Guardian Angel (Part 5) End

Tittle : Guardian Angel Part 5 End
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Fantasy, SG, Romance

Main Cast :

  • Jo Youngmin (Yeoja)
  • Jo Kwangmin (Yeoja)
  • Kim Donghyun (Namja)

Support Cast :

  • Lee Jeongmin (Namja)
  • Shim Hyunseong (Namja)
  • No Minwoo (Yeoja)
  • Kim Jaejoong (Donghyun’s Appa)
  • Kim Taeyeon (Donghyun’s Eomma)

tiba juga dipart ending ^^ akhirnya… setelah dibiarkan terbengkalai terlalu lama, FF ini bisa diposting juga. nah, tanpa membuang-buang waktu, Happy reading ^^

Guardian Angel By Dha Khanzaki

————0.0————–

Youngmin merasa tugasnya sebagai ‘malaikat penjaga’ Donghyun gagal total. Kecelakaan itu, seharusnya bisa ia cegah. Tapi takdir Tuhan berkata lain. Ia memandangi wajah Donghyun yang tertidur itu dengan tatapan sendu.
“Donghyun-ssi, kau harus segera siuman. Jika tidak, aku akan pergi tanpa sempat berpamitan denganmu” gumamnya. Donghyun tidak bereaksi. Youngmin menatap lekat-lekat wajah yang akan dirindukannya. Penyesalan itu kembali muncul. Kenapa mereka tidak dipertemukan sebelumnya, yah, sebelum Youngmin memutuskan untuk bunuh diri..

Terdengar suara pintu dibuka. Youngmin menoleh. Omo.. Matanya melebar mendapati adik kembarnya, Kwangmin masuk dengan tergesa-gesa. Raut wajahnya tampak khawatir. Youngmin menyingkir dari sisi ranjang. Berdiri agak jauh agar Kwangmin bisa mendekat.
“Donghyun-ssi..” lirih Kwangmin sambil menutup mulutnya dengan tangan. Suaranya bergetar dan, ya Tuhan, Youngmin kaget ketika melihat Kwangmin.. Menangis??
Selama ini Youngmin jarang sekali melihat Kwangmin menangis apalagi untuk seorang namja. Kwangmin duduk di kursi yang tadi ditempatinya. Youngmin perlahan mendekat. Tangannya terulur membelai rambut adiknya yang menangis sambil memandangi Donghyun.
Rasa sayangnya tidak pernah berkurang sedikitpun. “Mianhae Kwangmin-ah, aku tidak bisa menepati janjiku untuk menjagamu seumur hidup” gumam Youngmin yang pasti tidak akan terdengar oleh Kwangmin.

Taeyeon masuk ke ruangan itu. Ia terkejut melihat seorang yeoja duduk di samping ranjang.
“Maaf, kau siapa?” tanya Taeyeon ramah. Kwangmin menoleh. Matanya melebar, ia kaget bukan main. Wajah di hadapannya ini sudah tidak asing lagi. Bukankah dia penyanyi terkenal Kim Taeyeon?
Kwangmin segera berdiri dan membungkuk untuk memberikan salam. “Joneun.. Jo Kwangmin imnida.. Aku” Kwangmin ragu saat akan mengatakan hubungannya dengan Donghyun. “Aku temannya”
Taeyeon mengangguk. Ia agak kagum melihat Kwangmin. Yeoja yang begitu cantik dan manis. Sayang sekali dia hanya temannya Donghyun.
“Aku Kim Taeyeon. Dan aku Ummanya Donghyun”
“Nde?” Kwangmin kaget. Wajar saja. Ia tidak menyangka sama sekali. Berarti Appa Donghyun Kim Jaejoong. Yah, mereka pasangan musisi yang amat terkenal.
“Hm, Donghyun pasti senang mendapat kunjungan dari temannya yang cantik ini. Dari kemarin-kemarin yang datang hanya namja”
Kini gantian Kwangmin yang mengangguk. Ia rasa Umma Donghyun ini butuh teman bercerita. Jadi ia tidak keberatan mendengarkan Taeyeon berbicara banyak hal dengannya.
“Ahjuma, anda tampak lelah. Apa anda cukup beristirahat? Istirahatlah, Oppa biar aku yang menjaganya” usul Kwangmin. Taeyeon mengangguk. Ia memang butuh istirahat. Dan ia senang karena sudah ada yang menjaga Donghyun.

Setelah Taeyeon pergi, Kwangmin kembali duduk di samping ranjang. Ia jadi ingat ketika ia di rawat dulu. Berbaring tak berdaya di ranjang seperti ini membuatnya gila.

Namun Youngmin tetap sabar menungguinya.
“Sial!” gumam Kwangmin saat airmatanya kembali jatuh. Kini ia merindukan Youngmin. Saudara kembarnya. Mungkin ini yang dulu dirasakannya ketika menungguinya yang terus terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
Kwangmin menunduk, ia terkesiap melihat tangan Donghyun bergerak. Omo, apa mungkin.. Kepalanya segera mendongak menatapi wajah Donghyun. Oh, dia mulai membuka matanya! Tuhan.. Donghyun sudah siuman!
“Donghyun-ssi” panggil Kwangmin pelan. Ia tersenyum penuh haru melihat Donghyun sudah sadar.
“Di mana ini?” tanya Donghyun pelan. Ia menyipitkan matanya yang masih beradaptasi dengan suasana di sana. Ia masih setengah sadar.
Donghyun menoleh pada Kwangmin.. Matanya masih belum bisa melihat dengan jelas.
“Youngmin..” gumamnya..
Eh, Kwangmin berhenti tersenyum. Mengapa Donghyun mengira dirinya Youngmin? Bukannya dia sudah tahu Youngmin sudah meninggal. Tapi kenapa Kwangmin merasa kecewa?
“Aku bukan Youngmin” jawab Kwangmin dengan nada kecewa.
Donghyun mengerjap mendengarnya. Barulah beberapa detik kemudian pandangan matanya mulai jelas dan bisa melihat sosok di depannya.
“Oh, Kwangmin..” lirihnya sambil berusaha bangkit.
“Andwae! Kau harus tetap berbaring Donghyun-ssi. Kondisimu masih lemah. Sebentar, kupanggilkan dokter dulu” cegah Kwangmin dan membuat Donghyun agar kembali berbaring. Setelah itu ia pergi untuk memanggil dokter.
Donghyun menoleh ke kanan dan kirinya, mencari sosok Youngmin yang tak terlihat.
“Ke mana arwah itu?”
Kepalanya terasa sakit dan berdenyut. Hal terakhir yang diingatnya adalah ketika menyebrang ia merasa pusing dan ada sebuah mobil melaju ke arahnya dengan kencang. Ia belum sempat menghindar dan tertabrak.
Aneh, harusnya dalam situasi begitu ia sudah tewas di tempat dengan luka parah di sekujur tubuhnya. Meskipun selamat, ia pasti akan koma. Tapi lihat kondisinya sekarang, hanya kepala diperban dan beberapa luka ringan dan memar di beberapa bagian. Pasti Youngmin sudah menolongnya lagi. Pasti.
“Kau sudah sadar?” suara ceria mengagetkannya
“Youngmin!” Donghyun senang bisa melihat kembali malaikat penjaganya. “Ke mana saja kau?” Donghyun memberengut jengkel.
“Ah, kau baru siuman sudah berwajah kusut begitu?”

Youngmin tertawa singkat “Sepertinya kecelakaan tidak berdampak apapun padamu”
Donghyun berdecak kesal “Kau tidak lihat kondisiku?”
“Arraseo” Youngmin sedang tidak ingin berdebat. Ia tersenyum kemudian.
“Tapi aku senang kau tidak apa-apa”
“Ini berkat kau. Pasti kau menolongku kan?”
Youngmin tidak menjawab apapun. Kata-kata, cara Donghyun berbicara dan tersenyum membuatnya semakin tidak rela untuk segera pergi. Oh my, apa yang mesti diperbuatnya?

Tak lama Dokter datang di iringi Kwangmin dan Taeyeon. Dokter memeriksa keadaan Donghyun. Dan Taeyeon duduk di sisi yang lain sambil mengusap kepala Putranya. Sementara Kwangmin, berdiri dekat sang dokter.
“Kondisinya baik-baik saja. Pasien hanya perlu istirahat untuk proses pemulihan” ucap Dokter itu. Taeyeon mengangguk dan membungkuk untuk berterima kasih saat dokter itu pergi.

“Appa mana?” tanya Donghyun karena tidak melihat sosok Jaejoong.
“Hm, Appa sibuk rekaman untuk album terbarunya” jawab Taeyeon lembut. Donghyun mengangguk.
“Lalu, apa Umma sudah berbaikan dengan Appa?” tanya Donghyun.
Taeyeon ingin menjawab tapi ia tidak enak ada Kwangmin. Gadis itu tahu diri dan berniat pergi.
“Ah, ini sudah malam. Sepertinya aku harus pulang. Kalau begitu aku pamit” Kwangmin segera keluar dari ruangan itu.

“Umma dan Appa..” Taeyeon ragu ketika akan menceritakannya. Donghyun berharap yang akan dikatakan Ummanya adalah berita baik.
“Memutuskan untuk berpisah saja sementara waktu” suara Taeyeon bergetar. Donghyun menghela napas. Ini sudah diperkirakan pasti terjadi.
“Maksud Umma, kalian bercerai?”
“Tidak. Kami hanya.. Berpisah sementara waktu. Untuk merenungkan masalah kami. Dan ini kami putuskan demi dirimu juga. Sekarang terserah padamu ingin tinggal dengan siapa. Umma tidak akan melarang keputusanmu”
Donghyun menutup matanya untuk merenung. “Nanti akan kuputuskan setelah aku keluar dari sini”
Taeyeon mengangguk. Kali ini ia tidak mau egois lagi. Putranya sudah besar dan tahu apa yang mesti dilakukannya.

—o0o—

3 hari kemudian..
“Temanmu itu tidak kemari lagi?” tanya Taeyeon. Ia teringat Kwangmin.
“Teman yang mana?” Tanya Donghyun bingung. Ia sudah bisa bangun dan berjalan. Namun dokter belum mengizinkannya pulang ke rumah.
“Itu, temanmu yang cantik. Namanya Kwangmin” ujar Taeyeon.
Oh, dia.. benar juga, sejak ia siuman Kwangmin belum kembali menjenguknya kembali. Aigoo.. Apa dia marah karena Donghyun salah mengenalinya? Mungkin saja.

Kwangmin kali ini datang menjenguk dengan membawa sekeranjang buah dan buket bunga yg indah. Beberapa hari yang lalu ia terpaksa lembur. Dihukum oleh manager di tempatnya bekerja karena pergi seenaknya. Huh, untung Hyunseong bertindak. Jika tidak, ia harus lembur sampai satu minggu ke depan.

“Oh, Kwangmin” seru Taeyeon senang saat Kwangmin datang. Entah kenapa Taeyeon gembira jika bertemu Kwangmin.
“Donghyun Oppa mana?” tanya Kwangmin karena di ruang rawat itu Donghyun tidak terlihat.
“Dia berjalan-jalan di sekitar rumah sakit. Katanya bosan” Taeyeon mengambil bunga dan keranjang buah yang diberikan Kwangmin.
“Oh, boleh aku pergi, ahjumma? Aku ingin menemuinya”
“Tentu”

—o0o—-

 

Ternyata halaman belakang rumah sakit itu sangat indah. Ada taman dan pohon-pohon rindang serta kolam yang di tengahnya terdapat air mancur. Donghyun berdiri di dekat pohon sakura. Kepalanya terdongak menatapi bunga sakura yang bermekaran indah di setiap rantingnya. Ia jadi teringat pada Youngmin yang bernyanyi dengan merdu. Membuat dunia seolah-olah berubah menjadi negeri ajaib.
“Donghyun-ssi..”
Donghyun menoleh, ia tersenyum saat melihat Youngmin sudah ada di sampingnya.
“Kenapa baru muncul sekarang?” tanya Donghyun. “Kau lihat, bunga sakura ini sangat indah kan?”
Youngmin menengadahkan kepalanya ke arah bunga-bunga sakura di atasnya. “Iya. Tapi bunga sakura akan lebih indah dinikmati ketika musim gugur”
“Iyakah? Kalau begitu kita lihat saat musim gugur nanti.”
Youngmin terdiam. “Tapi aku tidak yakin akan bisa melihatnya.”
“Mwo? Wae?” Donghyun kaget. Ia menoleh pada Youngmin yang wajahnya mendung
“Kau tidak berpikir aku akan menjadi malaikat penjagamu selamanya kan?” ujar Youngmin seraya menatap mata Donghyun.
“Maksudmu?” Donghyun bingung.

“Tugasku sudah berakhir” ucap Youngmin.
Hal yang tak ingin didengarnya pun terucap juga. Donghyun tak bisa berkomentar apapun. Nafasnya tercekat hingga suaranya sulit keluar dari tenggorokannya.
“Ini adalah hari terakhirku menjadi malaikat penjagamu” lanjut Youngmin. Matanya mulai berkaca-kaca.
“Terima kasih selama ini sudah membantuku menyelesaikan tugas. Kini aku harus pergi. Dan maaf jika selama bersamamu aku membuatmu risih dan kehadiranku tidak berguna bagimu” suara Youngmin bergetar. Donghyun menggeleng cepat. Ia tidak mau Youngmin pergi dan mengucapkan kalimat perpisahan seperti ini.
“Andwae, kajima.. Kau jangan pergi. Karena kau aku bisa bertahan.. Karena kau, aku bisa kembali hidup. Aku sangat membutuhkanmu..” Donghyun menarik napas sedalam-dalamnya. Dadanya mulai sesak dan sakit. Ia pun berusaha menahan airmata agar tidak jatuh.
“Aku.. Sangat mencintaimu, kau tahu..”
Youngmin bahagia mendengarnya. Sungguh. Tapi ia juga sedih di saat yang bersamaan..
“Donghyun-ssi.. Kau harus sadar. Kita berada di dunia yang berbeda. Kau manusia yang masih hidup dan aku ini hanya arwah yang harus segera bereinkarnasi” tegas Youngmin. Perasaannya hancur bersamaan dengan kalimat itu meluncur dari mulutnya.
Donghyun pun meneteskan airmatanya. “Kajima..” ujarnya dengan nada berat. Youngmin memegang kedua tangan Donghyun seraya menatapnya lembut.
“Saranghae yo Donghyun-ssi. Jika kau benar mencintaiku, maukah kau berjanji padaku?” pintanya
Donghyun melihat ketulusan di dalam sorot mata Youngmin. Dan itu membuatnya yakin untuk memenuhi permintaan Youngmin.
“Kau harus hidup bahagia dan menemukan cinta yang nyata..” Youngmin tersenyum “Dan aku titipkan adikku padamu. Kumohon, jagalah dia. Dia sangat kesepian dengan kepergian orangtua kami dan diriku. Bahagiakanlah dia. Kau mau berjanji kan?”
Donghyun tak perlu berpikir panjang untuk menjawabnya. “Baik. Aku berjanji. Asal kamu juga mau berjanji padaku”
Kini Youngmin yg terkesiap. “Apa?”
“Di kehidupan selanjutnya, jika kita bertemu kembali, kau harus jadi kekasihku” pintanya.
Youngmin terkejut lagi

Permintaan yang gila memang. Tapi Youngmin senang dengan permintaan Donghyun itu.
“Iya. Aku berjanji”
Donghyun tersenyum.. Dan dadanya makin terasa sesak. Karena setelah ini, ia tidak bisa melihat Youngmin lagi.
“Aku akan menutup matamu. Aku tidak ingin kau melihatku menghilang..” Youngmin bergerak menutup mata Donghyun dengan kedua tangannya. Donghyun memang tidak bisa melihat apapun karena matanya pun tertutup.
Youngmin mendekatkan wajahnya. Kemudian mencium bibir Donghyun dengan mesra, hangat dan pelan. Ia menikmati sentuhan itu untuk terakhir kalinya.
Dan Donghyun bisa merasakannya. Secara ajaib. Bibir Youngmin yang hangat dan manis menyentuh bibirnya, membuainya dengan mesra.. Cukup lama.. Sampai akhirnya ia merasakan sentuhan itu perlahan menghilang.

Saat membuka mata, bayangan Youngmin tidak terlihat lagi. Ia sudah menghilang. Benar-benar lenyap. Sosok itu tidak ada di manapun. Pergi selamanya…
Bunga-bunga sakura terbang tertiup angin semilir mengiringi kepergian Youngmin. Ia tersenyum pelan dengan mata berkaca-kaca. “Aku pasti hidup bahagia.. Pergilah dengan tenang Youngmin-ah. Dan cepatlah bereinkarnasi” gumam Donghyun. Tercium wangi bunga sakura yang dihembuskan angin. Ia memejamkan matanya.

“Donghyun-ssi”
Donghyun membuka matanya dan melihat Kwangmin menghampirinya.
“Sekarang sudah hampir malam. Kenapa masih di sini? Ayo ku bantu kamu kembali ke ruang rawatmu” Kwangmin meraih tangan Donghyun dan membantunya berjalan.
“Aku baik-baik saja” ucap Donghyun. Namun ia tidak menolak perlakuan Kwangmin.
“Tapi angin malam tidak bagus untuk kesehatan” bantah Kwangmin.
“Malam? Matahari bahkan belum tenggelam. Aku masih ingin di sini. Temani aku sebentar”
Kwangmin mengalah dan menggiring Donghyun untuk duduk di bangku kayu yang ada di dekat kolam. Beberapa saat mereka hanya diam, sibuk menikmati pemandangan dengan pikiran masing-masing.
“Loh, kalung milik Youngmin, kenapa tidak kau pakai?” tanya Donghyun ketika melihat leher Kwangmin yang masih polos.
“Oh, aku tidak sanggup memakainya. Itu benda kesayangannya” Kwanmin diam sejenak.

Lalu Kwangmin mengambil kalung itu dari dalam tas tangannya.
“Ini terlalu bagus untuk ku pakai” gumamnya sambil memandangi kalung itu. Donghyun mengambilnya dari tangan Kwangmin.
“Jangan begitu. Youngmin pasti akan sedih jika kau tidak memakainya. Hmm, kau tahu, kalung ini 8 tahun yang lalu aku memberikannya pada Youngmin”
Kwangmin menoleh cepat “Nde? Jadi Oppa orangnya. Youngmin selalu bercerita tentang namja yang memberikan kalung ini padanya” Kwangmin jadi benar-benar iri pada Youngmin. Kakaknya itu sangat beruntung. Ia tahu betapa Youngmin sangat menjaga kalung itu dan berkat itu juga kakaknya bisa bahagia.
“Ne. Dan 20 tahun yang lalu Appaku memberikan ini sebagai bukti cintanya pada Umma.” kenang Donghyun. Tapi sekarang sudah tidak ada artinya lagi. Orangtuanya sudah berpisah.
“Em.. Donghyun oppa..” Kwangmin tidak suka melihat Donghyun sedih. Ia sudah tahu berita tentang kedua orangtua Donghyun yang berpisah dari televisi.
“Meski mereka tidak bersama denganmu lagi, tapi aku yakin cinta kedua orangtua padamu tidak berkurang sedikitpun” ucap Kwangmin sambil menatap langit yang sudah mulai lembayung.
“Aku juga merasakan hal itu meski aku tidak bisa mengingat mereka. Cinta mereka padaku tidak berkurang sedikitpun. Jika tidak, aku tidak mungkin sebaik ini”
Donghyun tersenyum “Kau benar” mereka berdua menatap langit sejenak.
“Kalung ini, aku pakaikan?” ucap Donghyun. Eh, Kwangmin kaget dan belum mempersiapkan diri. Tapi Donghyun sudah memakaikannya.
“Lihat, kau juga bagus bila memakainya”
Kwangmin menunduk malu. Yakin deh, pipinya pasti sudah memerah.
“Kwangmin-ah” panggil Donghyun. Ia menoleh.
“Mulai saat ini aku yang akan menjagamu menggantikan kakakmu. Kau tidak keberatan kan?”
NE? Kwangmin sangat kaget mendengarnya. Donghyun ingin menjaganya? Tentu saja boleh! Hatinya sangat senang, entah kenapa. Dan jantungnya berdebar kencang.
“Tentu aku tidak keberatan. Gomawo Oppa..” ucap Kwangmin malu. Donghyun tersenyum dan mengusap kepala Kwangmin pelan.
“Aku mengantuk. Boleh aku tidur di pangkuanmu?” tanya Donghyun.

Kwangmin mengangguk. Donghyun segera membaringkan kepalanya ke atas pangkuan Kwangmin. Ia menutup matanya dan mulai terlelap.
Kwangmin menikmati situasi itu. Senyum di bibirnya merekah indah. Ia bisa mengamatai wajah Donghyun dengan tenang dan ia yakin setelah ini semua akan baik-baik saja. Karena ada namja seperti Donghyun yang akan menjaganya. Kemudian pandangannya menengadah ke langit yang sudah berwarna oranye.
“Youngmin-ah, istirahatlah dengan tenang di sana. Aku sudah tidak apa-apa. Aku pasti baik-baik saja di sini. Terima kasih.. Pasti kau yang sudah mengirimkan namja ini untukku. Iya kan?” Gumam Kwangmin sambil tersenyum.
“Mulai detik ini, dia yang akan menjadi malaikat penjagaku”

Angin sore berhembus membelai rambut dan kulit wajahnya. Yah.. Hari esok pasti akan jadi lebih baik. Tidak peduli seburuk apa masa lalunya, pasti akan ada kebahagiaan yang menantinya di depan sana. Yang perlu dilakukannya sekarang adalah, berusaha meraihnya.

Youngmin tersenyum melihat adiknya bisa tersenyum bahagia. Ia bisa pergi dengan tenang. Dan sedetik kemudian ia menghilang bersama bunga sakura yang terbang tertiup angin musim semi.

THE END

hoho.. akhirnya selesai juga. Jari-jari Author ampe keriting ni ngetiknya #lebeh lu thor!
Oke chingudeul, gimana ceritanya? Gak buruk-buruk amat kan? Hehehe

Bagi yg punya kritik, saran, atau hal-hal lain, silakan tinggalkan jejak di kolom komentar *wajib bin mutlak*

lain kali Author Shin Je Young akan balik lagi bawa FF yang lebih gaje.. Xixixi

Pai pai..

 

48 thoughts on “Guardian Angel (Part 5) End

  1. Wahhh…. Ceritanya keren. Ga tahu kenapa, aku bisa banget bayangin Youngmin sama Kwangmin jadi cewek berambut panjang, dan pake rok. Apa lagi Youngmin jadi angel.. Hehe… Bagus banget thor~ bikin sequel bisa jadi keren banget deh pasti.. Hehe. saran doang kok ^^

  2. Ih aq deg2n bgt pas bca Ending’xa,aq tkut Donghyun Mati n Kwangmin ptah hti… Tp trxta ngga… Hmmm sneng dech🙂

  3. Ceritax terlalu indah tp aq gak tega seh youngmin tdk brsama donghyun. Sayang skali alam mereka sdh brbeda. Eottokhee??? Hikshiks… Author ‘gaje’ yg daebak abiz, gomawo aq benar2 terhanyut.

  4. Karena author off….dan aQ merindukan karya2mu…jadi aQ kembali mengobrak abrik isi WP’mu….Kkkkkkkkkkk~ cepatlah kembali k̶̲̥̅̊έ WP……………

  5. baru selesai baca ff yang ini, keren ceritanya, ringan dan gampang dimengerti, semangat buat cerita cerita berikutnya thor >_<

  6. Omona…endingnya bener2 mengharukan..:'(

    Sukses ngebuat menitikkan air mata..:'( Good job deh thor.. Daebak!! Ff yang keren.:-D

  7. aku kira alurnya bkalan jelek,.
    Alny maincastny bkan yg biasa aku baca.
    Tapi ttp keren trnyata.
    Tetep tulis ff yg bgus y.
    Mianhae aku coment cma di part nie.
    Figthing!!! ^_^

  8. Bagus thor ceritanya, aku bayanginnya org lain sih. Cz klo aq bayangin Minwoo jadi cewek, aku pasti patah hati. :Dĥǻĥǻĥǻĥǻ:D🙂

  9. critanya baguzzzzz BANGET!!!!!!! aq nangis loh unn pas s yeongmin nyium donghyun d bwah pohon sakura itu sbelum dy prgi… gila ni FF bikin gw nangis…

    #debakk thor.

  10. Kyaaaa~ yang saya bayangin tuh Kwangmin tetep Namja dan Youngmin Yeoja wkwkwk :v
    Astagaa~ pemikiran saya kurang normal haha😀 . FFnya daebaaakkkk!! Itu Kwangmin udah bahagia pan sama Donghyun?? Hehe😀

    Oke deh, terus semangat thor nulis ffnyaa!!

  11. baguuuuuuuss…… br sempet koment di part ending.. keren sie ample penasaran bgt ma lanjutannya…..jangan marah yaa..hehehe

  12. Wah wah wah. Imajinasi eonni emang aneh sih, tp… daebakk!!! ><.
    Aku jga mau mnta maaf y, eonni. Aku cman komen d akhir crita. Jeongmal mianhaeyeo, eonni. Dn, trima ksih udah mnjd penulis dn menyebrknny. Dn jngn lupa, utk terus menulis dn melnjutkn ff eonni yg lain. Jeongmal khamsahamnida! ^^🙂

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s