Kanpeki Na Bad Girl (Part 3)

Tittle : Kanpeki Na Bad Girl Part 3
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married life

Main Cast :

  • Shin Na Ra
  • Cho Kyuhyun

 

Disclaimer : This FF is Mine. don’t copy-paste or re-posting without mypermission.

Happy Reading

Kanpeki Na bad girl by Dha Khanzaki1

———0.0———

*Author POV*

Na Ra menatap kosong pantulan dirinya dari cermin setinggi badan yang berdiri kokoh di depannya. Ia tak percaya akhirnya ia terjebak juga dalam permainan takdir. Ia tak percaya sekarang ia berada di sini, dengan gaun pengantin berwarna putih melekat sempurna di tubuhnya. Tak akan lama lagi moment sakral itu akan tiba. dan setelah itu, ia resmi menyandang marga baru di depan namanya sendiri. sebuah marga yang bahkan dalam mimpi terliarnya sekalipun tidak pernah hadir. ia akan menjadi Nyonya Cho Kyuhyun. benarkah ini nyata? Jika hanya mimpi maka siapapun sadarkanlah ia. Ini adalah mimpi terburuknya. Menikahi Cho Kyuhyun adalah impian yang tak pernah ada dalam rencana hidup yang sudah ia rancang sejak kecil.
“Kenapa wajahmu muram? Pengantin tidak boleh sedih di hari pernikahannya” ucap Eomma menenangkan. Na Ra masih bersikukuh dengan ekspresi yang dibuatnya. Ia tidak akan pernah bahagia dengan pernikahan ini. Semua ini hanya keinginan keluarga, bukan keinginannya.
“Mengapa Eomma dan Appa ingin aku menikahi Cho Kyuhyun? apa yang kalian dari sosok namja itu?” suara yang keluar dari mulut Na Ra terdengar pelan, serak, dan miris. Eomma bisa merasakan ketidak bahagiaan dalam hati putrinya saat ini. Ia mendekat lalu menghadapkan Na Ra padanya. Ia merasa bersalah karena sudah membuat Na Ra terpaksa memilih hal yang tidak disukainya. Tapi putrinya ini harus paham. Bahwa segala yang ia lakukan sebagai orangtua, hanya bertujuan untuk membuatnya bahagia.
“Na Ra, dengarkan Eomma baik-baik. Cho Kyuhyun adalah pria yang sangat baik dan bertanggung jawab. Eomma sudah mengenalnya sejak lama. ia memiliki tatakrama dan kepribadian yang mengagumkan. Eomma yakin kau tidak akan menyesal dan akan bahagia jika hidup bersamanya.”
Na Ra tersenyum sinis mendengar penuturan Eomma. Rupanya benar, di hadapan para orang tua Kyuhyun selalu berakting dan ingin menunjukkan betapa sempurnanya dirinya itu. dan sayangnya, ia sudah tahu semua sikap asli Kyuhyun. namja itu kasar, pemaksa, pemeras, tidak tahu situasi, kolot, tidak sopan, dan masih banyak lagi keburukan yang dimilikinya. Kesempurnaan yang berkedok.
“Eomma yakin aku akan bahagia? Kita lihat saja nanti.” Ucapnya dingin. Ia memalingkan wajahnya kembali ke arah cermin. Pandangan kosongnya tertuju pada pantulan seorang gadis yang memakai gaun pengantin. Riasan dan segala aksesori yang menempel ditubuhnya membuat gadis itu tampak sempurna. hanya sayang ada satu kekurangan besar. ia tidak bahagia. Dan seperti itulah ekspresi yang dilihatnya dari cermin. Ekspresi yang memancarkan ketidak bahagiaan. Seperti hatinya.

—o0o—

Segalanya berlangsung lancar dan tak terkendali. Kini Shin Na Ra sudah resmi menjadi istri dari pria yang berdiri di depan altar bersamanya. Cho Kyuhyun. sudut matanya melirik ke arah samping, tepat ke arah Kyuhyun yang menebar senyum bahagia pada orang-orang yang baru saja menyaksikan ikrar pernikahan mereka. Dia benar-benar pandai sekali berakting. Batin Na Ra. Tapi ia pun harus berakting sekarang. Ia harus tersenyum dan mengelabui dunia bahwa betapa bahagianya ia atas pernikahan yang diberkati ini. Senyum itu pun akhirnya terbit di sudut bibir Na Ra. Senyum palsu. Beruntung tidak ada satu pun yang menyadarinya.
“Kalian berdua, ayo lihat kemari!!” teriak salah satu fotografer pada pasangan pengantin itu. Kyuhyun tersenyum dan tangannya menarik pinggang Na Ra mendekat.
“Tersenyumlah..” bisik Kyuhyun tepat di telinganya. Na Ra menurut. Ia tersenyum manis dan perlu ditekankan sekali lagi, senyumnya itu hanyalah akting. Kyuhyun ikut tersenyum dan ia langsung mengecup pipi gadis itu bersamaan dengan blitz kamera yang menyerang mereka. Na Ra tertoleh cepat setelahnya.
“Hanya memberikan pose bagus untuk foto pernikahan kita” ucap Kyuhyun sambil mengangkat bahu. Shin Na Ra mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Namja ini benar-benar jelmaan setan. Ia ingin marah tapi tidak di sini. Tidak di depan ratusan pasang mata yang menyaksikan keduanya dari segala arah. Jika ia menuruti egonya, nama baik keluarga dan dirinya sendiri akan tercoreng.

—o0o—

*Kyuhyun POV*
Aku terus mengucap syukur dalam hati. akhirnya Tuhan mengabulkan permintaan terbesarku. Yaitu menikahi gadis yang kucintai, Shin Na Ra. Ia amat cantik dengan balutan gaun pengantin itu. aku benar-benar beruntung bisa mendapatkannya. Meski dengan cara yang sedikit memaksa dan aku yakin Na Ra tidak suka. Kami bersanding di depan altar, mengucap janji sehidup semati bersama, dan saling menukar cincin yang akan mengikat hati kami selamanya. Tapi, ada satu pertanyaan terbesarku.
Apa hatinya itu milikku??
Ironis memang. Tapi mengingat Na Ra tidak mencintaiku dan malah sangat membenciku membuat sebagian dari hati ini seperti ditusuk-tusuk. Hatinya bukan milikku. Shin Na Ra mencintai pria lain. Mungkin hanya aku yang tahu betapa tersiksanya Na Ra dengan pernikahan ini. Aku tahu senyum manis yang ia buat hari ini merupakan kebalikan dari isi hatinya. Dan akulah penyebab semua ini.
Seegoisnya kah diriku? Aku hanya menginginkan kebahagiaanku sendiri dengan menjadikan Shin Na Ra sebagai obsesiku tanpa memandang apakah dia mencintaiku atau tidak. Aku hanya ingin dia tahu bahwa aku ada dan aku mencintainya. Dengan segenap hatiku. Jika ia mau, aku bisa memberikan seluruh harta yang kumiliki padanya asalkan dia mau memberikan cintanya padaku. Tidak ada hal yang paling kuinginkan di dunia ini selain keberadaannya di sisiku.

—o0o—
“Kau lapar?” aku bertanya padanya untuk yang ketiga kali. Kami saat ini sudah berada di rumah dan pesta resepsi sudah selesai sejak satu jam yang lalu. Tapi tidak ada yang kami lakukan selain saling diam dan seolah ada tembok yang memisahkan di antara aku dan Na Ra. Aku bahkan tidak berani mendekatinya yang tengah duduk termenung di atas ranjang.
“Aku tidak lapar.” Jawabnya singkat dan lemah. Ayolah, aku tahu itu bohong. Aku tidak melihat dia makan apapun selama di pesta tadi. aku memberanikan diri duduk di sampingnya.
“Jangan begitu, chagi. Kau bisa sakit nanti. Dan aku tidak ingin mendapatkan omelan dari para orang tua itu.” segera kukatupkan bibir ini begitu sadar perkataanku tadi bisa membuat Na Ra salah paham. Ia pasti akan mengira aku hanya mempedulikan image-ku di mata orang-orang tua dan mengabaikannya. Benar saja, Na Ra menoleh dengan mata membelalak ke arahku. Oh, aku sangat menyesal sudah membuatnya marah.
“Kau tenang saja, aku akan berpura-pura ‘aku baik-baik saja dan aku bahagia’ di depan mereka. Jadi, kau tidak perlu mencemaskanku.” Ia membentakku dengan suara tinggi. Aku terbelalak karena kulihat matanya mulai berair, dia akan menangis kembali.

Na Ra memalingkan pandangannya dariku lalu mulai terdengar isak tangisnya. “kalau bisa, hiks..kau jangan pedulikan aku dan biarkan aku mati.” Lirihnya. Hatiku mencelos mendengar Shin Na Ra mengucapkan kalimat itu. apa, menikah denganku adalah penyesalan terbesarnya seumur hidup? Apakah menikah denganku sebuah dosa baginya?
Tanganku terulur mengusap lembut puncak kepalanya. namun secepat kilat juga dia menepis tanganku.
“Jangan berpura-pura baik di hadapanku, Cho Kyuhyun!! aku sudah muak dengan semua kepura-puraanmu” tiba-tiba Na Ra bangkit dan beranjak ke luar kamar.
“Kau mau kemana????” teriakku. Na Ra tidak mempedulikan teriakanku dan terus beranjak dan saat ia akan memutar kenop pintu, ia menolehkan kepalanya padaku.
“Meskipun kita sudah menikah, jangan harap kau bisa meluluhkan hatiku. Bukankah sudah kubilang, aku tidak akan mencintaimu ataupun setia padamu. Aku menikah hanya semata-mata memenuhi keinginan terakhir nenekku.” Ucapnya dengan pandangan dingin. Setelah itu Na Ra keluar dari kamar dengan membanting pintu keras-keras. Aku hanya bisa berdiri kaku di tempat tanpa bisa melakukan apapun. Aku tercengang dan tubuhku membeku seluruhnya. Shin Na Ra, kau membuatku menjadi pria pengecut dalam waktu singkat.

—o0o—-

Seminggu waktu tanpa terasa berlalu. Sejak kejadian malam itu, Shin Na Ra tidak pernah mau berbicara padaku. Ia sering menghindar saat berpapasan dengaku di rumah. Aku serasa menjadi orang asing di rumahku sendiri. ia juga mulai tidak mendengarkanku. Seringkali aku menangkap basah Na Ra tengah mabuk dengan gelas wine di tangannya. Aku memang menyimpan persediaan wine di rumah. Tapi itu kulakukan bukan untuk membuatnya mabuk. Tak ayal Na Ra juga sering kali pergi dan pulang hampir tengah malam. saat kutanya dia pergi kemana, dengan enteng ia hanya menjawab ‘aku habis bersenang-senang dengan namja lain’. Shin Na Ra, apa kau tidak tahu betapa sakitnya hatiku saat mendengarnya? Apa di matamu aku tak lebih dari seorang penjahat yang sudah merenggut kebebasanmu????
Kepalaku terasa sakit setiap kali memikirkan sikap Na Ra yang semakin hari semakin memburuk. Ia selalu terlihat frustasi dan tidak bahagia. Aku sudah mengupayakan segala cara untuk membuatnya bahagia. Aku ingin mengembalikan Shin Na Ra yang dulu. Shin Na Ra yang anggun, ramah, menyenangkan, pintar, dan percaya diri. Shin Na Ra yang sudah membuatku jatuh cinta untuk yang pertama kalinya. Tapi apa daya, seperti mencoba membuat bubur menjadi nasi, rasanya hal ini mustahil. Aku harus memikirkan cara agar istriku bisa kembali menjadi dirinya yang dulu.

—o0o—-

*Author POV*

Malam ini Kyuhyun lagi-lagi mendapati Na Ra tidak ada di rumah. Saat ia membuka kamar Na Ra untuk memastikan keberadaannya, hanya udara kosong dan hampa yang ia dapat. Kyuhyun mendesah untuk yang ke sekian kalinya.
“Shin Na Ra, kau benar-benar membuatku pusing” ucapnya pasrah. Ia melupakan niatnya untuk istirahat setelah lelah bekerja di kantor dan memilih mencari istrinya. Tak sulit untuk melacak keberadaan Na Ra. Karena ia tahu di mana ia bisa menemukan Na Ra. Yaitu klub malam elit tempatnya biasa menghabiskan waktu.

@empire night’s club
Alunan musik beat sudah menggema bahkan sampai terdengar ke luar klub saat Kyuhyun tiba di sana. Ia mengedarkan pandangan mencari seseorang yang di rasa bisa membantunya.
“Ya, kau!!” teriak Kyuhyun pada bartender bernama Edward itu. pria berwajah kebarat-baratan itu menghampirinya lalu tersenyum ramah.
“Iya, Mister” ucapnya.
“Aku mencari Na Ra, apa dia kemari?” tanya Kyuhyun langsung. Musik yang bertalu-talu kencang membuatnya harus agak berteriak.
“Oh, Miss Na Ra. Iya. Tadi kulihat dia menari bersama seorang pria, mister. Di lantai dansa sana. Anda bisa menemukannya” ucap Edward menunjuk lantai dansa yang dipenuhi pasangan pria dan wanita yang menari bebas mengiringi alunan lagu yang dimainkan. Kyuhyun menoleh cepat ke arah yang ditunjuk. Dadanya langsung berdesir hebat dan tanpa menunggu waktu, ia segera melangkahkan kakinya menerobos kerumunan itu.
Ia tak peduli pada orang-orang yang mengeluarkan kalimat makian padanya saat Kyuhyun dengan paksa menyeruak masuk dengan mendorong siapapun yang menghalangi jalannya. Matanya mengelana mencari satu sosok di antara sekian banyak orang yang menari di sana. Hanya satu yang dicemaskannya saat ini. Shin Na Ra, istrinya.
“Na Ra..” desisnya geram saat akhirnya ia menemukan Shin Na Ra tengah menari bersama seorang pria tak di kenal. Tangan istrinya itu melingkar memeluk kepala namja di hadapannya. jarak mereka sangat dekat karena namja itu pun memeluk erat pinggang Na Ra. Mereka menari bebas, bahkan nyaris menari erotis. Kyuhyun sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. ia menderap menghampiri dua orang itu dan tanpa membuang waktu segera melayangkan tinjunya ke pipi namja kurang ajar itu.
“Kyaaa..” orang-orang menjerit kaget, termasuk Na Ra saat pria itu terjungkal jatuh ke belakang dan menubruk orang-orang di sekitarnya. Na Ra membelalak kaget saat matanya dan mata Kyuhyun bertemu. Ia merasa seluruh tubuhnya membeku karena ini pertama kalinya ia melihat sorot mata Kyuhyun dipenuhi rona marah, geram, dendam, bahkan terluka. Tak lama mereka saling bertatapan karena Kyuhyun segera memalingkan wajahnya ke arah pria yang tadi di tinjunya hingga jatuh.
“Berani sekali kau melakukannya. BERANI SEKALI KAU MENYENTUHNYA!!!” teriak Kyuhyun geram. Pria itu bangkit dengan raut tak kalah geram.
“Kau siapa!! apa hakmu memukulku! Lagipula gadis ini pasanganku malam ini. Jadi kau..” ucapan pria itu terhenti karena lagi-lagi Kyuhyun meninjunya.
“Cho Kyuhyun!!” teriak Na Ra panik. Ia berusaha menahan tangan Kyuhyun saat pria itu ingin menghajar pria yang bersamanya tadi.

Kyuhyun sudah diselimuti rasa marah yang tak terkendali. Ia ingin sekali rasanya membunuh namja yang berani menyentuh istrinya. Dengan pandangan mematikan, ia melotot pada namja yang terkapar di hadapannya.
“Jika sekali lagi kau menyentuhnya, aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu” ancamnya.
“Apa hakmu????” teriak pria itu tidak terima.
Kyuhyun menyeringai “Hak? Aku suaminya!!!”
Pria itu dan Na Ra terkejut. Kyuhyun menarik tangan Na Ra lalu memperlihatkan cincin pernikahan yang melingkar di jari manisnya dan istrinya itu. pria itu terbelalak lebar dan mulutnya mengatup sempurna. tanpa berkata apa-apa lagi Kyuhyun menarik Na Ra pergi dengan paksa. Kali ini Na Ra tidak memberontak seperti biasanya karena ia terlalu takut. Ini pertama kalinya ia melihat Kyuhyun sekalap ini sampai mengancam akan membunuh segala.
Ia terus diam hingga mereka tiba di rumah.

—o0o—

*Na Ra POV*
Aku tidak berani berbicara sepatah katapun karena saat ini aku bukan tengah menghadapi manusia. Melainkan seekor singa yang sedang dikuasai emosi. Jika aku salah berbicara saja, aku pasti sudah habis di makan olehnya. Kyuhyun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga tiba di rumah.
“Keluar” perintahnya dengan suara datar dan dingin. Aku menurut. Aku keluar dari mobil dan berdiri di depan rumah dengan perasaan was was yang menghantui. Akan diapakan aku nanti?
Kyuhyun keluar dari mobilnya kemudian berjalan cepat ke arahku. Jantungku berdebar kencang karena takut saat Kyuhyun dengan pandangan dingin menarikku ke dalam rumah. Ia membanting pintu dengan kencang dan terus menyeretku masuk ke dalam kamar.
Kulupakan rasa sakit yang menjalari tanganku karena sekarang yang kucemaskan adalah keselamatanku.
“Buka bajumu” perintahnya dan sukses membuat mataku terbelalak.
“Mwo????” dia sudah gila. Jika aku menuruti perintahnya, maka akan terjadi sesuatu yang tak kuinginkan. “Shireo..” ucapku sambil menyilangkan tangan di depan dada.
“turuti perintah suamimu, Cho Na Ra” ucapnya dengan mata melirikku tajam. Tubuhku bergetar kembali. Kumundurkan perlahan posisiku dan ia malah maju mendekatiku.
“A-apa yang akan kau lakukan??? Menodaiku kembali!!” teriakku sambil terus mundur.
Seringaian setannya kembali muncul, membuatku bergidig hebat. “Menodai? Bagaimana mungkin di sebut menodai saat status kita sudah suami istri? Aku hanya ingin menagih hal yang seharusnya kulakukan padamu saat malam pertama”
Tidak mungkin!! dia akan melakukannya lagi!! apa dia benar-benar berniat membuatku hamil? Aku tidak mau mengandung anaknya. Aku tidak mau!!

Sebelum sempat aku menolak, Kyuhyun sudah mendorongku jatuh di atas ranjang. Ia dengan sigap mengurungku di bawah kendalinya. Tangannya mencengkeram erat ke dua tanganku, lalu mengikatnya dengan dasi yang ia kenakan. membuatku tidak bisa memberontak ataupun meronta. Mataku mengerjap karena Kyuhyun kini tengah menatapku dengan ekspresi yang sulit kuartikan. Entah itu marah, kecewa, senang, atau bergairah.
“Katakan, bagian mana saja yang sudah namja itu sentuh?” tanyanya tajam. Aku terbelalak. Namja mana?? Namja yang tadi bersamaku di klub? Yang benar saja. kami hanya minum sebentar lalu berdansa. Dan aku hanya memeluk lehernya karena setelah itu dia datang mengacaukan segalanya.
“Tidak ada, dia tidak menyentuh ku lebih dari sekedar memeluk!!”
“Bohong” ucapnya dengan mata menyipit. “Apa dia menyentuhmu di sini?”sebelah tangannya terulur menyentuh sudut bibirku. aku bergetar takut. Ini salahku karena melupakan bahwa aku menikahi pria pengekang sepertinya.
“Ti—“ ucapanku terpotong karena Kyuhyun membungkam bibirku dengan ciuman yang dalam dan menuntut. Aku bisa merasakan sesuatu yang aneh saat ia melakukannya. Seperti, ia ingin mengatakan padaku bahwa aku hanya miliknya dan tidak boleh ada pria lain yang menyentuhnya. Aku meronta saat paru-paruku tak terisi udara lagi.
Aku terengah ketika ia melepaskan ciumannya. Kyuhyun tidak mempedulikan tatapan memohonku. Kini tangannya bergerak menurunkan tali mini dress yang kukenakan.
“Apa dia juga menyentuhmu di sini?” tanyanya kemudian mengecup kulit leherku.
“Enghhh..” aku mendesah halus ketika Kyuhyun tak henti-hentinya menciumi leherku. Ciumannya turun ke bagian lain dan ia melepaskan seluruh pakaianku dan pakaiannya. lalu Tangannya memeluk erat pinggangku dan tubuhnya menindihku sempurna. aku benar-benar sudah tidak bisa berkutik lagi.

—o0o—-

Aku terbangun ketika indera penciumanku mengendus bau harum. Kutebak ini adalah bau teh melati kesukaanku. Mataku terbuka perlahan dan menemukan Kyuhyun duduk di pinggir tempat tidur dengan secangkir teh yang mengepulkan asap di tangannya. Ia tersenyum manis padaku. Jih, di mana letak rasa bersalahnya setelah menyerangku semalam?
“Kau sudah bangun, sayang?” ucapnya dengan suara di buat manis namun justru membuatku muak mendengarnya. Aku mendudukkan diriku di atas ranjang dan tanganku berusaha menutupi tubuh polosku dengan selimut.
“Sekarang apa maumu?” tanyaku sinis. Kulihat ia sudah rapi dengan pakaian santainya dan tentu saja..harum..loh, dia tidak pergi bekerja? Bukankah sekarang bukan hari minggu?
“Aku ingin kau meminum teh ini. Ini bisa membantu memulihkan tenagamu yang terkuras habis karena olahraga kita semalam” ucapnya sambil mengedipkan mata. Ha..aku ingin tertawa kencang mendengarnya. Benar-benar memuakkan. Aku malas berdebat dengannya. Maka kuambil cangkir yang diulurkan olehnya kemudian menyesap teh itu sedikit. Ah, harus kuakui aku merasa segar kembali dan tenagaku rasanya terisi penuh. Tanpa sadar aku tersenyum dengan mata terpejam menikmati kehangatan yang menjalari seluruh tubuhku. Dan beberapa detik kemudian kurasakan kecupan lembut mendarat di pipiku. Mataku terbuka cepat lalu menoleh ke arahnya dengan pandangan kaget.
“Kau sangat manis” ucapnya sambil mengusap pipiku. Berlagak sok manis rupanya. Tapi maaf, aku tidak akan terpengaruh.
“Berhentilah menggangguku. Bukankah kau sudah mendapatkan apa yang kau ingin kan semalam??” ucapku ketus. Dia tertawa.
“Benar juga.” ia mendekatiku, membuatku mengerjap gugup. “Tak kusangka pria itu tidak menyentuhmu sama sekali. Karena aku tidak menemukan satupun ‘tanda’ itu di tubuhmu” ucapnya lalu memamerkan senyum penuh kemenangan.
Aku terkesiap kembali. Jadi, jadi..yang ia lakukan semalam padaku hanya ingin membuktikan bahwa tidak ada yang menyentuhku kecuali dirinya??? Aku tidak percaya!!
“Pergilah!! Aku tidak ingin melihatmu hari ini” ucapku sambil memalingkan wajah. Aku marah, tentu saja.
“Harusnya kau yang pergi. ini kamarku” ucapnya membuatku sadar. Ah, benar juga. kamarku ada di sebelah.
“terima kasih sudah mengingatkan” bentakku kesal. aku meletakkan cangkir di atas meja lalu beranjak turun.

“Apa kau marah padaku??”

Langkahku terhenti ketika mendengar pertanyaannya. Marah? Oh, tentu saja. kenapa ia baru tersadar sekarang?
“Ya, aku marah sekali” ucapku dengan penekanan pada setiap katanya. Ia bangkit lalu mendekatiku.
“Kenapa? apa karena aku bukan tipemu?” tanyanya lagi dengan wajah serius. Ada apa dengannya hari ini? Apa ini salah satu caranya untuk membuatku luluh?
“banyak. sikapmu yang menyebalkan, buruk, arogan, pemaksa, dan suka sekali mengatur. Aku benci segala hal yang ada di dalam dirimu” aku terdiam sejenak. dadaku mendadak saja bergemuruh hebat dan aku berusaha untuk tetap tenang.
“Kenapa kau tetap bersikukuh menikahiku? Aku bukan gadis baik-baik dan aku tahu dengan jelas. Apa karena aku pintar? Atau kau menginginkan tubuhku untuk pemuas nafsu birahimu? Atau sejak awal kau memang mengincar harta keluarga Chaebol Shin yang melimpah ruah? Katakan, apa tujuanmu!!” aku benar-benar tidak memahaminya. Dia bisa mendapatkan gadis yang lebih baik dan bisa mematuhinya daripada diriku. Kenapa ia bertahan pada keputusannya untuk menikahiku yang tidak menyukainya? Apa ia memang memiliki tujuan lain?

Kyuhyun terpana beberapa saat lalu menunduk untuk menarik napas. “Haruskah aku mengatakannya??” tanyanya padaku.
“Tentu saja” ucapku.
Ia menatapku dengan mata penuh luka. “Ini karena perjanjian.” Ucapnya. Aku terbelalak.
“Apa maksudmu?” aku butuh penjelasan yang masuk akal atas kalimatnya itu.
“Kau tahu, Nenekmu dan kakekku dulu adalah sepasang kekasih. Namun karena peraturan keluarga yang mengharuskan mereka menikah dengan calon yang sudah dipilih keluarga, mengharuskan mereka berpisah. Namun rasa cinta di antara mereka tidak pernah padam hingga akhirnya mereka membuat perjanjian untuk menikahkan keturunan mereka kelak. Dan perjanjian itu baru terlaksana ketika kau dan aku lahir. Sejak kecil kita sudah digariskan untuk menjadi suami istri saat dewasa kelak. Dan aku sebagai satu-satunya pewaris di keluarga Cho, tidak bisa berbuat apapun. Begitupun kau. Karena sudah ada ikatan perjanjian yang menghubungkan kita.” Jelasnya panjang lebar. Mulutku menganga entah karena kaget, takjub, atau tak percaya. Yang pasti ceritanya itu benar-benar mengejutkan. Benarkah? Kedengarannya itu seperti dongeng yang dipaksakan.
“Mustahil. Berhenti mengarang bebas dan katakan sejujurnya!!”
“Aku tidak berbohong!! Bukankah ceritaku menjelaskan mengapa kedua orangtuamu juga nenekmu begitu ingin kau menikah denganku? Apa kau tidak bertanya-tanya mengapa? Inilah alasannya. Karena ikatan janji”
Aku terdiam. Ragu-ragu kutatap wajah Kyuhyun di hadapanku. Dia tampak serius. Aku bisa melihat keyakinan dan kesungguhan terpancar dalam binar mata yang ada balik kacamata yang dipakainya.
“Aku tidak akan percaya semudah itu!” tegasku akhirnya. Meskipun sudut hatiku sudah membenarkan sebagian, tapi sisi lain diriku yang masih waras menolaknya. Aku tetap tidak akan pernah menerima perjanjian yang membuat hakku memilih pasangan hidup hilang.

Aku hendak membalikkan badan lagi saat suara Kyuhyun kembali terdengar.
“Bagaimana kalau kita membuat perjanjian” ucapnya. Aku menoleh ke arahnya kembali. Kyuhyun mendekatiku.
“Aku paham kenapa selama seminggu ini kau terus menghindariku. Karena kau marah. Kau marah padaku karena pernikahan ini. dan kau melakukan semua ini karena terpaksa demi memenuhi keinginan terakhir nenekmu. Baiklah.” Ia menghela napas sejenak sementara aku berdebar kencang. Apa yang akan di katakannya? Apa dia akan menceraikanku?
“Aku akan membantumu mendapatkan seluruh hak waris atas harta keluargamu” ucapnya. Aku terkesiap senang. omo..dia baik sekali.
“Tapi dengan satu syarat” selanya membuat senyumku memudar.
“Apa?” selidik ku penasaran.
“Aku menginginkan anak darimu”

Aku terdiam beberapa saat setelah mendengarnya. “Mwo????” pekikku saat seluruh syaraf di otakku bekerja cepat. Apa yang dikatakannya? Dia ingin seorang anak? Dariku? Kenapa???? banyak sekali pertanyaan berkelebat di dalam otakku. Dan yang kulakukan hanyalah menatapnya tanpa mengedipkan mataku. Aku tercengang sempurna.
Kyuhyun membalas tatapanku dengan ekspresi serius. “Kau bisa mendapatkan seluruh hartamu dan aku mendapatkan anak darimu. Setelah itu kita bisa bercerai. Semua masalah selesai” jelasnya ringan. Mulutku tergagap ingin membalas ucapannya. Namun karena terlalu banyak yang ingin kutumpahkan, akhirnya yang terucap hanyalah sebuah pertanyaan yang tidak penting.
“Kenapa kau menginginkan anak dariku????”
Kyuhyun mengendikkan bahu. “Aku tidak berniat untuk menikah kembali setelah bercerai nanti. Dan aku satu-satunya anak di keluargaku. Karena itu aku membutuhkan keturunan agar kelak ada yang meneruskan bisnis keluarga Cho. Bagaimana?”
Dia sudah gila..benar-benar gila. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika aku mengandung anaknya nanti dan melahirkan anaknya. Tidak!!!
“Aku hanya memberikan satu penawaran. Terserah kau ingin menerimanya atau tidak” ia melengos keluar lebih dulu dari kamar. Aku merapatkan selimut yang menutupi tubuhku kemudian mengejarnya.
“Chakkanman!!”

Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan ke arahku. “Apa? kau sudah memutuskan?” tanyanya dengan seringaian penuh kemenangan.
“Kenapa aku harus memenuhi persyaratanmu? Harta warisan itu pasti akan jatuh ketanganku karena aku sudah memenuhi keinginan nenek.” Balasku dengan perasaan menggebu. Bukankah dalam surat nenek hanya di katakan aku harus menikah dengan Kyuhyun agar bisa mendapatkan harta warisan.
Kyuhyun menyeringai. Ia pergi lalu kembali membawa sebuah berkas di tangannya.
“Baca ini. dan aku yakin kau tidak akan sanggup menolak penawaranku.”
Berkas apa itu? aku segera merebut map yang disodorkannya. Dengan cepat aku melihat isinya. Kubaca dengan teliti setiap baris kalimat yang tercetak rapi di atasnya. Seketika mataku terbelalak dan mulutku menganga. Apa ini?????
“See, harta itu sudah di serahkan oleh nenekmu sendiri padaku. Jadi Shin Na Ra, jika kau menginginkan semua harta itu, berikan aku seorang anak dan setelah itu kau akan terbebas selamanya dariku”
Tanpa sadar aku menjatuhkan berkas di tanganku. Otakku, tubuhku, pikiranku, semuanya membeku di saat yang bersamaan. Bagaimana mungkin Nenek mengkhianati cucunya sendiri dan menitipkan semua harta warisanku pada namja jahat ini. apa yang membuatnya menyerahkan hartanya pada Kyuhyun?????
Ku tatap Kyuhyun yang bersedekap tenang dengan perasaan hancur. Aku..tidak memiliki pilihan lain. Jika aku ingin terbebas darinya, maka aku harus mengandung dan melahirkan anak untuknya lalu ia akan menceraikan dan menghilang selamanya dari hidupku?
“Baiklah. Aku terima penawaranmu”
Satu kalimat penentu takdir akhirnya terucap juga. Kyuhyun tersenyum miris sementara aku bingung. entah ekspresi apa yang harus kutunjukkan sekarang.
“Terima kasih karena sudah mau mengandung anakku nanti” ucap Kyuhyun. ia mendekat lalu mengecup bibirku singkat. Tak ada sensasi yang kurasakan. Setelah itu aku hanya menatap nanar punggung Kyuhyun yang menjauh meninggalkanku. Tubuhku seolah berubah menjadi patung. Tak kusangka akhirnya Kyuhyun mau melepakanku juga. tapi, sekali lagi mengapa namja itu menginginkan anak dariku???
Aku mengerjap kaget ketika menyadari sesuatu. Mungkinkah Kyuhyun, mencintaiku???

To be continued…

181 thoughts on “Kanpeki Na Bad Girl (Part 3)

  1. Haduh iya nara,kyuhyun itu emang cinta sm qm,tp knp kyu bwt perjanjian kyx gtu ya? mngkn alasan kyu walau nanti gk bs dptin nara tp paling enggk dia suatu yg berharga yg ditinggalin nara bwt kyu yaitu anak😀 *haha reader sok tw

  2. aishhh nara pabbo -_- udah jelas” kyu itu beneran cinta ama nara tapi kenapa kenapa nara nya gak sadar” juga sih.. kasian kyuoppa :v

  3. Na Ra, baru sadar kamu?
    Ck, sejal dulu kemana saja dirimu, Cho Kyuhyun yang malang…
    Seriusan itu hak waris dijatuhkan pada Cho. Waw…

  4. Haaaaaa emang kyuhyun udah menyerah gitu aja.. Wahhhh dia setia banget gak akan menikah lagi setelah cerai dari nara😭😭😭😭.. Alay deh gue 😂😂

  5. Ping-balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s