyun menggeleng.
“Shireo. Dengan gaun seperti ini kau pasti kesulitan naik tangga. Jadi biarkan aku menggendongmu sampai atas sana. Oke!”
“Tapi..” Aira ragu.
“tapi apa?”
“Orang-orang memperhatikan kita, oppa” lirih Aira. villa itu memang belum sepenuhnya sepi. Masih banyak orang-orang yang hilir mudik di sekitar mereka sedang membereskan sisa pesta yang berantakan. Daritadi mereka senyam senyum memperhatikan pengantin baru itu. Kyuhyun melengos santai.
“Jangan pedulikan. Lagipula apa salahnya jika aku ingin menggendong pengantinnya ke kamar” ucap Kyuhyun sambil tersenyum evil.

Aira mengangguk pelan. Lalu ia melingkarkan kedua tangannya ke leher Kyuhyun. Perlahan Kyuhyun mulai menjajaki tangga menuju ke lantai atas.
“Oppa, kau tidak berat menggendongku sambil menaiki tangga begini” batin Aira sambil menatap wajah Kyuhyun yang jaraknya begitu dekat. Dari ekspresinya dia tidak terlihat keberatan. Aira mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di bahu Kyuhyun. ia merasa senang sekali sudah diperlakukan begitu istimewa oleh suaminya ini.
“Oppa, saranghae..” bisiknya lembut. Kyuhyun tersenyum.
“Ai-chan..” Kyuhyun memanggilnya.
“Hmm?” tanya Aira seraya mengangkat wajahnya. Kyuhyun langsung mengecup bibir Aira cepat dan tersenyum evil. Gadis itu kembali terkesiap. Jantungnya berdebar kencang dan ia mematung. Matanya fokus menatap wajah tampan suaminya yang tersenyum manis.
“Turun” ucapnya cepat. Aira yang masih kaget belum bisa berpikir jernih karena Kyuhyun menciumnya. Tiba-tiba saja dan tanpa persiapan lebih dulu, Kyuhyun menurunkannya, membuat Aira terhuyung dan jatuh di lantai marmer yang dingin.
“Appo..” Aira meringis kesakitan. Secepat kilat ia menatap Kyuhyun yang hampir masuk ke kamar mereka dengan wajah kesal.
“Ya! Oppa! Kenapa kau menurunkanku dengan kasar? Aduh, pinggangku sakit.” Aira berusaha bangkit. Kyuhyun menoleh, ia lalu meringis sambil merenggangkan tubuhnya.
“Ah, kau kira aku tidak pegal? Kau tahu, pinggangku hampir remuk rasanya. Menggendongmu dari atas sampai sini” ucapnya dengan wajah polos. Lalu masuk dan meninggalkannya di luar. Membuat Aira tercengang.
“Omo, Oppa.. Kau meninggalkanku lagi!” Aira mengejarnya dan masuk ke kamar mereka.

“Ah, lelahnya!” seru Kyuhyun lalu menghempaskan dirinya di kasur empuk. Sementara Aira bingung, apa yang akan mereka lakukan setelah ini? Apa langsung tidur saja? Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menyadari Aira masih berdiri.
“Ai-chan, Kenapa berdiri di situ? Ayo sini!” pinta Kyuhyun sambil menepuk tempat di sebelahnya. Dari tadi Aira hanya diam di dekat sofa. gadis itu gugup, ia mengusap lengannya.
“Aku juga capek. Mungkin lebih baik aku mandi dulu.” Aira mengambil handuk yang ada di dekat kamar mandi. Kyuhyun bangkit.
“Mwo, lalu aku? Kalau begitu kita mandi bersama saja. ah, itu usul yang bagus!” ucapnya bercanda. Seperti dugaannya, Aira yang polos wajahnya langsung memerah dan ia panik.

“kyaa.. Dasar namja mesum!” teriaknya. Aira segera berlari ke kamar mandi. Kyuhyun tertawa. Padahal ia hanya bercanda. Tapi Aira panik tidak jelas begitu.
Tok tok tok
tawanya terhenti saat ia mendengar ada yg mengetuk pintu. Kyuhyun bangkit lalu membuka pintu.
“Kyuhyunnie..” Kyuhyun mengerjap ketika melihat wajah ceria Ummanya di balik pintu.
“Umma, wae?”
Umma tersenyum cerah. Agak mencurigakan sih. “Umma bawakan susu hangat untuk kalian. Diminum ya” Ujar Umma sambil memberikan nampan berisi 2 gelas susu.
“Oh, ne. Gomawo” Kyuhyun mengambilnya tanpa rasa curiga sedikitpun.
“Mana Aira?” Umma bertanya karena Aira tidak terlihat di belakang Kyuhyun. namja itu menoleh ke belakang, tepat ke dalam kamarnya lalu kembali menoleh ke arah ibunya.
“Dia sedang mandi”
“Oh” umma mengangguk pelan. Ia lalu tersenyum aneh pada Kyuhyun.
“Ne, setelah ini kamu harus ‘bekerja keras’ membuat cucu untuk Umma. Araseo”

Kyuhyun mengerjap. Wajahnya memerah pelan dan ia menggaruk kepalanya.
“Mungkin. ah, maka dari itu Umma jangan mengangguku dan Aira lagi!” nada bicara Kyuhyun jadi tinggi
“Arra. Kalau begitu, selamat bersenang-senang” ledek Umma seraya pergi. Kyuhyun berdecak jengkel. Ini menyebalkan!

30 menit kemudian..

Aira dan Kyuhyun sama2 sudah mandi. Kini mereka bingung harus ngapain #aduh, pabo.. Ya ‘itu’ dong..#plak! Author ditabok readers

“Apa yang akan kita lakukan sekarang? Tidur?” tanya Aira sambil menyisir rambutnya di depan meja rias. Ia melirik Kyuhyun yang asyik bermain game di laptopnya sambil tiduran di tempat tidur. di tanya seperti itu seketika terlintas ide dalam otak cemerlang Kyuhyun.
“Em, bagaimana kalau kita tanding main game lagi!” seru Kyuhyun sambil bangkit dan duduk di tempat tidur.
“Game? Kau kan sudah kalah melawanku Oppa!” ucap Aira dengan nada meledek.
Kyuhyun teringat insiden itu. tapi kali ini ia tidak akan mengalah. Skillnya sudah di asah sejak hari kekalahan waktu itu. “Ya! Aku kalah karena kau curang! Sekarang tidak akan terjadi lagi!” tekat Kyuhyun
“Tapi tidak ada PS3 di sini” ucap Aira sambil menatap sekeliling.
“Ah, kau benar” Kyuhyun berpikir sambil menggaruk kepalanya.

“Bagaimana kalau main kartu?” tawar Aira. Ia mengeluarkan kartu remi dari dalam laci meja rias. Kyuhyun tersenyum simpul.
“Ayo! Kali ini apa hukumannya untuk yang kalah?”
“Di jitak di kepala!” seru Aira. Kyuhyun pun merasa ide itu sangat bagus.
“Deal. Dan yang kalah harus menurut pada pemenang. Oke!”
“Ayo! Siapa takut!” Aira naik ke atas kasur untuk bermain kartu #first night yang aneh-_-

Sementara itu di luar kamar Kyu Ra.
Umma diam-diam mengendap-endap ke depan pintu kamar pengantin putranya. Ia menempelkan kuping pada daun pintu untuk mendengar kira-kira apa yang terjadi di dalam sana.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Appa penasaran melihat tingkah istrinya. Umma buru-buru menyuruh Appa diam.
“Sssttt, aku hanya ingin tahu mereka sedang apa di dalam” bisik Umma pelan. Appa yang penasaran jadi ikut menguping. #ortu aneh!

“KYAAA.. OPPA SAKIITT!!!”

Umma dan Appa terkejut mendengarnya. Mereka menegang dan saling pandang dengan ekspresi sulit dibayangkan. Umma tampak paling panik dan khawatir.
“Waeyo? Kyuhyun, jangan terlalu ganas, Kasihan Aira..” lirih Umma pelan sambil menggigit jari. Appa mendesah sambil geleng-geleng kepala, memaklumi.
“Namanya juga malam pertama. Jadi pasti begini..” balas Appa dengan suara pelan juga.

“APPO!! Apa tidak bisa pelan-pelan!!” suara teriakan Aira terdengar lagi. Mereka makin menegang. Appa dan Umma makin menempelkan telinga di daun pintu agar bisa mendengar lebih jelas lagi.
“Aku sudah pelan-pelan! Kau saja yang amatir!” kali ini suara Kyuhyun terdengar.

Umma merasa amat bersalah, ia panik sendiri dengan kesimpulan yang di ambilnya. “Ini salah Umma karena sudah memasukkan obat perangsang ke minuman mereka. Bagaimana ini Appa?” Umma jadi cemas. Appa mengibaskan tangannya.
“Sudahlah. Biarkan mereka. Sekarang ayo pergi” Appa mengajak Umma pergi meninggalkan kamar pengantin itu.

Sementara itu, yang sesungguhnya terjadi di dalam kamar..

“Appo..” Aira memegang kepalanya yang berdenyut sakit karena 2 kali dijitak Kyuhyun. Sementara sang pelaku tersenyum puas. Akhirnya bisa menang juga. ia merasa dendamnya selama ini sudah terbalas.
“Siapa suruh kau kalah! Baiklah, jika sekarang kau salah ambil kartu lagi, kau resmi kalah, Ai-chan!” Kyuhyun mengeluarkan evil-smirknya. Aira membenarkan posisi duduknya dan bersiap mencabut satu kartu yang ada di tangan Kyu. Kyuhyun menegang. Gawat, Aira akan mengambil kartu yang benar #Author gak ngerti permainan kartu# ia harus berbuat licik, balas dendam. Sama seperti yang Aira lakukan waktu itu.
“Ai-chan, Aku ingin bertanya” Aira menghentikan tangannya, lalu menatap Kyuhyun.
“Ya! Oppa ingin berbuat licik padaku?” Aira menyipitkan mata curiga.
“Ani. Aku hanya ingin bertanya” Kyuhyun memperlihatkan wajah polosnya agar Aira tidak curiga. Benar saja, istrinya itu mengendikkan bahu lalu kembali menatap kartu yang dipegangnya.

“Ne, tanya apa?” Aira tetap akan mencabut satu kartu. Aah, harus dicegah!
“Kapan pertama kali kita ciuman?” tanya Kyuhyun buru-buru. ia mengusahakan agar suaranya terdengar normal.
Aira menjawabnya tanpa berpikir. “Em, waktu dimeja makan..” Kyuhyun menyeringai saat Aira tampak berpikir dan tidak fokus. Diam-diam ia menukar kartu yang akan dicabut Aira.
“Salah! Tapi di kamar Nuna!”
“MWO!!” Aira berteriak kaget. Ia mencabut kartu dan melihatnya. Saat mengetahui ia mencabut kartu yang salah, Ia berteriak histeris. “Andwae!!!!!”

Kyuhyun tertawa sepuas-puasnya hingga bergulingan di atas tempat tidur. “Hahaha, kau kalah Nyonya Cho! Rasakan!”
“Aish!!” Aira melempar kartu di tangannya ke sembarang arah. Ia lalu menatap Kyuhyun yang tertawa dengan tatapan tajam. Sekarang ia menuntut penjelasan atas apa yang didengarnya tadi.
“Ya! Oppa! Apa maksudmu tadi? Kita berciuman pertama kali dikamar Ahra Eonni? Kapan! Aku tidak ingat! Kau berbohong kan!” protes Aira dengan tangan menunjuk Kyuhyun. Namja itu berhenti tertawa.
“Aku tidak bohong! Dan kau yang menciumku duluan!”
“MWOYA!” Pekik Aira

Kyuhyun mengangguk lantas mendekati Aira. Gadis itu agak panik ketika Kyuhyun bergerak merangkak ke atas tubuhnya dan membuat Aira jatuh lembut ke kasur. Kyuhyun menopang tubuhnya dengan tangan agar tidak menindih Aira. jantung Aira bertalu-talu cepat. Apalagi bibir Kyuhyun memamerkan senyum mautnya. Ia yakin ia bisa pingsan kapan saja jika terus melihat senyum itu.
“Kau tahu, bibirmu ini mencium bibirku entah kau sadar atau tidak” Ucap Kyuhyun sambil menyentuh bibir Aira dengan ujung jarinya. Aira menelan ludah. Pikirannya berputar-putar cepat. Apakah ini saatnya? Apalagi setelah melihat senyum seduktif di wajah Kyuhyun.
“Aku tidak ingat, Oppa..” jawab Aira gugup.
“Mau ku ingatkan?” tanyanya nakal. Mata Aira membulat.
“Oppa, kau~*chu*” kalimat Aira terhenti karena Kyuhyun mengunci bibir Aira dengan bibirnya, mengecupnya penuh nafsu dan gairah. Aira tidak bisa menolak. Karena Kyuhyun sudah menahan tangan Aira dengan tangannya.
“Emh..” Aira mendesah di sela ciuman mereka. Lumatan Kyuhyun semakin liar, lidahnya memaksa masuk kedalam mulut Aira yang masih terkatup. Sadar akan hal itu, Aira membuka mulutnya dan membiarkan lidah Kyuhyun bermain di dalam mulutnya. Entah berapa lama Kyuhyun melumat bibir Aira, hingga keduanya hampir kehabisan nafas.

“Emh, Oppa, sesaakh..” racau Aira. Kyuhyun tersadar dan melepaskan tautan bibirnya dengan bibir Aira. Nafasnya pun sudah terengah-engah.
“Akhu.. Inghat.. Ko.. Oppha..” kata-kata Aira terbata karena nafasnya yang hampir habis.
Kyu tersenyum. “bagus jika kau ingat” ia lalu bangkit dan duduk di tepi ranjang. Sesaat ia terdiam. Omo, tadi apa yang dilakukannya? Jantungnya berdegup kencang dan ia merasa bagian bawahnya mulai sesak. lebih baik ia segera menghentikan semua ini!

Aira pun ikut bangkit. Ia menatap punggung Kyuhyun dengan wajah bingung. Tadi.. Rasanya ada yang aneh dengan hatinya. Perasaan aneh menyerangnya dalam sekejap. Alisnya bertautan bingung.
“Oppa, memang malam itu kita berciuman seperti tadi?” tanya Aira polos. Kyuhyun menoleh.
“Tentu saja tidak!” tegasnya. Ia kembali mendekati Aira, tepatnya mendekati wajah gadis itu seperti akan membisikkan sesuatu.
“Tadi lebih ‘panas’ dari malam itu” bisiknya di telinga Aira dan membuat gadis itu bergidik. Bagian itu memang titik sensitif di tubuhnya.
“Benarkah? Ah, Oppa kau ini!” Aira cemberut sambil mencubit pipi Kyuhyun. ia tahu tadi Kyuhyun hanya memanfaatkan kesempatan saja. dan ia dengan bodohnya terjebak dengan perangkap yang sudah dibuat Kyuhyun, aigoo..

“Auch.. Sakit Ai-chan!” erang Kyuhyun. Pipinya mulai kemerahan karena cubitan Aira.
“Siapa suruh tadi main serobot!”
“Ya! Kau kan kalah tadi. Yang kalah harus menuruti semua perintah yang menang”
“So?” Aira malah menantang. Ia mengangkat kepalanya dengan pose angkuh. Kyuhyun menyeringai.
“Kita..’itu’ yuk sekarang.. Kita kan sudah menikah. Jadi..” ujar Kyuhyun diiringi senyuman nakal di wajahnya. Otomatis muka Aira memerah sampai telinga. Ia tidak menjawab, malah menutupi wajahnya dengan bantal. Reaksi Aira itu ternyata membuat Kyuhyun tertawa. Ia tahu istrinya itu sangat polos. Ia lalu bangkit dan merenggangkan otot-otot tubuhnya yang kaku.
“Ah, hausnya.. Ai-chan, kau mau susu? Tadi Umma membawakannya untuk kita” Kyuhyun beranjak mengambil dua gelas susu dan menyerahkan satu pada Aira.
“Gomawo..” Aira mengambilnya dan keduanya minum bersamaan.
#Author ga mau tanggung jawab kalo terjadi sesuatu. Coz tu susu udah diapa-apain ama Umma’y Kyu.

“Ah, mashita!” seru Aira. Gelasnya sudah kosong. Dan Kyuhyun pun sudah menghabiskan minumannya.
“Kajja, kita tidur. Aku sudah capek” Kyuhyun beranjak ke tempat tidur. Aira bingung menatap Kyuhyun bingung.
“Loh, kita tidak…” tanya Aira tertahan. Kyuhyun menatapnya curiga.
“Kau mau?”
Aira menggeleng cepat dengan tingkah canggung. “Ani. Lupakan!” Aira menarik selimut kemudian berbaring. Kyuhyun tersenyum, ia ikut merebahkan diri di samping Aira dan tangannya terulur memeluk Aira dari samping kemudian memejamkan mata. Ia makin mendekatkan tubuh Aira dengannya, memangkas jarak yang ada di antara keduanya. Kyuhyun tersenyum samar saat ia merasakan punggung Aira yang hangat menempel di dadanya.
“Aku juga ingin, chagi. Tapi jika kau belum siap tidak apa-apa” bisiknya di telinga Aira. gadis itu tersenyum lalu membalikkan badannya, menatap wajah Kyuhyun yang sudah terpejam.
“Gomawo, Oppa” gumamnya lalu balas memeluk Kyuhyun. Ia menutup matanya sambil menempelkan kepalanya ke dada Kyuhyun yang hangat.

—o0o—

Aira sudah terlelap tapi tidak dengan Kyuhyun. namja itu masih terjaga karena merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya. Ia bangkit dan kepalanya mengedar ke sekeliling kamar yang remang-remang. Kenapa rasanya panas sekali? Apa AC di kamar ini rusak? Tangannya terulur mengambil remote AC dan merendahkan suhunya. Tapi rasa panas ini tidak kunjung hilang.
“Aish, ada apa denganku!” keluhnya. Badannya mulai berkeringat. Ia membuka bajunya hingga ia topless. Tapi tetap panas. Ah, mendadak ia ingat pada susu yang diberikan Ummanya. Pasti dicampurkan sesuatu oleh Ummanya. wajar, Umman jahil juga seperti dirinya. Ia tersenyum tipis saat menyadarinya. Oh, sialnya, ternyata ia dijahili oleh Umma sendiri. Ia melirik pada Aira. Istrinya itu juga tampak berkeringat dan tidurnya tidak tenang. Mwo? Apa Aira juga merasakan hal yang sama?
“Mmh.. Panas..” racaunya.

Kyuhyun menelan ludah. Mendadak ia merasakan Aliran darahnya mengalir deras. Apalagi Aira mulai mendesah tidak karuan dan membuka piyamanya sendiri di alam bawah sadarnya. Ia panik karena tanpa sengaja melihat pemandangan ‘indah’ di hadapannya.
“Ya! Apa yang kau lakukan Ai-chan!” cerocos Kyuhyun sambil menutupi tubuh Aira dengan selimut. Kyuhyun merasa kesadarannya mulai berkurang. Ia melihat Aira sekali lagi, Rasanya ia ingin sekali menyentuhnya. Umma, ini semua salahmu Dan Ai-chan, mianhae, aku sudah tidak kuat. Batinnya.
#apa yang terjadi selanjutnya? Hanya Tuhan dan Author yang tahu^_^

—o0o—
Paginya, Aira terbangun karena mendengar suara kicauan burung dari luar jendela. Ia mendudukkan dirinya di atas tempat tidur dengan mata memicing mencoba menyesuaikan dengan keadaan sekitar yang sudah terang benderang. Ia merasa ada yang aneh. Kepala terasa pening dan ia merasa dirinya begitu ringan. Apa yang terjadi semalam? Rasanya ada sesuatu yang nyaman..
Ia memegang kepalanya yang masih terasa berdenyut-denyut. Ia menyibakkan selimut dan hendak turun dari tempat tidur, tapi betapa terkejutnya Aira ketika sadar ia tidak memakai baju sehelai pun!!
“Ah! What’s happen!” serunya kaget. Antara bingung dan takut. Ia menoleh pada Kyuhyun yang tertidur pulas di sampingnya. Ragu-ragu dan takut ia menyibakkan sedikit selimut yang menutupi tubuh suaminya itu. Ia mengerjap dan tangannya bergetar kala melihat Kyuhyun pun dalam keadaan serupa. Kepalanya mengedar ke sekitar dan ia melihat pakaiannya dan Kyuhyun berserakan di lantai. Otaknya bekerja dengan cepat! Jangan-jangan mereka semalam.
“Kyaaa!! Eotteohke!!” teriak Aira panik dan mampu membuat Kyuhyun terbangun.
“Kenapa pagi-pagi berteriak Ai-chan..” lirihnya masih setengah sadar. Ia bangun sambil memegang kepalanya yang juga pusing. Aira menoleh cepat pada suaminya.
“Ya! Oppa, apa yang kau lakukan padaku semalam!” cecar Aira sambil menutup badannya dengan selimut. Kyuhyun menguap sebentar sebelum menjawab.
“Apalagi? Yang seharusnya terjadi..” gumamnya linglung. Ia juga sebenarnya tidak ingat. Tapi melihat keadaan sekarang sepertinya memang terjadi sesuatu semalam.

Aira terdiam. Lebih tepatnya tercengang. Melihat kondisinya, membuat Kyuhyun merasa bersalah.
“Mianhae, Ai-chan. Apa Aku salah?” Kyuhyun mendekat lalu memeluk Aira. gadis itu menggeleng dalam pelukan Kyuhyun.
“Ani, seharusnya aku yang meminta maaf. Aku seharusnya tahu kewajibanku. Tapi aku malah tidur jadi Oppa. Mianhae.” Aira menangis. Kyuhyun merasakan airmata Aira menetes hangat di dadanya. Kyuhyun mengangkat wajah Aira hingga mendongak ke arahnya.
“Uljima..” Kyuhyun menghapus airmata Aira. Perlahan Aira tersenyum.
“Kenapa tersenyum?”
“Aku tidak bisa membayangkan kejadian semalam. Oppa, kau benar-benar melakukannya padaku? Tapi kenapa aku tidak merasakannya?”

Kyuhyun tersentak. Yah, ia juga sebenarnya tidak ingat melakukannya atau tidak. Mereka tidak memakai baju sama sekali bukan berarti melakukannya kan?
“Wajar kau tidak merasakannya. Kau kan tertidur pulas” ucap Kyuhyun. Ya ampun, apa yang dikatakannya? Seolah ia benar-benar melakukannya. #hadoh, ampun deh ni pasangan#
Aira terbelalak. “Mwo? Serius? Umm..” Aira tampak kecewa. Kyuhyun jadi gemas melihat ekspresinya. Tangannya bergerak mengacak-acak rambutnya.
“Aish! Oppa! Kau ini..” Aira bermaksud menyingkirkan tangan Kyuhyun tapi malah membuat tangan Kyuhyun tertarik. Otomatis tubuh Kyuhyun terjatuh dan menimpa tubuh Aira LAGI!! Aira tidak bisa bergerak, takut bergerak. Badannya seolah membeku.
“Omo..” Jantung Aira berdebar kencang. Ia sangat gugup karena jarak wajah Kyuhyun dengan wajahnya sangat dekat. Bahkan hidung mereka saling bersentuhan. Tuhan.. Situasi ini bisa membuat jantungku mati! Batin Aira.

Kyuhyun tersenyum, sesungguhnya ia sangat senang dengan posisi ini. Ia bisa menatap mata Aira langsung karena jarak yang sangat dekat.
“Kau sengaja, yeobo?” tanyanya dengan nada menggoda. Aira makin gugup. Ia melirikkan mata ke arah lain. wajahnya pasti sudah memerah.
“Ani. Aku tidak sengaja. Sungguh..” Aira gelagapan. Matanya masih tidak mau menatap Kyuhyun.
“Hei.. Lihat mataku” pinta Kyuhyun sambil memegang dagu Aira. Ada sengatan listrik menjalar pelan melalui pembuluh darahnya saat matanya menatap mata Kyuhyun.
“Karena kita sama-sama tidak ingat kejadian semalam, bagaimana jika kita ulangi pagi ini?” ucap Kyuhyun pelan tapi jelas terdengar di telinga Aira.

Mata Aira membulat. Tapi bibirnya tidak mampu mengatakan apapun. Sebelum ia sempat menjawab, Kyuhyun mengecup bibir Aira cepat. Membuat Aira makin tak berdaya dan mulutnya bungkam sama sekali.
“Bagaimana?” tanya Kyuhyun lagi setelahnya sambil memainkan helai rambut Aira.

Eotteohke.. Apa yang harus di jawabnya? Aira menelan ludah, ia juga ingin, Tapi malu mengatakannya. Mana sanggup ia menolak setelah melihat ekspresi Kyuhyun yang sangat mempesona. Seperti sekarang.
“Ta-tapi Oppa, memang kau tidak ada jadwal hari ini?” tanya Aira gugup, mencoba mengalihkan pembicaraan. Kyuhyun tersenyum tanpa melihat jam.

“Tenang, jadwalku kosong sampai jam satu siang nanti. Jadi kita ada waktu bermain sekitar, Em, 5 jam?? Bagaimana?” hasrat Kyuhyun sepertinya sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi.
Aira pun mulai terangsang ketika tangan Kyuhyun bergerak membelai bagian belakang telinganya. Bagaimana ia tahu kalau itu salah satu titik rangsangnya?
“Emh.. Oppa.. I don’t know..” Aira mulai mendesah. Kyuhyun tersenyum senang mendengar desahan Aira. Sepertinya Aira juga sudah siap.. Ia lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Aira.
“oke baby, let’s do it” ucapnya lembut sambil sesekali meniup pelan telinga Aira. Dan itu berhasil membuat Aira makin mabuk kepayang.
“Yes.. Up to you honey..” jawab Aira yang sudah tidak bisa berpikir jernih lagi. Otaknya seolah lumpuh tak berdaya. Senyum lebar makin tersemat di bibir Kyuhyun. “Ok! It’s time for our game!!” seru Kyuhyun senang. ia melirik Aira sekali lagi dengan sorot menyala-nyala. “Dan Nyonya Cho, aku tidak akan berhenti sebelum aku berhasil membuatmu hamil!!”
“MWORAGO!!!” pekik Aira super kaget. Pandangan Kyuhyun terhadapnya mulai menggila, matanya penuh hasrat yang menyala-nyala seperti harimau lapar yang menemukan daging segar untuk dimakan. Lalu…

“Cho Kyu—mmmmppptt”

_selesai_

67 thoughts on “After Wedding Story [Weird First Night]

  1. Seru🙂
    Eonnie aqu ska bca ff eonnie.. Mian bru komen coz bru tau cra komennya.. Hehe
    Salam kenal eonnie!
    Semangat bwat nulis’y :’)

  2. Bwahahah xD
    ngakak pas baca part ortunya kyu salah paham xD
    apalagi pas baca end.nya xD mana kyu sok tau lagi pas ngasi tau si aira nnya napa kaga kerasa/? *ngek* xD
    ffnya keren eon:3 fighting yepp bkin ffnya ^-^)9

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s