Kanpeki Na Bad Girl (Part 5)

Tittle : Kanpeki Na Bad Girl Part 5
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Married life, Romance

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Shin Na Ra

Disclaimer : This FF is mine. don’t copy-paste or re-posting without mypermission.

Kanpeki Na bad girl by Dha Khanzaki1

———–o0o————

*Na Ra POV*

Hidupku seperti di neraka semenjak perjanjian itu ditanda tangani. Kyuhyun—dengan kekuasaan mutlaknya—terus mengaturku ini itu. entah apa tujuannya. Pikirkan apa saja yang sudah dilakukannya padaku. Pertama, dia menyuruhku mengerjakan seluruh pekerjaan rumah seperti mencuci, memasak, dan membersihkan rumah. Yang benar saja. memang dia pikir rumahnya hanya seluas 2 x 2 meter saja? aku yakin perlu waktu dua hari dua malam untuk membersihkan rumah seluas rumahnya itu. perlu di tekankan, tanpa bantuan pembantu sama sekali. Aku yakin dia hanya ingin menyiksaku.

Kedua, dia melarangku memoleskan make-up sedikitpun. Dia tidak memperbolehkanku tampil cantik jika bukan di hadapannya. bagaimana mungkin seorang yeoja pesolek sepertiku diharuskan tampil polos di depan orang. Seumur hidupku aku tidak pernah memperlihatkan diriku tanpa riasan pada dunia. Dan namja itu mengancam akan mengikatku di rumah jika sampai berani berdandan saat dirinya tak ada. Peraturan macam apa itu?

Ketiga, Cho Kyuhyun mulai mengomentari bagaimana cara berpakaianku. Aku dilarang memakai rok mini, dress dengan model terbuka jika ingin keluar rumah. Sial sekali hidupku.

Keempat—penderitaanku belum berakhir—dia menyuruhku tetap diam di rumah. Aku tidak diperbolehkan pergi ke kantor lagi karena jabatan sebagai direktur di perusahaan ayahku sudah diambil alih olehnya. Dia hanya memperbolehkanku pergi untuk belanja keperluan rumah saja. benar-benar suami protektif. Aku bahkan tidak bisa bertemu dengan teman-temanku lagi di klub. Sekarang aku resmi menjadi wanita rumahan. Selayaknya para istri jaman dahulu. mengurus rumah tangga dan menunggu suami pulang bekerja. Oh, haruskah aku belajar merajut dan merangkai bunga? Dan tahu alasan apa yang dikatakannya saat melarangku pergi ke  klub?

            “Kau harus menghilangkan sifat burukmu, Shin Na Ra. Kau tahu, lima puluh persen bayi yang kau kandung akan mewarisi sifat ibunya. Karena itu aku takut akan menurun pada anakku nanti. Dan aku tidak mau anakku nanti mewarisi sifat burukmu. Maka dari itu, belajarlah menjadi wanita baik-baik!!”

Aku ingin sekali melemparkan sepatu hak setinggi sepuluh senti padanya. bagaimana mungkin dia mengatai wanita terhormat sepertiku dan menyebutku memiliki tingkah buruk? Bukankah dia yang membuatku bertingkah buruk?

Dan yang terakhir, dia memperlakukanku sesuka hatinya. Seperti memberikanku morning kiss, mengecupku sebelum berangkat ke kantor, meneleponku saat makan siang, dan tentu saja, dia melakukan tugasnya dengan sangat lembut untuk menghadirkan janin dalam rahimku. Sesuai dengan tujuan utama perjanjian.

 

“Aku pulang..”

Suara Kyuhyun terdengar dan sekarang aku sedang sibuk memasak makan malam untuknya. Tadi sore dia menelepon ingin dibuatkan menu makan malam hidangan lengkap masakan Perancis. Lihat, dia kembali membuatku kelimpungan tidak jelas.

“kau masih memasak, chagi..” aku baru akan membalikkan badan saat secara tiba-tiba kurasakan sepasang tangan merengkuhku dan material lembut menempel lembut di permukaan bibirku. jantungku hampir saja jatuh. Namja ini, sejak perjanjian itu di buat, dia selalu saja menciumku seenaknya. Apa dia tidak tahu bahwa tindakannya itu bisa membuatku terkena serangan jantung?

“Mana ucapan selamat datangnya?” tanyanya halus. Tangannya membelai wajahku. Ah, ini juga peraturan lain yang di buatnya. Setiap dia akan pergi ataupun pulang, aku harus mengucapkan ‘selamat datang’ atau ‘semoga harimu menyenangkan’.

“Selamat datang, Oppa..” ucapku kaku, berusaha melepaskan pelukannya.

Kyuhyun tersenyum lalu mengecup keningku sebelum ia melepaskan lingkaran tangannya di pinggangku.

“Kau semakin cantik saja, chagi. Dan aku senang karena kau tidak pernah memberontak lagi..” Kyuhyun menarik kursi lalu duduk di kepala meja. Sebagian makan malam memang sudah siap. aku hanya perlu menghidangkan dessert saja.

Aku merengut bingung. bagaimana mungkin aku dibilang cantik dalam keadaan berantakan begini? Rambutku di gulung ke atas asal-asalan dan pakaianku pun tidak modis sama sekali. Aku belum sempat mendandani diriku sendiri karena terlalu sibuk mengerjakan pekerjaan rumah. Ini pasti pengaruh dari kacamatanya itu. aku yakin Kyuhyun bermata minus.

“Kenapa berdiri saja? ayo duduk.”

Lamunanku buyar karena kalimatnya. Aku tersentak kaget lalu menoleh cepat ke arahnya. “Tapi, aku tinggal menyiapkan dessert. Aku..”

“Tidak perlu” selanya. “Duduk, chagi..” perintahnya. Aku malas berdebat lagi. kuturuti saja semua kata-katanya. Aku menarik kursi dan duduk di sana.

 

Sesekali kulirik Kyuhyun. dia menikmati makan malam yang kusiapkan dengan lahap dan tenang. aku masih tidak percaya bahwa akhirnya, aku kalah juga melawan namja kacamata ini. Semua kata-katanya seperti remote control dan tubuhku tidak mampu menolaknya.

Ah, kepalaku pusing. Lebih baik aku meminum wine saja untuk menghilangkan pening yang mendera kepalaku. Kuraih botol wine dan menuangkannya ke dalam gelas. Aku hendak menyesapnya ketika tangan Kyuhyun dengan sigap mengambil gelas itu dari tanganku.

“Yaaa!!”

Kyuhyun meletakkan gelas itu di dekatnya lalu melotot padaku. “Alkohol tidak baik untuk kesuburan kandungan. Bukankah kau ingin cepat mengandung dan pergi dari hidupku. Karena itu, berhenti minum alkohol!” dengan entengnya Kyuhyun meneguk wine itu hingga habis.

Aku sudah tidak tahan lagi. kugigit bibirku sendiri untuk menahan amarah yang meledak-ledak dalam diriku.

“Kenapa kau malah memelototiku seperti itu?” Kyuhyun malah bertanya dengan wajah polosnya. Aku bersusah payah menahan garpu yang kugenggam agar tidak melayang ke wajahnya.

“Aniii.!!” Geramku tertahan. Berkat geramanku otomatis seluruh gerakan makannya terhenti. Kyuhyun kini menatapku dengan tangan ditopangkan di atas meja dan saling menaut.

“Apa! sekarang peraturan apa lagi yang ingin kau berikan!!” gertakku kesal.

Matanya menyipit menatapku. “Tidak ada alkohol lagi mulai detik ini” dia kemudian pergi dan kembali dengan sebuah kantong kertas berwarna cokelat lalu meletakkannya di hadapanku.

“Minum ini secara teratur. Aku mendapatkannya dari Dokter In Jung” ucapnya lalu kembali duduk di kursinya semula.

“Apa ini?” aku penasaran kemudian membuka isinya. Mataku mengerjap ketika mendapati beberapa botol minuman energi untuk menyuburkan kandungan. Namja ini.. dia sungguh-sungguh ingin membuatku cepat hamil rupanya.

“Itu bagus agar kau cepat mengandung. Aku ingin bayi yang kau lahirkan nanti sehat dan tumbuh menjadi anak yang pintar. Karena itu, mulai sekarang kau harus cukupi asupan nutrisimu. Tidak boleh minum alkohol atau makan makanan cepat saji. Kau juga harus banyak memakan buah dan sayuran..”

Akhh..leherku keram rasanya mendengar seluruh penjelasan Kyuhyun. Kumasukkan botol itu kembali ke kantong.

“Iya. Kau tenang saja!!” aku segera bangkit dari kursi, meninggalkannya sendirian di meja makan.

 

—-o0o—–

 

*Author POV*

 

Kyuhyun tersenyum lega. Meskipun sering menggerutu dengan semua peraturan yang dibuatnya, setidaknya Na Ra tidak lagi menjadi gadis pemberontak seperti dulu. dia mau melakukan semua perintahnya dengan baik. Meski terkadang sering lupa diri. Entah sudah berapa kali Kyuhyun menemukan gadis itu tertidur di sofa dengan keringat bercucuran di dahinya. Sesungguhnya ia tidak tega melihat kondisinya seperti itu. tapi tinggal sedikit lagi sampai akhirnya Na Ra bisa kembali menjadi sosoknya yang dulu. Shin Na Ra yang berhati lembut dan selalu tersenyum ramah.

Setelah istrinya itu pergi meninggalkannya makan seorang diri, Kyuhyun pun pergi ke ruang kerjanya sebentar untuk menyelesaikan pekerjaan kantor. Mengurus dua perusahaan besar tidak semudah yang dipikirkannya. Otaknya diperas dua kali lipat dan tubuhnya remuk seperti habis lari maraton 50 km. Namun melihat Na Ra ada di rumahnya, mendapati gadis itu ada di depannya saat pulang setelah  lelah seharian bekerja membuat rasa lelahnya menguap begitu saja. meskipun Na Ra belum bisa menerima dirinya secara utuh, setidaknya dia tidak pernah memberontak lagi.

Saat kembali ke ruang makan, meja makan sudah bersih dan seluruh piring kotor pun sudah bersih dan tertata rapi di tempatnya semula. Kyuhyun mengulum senyum melihat secara perlahan Na Ra sudah mulai bertanggung jawab dengan statusnya sebagai ibu rumah tangga. Ia semakin tidak sabar melihat perut gadis itu semakin membuncit saat gadis itu hamil nanti.

“Shin Na Ra, terima kasih sudah menuruti semua perintahku..” lirihnya. Ia lalu melangkahkan kakinya menuju kamar. Ia harap bisa menemukan sosok gadis itu di sana.

 

Setibanya di kamar, ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan mendapati pintu beranda kamar terbuka. Mungkin dia sedang menikmati angin malam di balkon kamar. seperti biasanya.

“Chagi..” Kyuhyun tersenyum ketika mendapati Na Ra berdiri di dekat pagar balkon. Membiarkan rambut panjangnya yang tergerai melambai-lambai tersapu angin malam. namun senyum namja itu perlahan memudar ketika memperhatikan wajah Na Ra dari dekat. Eskpresi gadis itu terlihat sedih. Kyuhyun mendadak merasa hatinya seperti tersayat pisau.  Terasa perih dan sesak. kenapa Na Ra terus menunjukkan ekspresi itu? sungguhkan dia tidak bahagia hidup bersamanya? Kyuhyun cepat-cepat menepis pikiran itu lalu memaksakan seulas senyum tulus.

“Chagi..” Kyuhyun berdiri di belakangnya lalu melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu. Na Ra tersentak dari lamunan lalu menoleh ke belakang.

“Oh, Oppa..” lirihnya, lalu diam kembali.

“Kenapa? kau sepertinya murung. Kau sakit?”

“Tidak.”

“Ah, atau jangan-jangan kau hamil???”

Na Ra mengerjap lalu membalikkan tubuhnya ke arah Kyuhyun. “Jangan bercanda! Jika aku hamil pasti gejalanya sudah bisa kurasakan!!”

“Kalau begitu berhentilah memasang wajah sedih..” ucap Kyuhyun sambil menjawil hidungnya. Na Ra menggembungkan pipinya.

“Aku hanya merindukan kehidupanku yang dulu..”

“Aigoo..kehidupan kelam kau rindukan? Sekarang kau sudah menjadi istriku. Dan aku tidak akan membuat kau terjebak kembali ke dalam kehidupan kelam seperti dulu” jelas Kyuhyun sambil tersenyum.

“Kehidupan kelam? Kau..”

“Sssttt..” Kyuhyun segera meletakkan jari telunjuknya di bibir gadis itu untuk menghentikan omelannya. Na Ra berhenti mengomel dan menatap Kyuhyun dengan mata menyala-nyala.

“Kehidupanmu dulu sangat memprihatinkan, Na Ra. Dan aku melakukannya demi kebaikanmu juga. bukankah kau ini adalah wanita terhormat? Aku hanya mencoba menjadikanmu wanita terhormat kembali. Kau pikir orang-orang akan menganggapmu Shin Na Ra si gadis sempurna jika melihatmu terus pergi ke klub malam, menenggak alkohol, dan bercumbu dengan sembarang pria?”

Na Ra terperangah. Ucapan Kyuhyun benar-benar memukul hatinya dengan telak. Selama ini, ia memang selalu memikirkan pandangan orang terhadapnya. Namun jika pikirannya sudah kacau, ia tak peduli orang lain akan memandangnya seperti apa. ia hanya ingin menghilangkan penatnya meskipun harus di cap sebagai gadis berandal.

Kyuhyun menyentil kening Na Ra begitu melihatnya melamun.

“Auuchh..” Na Ra tersentak kaget lalu meringis.

“Jangan terlalu banyak melamun, Nyonya Cho. Sekarang cepat masuk sebelum kau masuk angin. Aku tidak ingin kau sakit..”

“Arra..” Na Ra mendengus sebal. Ia melirik Kyuhyun dan baru menyadari namja itu belum mengganti pakaiannya. ia masih mengenakan baju kantor.

“Kenapa kau belum mengganti pakaianmu? Apa ini sengaja untuk menyulitkanku? Kau tahu, Oppa. Cucian bajuku sangat menumpuk dan aku tidak mau baju ini tidak kucuci besok pagi..” omel Na Ra dan tangannya melepas dasi yang dipakai Kyuhyun beserta jasnya.

Kyuhyun tertawa kecil. “Kau sengaja ingin membuatku telanjang?” godanya. Gerakan tangan gadis itu terhenti ketika baru membuka satu kancing kemeja Kyuhyun. Na Ra terkesiap, ia baru tersadar akan tindakannya. Semua itu terlintas begitu saja tanpa dipikirkan.

“Tidak..” elaknya refleks menjauhkan tangan dari tubuh Kyuhyun. dengan sigap Kyuhyun menangkap pergelangan tangan Na Ra ketika gadis itu berniat pergi lalu menariknya mendekat.

“Cho Kyuhyun!!” erang Na Ra dengan mata membulat. Ia kaget karena Kyuhyun lagi-lagi menariknya ke dalam dekapannya secara tiba-tiba. Kyuhyun tidak mempedulikan acara protes Shin Na Ra karena ia segera mengecup bibir manis gadis itu dengan segenap hati. Na Ra sempat memberontak karena terkejut dan dengan sigap tangan Kyuhyun turun memeluk pinggangnya. Ia ingin meluapkan rasa cintanya lewat ciuman yang agak menggebu itu. ia harap Na Ra bisa merasakan ketulusan hatinya.

Barulah setelah gadis itu berhenti memberontak, ia memelankan lumatannya dan hanya mengecup ringan bibir Na Ra.

“Gomawo, karena kau sudah mau menuruti semua perintahku..” bisik Kyuhyun. ia mengecup lembut pipi Na Ra sebelum akhirnya masuk lebih dulu ke dalam kamar.

 

Shin Na Ra masih terpaku di tempatnya. Tangannya perlahan naik meraba jantungnya yang tak mau berdetak normal juga sejak Kyuhyun menciumnya tadi. aneh sekali, di sana terasa seperti akan meledak. Bukan sesuatu yang menyakitkan, namun.. membahagiakan.. apa ini?

 

—o0o—

 

*Kyuhyun POV*

Aku merasa bahagia dan sedih di saat yang bersamaan melihat istriku yang pemberontak itu mulai menurut. Aku senang karena akhirnya secara bertahap dia mulai melupakan hidupnya yang berantakan dan bertahan menjadi Shin Na Ra yang kukenal. Namun di sisi lain aku pun merasa sedih.  Entah kenapa, aku hanya tidak ingin kehilangan dia. Aku tidak ingin Na Ra berada di luar jangkauanku lagi.

“Oppa…”

Kepalaku terangkat dari buku yang tengah kubaca ke arahnya. Na Ra sudah rapi dengan balutan  gaun tidur berwarna merah muda dan segelas susu di tangannya.

“Apa?” tanyaku dengan senyum mengembang.

“Berhenti membaca. Ini sudah malam. apa Oppa ingin matamu bertambah minus? Dan sekarang minum susunya..” dia mengomel kembali lalu mengambil buku yang kupegang dan meletakkannya di nakas samping tempat tidur. aku mendesah lalu menerima gelas susu yang diberikannya.

“Gomawo..” aku suka sekali karena Na Ra sudah mulai memperhatikanku. Dia sering kali mengomel saat melihatku membaca buku sebelum tidur, ataupun saat ia memergokiku terus berkutat di depan laptop hingga tengah malam.

Dia mengamatiku terus saat aku tengah meneguk susu. Kuhentikan sejenak lalu menatapnya heran.

“Kenapa? ada yang salah?”

“Bisakah Oppa lepaskan kacamatamu saat akan tidur? aku risih lama-lama melihatnya..” ucapnya membuatku terkesiap. Melepas kacamata? Tidak mungkin!!

“Tidak mau..” ucapku singkat lalu kembali meneguk susu hingga habis. Setelah itu kuletakkan gelas di atas nakas dan memilih menarik selimut lalu berbaring.

“Kenapa? memang nyaman tidur sambil memakai kacamata?” tanyanya penasaran. Aku bangkit lalu menatapnya jengkel.

“Ini sudah malam. kau juga cepat tidur!!”

Na Ra mengerutkan keningnya. “Kenapa kau marah?” sungutnya kesal.

“A-aku tidak bisa melepaskannya, mataku minus..” ucapku terbata. Sial, kenapa aku jadi gugup begini. Na Ra masih menatapku dengan mata menyipit. Sepertinya dia tidak percaya dengan kata-kataku. Lagipula ada apa dengannya? Kenapa tiba-tiba dia mempermasalahkan kacamataku?

“Sudah kau tidur saja…” terpaksa aku menarik tubuh Na Ra yang sejak tadi duduk di tepi tempat tidur dan kini ia berbaring di sampingku. Ia juga sudah tidak memberontak lagi seperti dulu dan mau tidur satu ranjang denganku. Semuanya memang berjalan dengan baik.

“Kau berniat ‘menyentuhku’ juga malam ini?” pertanyaannya membuatku terkesiap.

“Memang kau siap?” tanyaku membalikkan. Sebenarnya, aku tidak ingin dia hamil cepat-cepat. Karena itu aku selalu menghindar setiap kali dia membahas perihal itu. aku tidak mau Na Ra pergi cepat dari hidupku. Tapi, setiap kali melihatnya dalam pakaian minim—sepertinya Na Ra sengaja—aku tidak bisa menahan hasratku sendiri. bagaimana pun aku seorang pria berdarah panas. Seperti malam ini, dia kembali memakai gaun tidur tipis, sepertinya ingin menggodaku.

Kulirik Na Ra yang terdiam di sampingku. Sepertinya dia pun bimbang. Wajah sedih dan ragu itu kembali terlihat.

“Aku..siap kapanpun..” gumamnya, terdengar meragukan di telingaku. Shin Na Ra, apa kau tidak mengerti? Seorang bayi adalah anugerah terindah dari penikahan. Sebuah hadiah dari Tuhan dan terlahir karena dua orang dalam kehidupan pernikahan saling mencintai. Bagaimana mungkin aku membuatmu hamil di saat kau tidak mencintaiku? Aku tidak ingin anak kita lahir ke dunia nanti tanpa kasih sayang sempurna dari kedua orang tuanya.

“Satu pertanyaanku..”  gumamku tanpa sadar. Na Ra menolehkan pandangannya padaku dan kubalas tatapan herannya dengan ekspresi serius.

“Setelah kau terbebas nanti, apa yang akan kau lakukan?”

“Mencari namja yang kucintai, Lee Donghae..” ucapnya mantap dan  tanpa dipikirkan sedikitpun. Mendadak saja hatiku seperti baru terhunus pedang tajam. Rasa sakit yang menjalari tubuhku sekarang tidak bisa di bandingkan dengan rasa sakit saat tulangku patah ataupun saat kulitku terkoyak oleh benda tajam. Dan sorot mata Na Ra yang sungguh-sungguh membuat paru-paruku sulit bernapas. Lee Donghae.. namja itu.. harus kumusnahkan dari muka bumi!!

“Benarkah? Bagaimana kalau kau berhenti mencarinya..” ucapku dengan nada menusuk. Tanpa sadar aku mencengkram erat ujung selimut.

“tidak akan.. bukankah aku pernah mengatakan bahwa aku tidak akan pernah mencintaimu ataupun setia padamu. Kenapa kau—akkhh” aliran kata-katanya terhenti karena ku dorong tubuhnya hingga terlentang di atas ranjang lalu kutindih tubuhnya. Dia membelalakkan matanya saat melihatku tersenyum.

“Kenapa kau tidak belajar untuk mencintai suamimu sendiri, Shin Na Ra?” tanyaku tajam.

“Sudah kubilang kau bukan tipeku, Cho Kyuhyun!! jadi berhenti menyiksaku..” dia meronta kembali, mencoba keluar dari kurunganku namun dengan cekatan ku cengkram kedua tangannya.

“Apa kau juga sudah lupa dengan kata-kataku? Akan kubuat kau jatuh cinta padaku, membelenggumu dengan cinta yang tak akan bisa kau lepaskan. Kau akan memikirkanku seumur hidup hingga rasanya kau bisa gila jika tidak menyebut namaku. Akan kubuat diriku menjadi oksigenmu, hingga kau bisa mati jika tidak adanya diriku di hidupmu. Akan kubuat kau jatuh seutuhnya dalam pesonaku yang tak akan bisa kau tolak, apa kau ingat itu?”

Matanya kembali membelalak dan mulutnya terbuka hendak mengeluarkan kata-kata. Namun segera kusela.

“Dan aku sungguh-sungguh dengan ucapanku. Jika kau masih juga mengatakan soal pria bernama Lee Donghae itu, terpaksa aku harus melenyapkannya dari dunia ini..”

“Kau..”

“Dan jika kau memang ingin segera hamil, baik, kita selesaikan semuanya. Dan jangan salahkan aku jika nanti kau menyesal karena sudah melepaskanku..” potongku kembali.

“Cho Kyuhyun..kau..—mmppttthh..”

Baiklah, Shin Na Ra memang tidak pernah mencintaiku. Mulai sekarang pun aku tidak akan mundur lagi. akan kubuat kau menyesal karena tidak pernah melihatku. Segera saja kubungkam bibirnya dengan ciuman yang liar dan menuntut. Dia meronta dan aku merasakan reaksi penolakan. Tanganku memilih untuk memenjarakan tubuhnya dalam dekapanku dan membuatnya tidak bisa menghindar lagi.

 

—o0o—

 

Author POV

Na Ra terbangun dari tidurnya karena bunyi alarm ponsel. Dia mengerang pelan setelah mematikan alarm dan melihat jam. Sekarang sudah pukul 07.00. ia terlambat menyiapkan sarapan. Ia melirik tempat di sampingnya yang sudah kosong. Kemana perginya Kyuhyun? ia segera bangkit sambil membereskan pakaiannya yang berserakan di lantai. Sial, namja itu kembali menyentuhnya semalam. Ia mengusap perutnya sendiri. mungkinkah ia sudah hamil saat ini?

 

“Ingat, malam ini aku akan menjemputmu. Kita harus menghadiri pesta. Berdandanlah yang cantik..” ucap Kyuhyun sebelum berangkat. Na Ra hanya mengangguk canggung. Ia masih takut dengan ucapan Kyuhyun semalam. Apa dia sungguh-sungguh saat mengatakan akan melenyapkan Lee Donghae? atau saat akan membuatnya jatuh cinta padanya? hah, itu tidak mungkin. Kyuhyun menarik tengkuknya lalu mengecup bibirnya singkat dan cepat. Setelah itu ia pergi.

 

—o0o—

Malamnya, Na Ra tersenyum senang melihat dirinya dalam balutan gaun malam berwarna putih dan dengan polesan make up di wajahnya. akhirnya, ia kembali melihat dirinya yang dulu.  entah kenapa rasanya malam ini ia ingin sekali membuat namja itu terkesan.

“Kita akan ke pesta apa?” tanya Na Ra penasaran ketika Kyuhyun sudah menjemputnya dan mereka dalam perjalanan. Na Ra sedikit terkesan karena namja itu sekarang dalam tampilan yang berbeda. Meskipun kacamata masih bertengger di hidungnya, namun kacamata itu lebih modis dan sesuai dengan setelan jas dan model rambutnya saat ini. Memangnya itu pesta penting? Sampai namja ini berdandan rapi.

“Oh, itu pesta ulangtahun Cho Corp..” ucap Kyuhyun santai. Na Ra mengerjap. pantas saja dia berpakaian sangat rapi. Rupanya sekarang ulang tahun perusahaannya.

“Kenapa kau baru bilang sekarang? Tahu begitu aku berdandan lebih bagus lagi..” ucap Na Ra menyadari penampilannya terlalu sederhana untuk pesta besar seperti itu.

“Tidak perlu. Kau sudah sangat sempurna, chagi..”

Huh, Na Ra mendengus kesal. sebenarnya sosok suaminya itu yang mana? Terkadang Kyuhyun bisa menjadi sangat menyebalkan, romantis, menakutkan, liar, dan canggung. Apa dia memiliki karakter ganda.

“Aku masih penasaran, sebenarnya apa tujuanmu melarangku berdandan dan menyuruhku melakukan ini itu..” ucap Na Ra.

Kyuhyun terdiam selama beberapa saat. “Aku hanya ingin memberimu alasan..”

“Alasan?” Na Ra mengerutkan keningnya. Kenapa Kyuhyun gemar sekali membuatnya bingung. Kyuhyun mengangguk.

“Aku ingin memberimu alasan sebenarnya mengapa kau berdandan, alasan mengapa kau harus menjaga sikapmu, alasan kenapa kau harus bertanggung jawab sebagai ibu rumah tangga, dan alasan kenapa kau melakukan semua perintahku…” Kyuhyun terdiam sejenak. Na Ra memperhatikan Kyuhyun penasaran.

“Apa alasannya..”

“Aku ingin kau melakukannya bukan karena terpaksa ataupun karena perintahku, tapi kau melakukannya karena.. aku..” Kyuhyun melirik sekilas ke arah Na Ra dan tepat pada detik itu, Shin Na Ra merasa jantungnya kembali berdetak cepat. “alasan mengapa kau berdandan cantik, menjaga sikapmu, dan melakukan pekerjaan sebagai seorang istri karena kau mencintaiku..”

Deg..deg..deg..

 

Na Ra membelalakkan matanya mendengar kalimat itu. Dirinya seolah ditegaskan pada kenyataan bahwa ia mencintai Cho Kyuhyun. tidak, itu tidak benar..selama ini ia melakukan perintah Kyuhyun karena yah..ia malas berdebat dengannya. Bukan karena mencintainya. Tapi, mungkinkah..jika memang ia benar mencintai Cho Kyuhyun, bukankah itu menjelaskan mengapa jantungnya selalu berdetak lebih cepat setiap kali Kyuhyun menyentuhnya?

 

—o0o—

Di pesta, Kyuhyun kembali bersikap perfecksionis. Namja itu bertingkah seolah dirinya tanpa cela di depan para orang tua. Juga di hadapan rekan bisnis dan segenap petinggi-petinggi perusahaan. Na Ra berdecak melihat tingkah suaminya itu. sepertinya sikap ini yang membuat Umma dan Appa nya terpikat.

Cho Kyuhyun terus menggandengnya. Tak melepaskannya sesenti pun dari sampingnya selama pesta. Na Ra berusaha bersikap layaknya para wanita terhormat. Itu tidak sulit. Ia juga bertemu dengan kedua orang tuanya. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak sabar menantikan kabar kehamilannya. Oh, bagaimana jika orang tuanya tahu mengenai perjanjiannya dengan kyuhyun? setelah melahirkan nanti dia akan bercerai dengan namja itu? pasti mereka akan pingsan di tempat. Bercerai memang bukanlah tradisi keluarga Shin. Dan Na Ra yang akan melanggar tradisi itu nantinya.

 

“Aku ingin mengambil minuman..” bisik Na Ra pada Kyuhyun. namja itu mengangguk singkat karena terlalu sibuk mengobrol dengan relasinya yang berasal dari Jepang. Na Ra berjalan menuju meja panjang yang di atasnya tersedia berbagai macam minuman. Tangannya terulur hendak mengambil gelas berisi champagne namun terurung begitu di telinganya terngiang kata-kata Kyuhyun bahwa ia dilarang meminum minuman alkohol.

“Tunggu, kenapa aku harus peduli?” desisnya menyadari ada yang aneh dengan tindakannya. Lagipula namja itu tidak melihat. Akhirnya ia memilih mengambil gelas berisi wine berwarna keemasan. Ia berbalik hendak kembali namun matanya terbelalak mendapati suaminya sedang mengobrol mesra dengan seorang gadis.

“siapa dia??” geramnya tertahan. Ia tanpa sadar mencengkram erat gelas yang dipegangnya lalu berderap cepat ke arah Kyuhyun.

 

“ahhh..” karena tidak melihat jalan, Na Ra tanpa sengaja menabrak seseorang dan menumpahkan winenya pada jas yang dipakai namja itu.

“Mianhae..” ucap Na ra panik sambil membungkukkan badannya.

“It’s okay..” jawabnya halus lalu pergi meninggalkannya dengan cepat. Na Ra tidak terlalu mempedulikannya. Perhatiannya kini terfokus kembali pada Cho Kyuhyun. namja itu masih asyik mengobrol dengan yeoja cantik tak dikenal. Ia harus kembali ke sana sebelum mereka melakukan hal yang tidak-tidak!!

 

“Lee Donghae..”

 

Na Ra kembali menghentikan langkahnya. Kali ini ia terpatung karena mendengar seseorang memanggil nama itu. nama yang ia rindukan. Badannya berputar cepat ke arah sumber suara.

Dari kejauhan ia melihat seorang namja berdiri membelakanginya. Ia tersenyum saat seorang gadis menghampirinya dengan senyum mengembang. Na Ra menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas namun karena terhalang orang-orang yang berlalu lalang di sekitarnya, wajah pria itu tidak terlalu terlihat. Ia mengerjap saat kemudian sosok itu menghilang. Tidak, ia tidak boleh membiarkannya menghilang. Na Ra mengangkat gaun malamnya untuk bersiap mengejar pria misterius itu. ia tidak berani berharap, namun siapa tahu jika namja itu memang Lee Donghae yang dicarinya.

To be continued..

 

148 thoughts on “Kanpeki Na Bad Girl (Part 5)

  1. Ash shit! Kenapa kalimat laknat “Akan kubuat kau jatuh cinta padaku, membelenggumu dengan cinta yang tak akan bisa kau lepaskan. Kau akan memikirkanku seumur hidup hingga rasanya kau bisa gila jika tidak menyebut namaku. Akan kubuat diriku menjadi oksigenmu, hingga kau bisa mati jika tidak adanya diriku di hidupmu. Akan kubuat kau jatuh seutuhnya dalam pesonaku yang tak akan bisa kau tolak” harus lagi arghtt! Saat perjanjian yg kyu buat udh disetujui keduabelah pihak. Chooooo lagi2 sumpeh kenapa si ga kyu terus aja tu jd dingin tp nyeleneh biar aja nara fokus sm kesimpulannya tentang menjaga image cho. Nanti tuh anak nyadari sendiri perasaannya dan ngerasa lebih bego daripada siapapun yg bego didunia ini. Jangan giring nara terus cho buat ngerti aaaaaaaaa gigit bantal ni. #digetok author

  2. yahh lee donghae muncul tuh:/
    kyu kata” nya itu loh , wihh bikin meleleh / lilin kali /
    cih nara kagak sadar apa kl kyuhyun itu namja yg romantissss .
    iya jga ya , kenapa kyuhyun gg pernah lepas kacamat nya ????!

  3. Tuh..c nara…ska mn judge drinya sndri sbgi wnita trhormat…nah kan… Di ingetin kyu bru nyadar…wkwkwk..hhadeee…
    .udh mlai lu2h kyknyamm.tapiii….ap itu hae? Nongol..adeehh

  4. Aduh nara kapan mau sadarnya sih kalo dia juga udh mulai cinta ama kyu ckckckck
    Trus ini kenapa tiba2 ada leedonghae
    Makin seru nihh

  5. Knpa Nara km blm sadar jg,, Lee Donghae mu itu adlh Kyuhyun,,
    sprtinya Nara mulai cemburu Kyuhyun dket dgn gdis lain,,,tanpa sadar Nara mulai mmbuka prasaannya pd Kyu,, mulai ada kemajuan nih,,,

  6. Ping-balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s