Kanpeki Na Bad Girl (Part 4)

Tittle : Kanpeki Na Bad Girl Part 4
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Married Life, Romance

Main Cast :

  • Shin Na Ra
  • Cho Kyuhyun

Disclaimer : This FF is mine. don’t copy-paste or re-posting without my permission.

Kanpeki Na bad girl by Dha Khanzaki1

 

————0.0————–

*Kyuhyun POV*

Shin Na Ra, apa kau tahu saat ini hatiku sakit mengetahui kau menerima syarat yang kuajukan? Aku pikir kau akan menolak dan memberiku kesempatan untuk memperlihatkan pesonaku padamu. Namun anggapanku salah, kau menerimanya meskipun harus memberikanku anak dari rahimmu. Seburuk itu kah hidup bersamaku?

Dan sekarang yang kulakukan hanya menatapnya dengan pandangan berkecamuk. Ia duduk di hadapanku dengan wajah tenang karena di tepat di hadapan kami terdapat surat perjanjian.

“Jadi, hanya sampai aku melahirkan bayi kau akan segera menceraikanku. Benar?” ucapnya sumringah. Ia sudah siap untuk membubuhkan tanda tangannya di atas kertas itu. kumohon Shin Na Ra, jangan tanda-tangani itu. Ini bukan masalah bayi atau apapun, tapi, aku sungguh tidak ingin berpisah denganmu.

“Ne.” Ucapku tenang. Sial! mengapa mulutku ini tidak bisa dianggap bekerja sama?

“Baiklah..” ia membuka tutup bolpoint itu dan seketika tubuhku menegang. Hidupku, hidupku bergantung pada goresan tinta itu. aku bersiap untuk menerima segalanya ketika secara mendadak gerakannya terhenti, membuatku menahan napasku sendiri. ia mengangkat kepalanya lalu menatapku.

“Katakan dengan jujur padaku, Cho Kyuhyun. kenapa kau ingin sekali memiliki anak dariku? Kau bisa saja menceraikanku dan memilih wanita lain yang lebih baik. Kenapa harus anak dariku?” tanyanya serius.

Aku menghela napas yang sejak tadi di tahan. Haruskah aku menjelaskan yang sebenarnya?

“Shin Na Ra..” ucapku lalu diam sejenak. kutatap sungguh-sungguh matanya, meskipun aku yakin ia tidak bisa merasakan dengan jelas gejolak yang kini bergemuruh di hatiku. Aku benar-benar tidak ingin kehilangannya. Tapi mengapa ia terus meronta ingin lepas dariku?

“Bukankah sudah kubilang aku tidak akan menikah lagi setelah kita bercerai nanti?”

“Iya, tapi kenapa. tentu saja kau bisa menikah kembali. Kau akan menemukan seorang gadis yang tulus mencintaimu. Seorang gadis baik-baik. Yang jauh lebih cantik dan..yah..lebih baik segalanya dariku..” jelasnya panjang lebar.

Beginilah Shin Na Ra setelah menerima persyaratan konyol dariku. Dia selalu meyakinkan diriku bahwa menceraikannya adalah pilihan terbaik. Aku bisa mendapatkan perempuan yang seratus kali lebih baik darinya. Namun ada satu kenyataan kecil yang tidak ia ketahui. Bahwa hatiku ini, hatiku satu-satunya ini, sudah jatuh seutuhnya ke tangan yeoja yang sudah menjadi istriku ini. Aku tidak bisa memikirkan untuk jatuh cinta pada gadis lain sekalipun dia seratus kali lipat lebih baik dari Shin Na Ra. Apa yang harus kulakukan untuk membuatnya berpaling padaku? Haruskah kuserahkan seluruh harta yang kumiliki sebagai tebusan atas hatinya? Aku rela. Sungguh.

Tenggorokanku terasa tercekat dan kutahan airmata yang menggenang di pelupuk mata agar tidak terurai. Semoga Shin Na Ra tidak menyadarinya. Oh, tentu saja. kacamata yang kupakai berhasil mengaburkan penglihatannya.

“Setidaknya, aku berharap anakku adalah duplikat dari dirimu” aku lega, akhirnya mulutku bisa sinkron juga dengan suara hati.  kutatap lekat sosok gadis di hadapanku.

Shin Na Ra terpaku menatapku. Sorot matanya yang mampu menggetarkan hati itu tampak terkejut, seolah menyelidiki isi hatiku sebenarnya langsung dari mataku. Bibirnya bergetar.

“Duplikat dari diriku..apa maksudmu?” tanyanya terbata.

Sudut bibirku tertarik membentuk lengkungan senyum, ku tatap sungguh-sungguh dirinya dengan segenap hati.

“Kelak anak ku akan memiliki garis wajah yang sama sepertimu, mata yang sama, senyum yang sama, pintar, berkepribadian, dan memiliki karisma yang mampu membuat seseorang tertarik. Setidaknya ia akan mirip denganmu. Dan suatu hari nanti, saat aku sudah tua, tidak bisa bergerak seperti biasa lagi, atau saat ingatanku tidak terlalu baik.. saat melihat wajah anakku, aku akan langsung ingat, ‘Ah, iya..aku pernah menikah dengan Shin Na Ra..dia adalah ibu dari anakku’..” aku terdiam sejenak untuk menarik napas. Tenggorokanku rasanya seperti tercekik bila kubayangkan hal itu.

“Begitulah..” aku berdehem di akhir penjelasan. Ku harap dia mengerti dan bersedia memenuhi harapanku. Benar, meskipun aku tidak bisa memiliki dirinya, setidaknya izinkan aku memiliki satu keturunan dengannya, seseorang yang dialiri oleh darahku dan darahnya. Seseorang yang bisa mengingatkanku, bahwa aku pernah memilikinya meskipun hanya beberapa saat saja.

 

Na Ra tetap tak bergeming, ekspresinya saat ini tak bisa kubaca. Entah dia tersentuh atau tidak dengan penuturanku, namun kuharap dia mengerti bahwa aku..mencintainya.

 

—o0o—

 

*Na Ra POV*

Jantungku..jantungku berdetak dua kali lebih cepat sampai rasanya aku takut akan jatuh dari tempatnya. Dan kenapa tenggorokanku pun rasanya sakit? lalu paru-paruku? Kenapa rasanya aneh, aku sulit sekali bernapas. Kepalaku terangkat menatap wajahnya yang tetap tak berubah, mengamatiku dengan ekspresi tulus dan…terluka? aku mengerjap. Cho Kyuhyun, sebenarnya apa yang kau inginkan dariku? Aku benar-benar tidak paham. Tolong jelaskan agar aku mengerti.

“Baiklah..” ku hela napas yang sejak tadi kutahan. Aku sudah cukup lama membuatnya menunggu. Dari sudut mataku kurasakan namja itu tersentak kaget. Entahlah apa maksudnya.

“Rupanya kau sangat ingin mempunyai anak dariku karena kau harap anak kita nanti memiliki wajah yang memikat, iya kan?” kuputuskan untuk berpikir positif. Aku tahu Cho Kyuhyun adalah pria yang pintar, tapi bukan berarti dia itu jahat. Setidaknya meskipun ia seringkali kasar, tapi ia tidak pernah memukulku.

Tak kusangka berikutnya Cho Kyuhyun tersenyum, bukan senyum sinis ataupun senyum dibuat-buat. Tapi entah kenapa aku merasa senyumannya kali ini begitu tulus, seolah aku bisa melihat cerminan hatinya dari senyuman itu. saatnya perhatikan yang lain, Shin Na Ra. Lebih baik kutandatangani saja surat perjanjian ini.

“Tunggu, lebih baik kau baca baik-baik isinya” cegah Kyuhyun sebelum kububuhkan tanda tanganku di atasnya.

“Tidak perlu. Lagipula aku yakin kau tidak mungkin melanggar perjanjian, iya kan..” aku tidak mau ucapan Kyuhyun mempengaruhi keputusanku lagi. maka dengan cepat aku menandatanganinya. Ah, lega sekali.

“Kau harus berjanji, setelah kita bercerai nanti, serahkan seluruh harta yang dititipkan halmeoni padamu. Arraseo!!” ku serahkan surat itu padanya. Kyuhyun mengangguk santai.

“Kuharap kau tidak akan menyesal karena sudah menanda tangani surat ini.” Ucapnya acuh tak acuh sambil bangkit meninggalkanku. Apa maksudnya? Kenapa aku harus menyesal? Justru itu adalah keberuntungan terbesarku.

“Sekarang kau ikut aku” suara datarnya membuyarkan lamunanku.

“Kemana?”

“Dokter kandungan”

“Mwo????? Tidak mau!!” aku segera bangkit dari kursi lalu berjalan melewatinya.

“Shin Na Ra, kau lupa bahwa perintahku adalah mutlak??” suara Kyuhyun terdengar mencekam. Aku menghentikan langkahku lalu menoleh.

“Apa maksudmu?”

Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Dia hanya memperlihatkan surat yang tadi kutanda tangani tepat  ke depan wajahku.

“Lihat point nomor dua..”

Aku terbelalak ketika menyadari point itu berbunyi: ‘Selama berstatus suami, maka perintah Cho Kyuhyun adalah mutlak’. Omo..kenapa aku bisa melewatkannya??? Tanganku yang memegang surat perjanjian itu bergetar hebat.

“Bukankah sudah kubilang untuk baca baik-baik isinya??”

Tubuhku melemas. Aku merasa seperti sudah dibodoh-bodohi oleh namja ini.

 

—o0o—

 

@Rumah sakit

Sial, aku melupakan satu point penting dalam perjanjian. Di surat itu tertulis bahwa Apapun yang Kyuhyun perintahkan itu mutlak. Artinya tidak bisa diganggu gugat. Sial, pantas saja dia memperingatkan agar aku tidak menyesal. Rupanya itu. dan sekarang aku harus ikut dengannya ke rumah sakit untuk memeriksakan kandunganku apakah subur atau tidak.

Di rumah sakit, aku harus menjalani berbagai macam tes laboratorium. Dan sekarang aku tinggal menunggu hasilnya. Diam-diam kuperhatikan namja di sampingku, dia tetap tenang saja menatapi layar Ipad sambil sesekali membenarkan letak kacamata di hidungnya. Huh, kenapa aku bisa terjebak dalam hidup laki-laki sepertinya? Menyedihkan sekali.

“Tuan dan Nyonya Cho..” panggil dokter wanita bernama Seo In Jung. kami segera duduk di depan dokter pribadi keluarga Cho itu.

“Bagaimana hasilnya dok, apa istriku ini bisa hamil dalam tempo dekat?” tanya Kyuhyun sambil menggenggam tanganku. Cih, so romantis sekali dia.

Dokter In Jung tersenyum ramah sambil memperlihatkan hasil tes tadi. “Tentu saja. kandungan Nyonya Na Ra dalam kondisi subur. Jika kalian melakukannya secara teratur, tuan dan nyonya bisa segera memiliki momongan” ucap dokter itu. kyuhyun mendengarkannya dengan seksama sementara aku yah.. dengan setengah hati. bagaimanapun yang menginginkan anak kan namja ini. Sementara aku hanya perantara saja. konsultasi membosankan itu menghabiskan waktu setidaknya dua jam. Setelahnya kami segera pulang.

 

—-o0o—-

“Aku lapar. Buatkan makanan!!!” perintahnya tiba-tiba. aku baru saja meletakkan kantong-kantong berisi barang-barang yang tadi dibeli di supermarket terperanjat kaget.

“Kenapa harus aku? Bukankah kau memiliki banyak pembantu di rumah ini???” tegasku enggan. Benar sekali. Rumah sebesar ini tidak mungkin tidak memiliki pembantu. Dia menatapku dengan ekspresi datar.

“Siapa bilang? Tidak ada pembantu. Semua urusan rumah tangga mulai dari mencuci baju, memasak, membersihkan rumah, semua kau yang lakukan!!!”

“Mwooo???” mataku membelalak dan jelas sekali aku terkejut. apa katanya? Semua pekerjaan rumah aku yang melakukan??

“Wae??? kenapa harus aku??” teriakku tak terima. Aku berkacak pinggang sebal lalu menghampirinya yang saat ini tenang-tenang saja duduk di ruang tengah sambil menonton channel tv.

“Kau istriku, Cho Na Ra. Tentu saja semua itu sudah menjadi kewajibanmu” ucapnya santai tanpa menatapku.

“Kau pikir aku sanggup melakukan semua itu? dan membersihkan rumah seluas ini kau pikir bisa kulakukan dalam waktu sehari???” cerocosku lagi. dia berdecak sebal lalu menatapku. Sebenarnya ada apa dengan namja ini? Sekarang dia jadi suka sekali mengaturku.

“Aku sudah menyiapkan alat-alat yang bisa mempermudahmu melakukan pekerjaan rumah tangga. Selama kau menjadi istriku, kau harus melakukan semua itu. belajarlah menjadi ibu rumah tangga, Shin Na Ra.”

Namja ini!!! Aku ingin sekali berteriak memaki namun tak ada satu patah katapun yang berhasil keluar. Ku telan lagi semua kata-kata yang ingin kutumpahkan padanya dan berbalik kembali ke dapur. Sial, sial, sial. Kenapa bisa jadi begini? Setelah meminta anak dariku namja kolot itu berniat menjadikanku pembantu di rumahnya? Di rumahnya yang besar, mewah, dan luas ini? Aish, jinjja. Aku memegang kain pel saja belum pernah. Tentu saja. di rumahku ada lusinan pembantu yang membersihkan setiap inchi rumah dan mereka tidak membiarkanku menyentuh satu peralatan bersih-bersih sedikitpun. Dan sekarang, namja itu dengan mudahnya menyuruhku melakukan pekerjaan kasar?

Aku ingin sekali membentaknya tapi wajah datarnya membuatku seperti tertusuk dan tak bisa melakukan apapun. Ada apa denganku? Rasanya, aku seperti boneka yang sudah dikendalikan olehnya.

“Apa yang kau lakukan! Cepat mulai memasak. Oh, atau kau berniat mencampurkan racun pembunuh hama dalam masakanmu?”

Aku tersentak ketika mendengar rentetan kalimat tajam yang keluar dari mulut Kyuhyun. dia sekarang sedang berdiri di dekat lemari es untuk mengambil air.

“Tidak. Memang kau punya racun pembunuh hama?” tanyaku sinis.

“Tidak” jawabannya pun datar seperti ekspresinya.

 

Baiklah, Shin Na Ra. Saatnya menunjukkan kemampuanmu!!!

 

—-o0o—

 

*Author POV*

 

Kyuhyun sebenarnya tidak tega membiarkan Na Ra bekerja sendirian di dapur. Ia juga tahu bahwa putri sepertinya tidak mungkin bisa melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci baju ataupun mengepel. Namun cara ini yang terpikirkan untuk mengembalikan sisi anggun dan mengagumkan dari Shin Na Ra. Ia ingin membuatnya menjadi seorang ibu yang hebat. Mungkin dengan begitu, suatu hari nanti ia akan mengingatnya, mengingat pria jahat yang sudah merenggut kebebasannya.

“Cho Kyuhyun, makanan sudah siap!!!”

Kyuhyun tersentak dari lamunannya begitu ia mendengar suara teriakan Shin Na Ra dari dapur. Ia segera mematikan layar laptopnya lalu bergegas ke dapur. Di sana, matanya melebar takjub melihat banyak sekali hidangan lezat di atas meja. Ia melirik ke arah dapur yang cukup, em, yah..berantakan. Na Ra benar-benar memasak untuknya? Dalam hati ia terharu.

“Silakan cicipi masakanku, Tuan Cho..” ucap Na Ra dibuat lembut sambil menarik kursi untuk diduduki suaminya. namja duduk di kursi yang sudah di tarik Na Ra namun ia agak aneh mendengar cara bicara gadis itu.

“Kau tidak makan?” tanyanya curiga karena Na Ra hanya duduk diam saat ia mulai menyendok beberapa makanan ke atas piringnya.

“Tidak, aku tidak lapar.” Jawabnya sambil tersenyum manis.

Kyuhyun mengangguk asal lalu menyendok makanan dan bersiap memasukkan ke mulutnya, namun gerakan itu terhenti sejenak ketika ia mengingat satu kemungkinan. Kepalanya menoleh cepat ke arah Na Ra.

“kau tidak mencampurkan racun apapun kan ke dalam makanan ini?” tanyanya curiga. Shin Na Ra tersentak kaget.

“Tentu saja tidak” tegasnya, seperti tersinggung. Baiklah, sepertinya ia hanya terlalu curiga saja. detik berikutnya ia menyuapkan makanan itu lalu mengunyahnya sejenak.

 

Kyuhyun terdiam saat makanan itu berhasil di cap oleh lidahnya. ia menoleh pada gadis yang kini tengah menatapnya dengan wajah tersenyum.

“Bagaimana, enak tidak?” tanyanya memastikan. Kyuhyun seperti kehilangan kata-kata. Ia hanya mengangguk lalu kembali menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya.

“Ini, enak sekali..” lirihnya terharu. Sungguh, ia tidak bohong. Masakan Shin Na ra tidak kalah dengan masakan chef professional yang membuatkan makanan di rumah orang tuanya.

Na Ra tersenyum puas. tidak sia-sia tadi ia menelepon Chef favorit yang bekerja di rumah orang tuanya untuk meminta resep. Ia melakukan semua petunjuk yang dikatakan chef itu lewat telepon, dan ia tidak menyangka jika hasilnya akan sama. Mungkinkah ia berbakat dalam hal memasak? Atau memang dirinya saja yang bisa melakukan apapun? Entahlah.

Kyuhyun melirik tangan gadis itu yang tampak kasar dan  ada beberapa bekas percikan minyak panas. Mendadak saja gerakan makannya terhenti. Shin Na Ra melukai dirinya sendiri untuk membuatkannya makanan? Entah ia harus terharu atau merasa bersalah.

“Na Ra, tanganmu..”

Na Ra memperhatikan tangannya yang tidak mulus seperti biasanya lagi. sedih memang. Tapi dari pada ia harus memasak ulang karena masakannya tidak enak, lebih baik ia membiarkan tangannya terluka sedikit.

“Ah, jangan dipikirkan. Aku masih bisa menghilangkannya dengan melakukan perawatan spa di salon..” ucapnya ringan sambil mengibaskan tangan. Ia sudah malas melihat wajah dingin Kyuhyun. ia ingin sekali membuat namja itu berhenti mengaturnya ini itu.

Kyuhyun mengerjap. apa yang sudah dilakukannya hari ini? Membiarkan yeoja yang disayanginya terluka karena sikap egoisnya?

“Ikut aku..” mendadak saja Kyuhyun bangkit lalu menarik lengan Na Ra pergi. gadis itu sudah tidak memberontak lagi karena ia tahu akan percuma. Kyuhyun mendudukkannya di tepi ranjang kamar, lalu membuka salah satu laci dan mengeluarkan kotak obat dari dalamnya.

“Ulurkan tanganmu” ucapnya dingin. Na Ra menurut. Ia mengulurkan tangannya yang tadi sempat terkena cipratan minyak panas ketika menggoreng daging ayam. Kyuhyun tanpa berkata apa-apa mengoleskan obat untuk luka bakar ke tangannya. Entah kenapa Na Ra membenci situasi ini. Ia merasa Kyuhyun seperti sedang memojokkannya. Sikap dinginnya itu seolah ingin membuatnya merasa bersalah. Aneh sekali. Kenapa sekarang ia malah memikirkan perasaan Kyuhyun?

“Aku tidak tahu jika kau bisa memasak. Sungguh tadi adalah kali pertamamu memasak?” pertanyaan Kyuhyun mengalihkan perhatian Na Ra. Gadis itu kembali menatapnya.

“Tentu saja. kau pikir Song Ahjussi memperbolehkan aku memasak sendiri jika lapar? Tentu saja tidak” ucapnya santai sambil sesekali melirik Kyuhyun yang tetap dengan wajah datarnya mengoleskan obat ke tangannya.

“Begitu. Pantas saja kau bisa terluka begini. Kupikir kau sengaja melakuannya karena benci padaku..”

 

Na Ra mengerjap. apa maksud kata-katanya? Mengapa ia harus melukai diri sendiri karena membencinya? Bukankah lebih baik membuat namja jahat ini terluka?

Kyuhyun tiba-tiba menarik tangannya, membuat tubuhnya jatuh tepat di pelukannya. Na Ra terkejut, dan tindakan tiba-tiba itu menimbulkan getaran aneh merayapi sekujur urat nadi di tubuhnya.

“Cho Kyuhyun..lepas..” ia mulai merasa sesak karena Kyuhyun memeluk tubuhnya sangat erat. Ada apa dengan namja ini?

“Jangan pernah berpikir untuk melukai dirimu sendiri karena rasa bencimu padaku. Karena, jika kau melakukannya, aku akan sangat terluka..”  suara yang nyaris terdengar seperti bisikan itu mampu membuat Na Ra yang memberontak mendadak diam. Sudut hatinya tersentuh namun sisi lainnya bertanya-tanya. Bagaimana bisa jika ia melukai dirinya sendiri akan sangat berpengaruh bagi namja ini?

“Bukannya seharusnya aku yang merasa sakit? mengapa bisa dirimu??”

Kyuhyun merenggangkan pelukannya namun tetap tak melepaskan Na Ra dari dekapan tangannya.

“Aku tidak mau terjadi apapun terhadapmu. Kau harus tetap Shin Na Ra. Jangan pernah sakiti dirimu sendiri. jika kau membenciku, kau bisa meluapkannya padaku saja. itu lebih baik jika dibandingkan, kau  diam-diam membiarkan dirimu sendiri terluka karena rasa bencimu padaku.”

“Ah, aku tahu. kau tidak ingin di ceramahi macam-macam oleh orang tua kita kan? Ah..benar juga. bukankah kau orang yang menjaga image?”

Kesimpulan asal yang ditarik Na Ra membuat Kyuhyun tersentak. Bukan itu.. ia tidak peduli jika seandainya orang tua mereka memarahinya habis-habisan karena ia tidak bisa menjaga Na Ra. Ia hanya tidak ingin terjadi apa-apa padanya.. mengapa gadis ini tidak bisa merasakan maksud tulusnya?

“Bukan itu maksudku, Shin Na Ra..”

Tiba-tiba saja tangan Na Ra terangkat mencengkram kerah kemeja Kyuhyun. matanya yang tajam itu menatap Kyuhyun seolah ingin menghujamnya seperti pisau yang menusuk dalam-dalam jantung manusia.

“Kalau begitu cepat hamili aku dan biarkan aku pergi dari hidupmu..hanya itu yang bisa membuatku tidak berpikir untuk melukai diri sendiri lagi!!” setiap patah kata yang dikeluarkan dari mulut Na Ra mengandung rasa benci yang mendalam. Kyuhyun sungguh tidak tega melihat Na Ra menderita hidup bersamanya lagi. ia menggenggam tangan Na Ra yang ada di kerahnya.

“Baiklah, ayo kita selesaikan masalah kita..” putus Kyuhyun dengan suara berat. Ia sudah tidak bisa melihat sorot mata penuh derita di mata gadis yang dicintainya lagi. lebih baik ia melepaskannya secepat mungkin. dan membiarkan Na Ra bahagia. Itu jauh lebih baik.

Shin Na Ra perlahan mengendurkan pegangannya. Ia menatap Kyuhyun yang tengah menarik napas berat dengan tatapan gugup. Benarkah Kyuhyun akan membuatnya hamil? Apakah ia siap untuk mengandung anaknya selama sembilan bulan? Apakah ia siap menjadi ibu meskipun nanti ia membiarkan anaknya di besarkan oleh Kyuhyun?

Kyuhyun mengangkat kepalanya, menatap Na Ra langsung dan detik itu pula gadis itu merasa takdir sudah tidak bisa diubah lagi.

“Setelah ini, ku harap kau tidak lagi membenciku, Shin Na Ra..” lirih Kyuhyun seraya mendekatkan wajahnya, hendak mengecup bibir merah milik gadis itu.

Na Ra tahu, detik ini adalah ‘turning point’ dari takdirnya. Dan ia memilih untuk menerima daripada harus melarikan diri. Ia siap apapun yang terjadi asalkan ia bisa terbebas dari Kyuhyun. karena itu, ketika Kyuhyun menciumnya dengan sangat lembut, ia menerimanya dengan sukarela. Saat Kyuhyun mulai merebahkannya di atas ranjang dan melakukan hal lebih pada dirinya, ia terima semua itu. dan detik-detik berikutnya ia hanya bisa berdoa pada Tuhan, semoga ini memang jalan terbaik untuk mereka berdua.

Dan apa yang mereka lakukan malam ini, akan membuahkan solusi manis bagi masalahnya maupun Kyuhyun. yaitu hadirnya seorang bayi.

 

—-o0o—-

 

*Na Ra POV*

 

Chu~

Sebuah ciuman lembut kembali mendarat di bibirku pagi ini. Tidak ada sensasi baru yang kurasakan. Tidak ada desiran asing yang merambah. Hanya yah..kuterima dengan sukarela karena kurasa itu adalah kewajibanku sebagai istrinya.

“Good morning, princess..” Kyuhyun berbisik mesra dan tangannya memeluk tubuhku, lagi. sekarang Kyuhyun kembali memejamkan matanya di sampingku. Dia hanya terbangun untuk memberiku morning kiss? Kreatif sekali.

Kubalikkan tubuhku menghadapnya. Aku heran, meskipun ia tidur ia tetap mengenakan kacamatanya. Aneh sekali. Apa tidurnya nyaman? Atau dia memang mengalami kelainan di matanya? padahal aku penasaran sekali ingin melihatnya tanpa kacamata tebal bertengger di hidungnya itu. jika kuperhatikan namja kolot dan kasar ini tidak terlalu buruk. Dia cukup tampan. Memiliki hidung yang mancung, bibir tebal dan cukup menggoda, alisnya tebal, dan.. matanya, kurasa cukup indah untuk dilihat lama-lama. Dia bisa mendapatkan gadis yang jauh lebih baik dariku. Aku tidak mengerti sama sekali pada sikapnya yang entah setia atau ada maksud lain terhadapku.

Mengapa dia tetap bersikeras menikahiku yang sudah jelas sudah tidak suci lagi. mahkota ku yang paling berharga sudah kuberikan pada Lee Donghae. dan aku bahkan tidak tahu keberadaan namja itu di mana. Aku bangkit lalu mendudukkan diri di atas ranjang. Tak lupa juga kurapatkan selimut yang menutupi tubuh telanjangku. Tentu saja, semalam aku sudah melakukannya—lagi—dengan namja ini. Semua itu karena aku ingin secepatnya hamil, melahirkan, lalu pergi dari kehidupannya.

Setelah aku terbebas dari Kyuhyun, aku akan mencari cintaku, namja itu..Lee Donghae. semoga dia masih mengingatku saat bertemu nanti. Mendadak saja senyumku merekah. Mengingat Donghae selalu membuatku gembira. Entah kenapa. aku harus bergegas, karena hari ini jadwalku pasti sangat padat.

 

—o0o—

 

Aku sudah rapi dan bersiap untuk pergi ke salon. Hari ini adalah jadwalku melakukan  spa dan perawatan tubuh. Pekerjaan rumah bisa kulakukan jika aku pulang dari salon nanti.

“Yak! Mau kemana kau!”

Langkahku terhenti ketika mendengar suara teriakan Kyuhyun. kubalikkan tubuhku menghadapnya. Aneh, kenapa dia belum berangkat ke kantor?

“Katakan kau ingin kemana??” tanyanya protektif.

“Aku akan ke salon untuk perawatan diri.” Aku memilih jujur.

“Mwo?? Tidak, kau tidak boleh pergi kemanapun. Lebih baik kau di rumah, membersihkan rumah atau apapun. Bukankah tugasmu menumpuk”

Aku terbelalak. Dia dengan sikap mandornya malah melotot saat aku menatap tajam dirinya.

“Apa? ingin kuingat kan soal perjanjian itu??” ancamnya.

Aku menghela napas, lebih baik aku turuti keinginannya. Aku tidak mau membayangkan apa yang terjadi padaku jika aku menolak keinginannya.

“Baiklah” aku melengos melewatinya namun dengan sigap ia menahanku.

“Apa lagi??” tanyaku malas.

Kyuhyun mendekat lalu menyingkap beberapa helai rambut yang jatuh di wajahku. Seketika aku terpaku merasakan sentuhan lembut tangannya di wajahku.

“Jangan melukai diri lagi selama aku tidak ada. Arraseo!!” titahnya dengan nada lembut namun tetap tegas.

“Iya, aku tahu”

“dan..” dia diam sebentar, kemudian menatapku tajam. Tangannya membelai pipiku. “Hapus make-up tebal ini. Aku tidak suka jika kau berdandan selama aku tidak ada. Kau harus tampil cantik hanya di hadapanku!!”

“Mwo???” sekarang peraturan macam apa lagi? bagaimana mungkin aku tidak berdandan selama dia tidak ada? Apa kata orang jika melihatku nanti?

“Tidak mau..” kutepis halus tangannya. kali ini aku menolak. Mana mungkin seorang Shin Na Ra tampil polos di depan umum.

“Kau  harus menerimanya. Baik keluar rumah ataupun di dalam rumah, jika tidak ada aku kau tidak boleh berdandan, arra!!!” dia menyentil keningku.

Eungghh!! Mengapa namja ini benar-benar menyusahkan!!!

“Baiklah, puas Tuan Cho!!”

Dia melotot lagi padaku. Baiklah, kali ini apa lagi peraturan yang ingin dia berikan padaku?

“Mulai sekarang panggil aku Oppa!!”

Mataku melebar kaget. Memanggilnya Oppa? Yang benar saja! tapi jika aku menolak, dia tidak akan pernah pergi bekerja. Dan terus membuatku uring-uringan selama satu hari.

“Baiklah, Oppa. Sekarang cepat berangkat kerja!!” usirku malas. Lebih baik dia segera enyah dari hadapanku.

“Bukan seperti itu caranya mengucapkan selamat jalan pada suami”

Oke, sekarang dia ingin membuat kesulitan apa lagi dalam hidupku? Sebelum sempat aku bereaksi, Kyuhyun menarikku ke pelukannya, dan entah bagaimana bisa bibirku menempel dengan bibirnya. Kyuhyun melumat bibirku dengan lembut dan anehnya, ini membuat desiran aneh dalam hatiku merambah ke seluruh alira darah di tubuh.

“Aku berangkat, yeobo..” bisiknya, lalu mengecup singkat bibirku lagi sebelum pergi. meninggalkanku yang hanya berdiri terpaku setelah tingkahnya barusan.

Dan apa ini? Jantungku berdebar kencang?? Siapapun tolong beritahu apa maksud semua ini…

 

To be continued..

149 thoughts on “Kanpeki Na Bad Girl (Part 4)

  1. woah! woah!!!! greget bgt ngeliat kyu-nara, mereka itu sweet lucu, bikin gregetan!!!
    kyaaaa!!! nara mulai merasakan benih-benih cinta tumbuh untuk kyu!!!
    cieee kyu, cintanya mulai terbalaskan cieee..

  2. Benci lagi, lagi lagi benci cho yg terlalu banyak ngutarain perasaannya. Sumpah disini ceritanya kan si kyuhyun yg menderita-jeileh- . Ya pokoknya ketika dia melakukan skinship sesekali aja gt buat nara bego bngt sm maksudnya yg kaya nyalurin perasaan jangan sering2. Jd kasian ama cho makin kebuang hahahaha

  3. nara bener” gg peka ya am perasaan kyuhyun -_-
    apa setelah kyu pergi bru dy sadar kl kyu sayang am dya , cih dasar bad girl , kkkkkk
    yakin deh nanti setelah anak itu lahir , nara gg akan rela anak nya dituker sama harta kekayaan . skrg dya bsa ngomong gni tp ntar pasti mewek deh kehilangan suami yg baik dan anak , miris bangtt degh jd nara :3

  4. Ampun kyu….
    Dr u romntis bnget n carA u mengembalikan na ra ke nara yg dlu sungguh cihuy…

    Na ra…
    Kamu msh blm pham juga kah?n lupa kah kamu tntng kata2 kyu ” Akan kubuat kau jatuh cinta padaku, membelenggumu dengan cinta yang tak akan bisa kau lepaskan. Kau akan memikirkanku seumur hidup hingga rasanya kau bisa gila jika tidak menyebut namaku. Akan kubuat diriku menjadi oksigenmu, hingga kau bisa mati jika tidak adanya diriku di hidupmu. Akan kubuat kau jatuh seutuhnya dalam pesonaku yang tak akan bisa kau tolak, ingat itu Shin Na Ra”….
    Nah perasaan yg ada di dada u itulah tnda2 tentng pernyataan kyu…

    Kau sudh mulai jatuh cinta ma kyu…
    Walo pelan tp pst

  5. Iiihh…nara ga pekaaa…ckckck…ksian c kyu..ampe mau nangis…

    Nah..loh…nara udh punya gtaran2 aneh sma kyu yaaa..?
    Ngpain c mkirin hae yg cma dkanl dlm smlm…ckcckckk…yeoja ni bner2

  6. Ping-balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s