Shady Girl (Part 10)

Tittle : Shady Girl Part 10
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Park Haebin
  • Lee Donghae

Support Cast :

  • *find by yourself*

Happy Reading ^^

Shady Girl by Dha Khanzaki2

———-0.0———-

“Donghae” ucap Tuan Lee saat Donghae baru beberapa langkah meninggalkan kursinya. Donghae menoleh tanpa menjawab.

“Kau tidak berpamitan dengan istrimu?” tanyanya. Donghae melirik Haebin yang masih menunduk, ia menghela napas sejenak, lalu berjalan menghampirinya.

“Aku berangkat dulu, Haebin-ah..” ucapnya pelan, namun sepertinya Haebin tidak menyadari keberadaannya yang begitu dekat. Yah.. haebin masih syok karena tidak jadi pergi ke Jepang.

Donghae agak jengkel juga di perlakukan begitu. Ia tidak mungkin pergi begitu saja sementara Ayahnya masih memperhatikan mereka berdua.

Donghae sangat terpaksa melakukan hal yang sebenarnya tidak ingin dilakukannya. Ia meraih pipi Haebin dan menciumnya sekilas. Eh.. Haebin kaget dan seketika tersadar dari lamunannya. Matanya sedikit terbelalak begitu Donghae mengecup pipinya.

“Chagi, aku pergi dulu” ucapnya sambil menatap mata Haebin. lagi-lagi, melihat sorot mata Donghae dari jarak sedekat ini membuatnya seolah terhisap ke dalam mata itu. Kini Haebin mengerti bagaimana rasanya tenggelam dalam tatapan mata seseorang. Ternyata begini rasanya.

Haebin mengangguk lemah setelah berhasil menguasai perasaannya.

Donghae melepaskan tangannya yang memegang pipi Haebin. lalu pergi meninggalkannya. Tuan Lee tersenyum puas melihat putranya sudah mulai bersikap selayaknya manusia.*Maksud lo?*

@@@

@Myungji University

“Huh, sebel.. Semenjak Professor Kyu tidak mengajar lagi, akujadi tidak semangat belajar.” Keluh In Sung. Sesekali ia menyedot jus strawberry yang mulai tidak dingin lagi.

Haebin memegangi pipinya lagi. Entah sudah keberapa kali hari itu. Tapi kenapa ia selalu merasakan ciuman Donghae tadi pagi tatkala ia memegang pipinya. Ini aneh sekali.

“Kau ini kenapa sih? Sakit gigi ya?” komentar In Sung menanggapi tingkah aneh Haebin.

“Ani..” Haebin segera bertindak normal lagi. Berhenti memegangi pipi atau kau akan gila! Batin Haebin.

“Ah.. kau pasti masih terngiang-ngiang malam pertamamu ya..” tebak In Sung asal. Haebin tersentak.

“Malam pertama?” ujarnya gugup. In Sung makin melebarkan senyumnya melihat reaksi Haebin.

“Ah, aku jadi iri. Kapan yah aku menikah.” Gumamnya sambil menerawangkan pandangannya. Seketika ia teringat sesuatu.

“Oh iya, kemarin saat pernikahanmu aku melihat Professor Kyu. Kau mengundangnya” saat itu In Sung memang melihat Professornya di pesta Haebin. kemarin saat ingin menanyakannya, ia lupa.

“Tidak. Dia teman suamiku.”

“Nde…” In Sung kaget. Ia langsung mendekatkan badannya pada Haebin.

“Apakah teman-teman suamimu itu tampan-tampan seperti Professor Kyu?” tanya In Sung penasaran.

Haebin memiringkan kepalanya sejenak, berpikir. Ia kemudian mengangguk. “Teman-temannya memang tampan-tampan sepertinya” tentu saja, Choi Siwon, Kim Kibum, Lee Hyukjae, dan Cho Kyuhyun semuanya tampan seperti Donghae.

“Jinjjayo.. bisa kau kenalkan padaku salah satunya..” ujar In Sung semangat.

Haebin berpikir lagi. “jika aku mendekatkanmu dengan professor Kyu, ah tidak.. dia itu orang teraneh di muka bumi ini. Aku tidak sanggup menyerahkan sahabatku pada orang sepertinya” ucap Haebin.

“Kalau aku mendekatkanmu dengan Choi Siwon.. sepertinya tidak apa-apa”

“Apa dia tampan?” tanya In Sung penasaran

“Tentu saja. Dia tampan, keren, dan gagah. Semua yeoja pasti terpesona jika melihatnya”

In Sung hampir melonjak dari tempat duduknya. “kalau begitu kenalkan aku padanya.” Ucapnya tidak sabar.

Kemudian Haebin teringat. “Tapi tidak mungkin In Sung-ah.. dia sudah punya gadis yang disukai.”

In Sung melemas. “Ada yang lain?”

“Em.. bagaimana dengan Kim Kibum? Kau juga pernah melihatnya. Itu, yang waktu itu menjemputku.”

In Sung memutar otaknya berusaha mengingat-ingat wajah Kim Kibum. Begitu teringat, ia segera berseru. “Oh, dia sangat tampan..senyumnya itu loh.. membuatku serasa melayang..” seru In Sung semangat.

Haebin mengangguk-angguk. “hanya saja dia orang yang terlalu steril. Apa tidak apa-apa? Bukannya kau tidak suka namja yang terlalu merisihkan sesuatu.”

“Nde…” In Sung kecewa mendengarnya.

“Kalau dengan Lee Hyukjae.. dia namja yang sangat baik dan bertanggung jawab. Aku jamin. Tapi..” Haebin terdiam.

“Tapi apa?”

“Dia playboy. Kau juga tidak suka playboy kan?” ucap Haebin lagi.

“Huh, kenapa tidak ada yang kualified sih!” gerutu In Sung.

“Ah, ada sih yang sedikit lebih baik..” ujar Haebin baru tersadar.

“Siapa?”

“Sungmin Oppa.. dia sama baiknya dengan Eunhyuk-ssi. Kepribadiannya juga tidak terlalu aneh. Hanya saja, dia sudah mempunyai anak..”

“Ah.. aku tidak mau.. aku ingin yang single..” In Sung kecewa, ternyata tidak ada yang cocok di hatinya.

“Sudahlah, nanti juga kau menemukan jodoh yang sesuai untukmu..” Haebin menepuk pundak In Sung untuk menenangkannya.

Tralilalila…

Ponsel Haebin berdering. Siapa yang menelepon di saat begini?

“Hallo..”

“Annyeong Istri Donghae..” suara yang dikenalnya segera menerjang telinganya. Haebin tahu pemilik suara ini. Hanya satu orang di dunia ini yang bisa dengan lancang memanggilnya begitu. Siapa lagi kalau bukan professor aneh itu.

“Ne, Professor bagaimana kau tahu nomorku?” tanya Haebin ogah-ogahan.

“Aku tanya pada Sungmin Hyung. Ada yang ingin kubicarakan denganmu. Bisa kah kau datang ke rumahku sekarang?”

“Bicara tentang apa?”

“Tentang suamimu.. ayolah datang. Aku tunggu.” Kyuhyun lalu menyebutkan alamat rumahnya tanpa menunggu jawaban Haebin.

“datang ya. Kalau tidak kau akan menyesal.” Sambungan langsung terputus. Haebin mengerutkan keningnya sejenak. Professor itu memang aneh. Apa dia ada maksud khusus memintanya datang ke rumahnya? Ah, ini sedikit mencurigakan.

@@@

Meskipun Haebin merasa curiga, namun ia toh akhirnya datang juga.

“Ternyata rumor Professor seorang CEO perusahaan game sepertinya benar. Rumahnya mewah begini.” Gumam Haebin takjub melihat bangunan mewah di hadapannya. Ia melihat beberapa mobil mewah terparkir di depan rumah. Benar-benar….

Ting tong..

Haebin menunggu beberapa saat setelah ia memencet bel. Tak lama pintu terbuka dengan sendirinya. Ho,rumah ini serba otomatis rupanya.

“Professor…” panggil Haebin pelan.

“Kyaaaaa..” Haebin berseru kaget karena tiba-tiba ada sesuatu yang berlari melintasi kakinya. Apa itu tadi? Ia memutuskan untuk masuk ke rumah mewah itu. Matanya terbelalak kaget, bukan kaget yang semestinya. Rumah itu memang mewah. Interiornya pun bergaya modern dengan perabotan lengkap. Hanya saja satu kekurangannya. Rumah itu tampak berantakan dan kotor!!

Ia menganga menyaksikan pemandangan di depannya.

“Oh, Haebin, kau sudah datang..” seru Kyuhyun yang muncul sambil menggendong anjing jenis Shih Tzu di pangkuannya.

“Ya! Professor! Ini rumah atau kapal pecah? Kenapa banyak sekali sampah di sini!!” protes Haebin. di sekitarnya memang berserakan sampah berupa kertas ataupun bungkus makanan yang sudah kosong. Tapi kebanyakan kertas yang sudah diremas-remas dan dibentuk bola.

“Ah, itu bekas dari penelitianku. Aku belum sempat membereskannya.” Ucapnya merasa tak bersalah sedikitpun.

“Aku tahu, tapi memang tidak pernah ada yang membereskannya? Kau tidak menyewa seorang pembantu?” tanya Haebin lagi. Tanpa di sadarinya ia mulai memunguti sampah-sampah yang berserakan itu dan membuangnya ke tempat sampah.

“Sudah. Tapi pembantu datang kemarin, dan baru akan datang 3 hari lagi.” Ucap Kyuhyun inoccent sambil mengelus-elus bulu anjingnya.

Haebin tercengang mendengarnya. “Kemarin? Dan kau membuat rumahmu sendiri berantakan dalam tempo satu hari? Professor!!!!” pekik Haebin membuat Kyuhyun mundur 1 langkah.

“Ah, sudah. Aku tidak ingin kau ceramahi.” Kyuhyun lalu beranjak pergi.

“Ya! Professor, kau bilang ada yang ingin kau bicarakan denganku?” teriak Haebin seraya menyusulnya.

“Akan aku katakan jika kau membereskan kekacauan di rumahku.” Ucapnya.

Haebin mematung di tempatnya berdiri. Ia lalu menggerutu sendiri. “Memang benar dugaanku. Professor memang memiliki maksud tertentu memintaku kemari. Jadi ini maksudnya.. menjadikanku pembantu gratisan di rumahnya?”

40 menit kemudian…

“Akhirnya selesai juga” seru Haebin lega. Ia menatap takjub hasil kerja kerasnya. Rumah Kyuhyun yang berantakan itu kini terlihat lebih rapi seperti rumah-rumah mewah pada umumnya.

“Professor harus membayar mahal hasil dari kerja kerasku.” Ucapnya lalu meletakkan peralatan bersih-bersih ke tempatnya semula. “Sekarang waktunya aku menemui professor.”

Haebin memasuki ruangan dimana ia terakhir kali melihat Kyuhyun memasukinya.

“Professor..” Haebin tampak ragu. Ruangan itu tampak aneh. Banyak benda-benda yang biasa digunakan untuk penelitian di sana. Di atas sebuah meja juga berserakan berkas-berkas dan beberapa tumbuhan yang sepertinya sudah diawetkan. Hm.. penelitian apa sebenarnya yang ia lakukan?

Ia mendengar suara dari balik pintu yang ada di ruangan itu. Oh, itu pasti suara Kyuhyun. Ia kemudian masuk. Di dalam sana, Haebin melihat Kyuhyun tengah bermain game. Sementara anjingnya sendiri sedang menjilati bulunya di atas sofa.

“Professor Kyu!” seru Haebin. ia berkacak pinggang di depannya, setelah semua pengorbanan yang ia lakukan tadi, kyuhyun bisa-bisanya bermain game di sini tanpa mempedulikannya sedikit pun? Apa dia tidak pernah berpikir betapa melelahkannya membersihkan rumah sebesar rumahnya ini? Badannya kini bahkan sudah lengket oleh keringat.

“Oh, haebin. sudah selesai membereskan rumahku?” tanyanya tanpa merasa bersalah. Uh.. Haebin ingin sekali rasanya memukul wajah polosnya itu.

“Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan tentang Oppa?”

Kyuhyun bangkit dari tempatnya, lalu mengambil sesuatu dari dalam laci meja kerjanya.

“Apa ini?” Haebin curiga ketika Kyuhyun menyerahkan sebuah gulungan kertas padanya.

“Itu daftar hal yang di sukai dan dibenci oleh Donghae.” Ucap Kyuhyun. Haebin mengerjap, tanpa membuang waktu ia segera membacanya. Matanya seketika berbinar-binar.

“Gomawo..” Haebin sangat senang menerimanya. Ia tahu ini yang sangat dibutuhkannya sekarang.

“lalu apa yang ingin dibicarakan denganku?” tanya Haebin. kyuhyun mengangkat bahunya.

“Tidak ada. Aku hanya ingin menyerahkan itu.”

Senyum Haebin terhenti. “Nde..” pekik Haebin tak percaya. “Kau professor….” Haebin menunjuk muka Kyuhyun jengkel.

“Araseo.. sekarang kau boleh pulang..” Kyuhyun menutup telinganya dengan headphone lalu mendorong Haebin keluar dari rumahnya.

“Dasar orang aneh!!!!!” teriak Haebin di depan rumah Kyuhyun. Ia tidak memperdulikan orang-orang di jalan yang menatapnya aneh. Tapi mengingat Kyuhyun sudah memberitahukannya hal yang bagus, ia kembali tersenyum.

“Sekarang, aku sedikit tahu tentangnya.” Haebin lalu pergi. Namun ponselnya berdering lagi.

“Hallo..”

“Haebin-ssi? Ini aku Choi Siwon.” Haebin agak terkejut juga. Tadi kyuhyun, sekarang Siwon. Apa dia juga ingin membicarakan tentang Donghae dengannya?

“Ada apa?” tanya Haebin basa-basi.

“Kau bisakah datang ke kantorku? Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu.” Tuh, benar kan.

“Baik. Di mana kantormu?”

@@@

Sebenarnya ada apa dengan teman-teman Donghae? Setelah Kyuhyun tadi membuatnya kelelahan hanya untuk menyerahkan segulung kertas, sekarang apa yang akan dilakukannya saat bertemu Siwon nanti?

“Apa yang ingin kau bicarakan, Siwon-ssi?” tanya Haebin. kini mereka tengah duduk di cafetaria yang ada di kantor itu.

“Sebelumnya sebaiknya kita makan dulu. Kau pasti lapar kan?” Siwon kini tengah melihat daftar menu. Haebin memegangi perutnya sendiri. Yah.. ia memang kelaparan sekarang. Ternyata Siwon itu memang berbeda dengan Kyuhyun yang tidak peka itu.

Haebin memesan spagetti dan memakannya dengan lahap. Siwon hanya tersenyum melihat Haebin.

“Em, kau tahu, di saat semua pegawai istirahat dan makan, Donghae tetap diam di kantornya.” Ucap Siwon setelah mereka selesai makan.

“Jinjjayo? Apa yang dilakukannya?”

“Entahlah. Kebiasaannya itu terkadang sulit dimengerti.” Ia lalu tersenyum. “Nih..” Siwon menyerahkan sebuah map berisi berkas pada haebin. tanpa curiga Haebin membuka lalu membacanya.

“Itu daftar kebiasaan Donghae berikut jadwal kerjanya sampai satu tahun ke depan. Kau pasti membutuhkannya.” Ucap Siwon. Mau tak mau kali ini Haebin kembali terharu.

“Gomawo Siwon-ssi” haebin tahu mereka pasti mempedulikan Donghae makanya melakukan ini.

“Aku harap kau bisa merubah kebiasaan buruknya. Lama-lama aku jadi cemas padanya jika dia terus seperti sekarang.” Jelas Siwon. Haebin mengangguk paham. Ia membaca daftar itu sekilas. Haebin memekik kaget.

“Mwo? Bahkan kebiasaanya dirumah pun dicatat di sini? Siwon-ssi, kau memasang kamera CCTV dirumahnya?” Haebin bingung. Bagaimana Siwon bisa tahu kebiasaan Donghae yang selalu bangun tengah malam atau pun kebiasaannya langsung pergi ke dapur setelah bangun tidur. Ini sangat mencurigakan.

“Iya. Aku memang melakukannya.” Jawab Siwon polos. Ia lalu menyesap kopinya pelan.

“Siwon-ssi, aku serius..”

“Bagaimana mungkin aku tidak tahu? Aku sudah mengenalnya lebih dari 5 tahun.” Akunya. Baik, untuk alasan ini Haebin bisa mempercayainya.

“Sekali lagi terima kasih, Siwon-ssi” haebin menundukkan kepalanya. lalu pamit pergi.

“Tunggu..” cegah Siwon. Haebin menoleh.

“Setelah ini, pergilah ke rumah sakit. Ada yang ingin Kibum bicarakan denganmu..”

“Ru.. rumah sakit???” seru Haebin tidak yakin. Kenapa harus bertemu di tempat seperti itu?

“Kenapa? Wajahmu pucat” Siwon melihat Haebin memucat. Tunggu, apa mungkin Haebin membenci rumah sakit?

“Ah, tidak. Baik, aku akan segera ke sana.” Haebin pamit kembali. Sebenarnya ia agak takut pergi ke tempat seperti itu. Tapi sudahlah, demi Donghae, ia akan pergi ke sana. Mungkin saja Kibum pun akan memberitahukannya sesuatu tentang Donghae, iya kan..

@@@

@Seoul General Hospital

Rumah sakit itu tetap ramai seperti dulu, terakhir kali saat ia ke sana adalah moment paling gelap dalam sejarah hidupnya. Yaitu saat ia melihat jasad ayahnya untuk terakhir kalinya. Hari yang membuat hidupnya berubah 180 derajat.

Sekarang, semua itu tinggal kenangan. Meski tetap sama, namun tidak bagi hidupnya. Ah, sudahlah, lupakan masa lalu.

“Permisi, ruangan Dokter Kim Kibum di mana ya?” tanya Haebin pada salah satu suster yang berjaga di meja resepsionis.

Dengan ramah suster itu menyebutkan ruangan tempat Kibum berada. Haebin segera mengucapkan terima kasih lalu pergi.

Tok tok..

Haebin mengetuk pintu ruangan yang tadi disebutkan suster. Sesaat ia sempat ragu, tapi ketika terdengar suara seseorang dari dalam, keraguannya itu lenyap.

“Masuk.”

Pintu ruangan itu dibuka pelan-pelan oleh Haebin. Ia melongokkan kepalanya melihat ke dalam ruangan. Di sana, ia melihat seorang namja muda memakai kacamata dan baju khas yang sering dipakai dokter pada umumnya. Kini namja itu tengah merapikan berkas-berkas yang ada di mejanya.

“Oh, kau, Lee Haebin..” ucap Kibum begitu menyadari kehadiran Haebin.

“Annyeong Dokter Kim..” sapa Haebin kikuk. Rasanya agak aneh menyapa Kibum dengan sebutan seperti itu. Kibum tersenyum lalu meminta Haebin agar duduk di sofa yang ada di ruangan itu.

“Duduklah.” Ucap Kibum ramah. Haebin semakin gugup diperlakukan sesopan itu.

“Siwon-ssi bilang kau memintaku kemari.” Ucap Haebin langsung. Kibum mengangguk.

“Iya. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan. Ini mengenai Donghae.” Kibum bangkit dari tempat duduknya. Lalu mengambil sebuah map di atas mejanya. Ia duduk kembali tepat di hadapan Haebin.

Kibum menyodorkan map itu pada Haebin. kali ini apa lagi? Haebin tampak ragu.

“Itu hasil medical check up Donghae” jelas Kibum.

“Medical check up?” Haebin sedikit bingung. Daripada terus bertanya-tanya ia langsung saja membuka dan membacanya.

“Donghae itu memiliki sedikit masalah dengan lambungnya. Karena itu dia tidak bisa meminum alkohol sedikitpun. Karena itu, dari sekarang aku harap kau sedikit memperhatikan apa saja yang dikonsumsinya.” Kibum sedikit menjelaskan saat Haebin membaca lembar demi lembar laporan kesehatan itu.

Haebin mengangguk-angguk paham.

“Ah, satu lagi. Dia kekurangan asupan vitamin karena terlalu lelah bekerja dan sering sekali pulang larut malam. Yah.. untuk yang lainnya kau bisa lihat sendiri.”

Setelah selesai membacanya, Haebin menundukkan kepalanya. “Gomawo, aku akan memperhatikan kesehatan Donghae Oppa mulai sekarang.”

“Aku senang mendengarnya. Dia itu keras kepala. Berapa kali kuperingatkan pun dia selalu mengabaikannya. Mungkin jika kau yang melakukannya, dia akan menurut padamu.”

Seusai pembicaraan singkat itu, Haebin pamit karena ternyata Eunhyuk juga meminta bertemu dengannya. Aish… mereka semua pasti janjian untuk memberikan informasi seputar Donghae padanya.

Sekarang tujuannya adalah bertemu dengan Eunhyuk.

Haebin pergi ke salah satu stasiun Tv terkenal, yaitu SJ Tv. Eunhyuk adalah CEO sekaligus salah satu produser di sana. Luar biasa. Dan dia meminta Haebin untuk datang ke sana.

Kali ini pun Haebin harus bertanya pada resepsionis.

“Permisi, ruangan Direktur Lee Hyukjae dimana ya?”

“Direktur Lee? Apa anda sudah membuat janji?”

Haebin menggaruk belakang lehernya. “Entahlah, tapi dia memintaku datang kemari. Ah, bilang saja Park haebin ingin bertemu.”

Resepsionis itu mengangguk lalu menelpon untuk memastikan.

“Nona Park Haebin, anda bisa segera ke ruangan Direktur sekarang. Letaknya di lantai 9. Setelah ruangan rapat.”

“Araseo. Kamsahamnida..”

“Huh, jika ingin bertemu denganku kenapa bukan dia saja yang datang menemuiku. Kenapa jadi aku yang repot begini!!” keluh Haebin ketika dia sudah tiba di lantai 9. “Huwa.. ruangannya yang mana?” Haebin memekik putus asa melihat deretan pintu di lantai 9. Semua pintu tampak sama.

Resepsionis tadi mengatakan ruangan Direktur ada setelah ruang rapat. Berarti ia tinggal mencari ruang rapat saja. Tapi yang mana???

“Chogi.. ruangan Direktur Lee yang mana ya?” Haebin kebetulan berpapasan dengan salah satu karyawan di sana.

“Tuh, yang di ujung sana.” Orang itu menunjuk pintu tepat di ujung lorong itu. Haebin mengangguk lalu pergi.

“Anda pasti Nona Park.” Ucap seorang yeoja cantik padanya yang Haebin yakini pasti sekretaris Eunhyuk.

“Iya.”

“Silakan masuk. Direktur sudah menunggumu.” Ucapnya. Haebin lalu masuk tanpa mengetuk pintu lebih dahulu, ia lupa.

“Lee Hyukjae-ssi, aku….” Haebin langsung mengatupkan mulutnya saat ia melihat pemandangan di depannya. Eunhyuk hampir saja mencium seorang gadis yang tengah dipeluknya jika tidak menyadari Haebin masuk ke ruangannya. Eunhyuk maupun gadis yang bersamanya kaget.

“Ah, mianhamnida.. salahku tidak mengetuk dulu. Aku akan menunggu di luar sampai urusan kalian selesai.” Haebin membungkukkan badannya berkali-kali.

“Tidak perlu Haebin-ah.. jangan pergi..” cegah Eunhyuk ketika Haebin akan menutup pintu kembali.

“Hyoyeon-ssi, kau bisa pergi sekarang.” Bisik Eunhyuk lembut di telinga Hyoyeon, yeoja yang tadi hampir di ciumnya.

“Oke, chagi. Kita akan bertemu lagi kan?” Hyoyeon tersenyum manis lalu pergi setelah merapikan baju dan rambutnya.

“Dia yeojachingumu?” tanya Haebin penasaran saat di ruangan itu hanya ada mereka berdua.

“Ani. Dia hanya teman” Jawab Eunhyuk enteng seraya mengibaskan tangannya. Haebin mengerutkan kening. Hanya teman? Tapi sepertinya tindakan mereka tadi bukan sebatas hubungan antar teman.

“Ayo duduk, Haebin-ah.. kau tidak pegal berdiri terus?” Eunhyuk sudah duduk lebih dulu di salah satu sofa di ruangan itu. Haebin duduk.

“Apa kau juga akan memberiku informasi seputar Donghae Oppa, sama seperti teman-temanmu yang lain?” tebak Haebin dengan mata menyipit. Sekarang informasi soal apa yang akan Eunhyuk berikan?

Eunhyuk menggoyang kan jarinya tanda tebakan Haebin itu salah. “A a.. sayang sekali kau salah Nyonya Lee.” Eunhyuk lalu mengeluarkan selembar kertas dan mengacungkannya tepat di hadapan Haebin.

“Apa itu?” tanya Haebin penasaran.

“Saran bagus dariku agar Donghae bisa luluh padamu.” Ucapnya dengan nada misterius.

Haebin langsung berbinar dan semangat seketika.

“Jinjja yo? Aku ingin lihat!!!” Haebin mengulurkan tangan hendak mengambilnya, namun dengan sigap Eunhyuk menarik tangannya lagi.

“Wae???” Haebin kecewa karena Eunhyuk tidak mengizinkannya melihat isi catatan itu.

Eunhyuk tertawa mencurigakan “Berjanjilah jika kau ingin melakukan saranku, kau harus mencopot semua rasa malumu” ucap Eunhyuk.

“Nde???” Haebin tidak mengerti.

Eunhyuk menatap Haebin dengan pandangan tajam dan misterius. Senyum khasnya mengembang. Membuat Haebin merasa ada hal yang tak terduga akan terjadi.

To be continued…

83 thoughts on “Shady Girl (Part 10)

  1. Kyuhyun oppa kurang asem bngt,nyuruh org ngebersihin rmh ny tp yg dkasi cuma gulungan krtas ckck,tp ceritany bgus
    jd iri sama persahabatan mereka

  2. jadi itu rencana mereka…. puahahahahahaha…. saya kayaknya ngerti deh daftar apa yang dikasih sama eunhyuk… puahahahahahahaha..😄

  3. tmn2 hae mmg kompk,pi kyu oppa dy bnr2 evil,ms rus mpe ngerjain sgl c,,,,
    tp kyy eunhyuk jg da rncn t,p y kr2,,,??
    crty bkin pnsrn

  4. oh ternyata temen”nya donghae ngerencanain ini toh hahaha kurang asem si kyuhyun ngerjain haebin aja!
    kayanya aku ngerti deh yang dikasih sama si eunhyuk hahahaha
    sahabat yang kompak banget👍

  5. Wah kyu ngerjain haebin tuhh m….
    Baik” banger nich sahabat donghae ngasih info buar haebin… Tapi lw eunhyuk ragu dengan saran masuk akal, apalagi ada senyum aneh….higihi

  6. senengnya temen2 donghae pada perhatian sama haebin ..
    ada aura2 mistis dati eunhyuk. pasti sesuatu yg berbau yadong ..
    haiishhh !

  7. Ternyata ini toh rencana shbatnya Donghae, tinggal Eunhyuk tuh penasaran kasih saran gmana. Persahbtan mereka aneh tpi keren.
    Cus ke part selanjutnya.

  8. Hahahaha In sung genit jg ya,,,
    kompak bgt tmn2 Donghae ampe sgtunya dmi bsa mmbuat Donghae kmbli bhgia,, dgn cara mmbntu Haebin tuk mluluhkn hatinya…

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s