Kanpeki Na Bad Girl (Part 1)

Tittle : Kanpeki Na Bad Girl Part 1
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : NC 21, Romance

Main Cast :

  • Shin Na Ra
  • Cho Kyuhyun

 

Holla… Dha Khanzaki hadir bawa FF yang genrenya menyimpang lagi. Sedikit ada adegan ‘ehem’nya sih. tapi gak papa yah.. ntar di part berikutnya genrenya udah beda lagi kok ^^

Kanpeki Na bad girl by Dha Khanzaki1

———-o0o———-

*Author POV*

Suara lenguhan dan desahan terdengar merdu memenuhi salah satu ruangan di hotel mewah itu. sinar bulan menyusup ke sela-sela gordin jendela yang tipis dan tertiup angin malam. menjadi saksi ritual indah yang seharusnya di lakoni oleh para pengantin baru.

“Ah, Oppa..enggghh..lebih cepat..” suara seorang yeoja terdengar memohon di sambut erangan pelan dari pasangan bercintanya. Segera saja, sang namja mempercepat gerakan pinggulnya membuat sang yeoja mendesah semakin kencang.

“Ahh..ahh..ssshh..” tangannya mendekap erat kepala namja yang membuatnya melayang tinggi, menghempaskannya ke kayangan detik itu juga.

“Arrhgghh..” ia mengerang nikmat saat hentakan cepat itu menyentuh titik tersensitif dalam tubuhnya. Tangannya pun semakin intents memainkan rambut halus sementara kepalanya terdongak dan beberapa kali terhempas ke bantal saat tak kuat menahan sensasi yang dirasakannya.

Gerakan pinggul namja itu semakin cepat dan ia merasakan bagian bawah tubuhnya terasa sesak. ia ingin mendesah tapi mulutnya terkunci sempurna oleh ciuman panas namja itu. ia hanya bisa menjerit tertahan ketika mereka berdua mencapai puncak bersama, dan ia merasakan aliran hangat memenuhi kantung rahimnya.

“Ahh..” desahnya lega. Napasnya terengah dan ia memeluk erat punggung basah namja di atasnya. “You’re so great..” bisiknya seksi dan dengan jahil ia mengecup tengkuk namja itu.

“Nappeun yeoja..” namja itu membalas dengan suara yang tak kalah menggoda. Tubuh mereka yang masih menyatu terasa pas dan ia enggan beranjak dari atas gadis ini. Gadis ini membuatnya gila. Ia yang notabene-nya pria baik-baik bisa melakukan hal gila seperti seks pranikah dengan seorang gadis? Oh, rekor yang hebat. Bibirnya perlahan menciumi seluruh bagian wajah gadisnya. Kelopak mata, pipi, kening, hidung, hingga tiba ke bibir merah merona itu.

“Engh..” sial, yeoja ini kembali mendesah saat ia menciumi bibir seksinya dengan kecupan-kecupan ringan. Membuat sesuatu di bawah sana kembali menegang. Tangannya perlahan merengkuh pinggang gadis ini, menariknya agar kian menyatu. Sementara bibirnya semakin turun mengecupi leher yang sudah banyak tercetak kissmark di sana.

“Second round it’s okay?” bisik namja itu. sang yeoja menyeringai tipis.

“Lakukan saja. aku milikmu hari ini.”

Lenguhan dan desahan-desahan yang membangkitkan birahi pun kembali terdengar hingga menjelang pagi.

 

—o0o—-

 

*Na Ra PoV*

Drrrrt..drrtt…

Engh..aku terbangun saat mendengar dering ponselku. Mataku menyipit mencoba menyesuaikan dengan kondisi kamar yang sudah terang benderang. Rupanya sudah pagi. Pikirku tanpa sadar. Tanganku meraba-raba tempat tidur yang sudah berantakan karena pertarungan kami semalam. Ah, sial! Dimana benda itu!!

“Aish, mana ponselku!!” aku terpaksa bangun meski dengan setengah tersadar. Kuraba-raba daerah sekitarku dan menemukan ponsel sialan itu tergeletak manis di samping tubuhnya. Namja yang semalam meniduriku. Aku tersenyum sejenak memperhatikan wajah tampannya saat tidur. badannya menelungkup dan tangannya memeluk bantal tempat kepalanya bersandar. Wajahnya tertengok ke arahku, dan aku bisa mendengar dengkuran halus dari mulutnya yang berwarna plum itu.

Aku bahkan heran, kami baru bertemu semalam di klub tempatku menghilangkan stress. Kami saling bertatapan dan berbicara sebentar. Setelah dia mengajakku berdansa dan entahlah, yang aku ingat kami berakhir di atas tempat tidur ini dalam keadaan tak berbusana. Dan bodohnya, kuserahkan keperawananku padanya. yah, meskipun aku ini di cap sebagai nappeun yeoja, tapi satu yang kupegang teguh. Aku tidak akan berhubungan seks dengan pria yang bukan suamiku. Tapi saat aku menatap matanya, mencium wangi tubuhnya, dan mendengar suara merdunya, semua hal itu membuatku gila. Aku rela memberikan apapun padanya. sekalipun itu adalah mahkotaku. Sialnya lagi, aku tidak tahu siapa namanya. Dan harus kuakui, permainannya semalam benar-benar hebat. Kami bermain entah berapa ronde. Tanganku terulur hendak menyentuhnya tapi ponsel sialan itu berdering semakin kencang.

“Sial!! Benda itu benar-benar pengacau!!”

Terpaksa kuulurkan tanganku melewati tubuh pria ini dan mengambilnya. “Hallo” ucapku malas. Aku yakin ini adalah Song Ahjussi. Kepala pelayanku yang cerewet dan suka sekali mengatur itu.

“Nona..Anda di mana? Kenapa semalam tidak pulang? Sopir datang menjemputmu di tempat biasa tapi Anda menghilang dari sana. Apa Anda baik-baik saja?” cerocosnya panjang lebar. Aku tidak mendengar sebagian lagi ocehannya karena kujauhkan ponsel itu dari telinga. Mulutku tanpa sadar ikut berkomat-kamit mengikuti gaya bicaranya yang kolot itu.

“Siapa itu, chagi..” seseorang berbisik di belakangku dan tangannya memeluk tubuh polosku dengan mesranya. Aku menoleh dan mendapati pria ini menatapku dengan pandangan yang menyejukkan. Langsung saja kukecup bibirnya yang menggoda itu. tanpa sadar kami kembali tenggelam dalam ciuman yang memabukkan, yang mampu membuat diriku melayang kembali dan melupakan semua masalahku seperti bisnis, menjenguk nenekku yang sakit, dan pernikahan. Kepalaku mendongak ke belakang untuk mengimbanginya. Sial, ini terlalu memabukkan! Aku sudah sering melakukannya tapi tidak pernah merasakan sensasi mendebarkan seperti ini.

“Engh..” desahanku kembali lolos saat ia melepaskan ciumannya lalu tersenyum manis. Sial, dia tampan sekali saat tersenyum seperti ini. Cahaya matahari yang menyorot dari arah belakang membuat wajahnya terlihat gelap dan misterius.

“Kau tidak ingin menjawab teleponmu?” tanyanya halus, dengan nada menggoda. Aku terkesiap. Ah..kenapa aku bisa lupa kalau aku sedang menjawab panggilan Song Ahjussi? Apa tadi dia mendengar desahanku? Demi apapun, jika itu terjadi aku bisa di cincang oleh Appa!! Pria tua itu pasti akan melaporkanku pada Appa tentang apapun yang kulakukan.

“hallo..Ahjussi..baik, aku akan pulang. Hah? Granma? Baik, aku akan ke sana..” segera kututup teleponku dan melemparkannya asal kebelakang tubuh namja ini. Aku menatapnya dengan ekspresi prihatin.

“Maaf..sepertinya aku harus pergi. tak apa-apa kan?” tanyaku dengan nada menyesal. Dia memperlihatkan ekspresi kecewanya dengan mendesah pelan.

“It’s okay. Tapi, kita bisa bertemu lagi kan? Aku pasti akan merindukanmu. Sangat.” Tangannya menarikku mendekat dan bibirnya mendarat sempurna di leherku. Dia menghisap lalu menggigit agak kencang, membuatku menjerit nikmat.

“Dasar kau!!” keluhku pura-pura marah. Padahal aku tidak ingin dia menghentikannya. Kudekatkan wajahku lalu kukecup bibirnya sekali lagi. “Kita pasti akan bertemu kembali.” Ucapku. Mengecup pipinya sekali lagi sebelum beranjak dari tempat tidur. aku merapatkan selimut yang menyelubungi tubuh telanjangku. Ah, aku ingat sesuatu.

“Hei..” panggilku pada namja itu. dia menolehkan kepalanya ke arahku.

“Siapa namamu, tuan?”

“Aku?” tunjuknya pada diri sendiri. aku mengangguk. Tentu saja. siapa lagi.

Dia tersenyum dan aku berani bersumpah jika dia terus tersenyum begitu aku tidak akan pernah keluar dari kamar ini.

“Namaku Lee Donghae.”

 

—-o0o—-

 

Setibanya di rumah, aku melengos malas dan beberapa pelayan membungkukkan badannya saat menatapku. “Aku ingin mandi. Tolong siapkan air.” perintahku pada salah seorang pelayan pribadiku.

“Baik Nona muda.” Ucapnya patuh.

Aku berendam nyaman di dalam bath tub yang berisi air hangat yang sudah di bubuhi aroma mawar. Ini membuatku rileks. Ah, tubuhku rasanya retak berkat permainan hebat semalam.

Lee Donghae. ah, aku tidak akan pernah melupakan nama itu. pria yang sudah menyentuhku, merenggut keperawananku, dan membuatku melayang ke awang-awang. Sampai detik ini aku masih tidak bisa melupakan setiap sentuhannya di tubuhku. Tanpa sadar aku meraba leherku sendiri. dia senang sekali menghisap leherku seperti vampir. Atau jangan-jangan dia memang vampir. Benar juga. mana ada manusia normal setampan dirinya.

“Shit, aku sudah gila..” aku tertawa pelan mengingat otakku sudah mulai rusak jika terus memikirkannya.

 

—o0o—

 

“Nona, hari ini ada jadwal meeting dengan klien dari Swiss.” Ucap Song Ahjussi saat aku dibantu pelayan-pelayanku tengah berdandan. Aku menoleh dan melihat dia sibuk membacakan satu persatu jadwalku yang sudah ia susun rapi di buku agenda yang sering di bawanya kemana-mana. Malas sekali mendengarnya. Setiap hari dia selalu merecokiku hal yang sama. Bekerja, mengurusi semua yayasan amal yang dikelola perusahaan keluargaku, dan menasihatiku agar segera menikah. Damn!!

“Dan yang terakhir, Anda ada jadwal makan malam bersama Tuan Cho Kyuhyun”

Aku menoleh mendengar namja yang tidak asing itu. Cho Kyuhyun? hah..dia tak pernah berhenti di sebut oleh ayah, ibu, nenekku, bahkan anjingku Cherie saja selalu menyebutkannya.

“Apa ada hal yang menarik selain makan malam dengan namja kutu buku itu?” tanyaku sarkastis. Song Ahjussi tampak mengerutkan keningnya mendengarku lagi-lagi menyebut nama Kyuhyun dengan julukan aneh.

“Sayangnya tidak ada nona. Dan jangan lupa untuk mengunjungi Nyonya besar di rumah sakit.” peringatnya sebelum pergi. Aku mendesah keras meratapi nasibku sendiri. kupandangi sosok diriku yang terpantul di cermin. Beginilah tuan putri seharusnya. Hidup begitu penuh dengan aturan.

 

—-o0o—-

 

Namaku Shin Nara. Usiaku 23 tahun, dengan wajah menurut orang-orang yang melihatku, mereka bilang aku cantik, seperti barbie. Tentu saja, aku blasteran. Appaku warga negara Korea sementara ibuku warga negara Jerman yang memiliki sedikit darah Korea. Aku mewarisi seluruh kecantikan ibuku dan otak cemerlang ayahku. Jadi tidak heran jika aku sudah lama lulus perguruan tinggi dan kini mewarisi sebagian besar perusahaan milik keluargaku. Dan perlu diketahui, keluargaku sangatlah kaya. Dan berhubung aku ini anak tunggal, dan aku wanita, Umma dan Appa memintaku segera menikah agar ada yang menggantikan Appa menduduki posisi Presdir perusahaan. Tahu siapa yang menjadi calonku? Benar sekali! Namja dengan penampilan kolot dan tidak menarik sekali, Cho Kyuhyun.

Cih, apa bagusnya namja itu? dia hanya pintar dan sopan. Itu saja. dan menurutku, namja pintar dan sopan sepertinya sangat membosankan. Setiap kali kami bertemu untuk makan malam dan menonton opera—aku selalu tidur selama pertunjukkan—tidak ada obrolan yang menarik dan suasana  canggung. Dia sangat kaku dan kolot. Lahir dari keluarga bangsawan yang memegang teguh adat istiadat tradisional Korea membuatnya kaku, tidak menyenangkan dan kuno. Dia hanya mengajukan pertanyaan umum seperti ‘bagaimana kabarmu?’ atau ‘Apa keluargamu sehat?’. Dan perlu diingatkan, dia benar-benar tidak romantis! Menyentuh tanganku saja dia tidak berani. Berbeda sekali dengan Lee Donghae.

Ah, kenapa aku teringat kembali pada namja tampan itu? aku benar-benar rindu sentuhannya. Kapan ya kami bisa bertemu kembali?

 

—o0o—

 

*Author POV*

“Ingat Na Ra..kau harus segera memiliki suami. Agar ada yang menjagamu.” Titah nenek saat Na Ra mengunjungi neneknya yang sakit itu. Na Ra menganguk patuh. Berbanding terbalik dengan hatinya yang jengkel. Lagi-lagi soal pernikahan. Gadis segera pamit. Ia tidak suka berlama-lama tinggal di rumah sakit. membuat sesak napas saja.

“Nona..jangan lupa makan malam dengan—“

“Aku tahu!” potong  Na Ra ketika Song Ahjussi kembali mengingatkannya tentang makan malam itu. “Dan kumohon, Ahjussi, jangan ingatkan aku tentang pria kuno itu. lebih baik kau membahas tentang yayasan amal daripada harus menyebut nama pria yang lebih membosankan  dari pelajaran biologi itu”

“Na Ra! Sopanlah sedikit!” seru Appa marah saat mendengar ucapan sembrono putri semata wayangnya. Na Ra mendengus, ia melengos begitu saja.

 

Di kelab malam tempat ia biasa menghabiskan  waktu saat stress itulah, Na Ra kembali menghabiskan bergelas-gelas alkohol hingga kepalanya terasa diputar-putar. Ia terbiasa menenggak alkohol saat pikirannya sedang kacau seperti sekarang. Hidupnya serasa lebih menantang ketika otaknya sudah teracuni cairan yang memabukkan itu. membuatnya lupa sesaat.

“Jam berapa sekarang?” tanyanya linglung pada seorang namja yang duduk di sampingnya.

“Jam 7 malam, nona..” ucapnya. Pria itu memandangi Na Ra dengan tatapan penuh minat. Gadis cantik dengan tubuh seksi dan keadaan setengah sadar. Kondisi sempurna untuk mengajaknya ‘bermain’.

“Nona..kau punya waktu malam ini? Bagaimana kalau kita bermain sebentar? Setelah itu aku akan mengantarmu pulang..” tawarnya. Na Ra menggeleng dan bangkit dengan susah payah.

“Maaf tuan, tapi aku ada janji dengan seseorang” ia berjalan terhuyung-huyung ke luar kelab itu. dalam kondisi setengah sadar, ia mencoba mengeluarkan kunci mobilnya dan tanpa sengaja menyenggol seseorang hingga kunci mobilnya terjatuh.

“Mianhae..” ucapnya pada namja yang disenggolnya tadi. namja itu membetulkan letak kacamatanya. Ia terus menatapi Na Ra yang sedang  memungut kunci mobil dengan mata menyipit.

“Kenapa masih di sini? Bukankah aku sudah minta maaf?” Na Ra merasa kepalanya makin berputar dan sial, ia harus segera ke tempat makan malam untuk bertemu dengan Cho Kyuhyun. atau akan terjadi perang antara ia dan Appanya di rumah nanti.

Namja itu tetap tak berpindah sesenti pun dari tempatnya berdiri. Ia mencengkram tangan Na Ra kencang. Membuat yeoja itu memekik kaget saat tangannya dijalari rasa sakit secara tiba-tiba.

“Lepaskan aku!!”

“Kau sudah mabuk Shin Na Ra!!” ucapnya kaku dan tajam. Mata gadis itu melebar. Ia kenal suara berat dan datar seperti ini. Hanya satu orang yang memiliki suara macam ini di seluruh dunia. Ia mendongakkan kepalanya cepat.

“Cho Kyuhyun!!” ucapnya terbata. Ia tak percaya kalau sekarang di hadapannya berdiri namja yang mungkin akan menjadi suaminya itu.

“Sedang apa kau di sini?” tanyanya dengan kesadaran yang sudah pulih seutuhnya. Kyuhyun dengan tatapan dingin dan menusuk miliknya memandang Na Ra tajam dari balik kacamata tebal yang dipakainya.

“Sedang apa aku di sini? Harusnya aku yang bertanya ‘sedang apa kau di sini’? jika kau tidak lupa hari ini kita ada janji makan malam, bukan? Kenapa kau malah kemari? Kau menghindariku??” ucapnya sarat emosi namun tetap terdengar datar. Cengkraman tangannya kian mengencang. Na Ra merasa pergelangan tangannya remuk.

“Aku hanya ingin menghilangkan sakit kepalaku sebentar. Aku juga berniat ke tempat itu..akhh..berhentilah mencengkram tanganku!! Sakit.”

 

Namun sepertinya Kyuhyun tidak mengindahkan rintihan Na Ra. Ia menarik tangan gadis itu dalam sekali sentakan, membawanya ke tempat sepi di belakang kelab terkenal itu. dengan cepat ia mendorong tubuh Na Ra ke tembok dan menguncinya hingga gadis itu tidak bisa kabur. Tentu saja hal itu membuat Na Ra terbelalak kaget. Ia tidak tahu jika namja kolot ini bisa melakukan tindakan yang..yah..tidak sopan.

“Kau mau apa!” teriak Na Ra. Kyuhyun mencengkram tangannya erat membuatnya tidak bisa berkutik. Mata tajam namja itu menatap matanya kembali.

“Katakan, apa kau masih menghindariku setelah pengumuman pernikahan bulan lalu?” tanyanya tajam.

Oh, dan ya..itu salah satu yang membuat Na Ra menghindarinya. Keluarga mereka berdua mengumumkan kepada dunia bahwa Na Ra dan Kyuhyun akan menikah dalam waktu tak lama lagi. ia benci hal itu.

“yah. Memang benar!” teriak Na Ra kesal. “Siapa yang mau menikah dengan namja sepertimu! Kau itu terlalu kaku dan tidak romantis!! Bahkan aku baru tahu bahwa kau juga kasar! Lagipula, kenapa kau mau menikahiku? Aku sudah tidak suci. kau tahu, aku sudah tidak perawan lagi.” akunya. Ini adalah satu-satunya cara agar Kyuhyun mundur dari rencana pernikahan itu.

 

Kyuhyun membelalakkan matanya. Na Ra tersenyum dalam hati. Tak lama lagi Kyuhyun pasti akan melepaskannya, lalu pergi tanpa mau menatapnya lagi. tentu saja, namja baik-baik sepertinya mana mungkin mau dengan nappeun yeoja sepertiku. Batinnya. Hanya wanita terhormat yang akan dinikahinya.

Namja itu sempat menundukkan kepalanya, terdengar geraman halus dari mulutnya. Na Ra sudah bersiap untuk pergi saat secara mendadak Kyuhyun mengangkat kepalanya, menatap Na Ra tajam dan menarik gadis itu kembali dengan gerakan cepat.

“Kau mau membawaku kemana!! Yaaa!!”

Kyuhyun tidak menjawab. Dengan langkah angkuh dan cepat Kyuhyun menariknya ke dalam mobil, memakaikan sabuk pengaman dengan cepat sebelum ia kabur, lalu melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Ada apa dengan Cho Kyuhyun saat ini? Na Ra hampir tidak mengenal sosoknya yang dulu kaku, sopan, dan tidak banyak bicara itu. sekarang Kyuhyun terlalu berbeda.

Na Ra membulatkan matanya saat Kyuhyun menghentikan mobilnya di sebuah rumah mewah bergaya tradisional dan modern. Apa yang akan dilakukannya? Sebelum sempat ia bertanya, Kyuhyun kembali menarik tangannya tanpa berkata apapun, menyeretnya masuk ke dalam rumah dan tunggu dulu, menyeretnya ke dalam kamar!! Apa yang akan dilakukannya!!

 

“Kyaaaa!!” Na Ra menjerit keras saat Kyuhyun menghempaskannya ke atas ranjang yang besar itu. “Apa yang kau lakukan bodoh!!” gadis itu mencoba bangkit dengan raut takut dan panik. Kyuhyun mengunci pintu kamarnya, memasukkan kunci itu ke dalam saku celananya lalu berjalan mendekati Na Ra dengan langkah angkuh. Ia bersedekap dengan wajah dingin. Membuat gadis itu menciut karena merasakan aura membunuh di sekitar Kyuhyun.

“Buktikan” ucap Kyuhyun datar. Na Ra membulatkan matanya.

“Buktikan apa?”

“Buktikan kalau kau memang sudah tidak perawan! Jangan beralasan di hadapanku. Atau kau memang ingin kuperkosa untuk membuktikannya?”

“Apa?? kau sudah gila!!! Cepat lepaskan aku!! Aku tahu kau ini pria baik-baik. Mana mungkin kau benar akan melakukannya” Na Ra meneriakinya dengan perasaan takut. Kyuhyun menaikkan satu alisnya, sudut bibirnya naik membentuk seringaian.

“Kau yakin? Asal kau tahu, ‘pria baik’ yang kau maksud itu hanya topeng. Aku hanya berakting di hadapan orang-orang tua itu agar mereka tidak terlalu mengekangku. Dan kau gadis yang sudah membuatku terpaksa melepaskan topeng baikku selama ini.”

Na Ra merasakan bulu kuduknya meremang. Apa-apaan ini. Siapapun tolong katakan Kyuhyun sedang gila atau ia hanya bermimpi, semua ini hanya ilusinasinya saja. ia menggeleng cepat.

“Kau tidak akan berani melakukannya!”

“Tentu saja bisa.” Kyuhyun menyeringai. Ia terpaksa memperlihatkan dirinya yang selama ini ia sembunyikan di hadapan Na Ra. Agar gadis itu takhluk padanya.

 

—-o0o—-

 

*Kyuhyun POV*

Sebenarnya selama setahun terakhir ini, sejak pertama kali bertemu dengannya aku sudah jatuh cinta. Shin Na Ra. Benar-benar sosok seorang dewi di mataku. Dia cantik dan memiliki semua keanggunan yang kuharapkan dari seorang yeoja. Pribadinya juga menyenangkan. Membuatku selalu gugup dan tampak bodoh di hadapannya. tapi, sikapnya mendadak berubah setelah orang tua kami memutuskan untuk menikahkan kami.

Dia berubah total dari sosok yang kukagumi menjadi sosok yeoja yang kubenci. yah, sejujurnya aku tidak suka yeoja yang suka keluar malam, menenggak alkohol, bermain dengan banyak namja dan..menyerahkan keperawanannya pada namja selain suaminya. tapi bagaimanapun dia Shin Na Ra. Gadis yang kusukai jauh sebelum ia berubah. Aku harus membuatnya kembali seperti dulu. karena itu, aku tidak akan melepaskannya. Tidak peduli dia merengek, meronta, ataupun memohon agar aku enyah dari kehidupannya. Aku tidak ingin kehilanganmu, dasar gadis bodoh!!

 

Ku tatap Na Ra seduktif. Membuatnya mundur perlahan dan punggungnya terbentur dasbor ranjang. Aku membuka jas, dasi, dan kemeja membuat diriku sendiri telanjang dada. Kulihat dia membelalakkan matanya. lihat saja, tidak ada lagi jalan untukmu kabur!

“Jadi, tidak keberatan jika aku membuktikan ucapanmu?” tanyaku membuatnya beranjak dengan gerakan cepat dari atas ranjang. Tapi gerakannya terlalu lambat bagi orang yang sudah mendalam ilmu Iaido sepertiku. Kutangkap pergelangan tangannya itu lalu kujatuhkan kembali ke atas ranjang. Segera kupegang erat kedua tangannya di sisi tubuhnya, membuat Na Ra terkurung di bawah tubuhku.

“Bersiap-siaplah Shin Na Ra. Karena setelah ini kau tidak akan bisa kabur lagi dariku.” Ucapku di iringi senyum kemenangan.

“Kau benar benar nam—mmppptthh—“ bibirnya yang rewel itu langsung saja kukunci dengan bibirku. ia terus meronta-ronta saat kucium dalam-dalam bibirnya.

“emmmtthh..”

 

—-o0o—-

*Na Ra POV*

Hyaaa!! Cho Kyuhyun benar-benar berniat memperkosaku!! Berani sekali dia. Dan kenapa juga cengkramannya kuat sekali. Membuatku tidak bisa berkutik. Dia menciumku dengan penuh nafsu dan tidak membiarkanku bernapas. Kakiku menendang-nendang kakinya tapi dia tidak beraksi seolah tubuhnya terbuat dari baja. Mataku terpejam erat. Aku tidak mau mendesah atau pun melihatnya menjamahi tubuhku sendiri.

Setelah puas melumat bibirku habis-habisan, ia menyerang leher jenjangku yang terekspos bebas di hadapannya. kesempatan ini ku pakai untuk mengambil napas sepanjang-panjangnya. Dadaku sampai terengah. Ia menghisap leherku seperti vampir. Ah..kenapa sensasinya sama seperti yang Donghae lakukan padaku waktu itu?

“Ahhh—“ tanpa sadar mulutku mengeluarkan desahan dan tubuhku melemas. Bibir lembutnya benar-benar membuatku serasa melayang. Aku yakin leherku pasti akan tertinggal banyak bekas mengingat Kyuhyun mencumbui hampir seluruh kulit leherku.

“Kau sudah tergoda rupanya.” Bisik Kyuhyun saat ia mengecupi bagian belakang telingaku. Aku tidak menjawab. Aku tidak ingin dia tahu bahwa aku memang sudah takhluk dalam godaannya. Yang akan kupastikan adalah, aku tidak akan menikmatinya. Aku hanya sesekali mengerang saat ia dengan sengaja menggigit bahuku. Ia mengangkat tubuhku sedikit untuk menurunkan resleting gaun yang kupakai. Setelah berhasil, ia merebahkanku kembali dan tangannya sibuk menurunkan gaun hingga sebatas perut. Dengan cepat dan tanpa basa basi melepaskan bra yang kupakai. Sial, aku tidak bisa mengelak lagi. tenagaku terkuras habis.

Kyuhyun tidak terlalu lama mengecupi dan memainkan dadaku. Aku menggelinjang geli saat mulutnya dengan sengaja menggodai puncak dadaku dengan mengulumnya seperti mengulum permen. Dia benar-benar mempermainkanku!!

“Ahhh..stop it!!” erangku saat tangannya dengan nakal meremas dadaku dengan gerakan cepat.  Mataku otomatis membuka namun dia kembali menyerang bibirku. membuatku kembali menutup mata. Selama aku terlena, kurasakan ia membuka seluruh pakaianku dan entahlah..aku sudah lupa apa-apa lagi. aku benar-benar sudah berada di bawah kuasanya.

“Arrrggghhh..” kucengkeram erat lengannya saat ia dengan lancangnya memasukiku. Sakit sekali. Air mataku sampai menetes. Kyuhyun terus berusaha melesakkan tubuhnya ke tubuhku tak peduli sekencang apapun aku memeluk tubuhnya.

“Ah..” terdengar helaan lega dari mulutnya saat dia berhasil meruntuhkan pertahananku. Dia mendiamkan sejenak sementara aku mengambil napas sebanyak mungkin. aku sudah lelah. Tubuhku rasanya remuk dan hatiku sakit. pria ini benar-benar berani mengotoriku! Aku wanita terhormat dan dia..melecehkannya??

“Rupanya kau benar-benar sudah tidak perawan..” bisiknya. Sialan! Pria ini benar-benar membuatku murka.  Aku segera mendorong tubuhnya namun dengan cekatan ia menindihku kembali.

“Sekarang lepaskan aku!! Bukankah kau sudah membuktikan aku tidak perawan lagi!!” teriakku. Airmataku rasanya ingin tumpah namun kutahan. Seperti katanya, aku memang sudah tidak suci lagi. dan entah kenapa, hal ini membuatku sakit hati. Seolah, dia yang sudah merebut keperawananku. Bukan Donghae.

“Maaf, tapi permainan kita belum selesai.” Ucapnya sambil menyeringai. Cho Kyuhyun, runtuh sudah imagemu selama ini di mataku. Ternyata kau tidak lebih dari seekor binatang! Detik berikutnya dia mulai menggerakan pinggulnya membuat tenagaku untuk melawan benar-benar hilang. yang bisa kulakukan hanya melenguh dan mendesah.

“Lephas..kaannnhh..akhuu..”

“Tidak, enghh.”

“aahhh…sssshhh.ahh.hh..”

“Unghhh..kau harus kuberi pelajaran..ahh..”

“Kau…ahhh..kurang ajarr!! Akuu..tidak ingin menikahhhh..dengan-hh.mu..”

“Kau pasti akan menerimanya..sshhh..akan kubuat kau..engh..hamil.”

“Mwo??”

Aku mengerjap kaget mendengarnya ingin menghamiliku. Aku baru ingat kalau kami melakukannya tanpa pengaman sama sekali. Ini tidak boleh!! Jika aku hamil sebelum menikah hancur sudah reputasiku di mata dunia!

“Hentikannhh..kumohonn…” pintaku tapi terlambat, karena kurasakan Kyuhyun mempercepat gerakannya dan beberapa detik kemudian kurasakan perutku hangat oleh cairan yang ia tumpahkan ke dalam rahimku. Aku mendesah kuat di akhir. Mataku memanas rasanya. Jika benar aku akan hamil, hancur sudah hidupku..

Kyuhyun terengah-engah. Ia menahan tubuhnya dengan satu tangan sementara tangan yang lain membelai wajahku yang basah oleh keringat.

“See, kau sudah menjadi milikku sekarang. Tidak ada lagi alasan bagimu untuk kabur dariku. Kau milikku seutuhnya.” Ia menyeringai kemudian lalu mengecup keningku. Aku memalingkan wajahku ke arah lain. Jijik sekali rasanya. Bukan aku jijik padanya, tapi pada diriku sendiri.

Kyuhyun merebahkan diri di sampingku. Aku agak meringis saat ia mengeluarkan tubuhnya dariku. Ia menarik selimut lalu menyelubungi tubuh polos kami. “tidurlah. Ini sudah malam.” bisiknya sok romantis. Aku mendengus tanpa menjawab lalu membalikkan tubuhku membelakanginya. Dia memeluk tubuhku protektif. Seolah aku ini memang miliknya. Tak lama kurasakan napasnya teratur dan aku yakin ia sudah tertidur.

Aku menangis dalam diam. Tanganku mencengkram erat ujung selimut yang menutupi tubuhku. Cho Kyuhyun, tidak akan kumaafkan dirimu. Akan kubuat kau menyesal setelah melakukan ini padaku.

 

—-o0o—-

 

*Author POV*

Na Ra tersentak bangun ketika ia merasakan ada yang mengecupi tengkuknya. Ia beringsut bangun saat menyadari Cho Kyuhyun yang melakukannya.

“Kau!! Tidak puaskah dengan semalam?? Berhenti melakukan hal menjijikan itu padaku!” teriak Na Ra. Kyuhyun membenarkan letak kacamatanya lalu ikut bangkit. Ia membelai pipi gadis itu namun secepat kilat Na Ra menepisnya.

“Jangan marah sayang. Memang salah jika calon suamimu ingin mencicipimu sebelum pesta pernikahan tiba.” ucapnya dengan tampang polos. Aku ingin sekali menonjok wajahnya itu.

“Memang kau pikir aku wanita murahan!!”

Kyuhyun mengangkat bahunya. “Buktinya, kau pasrah saja saat kusentuh. Dan kau lupa, kau tidak pulang semalam. Apa yang terjadi jika seandainya Appamu tahu apa yang kau lakukan bersama namja yang bukan suamimu.” Ucap Kyuhyun sambil mengoyang-goyangkan ponsel Na Ra yang bergetar. Gadis itu mengerjap saat melihat layar muncul nama Appanya. Sial! Appanya menelepon!!

“Berikan ponsel itu padaku!!” Na Ra maju untuk mengambilnya dan Kyuhyun dengan sigap menyembunyikan ponsel itu di balik tubuhnya. Ia menjauh perlahan dan turun dari tempat tidur.

“Yak, Cho Kyuhyun!!! kau mau bawa ke mana ponselku!!!” teriak Na Ra frustasi.

 

To be continued..

256 thoughts on “Kanpeki Na Bad Girl (Part 1)

  1. Nara brubah jd Bad Girl gara2 frustasi mw dinikahkan dgn Kyu??
    Skrg Kyu jg jd brubah Arogan gara2 Nara scra tdk langsung nolak Kyu,,,akan sprti apa ya hbngn mrka nntinya…

  2. Ping-balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s