Kanpeki Na Bad Girl (Part 2)

Tittle : Kanpeki Na Bad Girl Part 2
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : NC 17, Romance

Main Cast :

  • Shin Na Ra
  • Cho Kyuhyun

 

Disclaimer : This FF is mine. Don’t Copy paste or re-posting without mypermission.

Kanpeki Na bad girl by Dha Khanzaki1

———0.0———–

Kyuhyun meleletkan lidahnya ke arah Na Ra. Dia berjalan menjauh dan berhenti tepat di depan lemari pakaiannya. Na Ra berdecak kesal. Sebenarnya tadi ia hampir berteriak ketika Kyuhyun turun dari ranjang. Ia berpikir tubuh namja itu full naked seperti dirinya ternyata tidak. Dia sudah memakai boxernya. Huh, membuat orang kaget saja.

“Annyeong haseyo, Tuan Shin” Kyuhyun berkata sopan sambil membungkukkan sedikit badannya meskipun ia sedang berbicara di telepon. Na Ra yang melihatnya hanya mencibir jengkel. Bisa-bisanya dia berakting begitu. Rupanya benar, di hadapan orang lain dia bersikap seolah-olah dia itu pria baik dengan kepribadian yang sempurna. ciih.

“Oh, putri anda..” Kyuhyun menoleh dengan tatapan nakal pada Na Ra,membuat gadis itu terperanjat dari duduknya dan memberi isyarat agar Kyuhyun tidak mengatakan apapun tentangnya. “Dia ada di sini.” Ucap Kyuhyun membuata Na Ra mengerang.

“Tenang saja Tuan. Semalam kami banyak membahas masalah perusahaan hingga larut dan dia sekarang masih tertidur. Ponselnya kebetulan tertinggal di ruang tamu dan aku mengangkatnya karena kupikir ini panggilan penting.” Kyuhyun tertawa sebentar lalu berkata lagi. “Ah, tidak merepotkan kok, Tuan. Putri anda sangat manis dan lemah lembut. Iya..baik..terima kasih.” Setelah itu Kyuhyun menutup ponsel itu lalu melirik nakal pada Shin Na Ra, seringaian iblisnya menguar membuat gadis yang masih duduk manis di atas ranjang itu bergidig ngeri.

“Masalah Appamu, sudah kuatasi. Jadi kau tidak perlu takut akan di marahi.”

 

Na Ra merapatkan selimutnya, lalu beranjak dari tempat tidur menghampiri Kyuhyun. “Sekarang kembalikan ponselku!”

Kyuhyun tidak membantah, ia memberikan ponsel itu begitu saja. Na Ra mengamati ponselnya baik-baik. Lalu mendengus.

“Aku harus pulang” ia berlalu melewati Kyuhyun, namja itu mendesah pelan dan dengan nakalnya kembali menahan pinggang Na Ra. Menariknya mendekat.

Deg..deg..

Gadis itu mengerjap, kenapa jantungnya berdebar begini? Ia merasakan dada namja itu menempel erat di punggungnya. Hangat. Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke dekat telinga Na Ra, menghembuskan napasnya di sana sambil memejamkan mata.

“Ma-maumu apa sekarang?” tanya na Ra terbata. Ia tak sanggup bergerak dari tempatnya. Ia takut Kyuhyun akan menyerangnya seperti semalam.

Kyuhyun tersenyum, ia tak percaya rupanya mudah sekali menakhlukan gadis ini. “Jangan coba-coba kabur lagi dari ku. Jika kau melakukannya, terpaksa aku akan memborgolmu di kamar ini.” Bisiknya.

“Cih, memang kau siapa. lepaskan!” Na Ra memberontak. Dia meronta sambil melepaskan tangan Kyuhyun yang melingkar di perutnya.

“Give me a kiss, babe. After that, I’ll let you go” Kyuhyun menggelitiki tengkuk Na Ra dengan hembusan napasnya yang tak teratur. Bulu roma gadis itu kembali berdiri, tubuhnya seperti tersengat aliran listrik bertegangan rendah.

“Engghh..” sial! Tanpa sadar ia malah mendesah. Meskipun ia menolak, namun tak bisa dipungkiri rasanya sungguh menggairahkan. Kyuhyun kembali mendaratkan bibirnya di leher gadis itu, memberikannya kecupan ringan namun sarat akan emosi. Na Ra menggigit bibirnya keras-keras agar mulutnya tidak mengeluarkan desahan. Jika ia melakukannya, Kyuhyun akan semakin bertindak jauh.

“Engh..jebal..” akhirnya Na Ra menyerah. Ia hanya pura-pura. Selagi Kyuhyun asyik mencumbunya, ia merasakan pelukan Kyuhyun merenggang dan itu tak akan di sia-siakan. Ia langsung mendorong Kyuhyun jauh-jauh, memungut semua pakaiannya, lalu berlari ke dalam kamar mandi.

Kyuhyun terkekeh pelan, ia mendesah penuh kemenangan melihat gadis pujaannya itu kalang kabut.

“Kali ini aku akan egois, Shin Na Ra. Tak akan kubiarkan kau jauh dari jangkauanku lagi.” gumamnya

 

—o0o—

 

“Sudah diputuskan, kau akan menikah minggu depan”

Na Ra tersedak scone yang sedang di santapnya. Matanya mengerling tajam pada sosok yang duduk di kepala meja makan yang tak lain adalah Appanya sendiri. kalau telinganya tidak salah tangkap, tadi Appa tercintanya itu mengatakan bahwa ia, dirinya, akan menikah minggu depan? What the—

“Appa, aku tidak bilang setuju kan!” ralat Na Ra. Keningnya mengerut meminta penjelasan yang masuk akal dari siapapun di ruangan itu. umma lebih dulu angkat bicara.

“Cho Kyuhyun adalah menantu sempurna untuk keluarga kita. Lagipula bukankah kalian sudah sangat akrab. Kudengar kemarin kalian sampai menginap hanya untuk membicarakan bisnis.”

Kali ini Na Ra mengumpat dalam hati. ia menyesal karena membiarkan namja berkacamata itu berkoar-koar tidak jelas pada Appanya. Harusnya waktu itu ia tidak membiarkan Kyuhyun merebut ponselnya.

“Tapi aku tetap tidak setuju! Berhentilah mengaturku. Usiaku sudah 23 tahun dan aku berhak memutuskan bagaimana seharusnya hidupku! Permisi.” Na Ra menggeser kursinya, bangkit lalu beranjak dari ruang makan.

“Lihat anak itu, aigoo..” decak sang Appa.

 

—o0o—

 

*Na Ra POV*

Mengapa hidupku sial begini? Menikah dengan Cho Kyuhyun? dalam mimpi pun tidak pernah terlintas ide buruk itu. dan kenapa juga harus Cho Kyuhyun? memang tidak ada namja yang lebih keren dan kompeten selain dia? Won Bin misalnya.

Kulempar ponselku ke atas ranjang dan kubiarkan diriku terbaring di atas ranjang empuk buatan Italia ini. Kepalaku menengadah ke langit-langit, memikirkan cara untuk keluar dari ritual zaman batu seperti perjodohan. tiba-tiba saja berkelebat bayangan namja itu di retina mataku. Aku mengerjap lalu bangkit duduk.

“Benar juga, Lee Donghae!!” aku menepuk keningku sambil terkekeh kecil. Kenapa aku sampai melupakan namja tampan itu? bukankah kami sudah berjanji untuk bertemu kembali? Tidak ada salahnya jika aku meminta bantuannya untuk menjadi kekasihku. Bahkan, menjadi suamiku pun tak apa. aku rela jika harus menikah dengan Lee Donghae.

 

Itu bukan ide yang buruk, Shin Na Ra! Tunggu apa lagi? aku segera bergerak cepat meraih tas tangan, mantel, dan kunci mobilku. Aku harus mencari Lee Donghae. hanya dia harapanku satu-satunya.

Dan salah satu kebodohanku adalah, aku tidak meminta nomor ponselnya. Bahkan aku tidak tahu apa pekerjaannya dan di mana ia tinggal. Lalu aku bisa menemukan sosok tampannya di mana?

“Kau bodoh..” kupukul ringan setir mobil yang tengah kukemudikan seraya mengumpat kecil. Hal sepele saja dilupakan. Tapi tidak heran, saat itu aku sedang mabuk. Satu-satunya yang jelas di mataku adalah, suaranya yang merdu dan..tatapan meneduhkan miliknya.

Ah, aku temukan satu tempat di mana aku bisa mencari tahu. kelab malam tempat kami bertemu waktu itu!! pasti salah satu dari pegawai di sana ada yang tahu.

 

@Empire’s night Club

 

Begitu memarkirkan  mobil, aku keluar dengan langkah tergesa. Aku sudah tak sabar ingin menemui Lee Donghae. aku hanya berdoa semoga namja itu pergi kemari.

“Edward..” aku memukul agak keras meja bar berharap bartender kesayanganku itu berhenti dari keasyikannya meracik cocktail dan memperhatikanku.

“Yes, Miss..” ucapnya senang. “kau pasti datang untuk meminta tequila lagi, benar kan?” tanyanya sok tahu. aku mengibaskan tangan cepat.

“Bukan, bukan. Aku ingin bertanya padamu. Kau pasti mengenal setiap orang yang datang kemari.”

“Tentu. Ingatanku ketajam ingatan lumba-lumba.” Pamernya. Baiklah,akan kubuktikan apa ucapannya itu benar atau tidak.

“Kau tahu, namja bernama Lee Donghae? yang beberapa hari lalu bersamaku, menari di sana. Bukankah kau juga yang menyiapkan minuman untuk kami?”

 

Edward memiringkan kepalanya, ia sepertinya sedang berusaha mengingat.

“Ah, maaf Miss. Pria itu aku tidak mengenalnya.” Ucapnya membuatku membulatkan mata.

“Kenapa bisa? Kau bilang ingatanmu setajam lumba-lumba!!” teriakku sambil menggebrak meja bar lagi.

Edward mundur selangkah. “Aku bersungguh-sungguh. Pria itu adalah tamu yang baru datang hati itu”

 

Hahhh.. pupus sudah harapanku. Aku duduk lemas di atas kursi tinggi di depan meja bar. “Kenapa Miss? Apa pria itu membuat masalah denganmu? Oh..atau kau hamil, Miss..” ucapnya sembarangan. Aku mengangkat kepalaku dan menatapnya tajam. Enak saja dia bicara! Memang dia pikir sedang bicara dengan siapa? aku, Shin Na Ra. Wanita terhormat dari keluarga Caebol Shin.

“Enak saja. aku butuh bantuannya!!” bentakku. Ku hembuskan napas berat, mencoba melonggarkan beban yang terasa kian menghimpitku.

“Jika kau melihatnya kemari, jangan lupa untuk memberitahuku!” perintahku tajam. Edward mengangguk patuh. Ah, sial..sekarang kepalaku kian berat. Aku sudah tidak memiliki alasan lagi untuk mengelak. Satu-satunya cara adalah aku harus kabur ke luar negeri, mengganti warna rambut, operasi plastik, dan mengganti identitas.

“Edward, satu botol tequila untukku!!” teriakku.  Hanya alkohol yang bisa membuatku sedikit lebih baik.

 

—o0o—

 

*Kyuhyun POV*

Kenapa ponselnya tidak berfungsi? Kupandangi layar ponselku sekali lagi. keningku mengerut karena ini sudah panggilan ke lima belas tapi yeoja itu belum juga menjawab panggilanku? Apa dia benar-benar marah karena kejadian kemarin?

Aku menyandarkan punggungku pada sandaran kursi. Baru saja aku mendengar dari ibuku bahwa pernikahanku dengan Na Ra dipercepat dari waktu yang direncanakan. Jujur sana aku sangat senang. tapi entahlah bagi gadis itu. buktinya, dia tidak mau menjawab teleponku.

Lebih baik aku menelepon kepala pelayannya saja, Songh Ahjussi.

“Iya, Tuan Cho.” Jawabnya ketika mengangkat panggilanku.

“Aku ingin tahu, ada di mana Na Ra sekarang?”

“Em, anu..begini Tuan. Nona muda pergi sejak seusai makan malam tadi dan belum kembali hingga detik ini.”

“Mwo?” alisku terangkat kaget. Tanpa membuang waktu aku segera beranjak dari kursiku. Lupakan untuk lembur malam ini. Lebih baik aku mencari calon istriku sebelum dia melakukan tindakan bodoh.

 

Ku kemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Sepertinya aku tahu di mana bisa menemukannya. Ku belokkan mobil memasuki area kelab yang ramai oleh orang-orang kalangan atas yang ingin bersenang-senang. kucari-cari sosok Na Ra dari sekian banyak wanita di kelab itu. tapi tak kutemukan di manapun. Sial, hatiku tidak bisa tenang. jantungku berdegup kencang mengingat Na Ra bisa sangat labil saat terpengaruh alkohol.

“ya, kau!!” teriakku pada bartender.

“Iya, Tuan.”

“kau melihat Shin Na Ra? Apa dia kemari malam ini?”

Di tanya begitu dia tampak kelimpungan, dan gugup. He, aku mencium bau tidak beres di sini. Jangan-jangan terjadi sesuatu.

“katakan cepat!!” teriakku. Dia tersentak kaget.

“Anu, itu tuan..tadi Miss Shin pergi bersama seorang pria ke sana..” tangannya terulur ragu menunjuk ke sebuah tangga yang akan membimbing ke lantai dua kelab ini. Kurasakan rahangku mengeras dan mulutku menggeram. Aku tahu di atas sana ada apa. kakiku bergerak tanpa komando ke arah tangga itu. kulangkahkan cepat menaiki tangga. Begitu sampai di ujung atas, mataku menangkap beberapa pintu berderet di sepanjang lorong yang remang-remang.

 

Benar dugaanku, lantai atas ini memang sengaja di rancang bagi pasangan yang ingin melampiaskan hasrat tak terbendungnya. Shin Na Ra, jika sampai kutemukan kau berada di salah satu ruangan biadab itu, aku bersumpah akan membuatmu menyesal!

 

—-o0o—

 

*Author POV*

Kyuhyun melangkah cepat menyusuri ruangan itu, mendobrak setiap pintu ruangan dengan emosi memuncak. Dia menemukan pemandangan yang benar-benar menggetarkan dirinya dalam ruangan itu. di beberapa kamar yang sudah di dobraknya secara paksa tadi, ia menemukan pasangan-pasangan sedang asyik bercinta di sana. Dan untungnya ia tidak menemukan Na Ra di sana. Tibalah Kyuhyun dikamar paling ujung. Tangannya mengepal erat dan ia menyiapkan diri ketika akan membukanya.

Kyuhyun memutar kenop pintu perlahan. Ia mengerjap, karena pintu itu tidak terkunci. Begitu pintu terbuka sedikit, ia mengintip perlahan dari sana. Dan pemandangan di dalam membuat seluruh aliran darah di tubuhnya mendidih kencang.

 

Matanya menangkap sosok Na Ra sedang berciuman  panas dengan seorang namja tak di kenal. Gadis itu duduk di atas pangkuan sang namja dalam keadaan sebagian baju yang sudah melorot hingga perutnya, dan namja itu memeluk mesra pinggangnya dalam keadaan bertelanjang dada.

“Shin Na Ra!!!” teriak Kyuhyun. ia menderap dan dalam gerakan cepat menarik gadis itu dari atas tempat tidur, terutama dari namja sialan yang sudah berani menyentuh calon istrinya.

“Yak! Siapa kau!” teriak namja itu marah. Kyuhyun langsung melayangkan tinjunya ke arah pipi hingga namja itu terjungkal jatuh menyerusuk ke tempat tidur.

“Kyaaa!! Apa yang kau lakukan!!” Na Ra berteriak histeris. Namja itu terkulai di atas ranjang berusaha bangun. Dari hidungnya mengalir darah segar. Kyuhyun maju kembali hendak menghajar namja itu. pikirannya benar-penar kalap. Yang ingin ia lakukan hanyalah membuat namja itu terkapar dan menyesal karena sudah berani menyentuh Shin Na Ra.

“Hentikan!!” teriak Na Ra ketika Kyuhyun berjalan cepat menarik namja itu dari atas ranjang. Ia menahan sekuat tenaga namun sia-sia karena Kyuhyun kembali meninju namja itu hingga terjungkal jatuh ke lantai.

“Kau! Beraninya!!” teriak namja itu.

“Jika kau sekali lagi berani menyentuh calon istriku, kupastikan kau akan berakhir di rumah sakit!!” ancam Kyuhyun dengan aura membunuhnya. Namja itu bungkam seketika.

 

Kyuhyun tidak mempedulikan namja itu, ia melepas jasnya lalu menyampirkannya pada bahu Na Ra, menutupi bagian tubuh gadis itu yang terbuka.

“Cho Kyuhyun, aku..” Na Ra hendak berteriak protes namun namja itu langsung menariknya keluar dari sana. Dia tak berkata apapun, hanya mencengkram tangan Na Ra sambil menariknya pergi.

“Hentikan, Kyuhyun..ini sakit!!” Na Ra meronta-ronta saat Kyuhyun menariknya paksa. Sukses teriakan hebohnya membuat mereka jadi pusat perhatian pengunjung kelab malam itu.

Kyuhyun tidak berkata apa-apa hingga mereka tiba di lapangan parkir, Kyuhyun membuka salah satu pintu mobilnya lalu memasukkan Na Ra secara paksa. Ia pun masuk lalu mengunci pintu mobil sebelum Na Ra melarikan diri.

 

“Kau ini psikopat, hah? Kenapa kau memukul Lee Hyukjae!!” teriak Na Ra kesal. Matanya menyala-nyala sarat akan emosi ketika menatap Kyuhyun. namja itu belum juga membuka mulutnya. Ia mencengkram erat kemudi dan geraman kecil keluar dari mulutnya.

Ia menoleh, lalu menatap Na Ra tajam dari balik kacamatanya.

“Haruskah aku jelaskan kenapa aku memukulnya? KAU ITU CALON ISTRIKU SHIN NA RA!! AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN NAMJA MANAPUN YANG BERANI MENYENTUHMU!!”

“MWO? SUDAH KUBILANG AKU TIDAK INGIN MENIKAH DENGANMU! KENAPA KAU MASIH JUGA MENGGANGGUKU!!” Na Ra balas berteriak.

Kyuhyun terbelalak. Mulutnya terkatup saat melihat Na Ra berteriak padanya. ia tidak pernah melihat gadis lembut yang dikenalnya semarah ini. Oke, ia tidak akan memperpanjang perdebatan ini lagi. ia menghela napas lalu kembali menatap lurus ke depan.

“Kau pasti akan menikah denganku!!”

“Aku tidak mau”

“Kenapa?”

“Kau pria membosankan.”

Kyuhyun menyeringai pelan, entah kenapa rasanya ia ingin tertawa mendengar Na Ra mengatakannya. “Kau akan menyesal jika menolakku.”

“Tidak pernah. Karena aku tidak mencintaimu.”

Kyuhyun kembali menoleh pada Na Ra yang bersedekap, pandangan gadis itu teralih menatap ke luar.

“Kau tidak mencintaiku?” Kyuhyun terkekeh pelan.

“Kenapa tertawa? Kau pikir itu lucu?”

“Kukira yeoja sepertimu tidak pernah memikirkan hal yang namanya cinta. Aku berpikir kau tipikal gadis yang akan menikahi pria kaya, pintar, dan sederajat denganmu. Tak peduli dia mencintaimu atau tidak.”

Na Ra tertawa kecut. Ucapan Kyuhyun memang benar, ia sempat berpikir untuk menikah dengan pria kaya, pintar, dan sederajat dengannya. Ia tak peduli dengan cinta dan hal-hal yang menyangkut emosi itu. ia bukan manusia cengeng. Cinta baginya seperti fatamorgana. Terasa nyata bila di lihat dari jauh namun menghilang saat didekati.

“Tapi sekarang pikiranku berubah. Bagiku, cinta itu juga penting.” Ia tidak mengerti kenapa ia bisa berkata begitu. Tapi, ia tahu benar. Sejak bertemu dengan Donghae, ia merasa..bahagia. dan rasanya dunia begitu indah saat bersama namja itu. tapi sayang, namja itu hanya hadir selama beberapa saat saja dalam hidupnya.

 

Kyuhyun menelan ludahnya. Ia mencengkram erat kemudi yang digenggamnya. “Aku bisa mengajarimu apa itu cinta.”

“Hah? Namja sepertimu? Mana mungkin.” ucap Na Ra meremehkan. Ia benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran Cho Kyuhyun. dia bisa mencari yeoja lain yang masih..suci dan baik darinya. Tapi kenapa..

“Aku bisa membuatmu jatuh cinta tanpa bisa berpaling lagi dariku.” Ucap Kyuhyun. Shin Na Ra terbelalak kaget, karena sekarang Kyuhyun mendekatkan diri ke arahnya, mengurungnya di antara kedua tangan Kyuhyun yang mencengkram kursi mobil di samping kepalanya.

“Cho Kyuhyun..kau..” Na Ra menahan tubuh Kyuhyun yang mulai merapat ke tubuhnya. Ia tidak sanggup menatap mata dari balik kacamata tebal itu karena ia takut. Tatapan itu begitu tajam dan mengintimidasinya.

“Akan kubuat kau jatuh cinta padaku, membelenggumu dengan cinta yang tak akan bisa kau lepaskan. Kau akan memikirkanku seumur hidup hingga rasanya kau bisa gila jika tidak menyebut namaku. Akan kubuat diriku menjadi oksigenmu, hingga kau bisa mati jika tidak adanya diriku di hidupmu. Akan kubuat kau jatuh seutuhnya dalam pesonaku yang tak akan bisa kau tolak, ingat itu Shin Na Ra”

Gadis itu membelalakakan matanya mendegar rentetan syair berbentuk ancaman yang keluar dari mulut Kyuhyun. entah kenapa, ia bisa merasakan dengan jelas keseriusan dari ucapannya.

Sebelum sempat ia bereaksi, Kyuhyun mendekatkan wajahnya dan tak lama bibir itu kembali melumat bibir lembut Na Ra. Gadis itu memberontak tapi tak berhasil karena Kyuhyun begitu kuat membuatnya terbuai perlahan-lahan.

Na Ra melenguh tertahan, tangannya yang semula menahan dada Kyuhyun agar tidak menghimpitnya kini perlahan naik meraba rahang kokoh namja itu.

“Ahh..” desahan halus itu keluar saat Kyuhyun melepaskan ciumannya hanya dalam beberapa saat. Mereka saling bertatapan dan Na Ra merasa yakin namja ini akan kembali memenjarakannya dalam perangkap setan yang begitu kuat.

“Masih menolak menikah denganku?” tanya Kyuhyun, menatap gadis di hadapannya ini dengan mata elangnya. Na Ra terengah, ia belum mampu mengucapkan sepatah katapun. Namun ia mampu menggelengkan kepalanya.

“Aku hanya mencintai Lee Donghae.” ucapnya tegas, Kyuhyun menurunkan satu tangannya menyentuh bibir basah gadis itu. mengusapnya pelan.

“Sayangnya, itu jawaban yang salah.”

 

Setelah itu Kyuhyun kembali meraup bibir plum Na Ra. Gadis itu hanya bisa meronta pelan tanpa bisa melawan karena kedua tangan Kyuhyun merengkuh tubuhnya erat. Berapa kalipun ia memukul-mukul dada namja itu, Kyuhyun tidak kunjung melepaskan ciumannya juga.  ia malah semakin berbuat jauh. Tangannya meraba-raba punggung gadis itu lalu menurunkan resleting gaunnya, melepas kaitan bra yang dipakainya hingga tangannya bisa bebas meraba-raba punggung polosnya.

Kau pikir dengan cara ini bisa meluluhkan hatiku, Cho Kyuhyun..kalau begitu kau salah besar!!! teriak Na Ra dalam hati.

Dari luar, tidak ada yang tahu apa yang terjadi di dalam mobil. Kaca mobil itu berwarna hitam dan area parkir yang sepi membuat Na Ra terjebak sempurna di sana.

 

—-o0o—-

*Na Ra POV*

Aku sudah lelah. Kemana kau Lee Donghae? aku butuh keberadaanmu. Cho Kyuhyun, namja itu akan membelenggu seluruh kehidupanku seutuhnya jika sampai pernikahan itu terlaksana. Dan pasti terjadi. Cepat atau lambat.

“Biarkan aku pulang!!” ucapku dingin pada namja di sampingku ini.  Dia hanya menatapku datar lalu membenarkan posisi kacamatanya.

“Kau harus merapikan bajumu dulu.”

Cih, rupanya kau masih mempedulikanku setelah tindakan kasar yang kau lakukan padaku tadi? aku merapikan mini dressku yang sedikit kusut. Aku harus mandi setelah kembali ke rumah nanti. Pria kasar ini beraninya menyentuhku kembali. Dia sudah..melecehkanku sebanyak dua kali? Aku tidak sanggup memandang wajah Donghae lagi jika aku bertemu dengannya nanti.

Tanpa berkata apa-apa, dia mengemudikan mobilnya sementara aku menangis diam-diam. Aku tak peduli jika seandainya dia mendengar isakanku. Aku hanya ingin menangis. kenapa Appa bisa terpikir untuk menikahkanku dengan pria mesum, kasar, dan kolot seperti Cho Kyuhyun?

 

—o0o—

 

“Nona..ada kabar buruk.” Serobot Song Ahjussi ketika kami baru saja keluar dari mobil. Aku tak peduli Kyuhyun masih ada di sampingku atau tidak.

“Ada apa?” moodku benar-benar hilang malam ini.

“Nyonya besar..beliau..baru saja menghembuskan napas terakhirnya, Nona..”

 

Deg..deg..

 

Aku terkejut mendengar berita bahwa nenekku meninggal dunia. Kepalaku rasanya berputar dengan cepat dan pandanganku mengabur. Setelah itu aku tidak bisa merasakan apapun lagi.

 

—-o0o—

 

*Kyuhyun POV*

Sudah lewat waktu satu minggu semenjak kejadian itu. seperti biasa, posisiku sebagai direktur tidak  begitu menyenangkan. Setidaknya semenjak Shin Na Ra resmi mengacuhkanku. Aku tahu perbuatanku sedikit keterlaluan, oh salah. Bahkan sangat keterlaluan padanya. tapi aku hanya ingin dia tahu, bahwa aku ada. Aku di sini dan aku mengawasinya setiap saat. Mencintainya dengan sepenuh hati dan aku tidak ingin dirinya yang berharga itu disentuh orang lain. Tapi dia malah mengatakan bahwa dia tidak mencintaiku..dan mencintai namja bernama Lee Donghae itu.

Tanganku mencengkram erat bolpoint tanpa sadar. Kurasakan benda itu remuk di tanganku. Oh, seemosi itu kah diriku?

 

“Biarkan aku bertemu dengan Direktur Cho!!!”

 

Terdengar suara ribut-ribut dari luar ruang kerjaku. Hei, ada apa ini? Aku baru akan beranjak dari kursi saat pintu menjeblak terbuka secara paksa lalu seseorang menerobos masuk. aku terbelalak melihat sosok yang tak asing lagi di mataku itu. Shin Na Ra. Jantungku berdebar kencang. Bahkan saat ekspresinya penuh amarah pun kau tetap tampak seperti dewi di mataku. Dia menderap cepat menyebrangi ruangan kantorku yang luas menuju ke depan meja kerjaku yang letaknya bersebrangan dengan pintu.

Aku memantapkan posisiku duduk dan ku angkat kepalaku saat memandangnya. Aku yakin posisi ini akan membuatku tampak berwibawa dan..sedikit angkuh. Ku tumpukan kedua siku di atas meja.

“Cho Kyuhyun!!!” teriaknya lalu menggebrak meja. Aku memasang ekspresi sedatar mungkin, kutahan sekuat tenaga rasa bahagia yang membuncah dalam diriku. Aku ingin sekali memeluknya. Tapi rasanya tidak etis jika aku melakukan hal itu sekarang.

“Ada apa, Direktur Shin?” tanyaku dengan dagu tertumpu pada ke dua tangan. Suaraku pasti terdengar angkuh di telinganya.

“Apa sebenarnya yang kau inginkan!!! Batalkan segera rencanamu menghancurkan hidupku!!!!!” teriaknya. Aku terkejut. menghancurkan hidup? Siapa yang ingin menghancurkan hidupnya?

Shin Na Ra melemparkan sebuah amplop cokelat ke arahku. Aku mengambilnya, dari amplopnya terlihat jelas ini adalah surat resmi. Kubuka amplop itu dan kutarik secarik kertas dari dalamnya.

Kubaca dengan teliti, seketika mataku melebar dan aku baru tahu kenapa Shin Na Ra bisa semarah ini padaku. Kulipat surat itu lalu meletakkannya di atas meja.

“Jadi?” tanyaku menatapnya. Dia menggeram lalu kembali menggebrak meja dengan kedua tangannya.

“Cepat batalkan, atau aku..” ia menahan luapan emosinya.

“Atau apa? jelas sekali di surat ini tertulis wasiat kau harus menikah denganku karena nenekmu itu sudah mempercayakan posisi presiden direktur perusahaan Shin padaku. Lalu kau..” aku menghentikan kalimatku  karena saat kulihat wajahnya, Na Ra meneteskan airmatanya. Aigoo..dia menangis!! Shin Na Ra yang tampak sok tegar dan bahkan di hari pemakaman neneknya tidak menangis..sekarang dia meneteskan airmatanya..

Kulihat bibirnya bergetar. “Lalu aku akan kehilangan semua fasilitas dan harta yang seharusnya atas namaku jika aku tidak menikah denganmu. Apa-apaan itu? rupanya kau dan nenekku bersekongkol untuk menghancurkan hidupku. Aku benci padamu, Cho Kyuhyun. cepat tinggalkan hidupku atau aku selamanya akan membencimu!!!”

Sesungguhnya, aku tidak tega melihatnya begitu terluka. Seburuk itukah aku di matanya? apa aku tidak jauh lebih baik dari namja bernama Lee Donghae itu, namja yang sudah membuatnya jatuh cinta? Maka dari itu ia tidak ingin menikah denganku atau merelakan marganya berubah menjadi margaku?

“Sudah kubilang, kau pasti akan menikahiku. Dan aku tidak akan mundur mengingat menikah denganku adalah wasiat terakhir dari nenekmu, benar bukan?” mulutku bergerak begitu saja. dan aku menyesal karena ucapanku tadi sudah memperburuk ke adaan. Shin Na Ra mengepal erat tangannya lalu menatapku tajam.

“Baik, kita menikah. Tapi jangan harap aku akan mencintaimu, atau aku akan setia padamu, Cho Kyuhyun. karena di mataku, kau tak lebih dari seorang pengacau dan tidak berarti sama sekali. Camkan itu!!”

Aku terperangah kaget. Sorot matanya, cara bicaranya, semuanya sarat akan kebencian. Tubuhku bergetar. Tuhan, apa yang terjadi pada Shin Na Ra yang lembut yang kukenal saat pertama kali bertemu dulu?

Gadis itu menderap pergi dari ruanganku dan aku terpaku di tempat. Setelah ini, aku rasa perjuanganku akan semakin berat untuk mendapatkan hatinya.

 

To be continued..

 

194 thoughts on “Kanpeki Na Bad Girl (Part 2)

  1. makasiih thor buar cerita’a😀
    ceritanya seruu bgt😀 apalagi pemeran utama’a Kyuhyun oppa ♡ aku makiin Cinta sma Kyuhyun oppa hehehe

  2. knp nara sebegtu bencinya sma kyuhyun ya. pdhl kyuhyun pasti bkln jadi lbh lembut kalau nara mau mencoba nerima kyu..
    hahaha lucu
    keren ka ceritanya

  3. Na ra..
    Sebenci itukah kah kau ma calon suami mu….yg menurut u hnya manusia yg kolot….hehhh..

    Kyu itu lo tersiksa bnget liht kamu kya gt ma dia…

    Hiks…kasihn kyu…

  4. Sabar kyu,Nara gitu amat ya ? Kan kasihan kyuppa,Nara blm tau sih kalo Kyu udh ngeluarin Evilnya :v kalo gw jadi Nara beh langsung mau gw nikah sama kyuhyun :p

  5. ya kli si kyu mau buat na ra jtuh cinta kya gtu cara ny..siapa yg kaga marah di gituin…
    pke cra yg lbih baik kli kyu..

    donghae ny blom muncul ni

  6. ya kli si kyu mau buat na ra jtuh cinta kya gtu cara ny..siapa yg kaga marah di gituin…
    pke cra yg lbih baik kli kyu..

    na ra jangn marah2 mulu..ntar jga pasti berubah lok km nrima dia

    donghae ny blom muncul ni

  7. nara kok gampang banget ya di ajak gituan
    mungkin efek frustasi jadinya setengah sadar
    aduhh kyu
    berjuang yg keras ya
    taklukin tuh si nara yg lumayan bad girl

  8. Haha… Kebayang kyu dngn dandanan culun, tpi mesum… Diktator lgi… Siapa tahan??? Tpi apa boleh bwt jika wasiat sdh ditulis…

  9. Gak salah juga sih Nara benci sama Kyu. Secara dia masih jatuh cinta sama Hae, mana pertama kali dia kan sama Hae juga.
    Kyu juga sifatnya masih agak kejam2 gimana gitu, jadi ya si Nara ilfeel deh…

  10. Ping-balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s