Kanpeki Na Bad Girl (Part 7)

Tittle : Kanpeki Na Bad Girl Part 7
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast :

  • Shin Na Ra
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Lee Donghae

maaf untuk typo, feel gak dapet, ataupun bahasanya amburadul. FF ini hasil dari otakku yang udah hampir nge-hang nih. di mohon untuk tidak memplagiat FF ini okeh… ya udah, Check this out aja lah.

Kanpeki Na Bad Girl by Dha Khanzaki2

 

————–0.0————-

Malam ini, suasana hati Nara maupun Kyuhyun tampak buruk. Nara terus membenamkan dirinya di balik selimut. Ia memeluk dirinya sendiri dan dari sudut matanya mengalir airmata. Seharusnya ia bahagia mengetahui berita kehamilan ini. Tapi, kenapa ia justru merasa sebaliknya? Hatinya terluka seperti baru saja disayat pisau panas. Rasanya perih tak tertahankan.

“Aegi, apa yang harus Eomma lakukan?” Nara mengusap halus perutnya yang masih datar. Dalam dirinya kini berkecamuk rasa takut. Sembilan bulan ke depan, saat bayi ini lahir, ia akan menyerahkannya pada Kyuhyun dan digantikan dengan harta warisan neneknya. Saat ini, Ia seperti berada di antara tebing dan jurang. Bingung harus memutuskan apa.

 

Sementara itu, Kyuhyun merenung sendirian di ruang kerjanya yang terletak di sudut rumah itu. Punggungnya bersandar pada kursi dan kepalanya mendongak menatap atap ruang kerja yang kebetulan terbuat dari kaca dengan pandangan datar. Ia bisa melihat pemandangan indah bintang dan sinar bulan dengan jelas. Namun semua itu tidak bisa mengubah suasana hatinya yang bergejolak.

“Aku harus menyudahi semua ini..” pikirnya. Ia meremas rambutnya sendiri. Ia frustasi. Sudah cukup sampai di sini ia membuat Nara menderita. Cintanya pada Lee Donghae terlalu kuat. Ia tidak akan bisa memasuki hati gadis itu. Kyuhyun mengangkat kepalanya lemah lalu menatap ke arah samping, tempat di mana sebuah kaca cukup besar dengan pinggiran berukiran klasik terpajang. Ia bisa melihat dengan jelas siapa yang terpantul dalam cermin itu.

Sudut bibirnya membentuk seulas senyum. “Kau tampak menyedihkan, Cho Kyuhyun” gumamnya miris menyadari raut wajahnya tampak lelah dan pucat. Ia melepas kacamatanya lalu kembali menatap diri di cermin.

“Kau sudah membodohi gadis yang kau cintai. Lihat bagaimana reaksinya jika dia mengetahui hal yang sebenarnya..” ucapnya di hiasi senyum pahit.

 

—o0o—

 

Esok harinya, Kyuhyun pergi ke suatu tempat tak jauh dari kantornya. Kepalanya terdongak menatap gedung tinggi yang akan dikunjunginya hari ini. Ia menghela napas sejenak. Setelah meyakinkan diri, ia berjalan masuk untuk menemui seseorang di sana dengan penuh percaya diri.

“Oh, direktur Cho..” sapa seorang yeoja yang duduk di balik meja kerjanya. Dia sudah mengenali Kyuhyun karena namja itu sering sekali berkunjung ke sana. Kyuhyun tersenyum singkat.

“Apa direktur Lee ada?”

“Tentu, tuan. Beliau ada di dalam.”

 

Kyuhyun melangkahkan kaki menuju pintu ganda di hadapannya. Tidak perlu mengetuk, karena ia sudah terbiasa memasuki ruangan itu. deritan suara pintu yang terbuka membuat seorang namja yang duduk di balik meja kerjanya menoleh. Ia segera meletakkan gagang telepon yang sejak tadi menempel di telinganya lalu tersenyum pada namja yang kini sedang berjalan ke arahnya.

“Cho Kyuhyun, kejutan yang menyenangkan..ada masalah apa kau kemari..”

“Sesuatu telah terjadi..” jawab Kyuhyun ringan. Ia duduk di sofa set yang terletak dekat dengan jendela besar. Ia menghela napas berat sambil menatap ke arah jalanan kota Seoul dari ketinggian.

“Kau bisa menceritakannya padaku..” Namja yang menjadi sahabat Kyuhyun itu duduk di sofa seberangnya. Dia sudah menjadi pendengar yang baik sejak mereka masih di bangku sekolah dasar dulu.

“Masalahnya semakin rumit. Aku tidak yakin bisa menyelesaikannya dengan baik, Lee Donghae.” Kyuhyun menatap sahabatnya itu dengan tatapan sendu.

Donghae, namja yang duduk di seberangnya itu terkejut menyadari ekspresi tidak baik sahabatnya. Sepertinya masalah besar memang telah terjadi.

 

Kyuhyun mulai menceritakan pernikahannya dengan Shin Nara yang saat ini sedang berada di ambang jurang. Salah melangkah sedikit saja, ia bisa jatuh terjerumus ke dalam jurang yang dalam dan terjal. Donghae awalnya mendengarkan hal itu dengan hati simpatik. Namun lambat laun ekspresinya itu berubah total. Di akhir cerita, Kyuhyun menghela napas berat sementara Donghae terbelalak tak percaya. Ia bangkit dari duduknya lalu menatap tajam namja di depannya.

“Mwo???? Kau..kau!!!” teriaknya marah. “Kau tampil berbeda di hadapan gadis itu dan menggunakan namaku???? Dasar kau gila!!!!!”

“Tak perlu berteriak. Aku tahu aku salah..” Kyuhyun mengerang frustasi akan kesalahan yang dilakukannya. Tapi haruskah Donghae meneriaki kesalahannya itu.

Donghae berjalan cepat ke arah Kyuhyun. Matanya menajam. “Aku sudah berbaik hati membantumu mengubah penampilan karena aku yakin kau bisa mengambil hati Shin Nara. Tapi apa akhirnya? Kau malah menggunakan namaku? Cho Kyuhyun, bagaimana jika gadis itu justru jatuh cinta pada ‘Lee Donghae’, bukan ‘Cho Kyuhyun’. Dan aku tidak mau kekacauan ini terus berlanjut. Aku tidak mungkin menerima masalah ini KARENA AKU SUDAH MEMILIKI ISTRI!!!!” teriaknya lagi.

 

Kyuhyun tidak bisa membalas ucapan Donghae. Kejadian itu terngiang-ngiang kembali di otaknya. Kejadian yang membuat semua masalah ini bermula.

#Flashback#

 

“Aku jatuh cinta pada Shin Nara..” aku Kyuhyun siang itu. Namja itu seperti biasa, berkunjung ke rumah Donghae untuk bercerita karena hanya Donghae yang bisa ia percaya. Donghae adalah sahabatnya sejak kecil sekaligus menjadi tempatnya mengeluarkan keluh kesah. Seperti kali ini, Kyuhyun datang menemuinya untuk bercerita soal Shin Nara, gadis yang membuatnya tertarik sejak beberapa bulan lalu.

Donghae mengerjap senang. Ini topik baru yang mengejutkan. Biasanya Kyuhyun datang untuk bercerita soal saham, bisnis, dan tetek bengeknya. Semenjak mengenal gadis bernama Shin Nara itu, Kyuhyun benar-benar berubah.

“Itu berita bagus. Kalau begitu katakanlah padanya..” seru Donghae. Sejujurnya ia belum pernah melihat seperti apa gadis yang membuat Kyuhyun terpesona setengah mati itu. Tapi ia mendengar cukup banyak gosip tentangnya. Ia mendengar bahwa Shin Nara dari keluarga Chaebol Shin adalah gadis yang sempurna. Cantik secara fisik, memiliki otak yang cerdas, berkepribadian anggun, dan cakap dalam bergaul.

Kyuhyun tersipu malu lalu membenarkan kacamatanya. “Aku ingin, tapi aku takut..”

“Takut kenapa? Kau memiliki kualifikasi untuk bersanding dengannya.” Dukung Donghae semangat. Ia tidak paham mengapa sahabatnya ini begitu pemalu dan kaku di depan para gadis. Dia namja yang pintar, berasal dari keluarga berada, hebat dalam berbisnis. Apa lagi yang membuatnya takut?

Kyuhyun menunjukkan raut suramnya. “Shin Nara, dia mulai berubah sejak kedua orangtua kami memutuskan untuk menjodohkanku dengannya..” ungkapnya sedih. Memang benar, sebelum perjodohan itu di umumkan di depan publik, Shin Nara benar-benar gadis yang mengagumkan. Hanya saja, setelah peristiwa itu terjadi..Nara berubah 180 derajat. Gadis itu seringkali menunjukkan tatapan tidak suka dan bersikap dingin padanya. Kyuhyun sudah beberapa kali menarik perhatian gadis itu namun percuma. Shin Nara tidak pernah memandangnya. Dan hal itu juga yang membuatnya takut untuk menyatakan cinta padanya. ia takut Shin Nara semakin membencinya.

“Berubah bagaimana?” Donghae tidak paham.

“Dia, berubah menjadi nappeun yeoja.  Sudah beberapa kali aku melihatnya mabuk di klub malam dan berkencan dengan banyak namja. Aku tidak suka melihatnya terpuruk seperti itu. Dan sikapnya yang berubah itu karena aku” Kyuhyun mengatakannya dengan suara tercekat.

 

Donghae bersimpati melihat penderitaan sahabat karibnya itu. Ia memutar otaknya untuk menemukan solusi cerdas atas masalah Kyuhyun.

“Ah!!” ia menepuk tangannya begitu terpikir ide cemerlang. “Kyu, aku memiliki satu cara bagus untuk merampas hati Nara..” kemudian ia memberikan isyarat pada Kyuhyun untuk mendekat. Ia membisikkan rencana itu dengan perlahan dan tidak butuh waktu lama untuk membuat namja itu mengerti. Kyuhyun ikut tersenyum bersama Donghae.

“Idemu bagus. Pantas saja kau bisa mendapatkan hati Sae Ryung dengan mudah.” Kyuhyun memuji ide Donghae. Ia sekarang tidak heran mengapa dulu Donghae cepat sekali mengambil hati  Han Sae Ryung, yeoja yang kini menjadi istrinya.

“Terima kasih atas pujianmu. Tapi sebaiknya kita bergegas.” Donghae segera mengajak Kyuhyun pergi untuk mulai merampungkan rencana mereka.

 

Berkat ide Donghae pula, hari itu Kyuhyun mengubah penampilannya secara total. Rambutnya yang berwarna hitam ia cat berwarna kecokelatan. Kacamata tebal yang selama ini melekat di wajahnya pun ia tanggalkan. Dan Kyuhyun pun mencoba memakai pakaian yang lebih trendi. Alhasil, jadilah Kyuhyun yang baru. Bahkan orangtuanya pun tidak mengenali ketika ia tanpa sengaja melintas di depan mereka. Kyuhyun sengaja tidak memberitahukan rencana perubahan dirinya pada kedua orangtuanya. Keluarganya adalah keluarga yang masih menjunjung tinggi adat tradisional Korea. Mereka tidak bisa menerima dengan mudah sesuatu yang diluar kebiasaan lama. Karena itu lah mengapa sulit sekali bagi Kyuhyun untuk bisa tampil trendi seperti pria seusianya kebanyakan. Wajar saja jika banyak yeoja yang menganggapnya kolot dan kuno. Itu murni karena didikan keluarganya sejak kecil.

Hari itu, dengan penuh percaya diri Kyuhyun datang ke klub malam elit tempat Shin Nara sering kali mengunjunginya untuk bersenang-senang. Malam ini ia harus berhasil mengambil hati gadis itu. Kyuhyun memang menemukan gadis itu sedang duduk sendirian di sana, di depan meja bar dengan sebotol wine di dekatnya. Ia menghela napas berat dan menyesali diri karena sudah datang terlambat. Gadis itu sudah mabuk.

Dalam hati ia mengutuki diri karena sudah menjadi penyebab perubahan sikap Nara. Ia harus mengembalikan  gadis itu seperti sedia kala. Ia duduk di salah satu meja kosong dan memegang segelas wine sambil sesekali memandang Nara. Ia penasaran apakah gadis itu akan mengenalinya atau tidak.

 

Ada beberapa gadis yang mengajaknya berdansa saat ia sedang mengamati Nara dari kejauhan. Namun dengan halus Kyuhyun menolaknya. Ia hanya ingin berdansa dengan gadis itu. Tepat saat itulah, Nara mengangkat kepalanya lalu menoleh ke arahnya. Mata mereka saling bertemu dan Kyuhyun merasa jantungnya berdebar kencang karena melihat gadis itu tersenyum manis padanya. Tanpa sadar, sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman. Tubuhnya seolah bergerak begitu saja, ia bangkit lalu berjalan ke arah lantai dansa. Nara pun melakukan hal yang sama. Ia berjalan pelan dengan tatapan yang tak lepas padanya. dalam hati Kyuhyun bersorak, akhirnya ia berhasil menarik perhatian gadis itu.

“Bonsoir..” sapa Kyuhyun semanis mungkin. Ia menarik tangan gadis itu lalu mengecupnya ringan.

Nara tersenyum. “Sepertinya aku baru melihatmu. Kau, pendatang baru malam ini?”

Kyuhyun membelalakkan mata sesaat mendengarnya. Shin Nara, tidak mengenalinya? Ia kira gadis ini tersenyum karena mengenalinya. Ia merasakan tenggorokannya tercekat dan dadanya sesak seperti terhimpit batu seberat puluhan ton. Shin Nara..tidak mengenalinya.

“Iya, begitulah..” Kyuhyun tersenyum pahit. Suaranya pun terdengar begitu pelan. Namun Nara tidak menyadari ekspresi Kyuhyun. Yeoja ini sungguh tidak menyadari siapa pria yang berdiri di hadapannya. dan Kyuhyun pun tidak sanggup mengaku. Karena pada detik itu, ia seperti kembali melihat Shin Nara yang dikenalnya saat pertama kali bertemu.

Mereka berbincang sambil sesekali berdansa malam itu. Kyuhyun tidak terlalu menikmatinya, karena Shin Nara menganggapnya sebagai orang lain. Setelah itu, entahlah apa yang terjadi. Semuanya berlalu begitu cepat. Kyuhyun merasa keinginannya untuk memiliki Nara menguat dan tidak terkendali. Hingga terjadilah sesuatu yang tak benar-benar diharapkannya namun selalu ia impikan. Malam itu, di kamar sebuah hotel mewah mereka berdua melakukannya.

Nara masih terpengaruh alkohol sehingga tidak begitu menyadari siapa pria yang bersama dengannya malam itu. dan bodohnya, di saat gadis itu bertanya siapa dirinya, ia justru mengakui diri sebagai orang lain. Hatinya tercekat saat itu. Ia tidak sanggup untuk menanggung rasa penyesalan yang menyerang dirinya. Setelah berpisah dengan gadis itu, ia kembali mengubah dirinya seperti semula dan seharian berdiam diri dalam kamarnya. Merenungi apa yang baru saja ia lakukan.

“Cho Kyuhyun pabo!!!!!” rutuknya pada diri sendiri. Ia mengasihani dirinya yang teramat pengecut. Kenapa tidak mengaku bahwa pria yang sedang bersama Nara adalah Kyuhyun? mengapa harus mengaku sebagai Lee Donghae, sahabatnya???

 

Penyesalan dirinya terus berlanjut karena setelahnya ia tahu, Shin Nara jatuh cinta pada Lee Donghae, bukan dirinya. Setelah itu, apa yang harus ia lakukan???

 

#Flashback end#

 

 

Kyuhyun duduk di dekat Donghae dengan kepala tertunduk lemas. “Mianhae.” Hanya itu yang bisa dikatakannya.

“Sekarang, kau terima akibat yang kau buat. Shin Nara sudah terlanjur mencintai ‘Lee Donghae’. lalu apa yang akan kau lakukan?” ucapnya dan kalimat itu bagaikan vonis hakim bagi tersangka seperti dirinya. Tubuhnya menciut kalah.

“Aku sendiri bingung. aku sudah terlalu banyak membuat kesalahan. Aku tidak yakin apakah Nara akan menerimaku jika ia tahu hal yang sesungguhnya..” Kyuhyun mengerang, nyaris frustasi. Tidak, ia memang frustasi saat ini. Apa ada cara yang bagus untuk keluar dari masalahnya ini?

Donghae menghela napas. “Ini hanya masalah waktu. Sekarang Nara sudah menjadi istrimu. Satu-satunya jalan adalah membuatnya mencintaimu, Kyu. Buatlah Shin Nara tidak bisa hidup tanpamu. Bukankah cinta itu bisa membuat seseorang dengan mudah memaafkan. Jika Nara mencintaimu, benar-benar tidak ingin kehilanganmu, dia akan memaafkanmu.” Jelasnya.

Kyuhyun termenung mendengarnya. Ia mengangguk singkat lalu berusaha untuk tersenyum.

“Akan kucoba.”

 

—o0o—

 

“Kau hamil??? Selamat sayang..” seru Eomma ditelepon. Nara tersenyum sambil mengusap perutnya. Orangtuanya harus tahu berita ini. Ia ingin sekali membuat orang tuanya bahagia. Meskipun pada akhirnya, ia akan membuat dua orang yang paling ia sayangi itu kecewa.

“Kau harus menjaga kesehatanmu. Banyak makan sayuran dan buah. hindari makanan cepat saji. Dan jangan lupa periksakan kandunganmu ke dokter. Aigoo.. mana Kyuhyun, Eomma ingin bicara dengannya..”

Nara melirik jam dinding di sampingnya. Kyuhyun belum pulang kerja. “Dia masih di kantor, Eomma..”

“Baiklah, kalau begitu kau harus istirahat. Eomma akan bicara padanya nanti..”

Nara menghela napas berat setelah menutup telepon dari Eommanya. Sebenarnya, Kyuhyun belum tahu hal ini. Dan malam ini ia berencana memberitahukan namja itu.

 

 

Malamnya, Nara mencoba menghampiri Kyuhyun yang tengah duduk di kursi yang ada di ruang kerjanya dengan mata terpejam. Ia merasa suaminya itu semakin kurus dari hari ke hari. padahal ia yakin Kyuhyun makan dengan teratur dan perusahaan pun berjalan dengan semestinya. Lalu apa yang membuatnya tampak begitu..lelah?

“Oppa..” Nara mengusap pelan keningnya. Melihat Kyuhyun dari dekat seperti ini, mengingatnya pada sebuah pertanyaan yang ia ragu apakah ia harus tahu jawaban sebenarnya atau tidak.

Apakah Kyuhyun benar-benar sudah membunuh Lee Donghae?

Tidak, itu tidak mungkin. Nara menggelengkan kepalanya cepat dan kembali menatap Kyuhyun. wajahnya terlihat pucat. Ia menelan ludahnya sendiri melihat kacamata Kyuhyun. Hal itu mengusik rasa penasarannya. Ia ingin sekali melihat Kyuhyun tanpa benda ini. Tangannya terulur hendak menyentuh kacamata itu..

“engh..” tiba-tiba Kyuhyun menggeliat pelan lalu terbangun. Membuat Nara tersentak kaget dan refleks menarik tangannya kembali. Saat mata mereka bertemu, Kyuhyun terkejut melihat Nara berdiri di depannya.

“A-ada apa??” tanyanya gelagapan. Kyuhyun kembali duduk tegak lalu merapikan penampilannya.

“Maaf sudah mengganggu tidurmu.” Gumam Nara menyesal.

“Gwaenchana. Apa ada yang ingin kau sampaikan?” Nara tidak mungkin repot-repot menemuinya jika tidak ada urusan penting.

“Itu..” Nara gugup sekali. Ia meremas tangannya dan berkali-kali membasahi bibirnya yang kering.

Kyuhyun menatap gadis itu. Dalam hati, ia merasa tidak rela jika harus melepaskan sosok gadis yang berdiri di depannya. Apapun akan ia lakukan untuk mempertahankannya agar tetap dalam dekapannya.

“Aku..aku hamil..”

Apa? Kyuhyun merasa waktu berhenti untuk beberapa detik. Matanya tak berkedip sama sekali. Pikirannya pun mendadak kosong. Istrinya..hamil?

“Jeongmal?” tanya Kyuhyun dengan ekspresi tercengang.

Nara mengangguk canggung. Kyuhyun masih terdiam cukup lama, hingga akhirnya ia tersenyum senang lalu menarik Nara untuk duduk di atas pangkuannya. Gadis itu mengerjap kaget. Mendadak saja jantungnya berdebar cepat.

“Itu, berita yang menggembirakan.. aku bahagia akhirnya bisa menjadi seorang ayah..” ucap Kyuhyun sambil memeluk pinggangnya. Nara terdiam menatap sorot mata Kyuhyun yang memancarkan kebahagiaan. Ia semakin tidak tega untuk berpikiran buruk pada suaminya lagi. karena, ia mengakui bahwa ia jatuh cinta pada namja ini. Apapun yang dilakukan Kyuhyun, ia tak peduli. Jika dia memang benar-benar sudah membunuh seseorang, bukankah saat ini pasti polisi sudah mencari-carinya.

“Aku juga.. tapi, perjanjian itu..”

“Ssst..jangan bahas itu sekarang. Karena hal itu akan merusak suasana..” Kyuhyun mencegah Nara berbicara lagi. Ia tersenyum hangat dan secara perlahan mendekatkan wajahnya. Nara tidak memberontak saat Kyuhyun mulai mendaratkan sebuah kecupan ringan di bibirnya. Untuk beberapa saat lamanya mereka tenggelam dalam pagutan mesra yang tak putus-putus. Hingga akhirnya Nara berinisiatif menjauhkan wajahnya untuk mengambil napas.

Tangan Kyuhyun terulur untuk mengusap pipi istrinya. “Terima kasih, karena kau sudah bersedia mengabulkan satu keinginanku..” ungkapnya sungguh-sungguh. Kini giliran Nara yang tersentak kaget. Apa maksud ucapannya?

“Kita tidak bisa melanggar perjanjian itu bukan? Aku akan menepati janji. Setelah anak kita lahir, aku akan segera melepaskanmu..”

Nara membelalakkan matanya. apa maksud ucapan Kyuhyun? Namja itu ingin melepaskannya?

“Oppa, kau…”

“Shin Nara, aku sangat mencintaimu sungguh..tapi, aku tidak mungkin terus menahanmu. Jika kau memang mencintai pria lain, aku tidak akan memaksa lagi. kau berhak mencintai siapapun. Dan kau tidak perlu khawatir karena aku pasti membesarkan anak kita dengan baik kelak..”

Nara merasakan lidahnya kelu mendengar penuturan Kyuhyun. hatinya seperti baru saja ditikam oleh sebilah belati yang tajam. Bahkan namja ini tidak memberinya kesempatan untuk berbicara? Dan tetap memutuskan hal bodoh seperti itu?

“Sekarang kita tidur saja” Kyuhyun mengangkat tubuh Nara lalu membawanya ke kamar mereka.

 

Kyuhyun sudah memutuskan semuanya. Satu-satunya cara untuk lepas dari masalah ini adalah, dengan mengikuti semua perjanjian yang sudah disepakati. Sekarang gadis itu hamil. Berita itu membuatnya gembira sekaligus sedih. Gembira karena akhirnya ia bisa menjadi seorang ayah, dan sedih karena berita itu seperti penegasan agar ia bisa melepaskan gadis itu dari hidupnya.

Sementara itu, Nara terdiam dalam dilema besar. Ia sudah mulai mencintai Kyuhyun. tapi apa yang harus ia lakukan jika namja itu menolak untuk tetap berada di dekatnya..

 

—-o0o—-

 

“Ummfffttt…” Nara menutup mulutnya segera begitu ia mulai merasa mual kembali. Ia segera menyibakkan selimutnya lalu berlari ke kamar mandi. Kyuhyun tidak kunjung bisa memejamkan mata selama Nara belum terlelap. Ia segera menyusul istrinya itu dan melihat keadaannya. Kyuhyun merasa iba melihat Nara terus mual-mual dan sakit selama kehamilan. Menurut dokter hal itu wajar saja bagi ibu hamil di masa-masa awal kehamilan. Tapi tetap saja ia khawatir.

“Gwaenchana?” tanya Kyuhyun sambil memijat pelan tengkuknya. Nara berdiri tegak kemudian mengangguk lemah.

“Iya. Maaf sudah membangunkanmu tengah malam begini..” ucapnya menyesal. Kyuhyun tersenyum.

“Tidak apa-apa..” tangannya bergerak mengusap perut Nara. “Apa dia sudah tenang sekarang?”

“Em..sudah lebih baik. tapi..” Nara menggantungkan kalimatnya. Ia menatap Kyuhyun ragu. Jari telunjuknya ia letakkan di ujung bibir.

“Apa?” Kyuhyun menahan senyum melihat tingkah Nara yang semakin lucu saat sedang hamil. Ia tebak, mungkin istrinya ini akan kembali meminta hal-hal aneh.

“Aku merasa ingin sekali meminum limun..”

Kyuhyun terbelalak. “Malam-malam begini?” serunya kaget.

“Aaa—jeball..” Nara mengguncang tangan Kyuhyun.

“Aigoo, baiklah..” Kyuhyun segera pergi ke dapur untuk membuatkan istrinya itu untuk membuatkan limun. Tak lama setelah selesai, ia kembali lagi ke kamar namun betapa terkejutnya ia ketika tidak menemukan istrinya itu di dalam sana.

“Nara..” kemana dia? Kyuhyun berjalan mencari-cari istrinya itu dan akhirnya ia bisa bernafas lega ketika berhasil menemukannya sedang bermain game di ruangan khusus. Ini juga salah satu sifat aneh Nara selama kehamilan. Sejak kapan yeoja ini menyukai sesuatu yang menjadi hobinya?

“Ini sudah malam. kenapa kau malah di sini sambil bermain game..” Kyuhyun segera mematikan layar televisi.

“Omo!!!! Oppaaaaaaa!!! Aku sedang seru-serunya, kenapa di matikannnn..” rengek Nara antara kecewa, kesal, dan gemas. Ia menderap cepat ke hadapan Kyuhyun lalu kembali menyalakan tv.

“Jangan berlarian, kau sedang hamil..” seru Kyuhyun panik. Usia kandungannya yang menginjak dua bulan masih sangat rentan pada gerakan-gerakan ekstrem dan cepat. Ia hanya menggelengkan kepala dan membiarkan Nara kembali sibuk bermain game.

“Sekarang minum limunnya..” Kyuhyun memberikan gelas itu dan Nara segera meminumnya sampai habis. Sementara ia mengambil sweter dan selimut hangat untuk istrinya itu.

“Oppa, kau menghalangiku..” keluh Nara begitu Kyuhyun kembali tiba di hadapannya dan memakaikan sweter serta menyelubunginya dengan selimut.

“Sebentar saja, chagi..” setelah selesai Kyuhyun duduk di sampingnya. Memperhatikannya yang sedang bermain game. Inilah akibatnya, ia bergadang semalaman untuk menemaninya dan hanya tidur sekitar satu atau dua jam saja. Karena keesokan harinya ia harus segera pergi bekerja.

 

—-o0o—-

 

*Nara POV*

 

Diam-diam aku tersenyum senang melihat Suamiku itu tetap setia menemaniku. Aku benar-benar dibuat kagum oleh sikapnya selama aku hamil. Aku kira, dia tidak akan memperhatikanku. Ternyata sebaliknya. Kyuhyun justru memperhatikanku dua kali lipat dan ia rela melakukan apapun yang aku mau meski permintaanku aneh-aneh. Seperti malam ini, aku kembali membuatnya tidak tidur nyenyak. Ini bukan keinginanku. Ini keinginan bayiku. Aku pun sebenarnya tidak tega. Entah sudah berapa kali Kyuhyun Oppa menguap malam ini. Aku tidak bisa menyiksanya terlalu lama. Maka kusudahi permainan konyol ini lalu menoleh kepadanya yang sudah setengah tertidur.

“Oppa..” ucapku manja. Sejak kapan aku jadi manja begini?

“Ne, chagi..” Matanya dipaksakan membuka meskipun aku tahu ia sangat mengantuk. Aku mendekat padanya lalu mendaratkan sebuah kecupan singkat di bibirnya.

“Gomawo..” ucapku sungguh-sungguh. Tak lupa juga aku tersenyum tulus. Kyuhyun terbelalak untuk beberapa saat. Seperti menanggung beban yang sangat berat. Namun sedetik kemudian ia tersenyum.

“Sekarang kita tidur..”

Aku mengangguk dan segera memeluknya saat Kyuhyun Oppa mengangkat tubuhku dari lantai. Aku sangat suka sikapnya yang lembut dan romantis seperti ini. Dia menyelimuti tubuhku dengan tekun lalu berbaring di sampingku. Aku ingin bermanja-manja lagi dengan tidur sambil memeluknya. Ini rasanya sangat nyaman. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang?

Sejujurnya, aku takut Kyuhyun akan meninggalkanku. Sikapnya yang dua kali lebih perhatian padaku saat aku hamil membuatku takut. Dia pasti melakukannya bukan demi aku, tapi demi bayi yang sedang kukandung. Bagaimanapun, aku sangat menyayangi bayi ini dan dirinya. Karena itu, aku harus mengubah sikapku dan membuatnya berpikir untuk tidak menceraikankanku setelah aku melahirkan bayiku nanti. Soal perjanjian, mungkin aku bisa menemukan solusinya nanti.

 

To be continued..

 

147 thoughts on “Kanpeki Na Bad Girl (Part 7)

  1. Aaa tuan cho ku yang tampan kenapa pas tidur kacamata juga masih dipakee??? Apa karena ‘lee donghae’?? Ckk
    sekarang jadi setuju sama apa yg dikatakan tuan cho ku yang tampan yang mau bunuh ‘lee donghae’…

  2. Yoyo complicated. Akhirnya dibuka juga kartunya. Thor ini yg bikin aku ngga ngerti sm drama2 . Nyamar2 pdhal cuma pake rambut/kacamata ga dikenalin coba. Untung ini ff dan aku ga liat visualnya. Emang selama .ekhem. bercinta, tu kacamata ga pernah lepas? Yekeles ahahhaa. Oke abaikan. Udahlah ini rempong banget si tinggal bilang kyu aku juga cinta kamu dijamin langsung batal tu perjanjian. Kyu lg timbang jujur doang buka topeng ettt~ tp kl ga gt ga greget yee kkk~ ah lega mahkota ancurnya sm kyu HAHAHA

  3. ahh ternyata donghae itu kyuhyun , legaaa bangett deh🙂
    pantesan gg mau ngelepas kacamata nya , itu ternyata alesan nya ,
    gimana kl nara tau ya ????!
    ehm nara uda bner” cinta nieh am kyuhyun ,tpi kayak nya telat ya:/

  4. ternyataaaa lee donghae adalah cho kyuhyun pantesan aja kyu gak marah krna nara tidak suci lagi,dia yg ngelakuinn… ckck tp tetep aja sih dia ngakunya bukan kyuhyun tapi lee donghae aisshh gregett bgt deh bacanya….

  5. Aissst pantesan ternyata feeling aku yg pertama itu Nara tidur ama Kyuhyun bkn dongek..
    Omg pantes dia pengen bunuh donghae dan gak pernah lepas kaca mata..
    Keren + bagus bgt dah ff mu thor^^

  6. Oh ternyata yg di maksud ‘lee donghae’ sma nara itu kyuhyun to?

    Nah si nara nyesel tu buat perjanjian ma kyuhyun dlu,
    makin seru thor.,

  7. aigo ternyata donghae itu kyuhyun, dan donghae beneran udah punya istri >< aigo makin complicated tp aku yakin nara ngerti krn itu merupakan usaha kyu buat membuat hati nara jatuh cinta padanya

  8. Sekarang malah nara yg gk mau pisah dari kyuhyun.
    Oh tunggu jdi donghae yg tidur sma nara itu adl kyuhyun? Dan itu alasan knp kyuhyun gk pernah buka kacamata.

  9. Huahh kyu knp gak jujur aja sih sm nara,klo qm gk jujur gmn nara bs tw kebenarannya..
    .semua mslh pasti ada solusi nya,jd jgn takut kyu..

  10. Kyuppa nyerobot terus nih kalo Nara mau ngomong ? Siapa tau Nara mau bilang batalkan saja perjanjian’nya,karna aku cinta padamu oppa…

  11. Awalnyaa kecewa pas ternyata org itu donghae tpi ternyata si kyu yg nyamar trs make nama donghae__-
    Cieee skrg nara yg gk mau lepas dri kyuu😁

  12. ah lega ny..trnyata lee donghae itu kyu..
    gmna jdiny ya klo na ra tau…???
    pntes aj si kyu gk mau nglepas kacamata ny..

  13. Lah lah
    Ternyata kyu itu si ‘donghae’
    Tapi emang udah curiga sih
    Wah semoga nara ga marah ya kalo tau kebenarannya

  14. Ping-balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s