Guardian Angel (Part 2)

Tittle : Guardian Angel Part 2
Auhtor : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young

Genre : Switch Gender, Fantasy, School life, Romance

Main Cast :

  • Jo Youngmin (Yeoja)
  • Jo Kwangmin (Yeoja)
  • Kim Donghyun (Namja)

Support Cast :

  • Lee Jeongmin (Namja)
  • Shim Hyunseong (Namja)
  • No Minwoo (Yeoja)
  • Kim Taeyeon (Donghyun’s Eomma)
  • Kim Jaejoong (Donghyun’s Appa)

Aku harap ceritanya gak terlalu gaje gitu. Dan maaf kalau ngawur dan banyak typo.. ditunggu kritik dan sarannya ^^

Guardian Angel By Dha Khanzaki

——o0o——-

 

Setelah hari itu, Donghyun selalu diikuti oleh Youngmin. Kemanapun ia pergi. Tentu orang lain tidak bisa melihat sosoknya. Dan Donghyun pun mulai terbiasa dengan keberadaan malaikat cantik di sisinya yang senantiasa menghiburnya saat ia sedih, menjaganya dari bahaya, dan menjadi tempat curahan hatinya saat ia mulai kesal.

“KYAA.. Oppa.. Saranghae..” teriak yeoja-yeoja ketika Donghyun bermain basket di lapangan pada jam istirahat. Youngmin duduk di bangku penonton sambil memperhatikan Donghyun. Namja itu tersenyum dan sesekali tertawa selama permainan berlangsung. Hmm.. Tak kusangka dia bisa juga bertampang gembira begitu.. Batin Youngmin sambil tersenyum.

Seusai bermain, Donghyun istirahat di pinggir lapangan, tepat di bawah pohon rindang. Ia meminum air sambil mengusap keringat yang bercucuran di wajahnya.
“Wah, ternyata selain pintar kau juga populer.” Donghyun menoleh, kaget karena Youngmin tiba-tiba sudah ada di sampingnya lagi. Yah, duduk tepat di sebelahnya.
“Tentu saja” jwb Donghyun enteng
“Kau juga tampan”
“Sudah pasti”
“Dan sepertinya aku menyukaimu.”
“Tentu sa…” Donghyun terbelalak, dan menghentikan kegiatannya. Apa telinganya tidak salah dengar? Youngmin terkekeh pelan sambil geleng-geleng kepala
“Tapi tidak mungkin. Aku kan sudah mati. Hahaha”

Donghyun tidak merespon.. Sebenarnya.. Harus diakui.. Donghyun sudah mulai menyukai Youngmin. Sosok Guardian Angel yang cantik dan manis. Dia juga murah senyum dan tidak pernah marah. Donghyun jadi ingin tahu seperti apa Youngmin saat masih hidup dulu.

—o0o—

Pulangnya..
“Andwae!! Kau masih waras Donghyun! Mana mungkin kau jatuh cinta pada makhluk tidak nyata seperti itu!!” tepis Donghyun sambil menepuk kepalanya. Ia tidak habis pikir mengapa bisa diotaknya terlintas hal mustahil seperti itu.
“Youngmin-ah” Donghyun berbalik. Eh, Youngmin tidak ada di belakangnya. Ia menatap berkeliling ke sekitar taman tempat ia berada. Kemana Makhluk jejadian itu? Ia mencari-cari dengan cemas.
“Youngmin-ah.. Omo! Ya! Sedang apa kau di sana!!” seru Donghyun ketika mendapati Youngmin sedang duduk sambil mengayun-ayunkan kaki di salah satu dahan pohon sakura yang tengah bermekaran di taman itu. Ekspresinya sangat bahagia.

“Ah, ternyata bunga sakura sangat indah jika dilihat dari sini” seru Youngmin. Matanya memindai setiap keindahan dari atas sana.
“Ayo turun!” perintah Donghyun
“Oke!” Youngmin berniat terjun, turun langsung dari atas pohon.
“AHH!” Tanpa sadar Donghyun berteriak kaget saat Youngmin terjun. Ia sampai bergerak hendak menangkap Youngmin. Ah tapi.. Youngmin melayang.. Dan tiba di tanah dengan selamat. Omo.. Donghyun lupa kalau Youngmin adalah arwah. Tentu dia bisa melayang.
“Hah, bikin kaget saja!” Donghyun mendengus jengkel. Ia hendak pergi. Tapi tidak jadi. Ia melirik Youngmin yang ekspresinya cerah ceria
“Ada yang ingin kutanyakan” ujar Donghyun ragu
“Apa?”
“Semasa kau hidup dulu, kau seperti apa?” tanyanya serius.
Youngmin diam sejenak, lalu menjawab dengan wajah gembira
“Aku seorang Aktris dan penyanyi”

Donghyun diam sejenak, ia sedang mencerna ucapan Youngmin. “Kau bercanda? Kenapa aku tidak pernah melihatmu tampil di TV” Donghyun tak percaya. Ia berbalik pergi
“Aku penyanyi orkestra dan aktris teater. Tentu saja kau tidak tahu. Kau kan tidak suka musik karena orangtuamu. Iya kan?” ujar Youngmin sambil mengejarnya.
Donghyun tidak bisa mengelak. Ia berhenti berjalan. Memang itu kenyataannya.

Ibunya penyanyi terkenal dan Ayahnya penyanyi sekaligus aktor. Maka tak heran jika semua orang tahu tentang keadaan keluarganya. Kenyataan bahwa dia benci sekali pada musik juga tidak bisa disangkalnya. Musik membuatnya menderita. Meski kadang menghiburnya juga. Karena dunia yg disebut musik itu, hidupnya jadi berantakan.
“SUDAH! Jangan bahas itu! Kau membuatku kesal!” bentak Donghyun, lalu berbalik pergi
“Tapi aku jujur soal diriku. Kau ingin dengar suaraku?” Hibur Youngmin
“Tidak usah!!”

Youngmin menghela napas dan mulai mengeluarkan suaranya, menyanyi..

_There’s a song that’s inside of my soul
It’s the one that I’ve tried to write over and over again
I’m awake in the infinite cold
But you sing to me over and over and over again_

Langkah Donghyun berhenti. Suara merdu Youngmin menimbulkan sensasi menakjubkn di dirinya

Nyanyian itu menyentuh tepat sisi dirinya yang lembut. Jantungnya berdegup kencang. Angin semilir menerbangkan bunga2 sakura di sekitarnya. Pemandangan tiba2 menjadi indah. Ia takjub dengan situasi ajaib sekarang. Hatinya mendadak tenang dan sejuk. Beban di hatinya pun terasa terbang.

_So I lay my head back down
And I lift my hand and pray
To be only yours I pray,
To be only yours I know now
You’re my only hope_

Donghyun membalikkan badan. Tersenyum tulus melihat Youngmin yg bersenandung ria. Ia menghampiri Youngmin yang masih menyanyi dgn penuh penghayatan sambil menutup mata. Lagu itu selesai dinyanyikan saat Donghyun sudah berdiri di depan Youngmin. Tepat di hadapannya. Suasana ajaib pun brhenti dan kembali normal.
“Suaramu sangat indah” ucap Donghyun sambil tersenyum penuh arti. Youngmin berusaha menahan diri untuk tidak tersipu melihat ekspresi Donghyun sekarang.
“Kurasa, nyanyianmu itu sudah menghilangkan semua rasa kesal dalam hatiku. Gomawo” tambah Donghyun lagi.
Youngmin balas tersenyum dan semakin membuat parasnya cantik. “Aku bahagia jika kau bahagia, Donghyun-ssi”

Donghyun tertawa pelan. “Kau tahu, aku sangat bersnyukur kau jadi malaikat penjagaku. Kau membantuku melewati hari-hari sulit.” Donghyun diam sejenak. Ia menatap dalam dan langsung ke arah mata Youngmin yang hitam dan berbinar. “Dan kurasa.. Aku.. Sepertinya juga menyukaimu”

Youngmin terkejut. Apa? Donghyun.. Menyukainya.. Ini sangat tidak mungkin!! Ia tercengang.

Donghyun bergerak. Ia ingin sekali memeluk Youngmin. Tapi tidak bisa! Donghyun terkesiap. Entah kenapa gerakan tangannya selalu tembus saat akan memeluk Youngmin. Ia tidak percaya.
“Kenapa ini??” cecar Donghyun bingung dan panik. Youngmin benar2 tidak bisa disentuhnya!

Raut wajah Youngmin berubah sedih melihat kenyataan ini. Ia sedih karena Donghyun tidak bisa menyentuhnya.
“Mianhae Donghyun-ssi. Kau tidak bisa menyentuhku. Ini sudah peraturan dari langit..” ucap Youngmin dgn nada menyesal dan pilu

Donghyun terpukul mndengar’y. Wajah’y seketika meredup, sedih.
“Araseo. Mianhae”

Youngmin tersenyum “Kamu memang tidak bisa..” Ia kemudian bergerak memeluk Donghyun. Eh.. Donghyun kaget.
“Tapi aku bisa memelukmu” Gumamnya di balik bahu Donghyun. Youngmin terus memeluknya, semakin lama semakin erat. Eotteohke.. Donghyun mendadak berdebar2..
Youngmin menyandarkan kepalanya di bahu Donghyun yg hangat dan nyaman. Donghyun hanya bisa diam tanpa bisa membalas. Ia terpaku. Ia bisa merasakan pelukan Youngmin. Omona..

“Nado saranghae Donghyun-ssi” lirih Youngmin nyaris tak terdengar. Namun bisikan itu tetap terdengar oleh Donghyun. Matanya membulat seketika. Benarkah..

Aku mencintaimu meski aku tahu ini melanggar peraturankt sebagai malaikat penjagamu.. Batin Youngmin.

Donghyun tersenyum bahagia dalam pelukan Youngmin. Ia mungkin sudah gila.. Tapi perasaan ini sungguh-sungguh dan tidak dapat dihindarinya.

 

—-o0o—-

Di sebuah tempat pemakaman umum..
Kwangmin lagi-lagi meneteskan airmata melihat pusara bertuliskan nama saudara kembarnya sendiri. Jo Youngmin.
“Eonni.. Kau jahat.. Bukankah kau sudah berjanji untuk menjagaku seumur hidup.. Kenapa kau pergi meninggalkanku sendiri disini..?” airmatanya kian deras mengalir. 3 bulan yang lalu, terakhir kalinya ia melihat Youngmin tersenyum dan berkata sesuatu padanya:
“Kau harus hidup bahagia.. Cinta Eonnie akan selalu bersamamu selamanya..” ucapnya sambil membelai rambutnya dan Ia yang sedang terbaring lemah di rumah sakit hanya bisa tersenyum.

Tak pernah sedetikpun terlintas di benaknya itu senyum terakhir Youngmin sebelum beberapa hari kemudian ia ditemukan tewas tertabrak mobil.

Mereka sudah bersama sejak lahir. Tapi mengapa harus berpisah dengan cara mnyedihkan seperti ini? Youngmin bunuh diri. Itu yang ia yakini. Ia sengaja mati agar bisa mnyelamatkan hidupnya. Kwangmin yang mnderita sirosis hati sangat membutuhkan donor hati segera. Jika tidak ia akan mati. Dan Youngmin yang sehat, ingin melakukan sesuatu. Mendonorkan hatinya sendiri.

“Kwangmin-ah, ayo kita pulang. Kau sudah sperti orang gila. Tiap hari kemari dan menangis di depan makam kakakmu sendiri” ucap Minwoo.
“Sebentar saja.. Aku masih merindukannya..” lirih Kwangmin enggan pergi. Sahabatnya, Minwoo hanya menghela napas berat.
Sebelum pergi, Kwangmin meletakkan setangkai mawar putih di atas pusara Youngmin. Yah.. Mawar putih melambangkan cinta abadi..

—–o0o—-

Donghyun baru saja tiba di rumahnya. Ia segera beristirahat di sofa ruang keluarga. Mendadak saja ia teringat sesuatu. Kepalanya terangkat menatap makhluk jejadian yang berdiri tak jauh di dekatnya.
“Youngmin, boleh aku tahu kenapa kau meninggal?”

Eh.. Youngmin terdiam sejenak. Ia kemudian duduk di samping Donghyun.
“Aku bunuh diri” jawabnya dengan wajah datar.
“BUNUH DIRI??” Donghyun terbelalak kaget
“Iya” Youngmin mengangguk cepat

*Flashback*
Youngmin teringat. Malam itu ia menangis setelah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Ia meletakkan surat dan kalung berliontin hati miliknya ke dalam sebuah kotak untuk ia serahkan pada dokter di rumah sakit tempat Kwangmin, adik satu-satunya sekaligus saudara kembarnya dirawat. Ia sudah memutuskan akan mendonorkan hatinya pada Kwangmin. Ia sudah mengatakan itu pada Dr. Shim Chang Min, dokter yang sudah merawat Kwangmin selama ini.

Karena itu, di malam penentuan takdir itu. Ia berjalan ke tengah jalan dan berdiri di sana sambil menangis.
“Selamat tinggal Kwangmin.. Eonni sangat mencintaimu. Setelah aku pergi.. Hiduplah dengan bahagia..” batin Youngmin dengan deraian airmata tak henti-hentinya mengalir di pelupuk mata.

Tiba-tiba ia ingat. Kotak berisi surat itu belum diserahkan pada Dr. Chang Min. Ia hendak kembali ke rumah sakit tapi terlambat karena sebuah mobil truk melaju dgn kecepatan tinggi menabraknya hingga tewas seketika.
*flasback end*

Donghyun kaget karena Youngmin meneteskan airmata terkenang masa lalunya.
“Aku bunuh diri untuk menolong adikku. Dia menderita penyakit sirosis hati dan sangat membutuhkan donor hati segera..”
Donghyun lagi-lagi mengerjap mendengar masa lalu Youngmin.
“Jangan bilang kau bunuh diri agar bisa mendonorkan hatimu sendiri” tebak Donghyun.
“Iya. Itu benar” jawab Youngmin tegas. Omo, Youngmin, Kau..
“Aku rela hidupku berakhir asalkan adikku bisa hidup dan bahagia. Karena aku sangat mencintainya”

Youngmin menghembuskan napas berat. “Tapi karena aku mati bunuh diri, aku sulit bereinkarnasi. Tapi ‘mereka’ memberikan 1 ksempatan untukku. Aku bisa breinkarnasi kembali asalkan aku menjadi malaikat penjagamu”

Kini Donghyun mengerutkan kening bingung. “Kenapa harus aku?”
“Kan sudah kubilang, kau itu orang yang hampir mengakhiri hidup dengan cara yang menyedihkan. Jadi aku harus menolongmu”
Alasan aneh. Batin Donghyun. “Pasti ada alasan lain” timpalnya.
Youngmin mengangkat bahu. “Entahlah”

“Lalu apa alasan yang masih membuatmu mengganjal di dunia ini? Yah, soal hutang yang harus kau lunasi itu”

Youngmin memutar kembali memorinya mendengar pertanyaan Donghyun. Seketika ia teringat.
“AH! Ada! Kalung dan surat yang ingin ku serahkan pada adikku!” seru Youngmin. Ia terdiam sejenak
“Waktu itu terlempar di tempat kejadian..” lirihnya yang masih bisa mengingat samar-samar detik-detik sebelum dirinya mati. Ia berdiri, wajahnya berubah, tercengang.
“Aku harus menyerahkannya pada adikku..”
Donghyun ikut berdiri. “Geurae, kali ini aku yang akan membantumu” ujarnya sambil tersenyum. Ekspresi Youngmin kembali cerah
“Jinjja? Gomawo..” Youngmin kembali memeluk Donghyun. Aisy.. Bagaimana ini.. Donghyun tidak bisa membalasnya!

—o0o—-
Besoknya,
Donghyun mengeluarkan sepeda motornya dari dalam garasi. Ia bersiap untuk berangkat ke tempat TKP dimana Youngmin tewas. Tujuannya untuk mencari kotak itu.
Donghyun sudah memakai helm dan bersiap menstarter motornya. Tapi gerakannya terhenti karena ia merasa ada tangan yang memeluk pinggangnya. Ia menoleh ke belakang. Omo.. Youngmin!
“Ya! Kenapa kau duduk di belakangku?!” protes Donghyun. Sebenarnya ia tidak keberatan. Hanya saja nanti ia tidak bisa berkonsentrasi karena terlalu gugup.
“Kenapa? Tidak bakal ada orang yang bisa melihatku. Lagipula sayang dibelakangmu kosong” jawab Youngmin polos dengan wajah innocentnya. Donghyun jadi malu sendiri melihat ekspresi Youngmin yang cantik dan menggemaskan. Ia berdehem untuk mengalihkan kegugupannya.
“Ya sudah. Terserah kau”
“Donhyun-ssi, kau memang baik..” Youngmin mengeratkan pelukannya.

Kalau seandainya Youngmin itu nyata dan dapat disentuh, Donghyun pasti akan merasa gembira. Dan orang-orang yang melihat pasti mengira mereka sepasang kekasih yang mesra. Aishy.. Tapi sekali lagi.. Youngmin bukan makhluk nyata..
“Youngmin, apa waktu kau hidup kau punya namjachingu?” tanya Donghyun. Youngmin kan cantik. Pasti bnyak namja yang ingin menjadi pacarnya.
“Ani. Semasa hidup aku hanya memikirkan adikku dan.. Kalung kesayanganku saja. Itu cukup”
“Kalung? Pasti pemberian orangtuamu” Donghyun juga punya kalung seperti itu.
“Em..” Youngmin hanya bergumam.

Di lokasi kejadian, Donghyun mencari-cari kotak itu di sana. Tempat dimana Youngmin tewas. Arwah itu bilang kotak berisi surat terlempar ke sekitar TKP. Tapi.. Dimana harus mencari’y?? Youngmin juga ikut mencari.
“Youngmin-ah, kapan tepatnya kau tewas?” tanya Donghyun
“3 bulan lalu”
“Mwo? Kau yakin benda itu masih di sini?” Donghyun ragu sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling jalan. Di sana hanya ada taman, jalan raya dan semak-semak.
“Maybe. Tidak ada salahnya kan mencoba. Jika itu tidak ketemu, aku mungkin akan gentayangan selamanya” ujar Youngmin. Donghyun bergidik mendengarnya.

Donghyun kemudian mencari ke semak-semak dekat dengan TKP. Dan ajaibnya.. Ia melihat sebuah kotak beludru berwarna merah. Ah, apa ini?
“Youngmin.. Inikah?” teriak Donghyun sambil mengacungkan kotak itu.
Youngmin membelalakan mata melihatnya. “Right! Ini kotaknya!” sahutnya sambil berlari menghampiri Donghyun
“Aku buka” ujar Donghyun. Youngmin mengangguk. Donghyun membuka tutupnya. Di dalamnya memang ada kalung dan sepucuk surat.
“Iya. Itu kalungnya!” seru Youngmin dengan mata berbinar.

Donghyun mengerjap. Tunggu dulu, ia sangat mengenali kalung ini! Ia mengambil dan mengamatinya baik-baik. Youngmin bingung dengan reaksi Donghyun.
“Ini kan kalung yang pernah diberikan orangtuaku dulu” lirih Donghyun. Youngmin kaget
“Itu.. Sebenarnya..”
“Tidak mungkin. Cuma kebetulan. Pasti. Lagipula kalung itu kuberikan pada yeoja…” Donghyun terbelalak. Ia seperti di sadarkan sesuatu lalu menoleh pada Youngmin. Omona mungkinkah…

Donghyun menatap Youngmin lekat-lekat. Yeoja ini, memang mirip dengan yeoja di masa lalunya dulu. Jangan-jangan.. Ini alasan kenapa Youngmin menjadi guardian angelnya.
“Ka kau.. Yeoja itu Youngmin.. Kau yeoja yang ada di dalam mimpiku.. Yeoja yang ku tolong waktu itu..” tangan Donghyun bergetar. Bahkan suara sampai seluruh tubuhnya. Apa maksud semua ini..?
Youngmin mengerjap. “Ja.. Jadi.. Kau pemilik kalung ini? Omona..” Youngmin menutup mulutnya dgn tangan. Ia menangis kemudian..

Donghyun tersenyum bahagia.. Akhirnya ia menemukan yeoja yang selalu hadir dimimpinya.. Tapi sesaat kemudian ia sedih. Tenyata gadis itu kini sudah tidak ada di dunia ini lagi.. Ia sudah berada di dunia yang berbeda. Kenapa kenyataan sesakit ini?
“Sekarang ayo kita serahkan pada adikku” ujar Youngmin dengan sisa-sisa airmata masih ada di pipinya. Donghyun diam. Jika ini di serahkan, apa artinya Youngmin akan berhenti jadi penjaganya?
“Jangan hari ini. Besok saja” ucap Donghyun sambil lalu

—o0o—

Donghyun kembali ke rumah dalam keadaan lesu. Ia mencintai seseorang yang sudah tiada. Tidak di dunia ini lagi.. Oh God.. Apa ini masuk akal??
Donghyun merebahkan diri di sofa ruang keluarga. Dan tertidur tak lama kemudian. Youngmin menghilang entah kemana.

Donghyun bermimpi. Yah mimpi saat ia bertemu dengan yeoja cilik berambut blonde sebahu. Waktu itu usianya 9 tahun. Yeoja itu menangis sendirian di lorong rumah sakit. Donghyun bersama kedua orangtuanya yang masih rukun ke rumah sakit untuk mengecek kesehatannya. Donghyun mendengar desas desus yang mengatakan baru saja terjadi kecelakaan yang menewaskan suami istri sementara dua anaknya selamat. Pasti yeoja itu korban salah satunya. Pikir Donghyun

“Kenapa menangis?” tanya Donghyun ramah. Yeoja itu terisak. Hah, sayang sekali, wajah cantiknya rusak karena airmata.
“Orangtuaku sudah pergi.. Hiks..” yeoja itu sesenggukan. Airmatanya sudah kering tapi ia tetap ingin menangis. Donghyun iba melihatnya. Ia kemudian mencopot kalung yang dipakainya lalu memberikannya pada Yeoja itu.
“Apa ini?” yeoja itu tidak mengerti
“Kalung ini untukmu” ujar Donghyun.

Karena yeoja itu tak kunjung mengambil kalungnya, Donghyun berinisiatif memakaikan sendiri kalung itu ke lehernya. Ia tersenyum dan muka yeoja itu memerah.
“Ini hadiah dari orangtuaku. Bukti kasih sayang mereka padaku. Tapi kurasa sekarang kau jauh lebih membutuhkannya..” dengan penuh percaya diri Donghyun berusaha membuat yeoja di hadapannya ini bahagia. Yah, waktu itu orangtuanya kan masih rukun dan ia merasa gembira tanpa kalung itu.
“Gomawo..” Donghyun terdiam. Untuk pertama kalinya ia melihat yeoja itu tersenyum. Sangat indah dan wajah cantiknya tampak bersinar..

Donghyun tersenyum dalam tidurnya. Dan setetes airmata perlahan turun dari sudut matanya.

Youngmin baru kembali dari ‘langit’. Ia mendapat peringatan bahwa, tugasnya sebagai malaikan penjaga akan selesai beberapa hari lagi. Bagaimana ini? Padahal ia masih sangat ingin bersama Donghyun. Namja yang dicintainya.
Namja yang sudah membuatnya tetap bahagia dan bertahan saat hidup dulu dengan kalung pemberiannya. Dan sekarang, ia harus menyelesaikan tugasnya karena.. Ia jatuh cinta padanya!

Itu melanggar peraturan ‘langit’. Mereka sudah berada di dunia berbeda sekarang. Sampai kapanpun cintanya tidak akan pernah terwujud.

Youngmin meneteskan airmata menatapi wajah tampan Donghyun yang tertidur. Ia terlihat polos tanpa dosa. Wajah yang membuatnya menyesal karena ia telah meninggal dunia. Mengapa mereka tak dipertemukan lebih dulu sebelum ia meninggal..

Youngmin mendekat, berlutut tepat di depan wajah Donghyun yang terlelap. Ia tersenyum dgn mata berkaca-kaca.
“Saranghae.. Donghyun-ssi..” gumamnya sambil membelai pipi Donghyun pelan dan lembut. Youngmin sungguh tidak ingin meninggalkan Donghyun.. Ia ingin hidup kembali dan bereinkarnasi. Hidup untuk bisa mencintainya dan bersama selamanya.. Tapi.. Tidak mungkin..

Airmata menetes lagi di pipinya. Youngmin mencondongkan tubuhnya dan..
Chup~
Ia mengecup pelan bibir Donghyun dengan penuh perasaan. Ini cinta terlarang.. Aku tahu.. Batin Youngmin.

Tidak semestinya aku memiliki perasaan ini terhadapmu, Yah, Tidak seharusnya.

To Be Continued..

 

ditunggu RCLnya ^^ *dilarang copas tanpa seizin dari author*

16 thoughts on “Guardian Angel (Part 2)

  1. Aaarrrrrgggh…nyesel kan bunuh diri…????ternyata youngmin itu udah kenal sama donghyun waktu di rumah sakit…..nyesek nich..bacanya…kenapa mereka mesti beda alam sekarang..mereka kan udah salibg cinta..
    Buat author…fanfictnya bagus….tapi nyesek bacanya…cinta …huweee….yeasu

  2. ternyata youngmin gadis kecil yg selalu diingat donghyun tapi sayang mereka sudah berbeda alam,,
    sekarang tinggal memberikan kalung itu pada adik kembarnya dan urusan nya di dunia selesai,,lalu bagaimana dg urusan hati,,??

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s