Kanpeki Na Bad Girl (Part 6)

Tittle : Kanpeki Na Bad Girl Part 6
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married life

Main Cast :

  • Shin Na Ra
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Lee Hyukjae/Eunhyuk

Maaf untuk typo, bahasa amburadul, ataupun feel gak dapet. FF ini murni dari otak kecil saya yang suka mengkhayal aneh-aneh. maka dari itu hargai authornya yah.. jangan jadi plagiater atau semacamnya. *udah speak basinya!!!*

Happy reading ..

Kanpeki Na Bad Girl by Dha Khanzaki2

———–0.0————-

Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekitar. Ia heran karena istrinya tidak kunjung kembali padahal ia yakin mengambil minuman tidak mungkin memakan waktu sampai lima belas menit. Kyuhyun akhirnya pamit pergi pada rekan mengobrolnya untuk mencari Na Ra.

“Shin Na Ra, kau dimana..” gumamnya cemas. Ia terus mencari di antara ratusan orang di ruangan itu. ia yakin tidak sulit menemukan istrinya. Karena Na Ra memakai gaun berwarna putih dan tubuhnya tinggi semampai. Tapi di ruangan itu ia tidak menemukannya.

 

—-

Na Ra kehilangan sosok pria yang tadi di kejarnya. Ia tidak tahu sekarang ia berada di mana. Bukankah pesta tadi di adakan di ballroom hotel? Sekarang ia tinggal kembali saja. tapi masalahnya ia tidak tahu ballroom itu di mana. Ia berjalan menyusuri lorong agak gelap itu dengan perasaan tidak enak. Ia merasa seperti ada yang mengikutinya. Ia menoleh ke belakang namun tak ada seorang pun yang dilihatnya. Hanya lorong kosong dengan pencahayaan remang-remang.

Ia baru akan membalikkan badan ketika sebuah tangan hinggap di bahunya, menepuknya pelan.

“Hei..”

Tubuh gadis itu menegang. Ia membalikkan badannya lalu terbelalak mendapati sosok yang kini berdiri di depannya.

“Annyeong..long time no see, Shin Na Ra..”

“kau..” lirih Na Ra terkejut. tidak mungkin..setelah lama tidak bertemu kini dia malah muncul di hadapannya???

 

—-o0o—–

Kyuhyun mencari sosok istrinya di seluruh ballroom. Namun ia tak berhasil menemukan keberadaan Na Ra di manapun. Ia bahkan bertanya pada kedua orang tuanya dan Na Ra namun jawaban mereka pun sama. Tidak tahu.

“Shin Na Ra..kenapa kau selalu membuatku cemas” mulutnya memang menggerutu, namun hatinya gusar luar biasa. Ia bahkan tidak bisa memencet tombol-tombol di ponselnya dengan benar. Ia mencoba menghubungi ponsel istrinya. Dengan hati cemas, ia menunggu di dekat pintu masuk ballroom dan ponselnya terus menempel di telinga. Sesekali pandangannya mengedar ke seluruh penjuru ruangan.

“Kenapa ponselnya tidak aktif??” geramnya. Sebelum berhasil memastikan Na Ra baik-baik saja, ia tidak akan pernah bisa tenang. Ia memutuskan untuk mencari istrinya itu di luar tempat pesta.

 

—-o0o—–

 

“Hallo, Shin Na Ra..lama tidak bertemu..” ucap Lee Hyukjae dengan senyum lebar. Na Ra tersenyum ringan, namun entah kenapa ia merasakan firasat buruk.

“Baik. Kau?” ia berusaha memperlihatkan sisi anggunnya di depan namja itu. Lee Hyukjae atau Eunhyuk itu memiliki senyum mencurigakan. Namun, ketika ia pertama kali bertemu dengannya senyum itu tidak terlihat sama sekali. Mengapa sekarang ia merasa Eunhyuk namja berbahaya?

“Tidak sebaik dulu, terutama sejak kau tidak ke klub lagi” Eunhyuk menggeser posisinya mendekat. Refleks Na Ra memundurkan tubuhnya.

“Kenapa kau tidak kesana lagi? aku sangat merindukanmu. Oh, apa kau masih menerima kesulitan dari namja yang menjemputmu waktu itu? aku bisa menyingkirkannya dari hidupmu jika kau mau..” ucap Eunhyuk.

Na Ra terbelalak mendengar Eunhyuk ingin melenyapkan Kyuhyun dari hidupnya. Aneh sekali, hatinya tidak rela dengan pernyataan itu.

“Tidak perlu repot-repot, Eunhyuk-ssi. Lagipula dia..” Na Ra langsung mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Ia menyadari keanehan dirinya yang lain. Mengapa ia baru saja hendak memberitahukan bahwa Kyuhyun adalah suaminya? tidak, ini tidak benar.

“Kenapa?”

“Ani, dia tidak menggangguku lagi..”

Eunhyuk tersenyum lebar. “Kalau begitu kita bisa bermain lagi. ayo, bukankah saat itu kita belum selesai..” tangannya dengan lihai melingkar di bahu Na Ra, sedikit menyeretnya agar mau ikut dengannya ke suatu tempat.

“Aa—Eunhyuk-ssi.. ini tidak benar.. aku masih ada keperluan di sini..” Na Ra dengan halus menurunkan tangan Eunhyuk dari bahunya.

“Waeyo? Lagipula bukankah kau memang suka ‘bermain’. Ayolah, melihatmu memakai pakaian terbuka seperti ini membuatku semakin bergairah..” bisik Eunhyuk di telinganya. Na Ra bergidig ngeri.

“Maaf. Sebaiknya aku pergi..” Na Ra membalikkan tubuhnya cepat namun tangan Eunhyuk dengan cepat menahan lengannya, membalikkan tubuh Na Ra ke arahnya lalu..

 

Chuupp..

 

Gadis itu terbelalak kaget. Eunhyuk menciumnya tepat di bibir secara tiba-tiba. bersamaan dengan itu dalam retina matanya berkelebat bayangan wajah Kyuhyun. Hal itu membuat seluruh tubuhnya refleks menolak. Entah kenapa.

“Empptthhh..” Na Ra berusaha mendorong tubuh kekar Eunhyuk namun percuma karena namja itu justru melingkarkan tangannya, mengurungnya dalam pelukan.

“Kenapa kau jadi pemberontak begini, Na Ra sayang?” keluh Eunhyuk ketika ia menjauhkan kepalanya. Na Ra terengah sementara seluruh tubuhnya bergetar. Namja ini..namja ini berani sekali melecehkannya!!

“Padahal dulu kau mau melayaniku dengan baik..ah, kalau begitu aku bisa memberimu lebih..ayo..” Eunhyuk menarik tangan Na Ra dan secepat itu pula ia menepis tangannya.

 

PLAKK!!!

 

Eunhyuk terbelalak dan tangannya refleks terangkat memegang pipinya yang kemerahan karena tamparan Na Ra. Namja ini melotot menatap gadis di hadapannya.

“Jangan pernah sekalipun kau menyentuhku lagi, Eunhyuk-ssi!!” ancam Na Ra dengan nada tajam dan tegas. Eunhyuk merasa harga dirinya dijatuhkan oleh yeoja ini. Karena itu saat Na Ra membalikkan tubuhnya hendak pergi, ia menarik bahu gadis itu lalu mencengkramnya.

“Ahh..” Na Ra meringis kesakitan karena kini Eunhyuk mencengkram kuat lengannya dari belakang.

“Berani sekali kau menamparku!! Tidak ada gadis yang pernah berlaku sekasar ini padaku!! Kenapa kau sekarang jual mahal Shin Na Ra!!” ucapnya dengan  nada tinggi.

Na Ra merasa lengannya yang kurus itu mulai berdenyut. “Kumohon jangan begini, Eunhyuk-ssi. Aku wanita baik-baik. aku tidak ingin melayani siapapun..” ringisnya.

“Ha, wanita baik-baik. kau itu wanita malam, Shin Na Ra. Kau itu pelacur kelas atas..” ucap Eunhyuk.

 

Na Ra merasa hatinya terpukul kala mendengar kalimat itu. wanita pelacur??? Tidak, ia bukan wanita seperti itu. ia wanita terhormat yang menjunjung tinggi harga diri. Tidak mungkin..

“Cukup basa-basinya. Kau ikut saja bersamaku..” Eunhyuk menyeretnya pergi. Na Ra memberontak.

“Tidak mau..lepaskan aku..”

Gadis itu terus berusaha menarik tangannya dari cengkraman Eunhyuk. Namja itu lama-lama tidak tahan. “Diam!!!” geramnya. tanpa sengaja tubuh Na Ra terhuyung ke samping lalu menabrak jambangan berisi bunga mawar dan air.

 

Prangg!!!

 

Jambangan itu jatuh ke lantai lalu pecah hingga berkeping-keping bersamaan dengan tubuh Na Ra jatuh setelah sebelumnya membentur dinding terlebih dahulu.

“Ahkkhhh..” Na Ra meringis sakit di sebelah tangannya. Ia menoleh ke arah lengannya yang tergores beling dari jambangan yang pecah itu dan duri dari mawar. Darah mengalir banyak dari luka itu dan sebagian jatuh menodai gaun putihnya.

Eunhyuk mengerjap kaget. Namun sisi kemanusiaannya seperti hilang entah kemana malam itu. Ia hendak menarik Na Ra berdiri dan secepat kilat gadis itu menepisnya.

“Jangan ganggu aku!!” teriaknya. Eunhyuk terus memaksanya berdiri.

“Kyaaaaa…”

 

—-o0o—-

 

“Tadi aku melihat seorang gadis memakai gaun putih pergi ke lorong itu, Tuan..” ucap salah seorang petugas hotel pada Kyuhyun. namja itu tak membuang waktu segera menuju lorong yang ditunjuk. Firasatnya tidak enak. Ia berjalan agak cepat menelusuri lorong yang gelap dan remang-remang itu.

“Kyaaaaa….”

Langkahnya terhenti ketika ia mendengar suara wanita menjerit. Jantungnya berdebar kencang karena ia mengenali suara itu.

“Shin Na Ra..” desisnya panik. Kyuhyun segera berlari menuju ke asal suara. Dan tepat setelah ia berbelok di ujung lorong, pemandangan yang tengah dilihatnya kini benar-benar membuat seluruh darah di dalam tubuhnya mendidih. Matanya terbelalak dan tubuhnya menegang.

Di depan sana, ia melihat seorang namja berusaha menarik istrinya yang terkulai di lantai untuk berdiri. Pria itu berani sekali mengasari Shin Na Ra-nya!! Kakinya menderap cepat ke arah namja itu.

“Berani sekali kau pada istriku!!!” Kyuhyun dengan sekuat tenaga segera memukul namja itu. Eunhyuk yang kaget belum sempat menghindar, pukulan Kyuhyun dengan tepat mengenai rahangnya. Tubuhnya terdorong ke belakang dan jatuh tanpa ampun di lantai.

 

Kyuhyun benar-benar naik pitam. Ia ingin sekali membunuh namja itu namun terpotong begitu ia mendengar suara rintihan Na ra. Kepalanya berputar cepat ke arah sosok gadis berbalut gaun putih yang terkulai lemah di lantai. Matanya terbelalak kaget ketika ia melihat di sekitar istrinya bertebaran pecahan dari jambangan yang jatuh, air, dan bunga mawar. Namun yang paling membuatnya tercengang adalah banyaknya darah yang mengalir dari tangan Na Ra yang terluka.

“Na Ra..” serunya panik. Ia merengkuh lalu mengangkat wajah gadis itu untuk memeriksa keadaannya. Wajah Na Ra tampak pucat dan lemah.

 

Na Ra merasa lega begitu ia menemukan wajah Kyuhyun di hadapannya. ia tersenyum dan mulutnya bergetar hendak mengucapkan sesuatu.

“Oppa..” lirihnya dengan suara pelan.

“Na Ra..kau tidak apa-apa??” cecar Kyuhyun panik luar biasa. Na Ra mengangguk lemah.

“Syukurlah Oppa datang..”

Kyuhyun tidak berkata apapun. Ia segera mengangkat tubuh lemah Na Ra dari lantai dan segera membawanya pergi dari tempat itu. ia tidak mempedulikan nasib Eunhyuk yang tadi dipukulnya. Ia terlalu khawatir karena darah itu tidak henti-hentinya mengalir.

—–o0o—–

 

*Na Ra POV*

 

Dalam keadaan setengah sadar, aku masih bisa melihat wajah namja ini. Cho Kyuhyun. berkat kehadirannya aku terselamatkan dari namja jahat itu. Hatiku merasa sangat lega saat ia muncul dan menyingkirkan namja yang ingin menggangguku itu. dan sekarang, dengan penuh kekhawatiran ia membawaku pergi.

Shin Na Ra, apa yang terjadi padamu? Aku sendiri bingung. yang bisa kulakukan sekarang hanyalah memeluk erat lehernya karena aku merasa, di sisinya adalah tempat teraman bagiku. Cho Kyuhyun, dia suamiku.. dia penyelamatku..

Aku mungkin..sudah mulai menerimanya dalam hidupku.

 

Kyuhyun membawaku pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, ia segera mendudukanku di atas sofa ruang tengah. Aku ingin mengucapkan terima kasih namun ia segera melesat pergi ke arah dapur dan tak lama kembali dengan sebuah kotak berwarna putih di tangannya. Mungkin itu kotak P3K. Dia duduk di sampingku. Dengan wajah datar dia membuka kotak itu lalu menoleh padaku.

“Ulurkan tanganmu..” ucapnya dingin. Aku menurut. Kuulurkan tanganku yang terluka padanya. Kyuhyun kini mengobati tanganku dengan hati-hati dan lembut.

Kenapa dia dingin sekali? Apa dia marah padaku? Atau dia terlalu khawatir sampai wajahnya sedatar itu? tanpa sadar aku terus memperhatikan wajahnya.

 

Beberapa saat yang lalu, ketika Eunhyuk dengan lancangnya menciumku, tubuhku refleks menolak sentuhannya. Awalnya aku tidak mengerti mengapa. Namun sekarang, setelah menatap Kyuhyun aku baru tahu alasannya.

Aku sudah terbiasa dengan sentuhan Kyuhyun. Tubuhku hanya mengizinkan sentuhan Kyuhyun. Dan aku tidak bisa menerima sentuhan lain selain darinya. dan alasan lain dari semua itu adalah..mungkin aku sudah mencintainya..

 

“Sudah selesai..”

Ucapan datar Kyuhyun membuyarkan lamunanku. Saat aku menoleh ke arahnya, Kyuhyun sedang membereskan obat, perban dan peralatan lain ke dalam kotak.

“Op—“ kalimatku kembali terhenti ketika Kyuhyun tanpa menoleh ke arahku pergi meninggalkanku di sini. Tindakannya itu berhasil membuat hatiku sakit. aku memang tidak suka di atur olehnya. Tapi aku lebih tidak suka lagi jika di diamkan seperti ini. Kepalaku tertunduk menatapi tanganku yang sudah di perban rapi dan gaunku yang bernoda darah. Ini memang kesalahanku. Seharusnya aku tidak perlu mencari Lee Donghae. aku..aku sudah membuatnya marah..

Mataku terasa panas dan tanpa sadar airmata meleleh di pipi.

“Hiks..” aku terisak. Mengapa hatiku ini terasa sakit? Kyuhyun mendiamkanku. Aku memang yeoja menyusahkan. Maafkan aku..

“Maafkan aku..”

Aku mengerjap dan tersadar ketika merasakan seseorang menyampirkan selimut hangat di bahuku. Kepalaku terangkat dan kini aku melihat Kyuhyun berlutut di hadapanku dengan wajah khawatir dan aku melihat raut penyesalan dari sorot matanya.

“Maafkan aku..” ucapnya sekali lagi. ia menggenggam tanganku dengan erat. Mataku mengerjap beberapa kali. Mengapa harus ia yang meminta maaf?

Tangannya terangkat menghapus airmataku. “Aku bersalah karena tidak mendampingimu sepanjang pesta. Jika aku tidak meninggalkanmu, mungkin kau tidak akan mengalami kejadian tadi dan…terluka..” suaranya terdengar berat terutama di akhir kalimat. Ia mengusap tanganku yang terluka.

“Seharusnya kau tidak mengalami ini.. semuanya salahku..”

 

Airmataku kian meleleh keluar. Cho Kyuhyun.. apakah kau sungguh merasa bersalah karena tidak menjagaku?? Harusnya aku yang merasa bersalah padamu.. kenapa kau sebaik ini padaku? Apa..kau mencintaiku?

“Maaf.. Oppa..hiks..aku..aku bersalah..” isakku. Dia mengangkat wajahnya menatapku. Ia tercengang melihat ekspresiku.

“tidak..yang bersalah adalah namja yang sudah mengganggumu tadi..Harusnya aku melaporkannya ke polisi..atau..membunuhnya..aku sungguh tidak ingin melihatmu terluka..” ucapnya berusaha menenangkanku. Namun aku terlalu emosi untuk berhenti menangis.

“Kau benar Oppa..Orang-orang tidak akan menganggapku wanita terhormat jika aku terus pergi ke klub malam, meminum alkohol, dan bermain dengan sembarangan namja. Namja tadi..dia..” aku tidak meneruskan kata-kataku karena terlalu menyakitkan. Ucapan Kyuhyun benar. dan semua yang dilakukannya untuk mengubahku itu benar. dulu, aku memang wanita pelacur. Bagaimana mungkin aku mengakui diriku ini terhormat jika berkelakuan seperti wanita malam? Shin Na Ra..kau bodoh. Kata-kata Eunhyuk seperti batu yang jatuh dari langit untuk menyadarkanku. Aku memang merasa sangat sakit. namun berkat itu aku mengetahui satu hal. Aku menyayangi namja ini.

Jika aku yang dulu, mungkin aku segera mengikuti Eunhyuk tanpa berpikir panjang. Tapi, sekarang..tubuhku menolak dengan sendirinya. Dan aku merasa sangat marah saat mengetahui namja lain berusaha menyentuh bahkan melecehkanku. Sekarang..tunggu..sekarang?

diriku yang sekarang memang berbeda. Sekarang..

“Aku tahu..kau tidak perlu meneruskannya..” gumam Kyuhyun. aku menatap matanya yang memancarkan sorot terluka itu. tanpa sadar, aku tanganku bergerak dengan sendirinya memeluk leher Kyuhyun. aku bisa merasakan tubuhnya terkejut saat kurengkuh erat lehernya.

“Gomawo Oppa..” lirihku pelan.

“Ne, bukankah sudah tugasku menjagamu. Aku suamimu, kau ingat..” ucapnya sambil mengusap rambutku. Benar..Cho Kyuhyun adalah suamiku. kueratkan pelukanku padanya. Dia melepaskan pelukanku dan kini mata kami saling bertatapan dalam jarak yang sangat dekat. Dia tersenyum tulus dan entah kenapa aku baru menyadari bahwa senyumannya itu indah. meskipun dia tampak kuno dengan kacamata tebal yang bertengger di hidungnya itu, tapi, semuanya sekarang tidak penting lagi. sikapnya yang sangat melindungi berhasil menyentuh hatiku.

Aku mengerjapkan mata saat kusadari Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya padaku. Dan kali ini aku merasa sangat gugup. Tubuhku tidak bergerak sama sekali. Yang kulakukan sekarang hanya menutup mataku. Menanti apa yang akan dilakukan Kyuhyun dengan hati berdebar.

Chuupp.. sebuah ciuman lembut mendarat dengan sempurna di permukaan bibirku. kali ini, aku merasakan desiran hebat merambah ke seluruh urat saraf dan berhasil memompa debaran jantung menjadi lebih cepat. Pagutan itu tidak berlangsung lama. Kyuhyun segera menjauhkan wajahnya lalu menatapku.

“Shin Na Ra, Nan jeongmal saranghaeyo..” ucapnya nyaris terdengar seperti bisikan. Namun suara yang rendah itu membuat hatiku bahagia. Dugaanku benar. Kyuhyun memang mencintaiku dan kalimatnya ini menegaskan bahwa anggapanku selama ini benar.

“Aku..”

“Aniya..” sela Kyuhyun. ia meletakkan telunjuknya tepat di bibirku. “Nanti saja kau jawab. Aku, tidak ingin mendengar penolakan apapun saat ini..”

Aku terkesiap kembali. Hatiku sedikit terluka mendengar pernyataannya. Aku seperti diingatkan betapa tidak berperikemanusiaan sikapku padanya dulu. aku terlalu sering mencaci, menghina, dan mencemoohnya. Dan sekarang semua itu seolah menjadi cambuk bagiku. Kyuhyun, apa kau tidak tahu apa yang akan aku ucapkan? Kenapa kau menyelanya?

 

Kyuhyun berdiri. Ia mengulurkan tangannya dan aku menyambutnya tanpa berkata apapun. Aku tidak tahu apa akan dilakukannya.  Dia menarikku ke tengah ruangan yang kosong.

“Tadi saat di pesta, bukankah kita belum sempat berdansa?” tanyanya dengan wajah tersenyum. Apa? jadi dia ingin mengajakku berdansa?

“iya..” jawabku kaku. Aku sangat gugup sekarang. Tanpa aba-aba, Kyuhyun melingkarkan sebelah tangannya di pinggangku, lalu sebelah tangannya yang lain menggenggam tanganku erat. Seperti posisi orang yang akan berdansa. Jantungku seperti akan jatuh dari tempatnya begitu Kyuhyun menarikku lebih dekat lagi hingga tidak ada jarak sesenti pun yang memisahkan.

“Kau tahu Na Ra, salah satu mimpiku adalah bisa berdansa denganmu di tengah pesta..” gumamnya membuat kepalaku mendongak menatapnya. Aku tersentuh. Dia bahkan memimpikan hal sederhana seperti ini denganku?

Tubuh kami mulai bergerak meskipun tidak ada musik romantis yang mengiringi setiap gerakan dansa yang kami lakukan.

“Aku ingin memberitahukan pada semua orang..bahwa..kau adalah wanitaku..” ucapnya lagi. setiap patah kata yang diucapkannya benar-benar membuatku seperti di hunus pedang berkali-kali. Tuhan, kenapa aku bodoh sekali? Mengapa aku tidak menyadari bahwa di dunia ini, ada seorang Cho Kyuhyun, namja yang mencintaiku dengan segenap hatinya.

Kulepaskan tanganku dan dengan gerakan pelan kulingkarkan tanganku di lehernya. Kyuhyun kini memeluk pinggangku erat namun tidak membuatku merasa sesak. justru ini sangat membuatku nyaman.

“Bukankah sekarang kita sudah berdansa..” gumamku menjawabnya.

“Kau benar..”

Kami saling bertatapan kembali dan suasana membuatku terhanyut. Ternyata, jika di tatap dari jarak sedekat ini, aku baru menyadari di balik kacamata tebalnya itu tersembunyi sepasang mata yang jernih dan mengingatkanku pada seseorang.

Kyuhyun sedikit membungkukkan tubuhnya lalu kembali memberikan ciuman mesra untukku. Kali ini aku membiarkannya menciumku dengan sedikit menggebu namun tetap lembut. Ku beranikan diri membalasnya. Kami tenggelam dalam fantasi indah yang sangat memabukkan. Ini jauh lebih membuatku terlena dan kecanduan di banding minuman beralkohol sekalipun. aku tidak mempedulikan apapun lagi. sekalipun kini Kyuhyun mengangkat tubuhku dari lantai, dan membaringkanku di atas ranjang. Meskipun ia akan menyentuhku kembali, aku rela.

Sejenak, diriku terlupa pada perjanjian, bayi, ataupun Lee Donghae. yang kuingat sekarang adalah kenyataan bahwa Kyuhyun ada bersamaku dan aku mencintainya.

 

—-o0o—-

 

*Author POV*

 

Hidup Shin Na Ra terasa lebih berwarna saat ia menyadari perasaan yang selama ini tersembunyi dalam dirinya. Ia bisa melaksanakan perintah apapun yang Kyuhyun berikan dengan sukacita. Tak ada beban ataupun unsur paksaan lagi.

“Aku pergi dulu, chagi..” ucap Kyuhyun sebelum berangkat. Ia mengecup singkat bibir Na Ra.

“Selamat jalan, semoga harimu menyenangkan, Oppa..” seru Na Ra sambil melambaikan tangannya. Ia tersenyum senang lalu kembali ke dalam rumah. Kehidupan menyenangkan sebagai seorang istri rupanya baru di mulai. Ia bahkan lupa bahwa ada perjanjian itu.

 

Siang harinya, Na Ra pergi ke supermarket untuk membeli keperluan rumah yang sudah hampir habis. Penampilannya rapi dan ia memakai pakaian yang sopan. Shin Na Ra sudah berubah total. Ia sekarang bersikap selayaknya wanita terhormat. Ia sedang memilih salah satu buah saat tiba-tiba saja ia merasa pandangannya mengabur.  Secepat mungkin Na Ra berpegangan pada pinggiran rak buah itu.

“Ah, aku kenapa?” gumamnya heran. “Mungkin aku lapar..” ia memang belum makan sejak pagi. Ia akhirnya mengambil beberapa sayuran dan buah lalu memasukkannya ke dalam troli.

 

“Lee Donghae, tunggu aku!!”

Na Ra berhenti mendorong troli. Kepalanya berputar cepat ke belakang begitu mendengar nama itu. ia melihat sesosok namja berjalan bersama seorang wanita keluar dari supermarket. Matanya melebar. Omo, mungkinkah itu Lee Donghae yang di carinya. Secepat mungkin ia mendorong troli menuju meja kasir untuk membayar. Setelahnya ia berlari cepat ke arah luar supermarket dan mencari sosok yang dilihatnya tadi namun nihil. Sosok itu raib entah kemana. Ia melemaskan tubuhnya. Kenapa sampai detik ini ia masih belum juga bisa melupakan namja itu?

 

—-o0o—-

 

Na Ra terus merenungkan diri seharian. Apakah ia tetap mencari namja itu atau harus melupakannya? Entahlah, ia bingung sekali.

“Kau kenapa chagi?” Kyuhyun bingung melihat istrinya melamun sejak ia pulang tadi. ia duduk di sampingnya. Tangannya dengan lembut mengusap rambut Na Ra.

“Oppa..kenapa aku..masih memikirkan Lee Donghae?” desisnya tanpa sadar. Kyuhyun mengerjap. darahnya berdesir hebat dan tangannya mengepal erat. Ia marah. Ia kira setelah hari itu Na Ra mulai mencintainya. Tapi mengapa ia masih memikirkan namja itu?

“Kau tidak perlu memikirkan namja itu, Shin Na Ra..” geram Kyuhyun. Na Ra menoleh.

“Kenapa?” tanyanya sendu bercampur bingung.

Kyuhyun menajamkan pandangannya. “Karena namja bernama Lee Donghae yang kau cari itu, sudah kulenyapkan dari muka bumi ini..”

Na Ra membulatkan mata mendengarnya. Seluruh tubuhnya kaku. Apa? Kyuhyun sudah melenyapkan Donghae? apa maksudnya ini?

“Meskipun kau mencarinya hingga ujung dunia, kau tidak akan pernah bisa menemukannya. Karena kau tahu kenapa? aku sudah melenyapkannya..”

Mulut Na Ra bergetar karena ia melihat raut serius di wajah suaminya. “Oppa..jangan bilang kau..membunuh orang?” tanyanya takut.

“Iya. Aku sudah membunuhnya..” ucap Kyuhyun singkat dan tajam. Ia lalu pergi meninggalkan Na Ra yang  terpaku. Gadis itu merasa dirinya tidak menapaki bumi lagi. ia terlalu syok mendengar Kyuhyun sudah membunuh seseorang. Cho Kyuhyun membunuh Lee Donghae untuk membuatnya berhenti memikirkan namja itu? mustahil.. tidak mungkin!! bukankah Kyuhyun pria baik-baik!! pikirannya berkecamuk oleh berbagai dugaan. Ia pusing harus menganggap Kyuhyun namja baik atau jahat.. bagaimana ini??

“Hmmfft..” mendadak saja ia merasa mual. Secepat mungkin ia berlari ke kamar mandi. Ia mencoba memuntahkan isi perutnya yang terasa bergolak, namun tidak ada yang keluar. Aneh sekali, perutnya terasa mual namun kenapa tidak ada apapun yang keluar? Ia mengerjap menyadari satu kemungkinan dari kondisi anehnya sekarang.

“Jangan-jangan..” desisnya. Ia berlari mengambil benda kecil yang diberikan dokter In Jung. Ia melakukan sesuatu yang di sarankan dokter itu bila ia mulai mengalami gejala-gejala aneh. Dan dugaannya benar, tangannya bergetar ketika ia melihat benda itu menunjukkan dua garis merah. Na Ra jatuh terduduk di lantai kamar mandi. Pandangannya menerawang. Tangannya terangkat mengusap perut.

“Aku..hamil..” lirihnya dengan suara bergetar. Ia tidak tahu harus menunjukkan ekspresi apa. senang, sedih, gembira, atau…takut.

To be continued..

 

155 thoughts on “Kanpeki Na Bad Girl (Part 6)

  1. Ping-balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s