Would You Marry me? (Part 6) End

Tittle : Would You Marry Me? Part 6 End

Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young

Genre : Romance-Comedy

 

Main Cast :

  • Shin Nara a.k.a Aira
  • Cho Kyuhyun Super Junior

Maaf untuk typo…

Would You Marry Me By DhaKhanzaki

———–o0o————–

Aira berusaha memberontak, ia harus melepaskan diri dari Kyuhyun atau akan terjadi sesuatu yang membahayakan.

“Kyaa, oppa lepaskan!” Mohon Aira. namun Kyuhyun malah mengeratkan pelukannya.
“Tidak mau. Aku ingin tidur sambil memelukmu seperti ini.” gumamnya mulai memejamkan mata.
“Go or I will kill you” Ancam Aira. Kyuhyun mengendikkan bahunya.
“Just do it. I don’t care” jawab Kyuhyun. Tangannya makin erat memeluk Aira.
“Oppa turuti kata-kataku! Kau kan kalah main melawanku, jadi-emph” Kyuhyun membekam mulut Aira dan menatap mata Aira yang terpaut dekat dengannya.
“Kau lihat jam chagi..” perintahnya sambil memperlihatkan jam di ponselnya. Aira terbelalak. Jam sudah menunjukkan pukul 00.12. Kyuhyun tersenyum manis.
“Kau tahu, perjanjian itu sudah tidak berlaku lagi. Jadi sekarang kau diam saja. Ok”

 

Aira belum sempat menjawab, tangan Kyuhyun bergerak menarik Aira dan menyandarkan kepalanya ke dada bidangnya yang hangat. Aira kembali berdebar.

“Kau bisa merasakan debaran jantungku?” tanya Kyuhyun sambil membelai rambutnya.
“Ne. Cepat sekali” komentar Aira gugup
“Saat bersamamu jantungku selalu seperti ini. Bagaimana denganmu?”
Aira mengangguk dalam dekapan Kyuhyun “Nado..”

Kyuhyun tersenyum, lalu bergerak mengecup puncak kepala Aira. “Saranghae, Ai-chan..” gumamnya, membuat Aira serasa melayang ke kayangan. Tangan Aira mulai balas memeluk Kyuhyun.
“Aku juga.. Mencintaimu..” ucap Aira dalam bahasa Indonesia. Kyuhyun mengeryit bingung.
“Apa artinya?” Aira mendongakan kepala, menatap wajah Kyuhyun.
“Watashi wa aishiteru, Kyuhyun-niichan” jawab Aira sambil tersenyum dan Kyuhyun pun tertular senyuman Aira.
“Kalau ini aku mengerti” ia kembali memeluk Aira dgn erat.
“Ai-chan..” gumamnya.
“Hmm?” Aira tidak menjawab dengan kata-kata karena ia sibuk menikmati kenyamanan yang ia rasakan saat dipeluk Kyuhyun.
“Kita ‘itu’ yuk!” ajaknya tak tahu malu. Aira terkesiap dan segera menjauhkan diri dari Kyuhyun. ia melotot ke arah calon suaminya itu.
“Andwae! Kau gila Oppa!!” Aira lari keluar kamar dan dengan sigap mengunci Kyuhyun di dalam kamar. Kyuhyun kaget, ia secepat kilat turun dari tempat tidur dan menderap ke arah pintu
“MWO! Aira buka!!” teriak Kyuhyun dari dalam sambil menggedor pintu.
“Tidak akan! Wee!” Aira menjulurkan lidahnya dan pergi ke kamar Kyuhyun di seberang kamar itu. Ia harus tidur. Biar saja Kyuhyun terus menggedor pintu sampai pagi.

—o0o—

@Seoul Art College
Aira dan GC seperti biasa sedang makan di kantin. Tapi kali ini GC berpikir ada yang berbeda dengan Aira. Di tangan kirinya ada cincin yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
“Shin Nara, kau sudah bertunangan?” Aira mengangkat wajah dari makanan yang sedang dinikmatinya, menatap GC dengan alis terangkat sebelah.
“Siapa bilang?”
Tangan GC terangkat menunjuk jari Aira yang terdapat cincin asing itu. “Lalu, cincin yang kau pakai cincin apa? Oh, kau sudah menikah?” seru GC. Aira tersedak makanan yang tengah dikunyahnya lalu buru-buru meminum jus jeruk.
“Kau ini! Bicaramu ngawur!”
“Geojitmal! Aku tahu cincin itu. Beberapa hari lalu aku ke toko perhiasan bersama Chan Shik Oppa. Dia mencari cincin yang bagus untuk melamar. Dan penjaga toko menunjukkan cincin itu. Oppa tidak jadi beli karena cincin itu mahal sekali. Nah, jadi Aira, siapa yang sudah melamarmu? Dia pasti sangat kaya” ucap GC dengan nada menyelidik. Aira diam. Jangan sampai berita pernikahannya menyebar. Ia tidak mau jadi bahan pembicaraan masyarakat luas.

Dan di saat ia tengah kebingungan, ponselnya berbunyi. Aira dan GC saling pandang. Aira hendak mengambil ponsel yang tergeletak di meja namun kalah cepat oleh GC. Anak itu menyambar lebih dulu ponsel Aira dan melihat layar ponsel. MR. CHO. GC mengerjapkan mata. Cho.. Mungkinkah Cho Kyuhyun?
“Yeobseo” ucap GC cepat.
“Ya! Kau belum minta maaf atas ulahmu semalam Nyonya Cho! Aku akan menjemputmu sore ini. Jadi jangan harap kau bisa kabur!” cerocos seseorang yang berpikir kalau yang sedang berbicara dengannya kini adalah Aira.
“Nugu?” tanya GC langsung. Kadar kecurigaannya sudah 100 persen.
“Aku Cho Kyuhyun Pabo! Calon suamimu!” GC syok mendengarnya. Kyuhyun! Jangan bilang Kyuhyun Magnae Super Junior!
“Kyuhyun mana?”
“Bakka! Babo! Stupid! Tentu Kyuhyun Super Junior! Memang harus kukata~ Nugu? Ini Aira kan?” Kyuhyun di ujung sana jadi curiga. GC yang shock segera menyerahkan ponsel itu pada pemiliknya.
“Siapa?” tanya Aira. GC menggeleng. “Bicara saja” ucapnya lemah. Aira mengambilnya dengan kening berkerut. GC memperhatikan Aira yang berbicara di telepon. Otaknya masih mencerna apa yang baru didengarnya. Cho Kyuhyun calon suami Aira. Hei, KYUHYUN SUPER JUNIOR CALON SUAMI AIRA!! Bukankah itu berita besar!

Setelah Aira menyudahi pembicaraannya, GC segera menarik Aira ke tempat yg sepi. Yaitu di ruang praktek anak-anak department seni rupa. Jarang ada siswa yg ke tempat itu. Satu-satunya yang akan mendengar pembicaraan mereka hanyalah lukisan-lukisan abstrak dan patung-patung yang tidak jelas bentuknya. Ia sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi. seseorang harus menjelaskan sesuatu padanya atau ia akan mengobrak-abrik isi kampus.
“Sekarang jelaskan mengapa Kyuhyun Super Junior bisa menjadi calon suami kamu?” tanya GC terburu-buru. Aira yakin GC tahu pasti karena tadi dia menjawab panggilan Kyuhyun. Kalau sudah begini mau gimana lagi. Jujur adalah jalan terbaik.
“Kami dijodohkan” ucapku singkat. GC melotot. Aira tidak heran. Fans mana yang tidak kaget saat mendengar idolanya akan menikah, apalagi dengan teman sendiri.
“Mianhae, GC.. Aku tidak bermaksud menutupi ini. Tapi Kyuhyun Oppa, dia artis terkenal, jadi..” kalimat Aira terpotong karena GC mendadak memeluknya sambil berjingkrak-jingkrak. Membuat Aira semakin kebingungan.
“Kyaaa.. Chukkae..” serunya. Apa? GC memberinya selamat? Aira tidak habis pikir. Kenapa GC bahagia begini?
“GC, kamu tidak marah atau kesal?”  GC melepaskan pelukannya, lalu menggeleng dengan wajah sumringah.
“Tentu saja senang. Sudah lama aku menunggu saat ini, akhirnya tiba juga.” ujarnya gembira. Aira bingung. “Jujur saja, aku tidak suka Evil Magnae itu dekat-dekat dengan Sungminnie ku! Pakai mengatakan pada seluruh dunia bahwa Sungmin miliknya lah, enak saja! Kalau aku bisa ingin sekali rasanya kupukul kepala yang isinya hanya game itu. Sekarang dia mau menikah? Tentu aku senang. Artinya, Sungmin-ku bebas dari jerat setan game itu” jelas GC panjang lebar. Aira cuma melongo. Pelan-pelan ia mulai memahami maksud GC. Intinya ia senang dan gembira Sungmin bebas dari Kyuhyun.
“GC, kamu janji ya, tidak akan mengatakan tentang ini kepada orang lain” pinta Aira. GC memegang erat bahu Aira.
“Tenang saja. Aku tidak akan mengatakannya. Asal ada saratnya” GC diam sejenak, lalu menyeringai. Membuat Aira merasakan firasat buruk. “Yaitu, kau harus mengenalkanku pada Sungmin Oppa. Oke”
Aira terbelalak kaget. “Mwo, tapi..” Aira diam sejenak. Akhirnya dia mengangguk. “Oke. Tapi aku tidak bisa berjanji. Aku tidak tahu Kyuhyun Oppa mengundang member Super Junior atau tidak”
“Dia pasti mengundangnya. Apa wartawan juga diundang?”
Aira menjitak GC. “Untuk apa kurahasiakan jika kami mengundang wartawan. Babo! Tentu saja tidak. Pesta ini dirahasiakan. Araseo!”

GC mengangguk. “Tapi, apa pihak SM tahu tentang pernikahan ini? Setahuku mereka melarang anak didiknya berpacaran apalagi menikah”
Aira terdiam. “I don’t know”
“Terus bagaimana dengan Sparkyu? Atau ELF di luar sana? Aku yakin mereka akan membantaimu jika tahu berita ini” GC mengatakannya dengan wajah sehoror mungkin. Aira jadi merinding.
“Akh, aku tidak tahu! GC, tolong jangan membuatku galau. Atau aku tidak akan jadi mengenalkanmu pada Sungmin Oppa”
“Ara. Ara. Aku janji akan membantumu merahasiakannya.. Tapi jangan lupa undang aku ke acara pernikahanmu nanti. Aku juga ingin berkenalan dengan suamimu” ungkapnya sambil cengengesan.
“Jih, alasan!”

—o0o—

Pukul 15.00, di depan Seoul Art College

*Kyuhyun POV*
Aku menunggu di dalam mobil kurang lebih 15 menit. Tapi Aira belum muncul juga. Kemana dia? Tadi dia mengatakan kelasnya sudah selesai 30 menit lalu. Harusnya sekarang dia sudah tiba di sini. Padahal sudah kuluangkan waktu di sela jadwalku yang super padat untuk menjemputnya. Tunggu, apa dia balas dendam padaku? Tidak mungkin. Jangan berburuk sangka dulu Cho Kyuhyun! Aku terus menghibur diri dengan pikiran-pikiran positif. Ku tengokkan kepalaku ke luar jendela dengan harapan akan menemukan sosok Aira di antara sekian banyak murid yang berlalu lalang di luar sana.

Aku tidak berani keluar mobil. Bukan karena aku takut. Tapi fansku pasti akan mudah mengenaliku karena aku tidak mengenakan perlengkapan penyamaran apapun. Dalam kondisi seperti ini aku jadi merindukan kreasi Aira padaku dulu. Yang dengan sukses menyulapku seperti orang lain. Ah, dia memang yeoja yang tidak biasa.

Tepat pada detik itu, aku melihat sosok Aira. Dia tampak melenggang anggun sambil memegang beberapa berkas di tangannya sambil sesekali tersenyum saat diajak berbicara oleh temannya. Aish, cantiknya yeojaku itu. Kenapa aku baru sadar sekarang ya?

Tapi, omo.. Siapa itu namja yang menghampirinya dan sekarang bercanda dengannya! dengan lancangnya dia merangkul pundak Aira sambil menunjukkan sesuatu di Ipadnya. Dadaku bergemuruh dan emosiku memuncak. Ingin sekali ku tendang namja sialan itu. Tapi aku tidak bisa tiba-tiba muncul di hadapan Aira dan membuat heboh seisi kampus. Terpaksa kutahan emosi ini.

“Siapa dia? Kenapa kau bisa seakrab itu dengan namja?” serobotku langsung saat Aira sudah duduk di sampingku. Aira menghentikan kegiatannya sejenak lalu menoleh ke arahku dengan kening berkerut.
“Namja? Oh, yang tadi, dia hanya teman satu departmen denganku” jawabnya enteng sambil memasang safety belt. Santai sekali. Apa dia tidak lihat sekarang aku sedang kesal.
“Teman? Lalu kenapa dia bisa seenaknya merangkulmu segala?” nada bicaraku mulai ketus. Benar, aku ketus karena cemburu! Aira dengan polosnya tertawa. Kenapa dia? Kemana Aira yang pintar dan cerdik itu? Otaknya hari ini lambat atau apa sih? Masih belum sadar juga aku cemburu?
“Oppa, kau ini kenapa? Dari dulu temanku memang kebanyakan namja. Teman yeojaku bisa dihitung dengan jari”
“Mwo?” aku nyaris berteriak. Temannya kebanyakan namja?? Aira, kau ini..

“Sudahlah, sebenarnya ada apa kau menjemputku Oppa?” Ah, hampir saja aku melupakan tujuanku menjemputnya.
“Kita akan pergi untuk fitting baju pengantin” jawabku singkat.
“Jinjja?” seru Aira tak percaya. Aku tidak menjawab lagi karena sibuk menyetir mobil.

Kami tiba di sebuah butik milik seorang designer khusus pakaian pengantin. Di sana kami bertemu dengan Umma dan Ibu mertuaku.
“Mama, Kapan tiba di sini?” Aira langsung saja bergelayut manja pada Mamanya. Aku tersenyum pada ibu mertuaku dan kami berbincang-bincang sejenak sebelum memulai ritual itu. memilih pakaian untuk upacara pernikahan nanti.

“Aku tidak suka baju itu. Terlalu mengekspos bagian pundak” kudengar Aira komentar lagi ketika pegawai butik menunjukkan satu baju pengantin tanpa lengan dan tali. Aku hanya tersenyum.
“Kalau yang ini?” sang designer, Ms. Han Min Ah menunjukkan gaun dengan model yang lebih rumit. Aira menggeleng.
“Sepertinya berat. Aku tidak kuat mengenakan gaun dengan banyak manik-manik seperti itu” Ms Han kembali menyuruhnya membawakan gaun rancangannya yang lain. Aku mencoba menahan tawa. Dasar Aira! desainer ternama pun kau kerjai, kau tidak lihat ekspresi kesal yang di tahannya itu.

Karena tidak kunjung menemukan gaun yang tepat, akhirnya aku protes.
“Ya! Kenapa tidak ada yang cocok? Kalau begitu rancang sendiri saja gaunnya!”
Aira mendengus. “Aku bisa saja melakukannya. Tapi mana mungkin selesai dalam waktu satu hari kan? sementara Pernikahannya lusa. Atau Tuan Cho, kau ingin menunda pesta kita sampai bulan depan?” dia malah membalikkan kalimatku. Gadis itu selalu bisa membuatku kehabisan kata-kata.
“Mana bisa begitu!” aku jadi terbawa emosi sendiri. Aku bangkit dan menghampiri Aira. Ku tarik tangannya dan kubawa ke deretan manekin-manekin yang dipasangkan berbagai model gaun pengantin. Umma dan yang lain hanya tersenyum dengan ulahku.
“Omo, Oppa”
“Sekarang tutup matamu!” perintahku. Dia menurut. Aku memegang kedua pundaknya.
“Janji ya, gaun apapun yang kau pegang itu gaun yang akan kau pakai nanti” bisikku di telinganya.
“Mwo?” Sebelum dia protes dan banyak tanya, ku putar badannya sampai dia pusing dan membiarkannya memilih baju dengan mata tertutup. Ini cara aneh memang, tapi aku suka. Aku suka mengerjainya, tepatnya.

Badan Aira terhuyung dan akhirnya jatuh di salah satu manekin yang memakai gaun dengan model bahu lebar berlengan panjang. Gaun dengan model sederhana namun tetap menunjukkan sisi anggun dan glamor. Aira membuka matanya dan tercengang dengan gaun pilihannya sendiri. nah, dengan begini dia tidak akan protes.
“Aigoo.. Aku harus pakai ini nanti? Tak apalah. Tapi, gaun ini ekornya panjang sekali. pasti berat”
Aku mengacak-acak rambutnya. “Tenang, apapun yang kau pakai hasilnya pasti cantik”
“Aish, gombal!” ia cemberut sambil mengerucutkan bibirnya. lucu sekali calon istriku ini!

—o0o—

*Aira POV*
Cukup untuk gaunnya! Padahal aku ingin sekali memakai gaun seperti yang dipakai Kate Middleton di hari pernikahannya dengan Prince William. Sekarang aku harus mencoba gaun yang sudah kupilih ini. Setelah memakainya, Mama sekalian memintaku untuk dirias. Agar aku terlihat lebih cantik, maybe..

“Aigoo, menantu Umma.. Cantiknya..” Seru Umma saat aku memperlihatkam diriku pada semua orang termasuk Kyuhyun yang sekarang sudah memakai tuxedo. Membuatnya semakin tampan saja.
“Gomawo” aku tersipu. Sekarang aku menoleh pada Kyuhyun.
“Bagaimana Oppa? Bagus tidak?” godaku. Kyuhyun mengerjap, lalu mendadak salah tingkah.
“Tentu saja bagus!” tegasnya gugup. Aku tersenyum simpul. Pasti karena aku terlalu cantik.

“Kalian sekalian foto prewedding, oke” ucap Mama membuat aku menoleh cepat. Foto prewedding? Ah, pantas saja dia memintaku agar dirias.

Saat pengambilan foto prewedding..

“Gayanya lebih romantis. Kyuhyun-ssi, kau bisa kan letakkan tanganmu di pinggang Aira. Dan Aira-ssi, tanganmu letakkan di dada suamimu dan satunya lagi di bahunya” suruh sang fotografer. Dengan pasrah dan tanpa banyak protes aku ikuti kata-kata fotografer itu. Aku yang sudah memakai gaun pengantin lengkap dengan aksesori hanya menghela napas. Begitu pun Kyuhyun. Tapi dia tampak lebih rileks. Tentu saja, pemotretan bukan hal asing baginya.
“Oke.. Sekarang senyum, tahan” fotografer itu siap-siap membidik kameranya saat dirasakan gaya kami sudah bagus.
“Hei, jangan tegang begitu Ai-chan” bisik Kyuhyun di telingaku. Aku memang gugup. Aku takut hasilnya jelek nanti.
“Lalu aku harus bagaimana?” jawabku dengan pandangan tetap terarah ke kamera. Fotografer itu mulai memotret kami.
“Rileks, chagi..” tak kusangka Kyuhyun mencium pipiku, agak lama. Ada apa dengannya. Aku tetap tersenyum karena sang fotografer terus memotret kami.
“Ok! Bagus sekali! Kalian benar-benar serasi!” teriak fotografer itu puas.

Kyuhyun menjauhkan wajahnya dari wajahku. Aku sekarang menatapnya.
“Kau ini tegang sekali. Di pesta nanti kau harus rileks” tatapannya lembut dan ia mempelai pipiku dengan punggung jarinya. Pipiku kembali memanas.

Kyuhyun tersenyum dan aku ikut tersenyum. Dia mulai mendekatkan wajahnya lagi dan aku tahu dia akan apa. Aku inisiatif memejamkan mata. Tak lama Kurasakan bibir lembutnya yang hangat dan basah menyentuh bibirku. Melumatnya pelan. Sesaat aku lupa pada dunia. Kurasakan kilatan blitz kamera menerjang kami saat kami masih berciuman.
“Yak! Ini bagus sekali! Kalian tampak sangat mesra!” teriak fotografer. Omo, aku terkesiap, melepaskan ciuman kami dan menatap orang-orang yang tersenyum penuh arti padaku dan Kyuhyun. Aish, aku lupa kalau masih banyak orang di sini! Berarti tadi mereka..
“Romantisnya.. Ah, Mama jadi iri..” seru Mama. Aku menunduk malu.
“Kyuhyun, kau sudah tidak sabar ya?” ledek Umma. Sudut mataku diam-diam melirik pada namja di sebelahku itu. Dia tertawa pelan.
“Umma tahu aja”

 

Umma mendekati kami. Dia menatapku dan Kyuhyun bergantian.  “Ingat, dalam waktu satu tahun ke depan kalian harus memberi Umma cucu. Awas kalau tidak!” ucap Umma sambil mengedipkan mata. Apa? tahun depan?? Cepat sekali! Kulirik lagi Kyuhyun dan dia malah tersenyum misterius.
“Tenang Umma, aku tahu jurus yang jitu” nada bicaranya yang aneh itu membuatku merinding. Ahlele.. Aku tidak sanggup memikirkan bagaimana malam pertamaku nanti.

—-o0o—-

*Author POV*
Akhirnya hari pernikahan pun tiba. Aira menatap ragu dirinya sendiri di depan cermin besar. Gaun pengantin melekat indah di tubuhnya yang ramping itu. Kemudian senyum perlahan mengembang di bibirnya. Ini adalah salah satu dari sekian banyak hal yang diimpikannya. Bisa memakai gaun pengantin. Tanpa disadarinya, airmata menetes pelan di sudut matanya.
“Kakak, lihat aku, hari ini aku mewakilimu mengenakan gaun pengantin.” gumam Aira mengenang mendiang kakak perempuannya yang meninggal sehari sebelum pernikahannya..

—o0o—

*Kyuhyun POV*
Tiba juga hari penentuan dalam hidupku. Setelah ini aku akan menjalani kehidupan yang berbeda dari sebelumnya. Aku akan memulai babak baru dengan menyandang status yang berbeda. Yaitu sebagai seorang suami dan kelak akan menjadi ayah. Dan yeoja beruntung yang akan menjadi istriku adalah Aira.

Sebenarnya aku sebal karena pernikahan ini berawal dari perjodohan. Tapi tidak bisa dipungkiri sekarang aku sangat mencintainya. Dia seperti game bagiku. Yah, game yang penuh tantangan dan sangat seru untuk dimainkan. Dan Aira adalah game terbaik yang pernah kumenangkan. Selamanya. Sekarang aku ingin melihat game kesayanganku. Eh, calon istriku. Umma bilang sekarang ia sedang dirias di ruangan yang terpisah dengan ruanganku. Dalam perjalanan ke sana, aku berpapasan dengan seorang namja berwajah kebarat-baratan. Aku kira ini hanya kebetulan, ternyata dia memang sengaja menghadang jalanku.
“Are you Kyuhyun?” tanyanya dalam bahasa Inggris. Ya ampun, dia orang asing sungguhan?
“Yes” jawabku tegas sambil menegakkan tubuh. Wajar saja, tubuhnya lebih tinggi sedikit dariku.
“Who are you?” tanyaku dengan dahi berkerut.
Namja itu mengulurkan tangan. “I’m Jimmy, Aira’s older brother” ucapnya. Eh, brother? Kakaknya Aira! aku mengerjap kaget. Siapa sangka akan bertemu dengan kakaknya di sini.
“Oh, Nice to meet you. I’m Cho Kyuhyun” Haruskah ku panggil dia Hyung? Tapi wajahnya tidak tampak tua.
“I’m glad Aira will marry with you and you know what it means, you must guard her and if you make her crying..” Jimmy Hyung mendekat dan tatapannya menajam. “I will kill you..” lanjutnya dengan sukses membuat bulu kudukku berdiri. Aku tidak terlalu menangkap kata-katanya. Hanya kalimat ‘I will kill you’ yang terdengar jelas. Setelah itu dia tersenyum dan menepuk pundakku pelan.
“Chukkae yo, saengi..” bisiknya. Aku mendelik tajam menatapi punggungnya yang bergerak menjauh. Ya ampun, kakaknya.. Err.. Menyebalkan!

Aku sudah tiba di depan ruang rias Aira. Kubuka pintunya pelan. Awalnya aku berniat memberikannya kejutan. Tapi niatku tertahan saat melihat wajah sedihnya dari cermin, kebetulan Aira sedang bercermin. Padahal Aira tampak sangat cantik dan anggun. Lalu apa yang sekarang kulihat?  Dia menangis? Waeyo? Apa dia sekarang merasa keberatan memutuskan menikah denganku? Aku masuk dan menghampirinya.
“Ai-chan” ujarku lembut. Ia terkesiap menyadari kehadiranku dan cepat menghapus airmatanya.
“Ne. Oppa, ada apa?” wajahnya dihiasi senyum ceria. Aku tidak tahu dia tersenyum tulus atau cuma pura-pura. Aku membalikkan badannya ke arahku dan merengkuh pinggangnya mendekat.
“Kamu menangis ya?” tanyaku sambil memperhatikan sudut matanya yang masih menyisakan airmata. Ia gugup karena wajah kami sangat dekat dan langsung mengalihkan pandangannya dari mataku.
“Aniyo.. Oppa. I’m okay” elaknya.
Aku menghela napas. “Baiklah” tegasku. Aku tidak akan memaksanya bercerita. Ku usap sisa airmata di pipinya. “Jangan sedih. Aku tidak mau melihat pengantinku bersedih di moment sakral nanti” aku benar-benar tidak mau melihatnya sedih karena hal itu sangat menyiksaku.
“Araseo, Oppa” ucapnya kembali tersenyum gembira. Akupun ikut tersenyum dan tanganku makin erat merengkuh pinggangnya.

—o0o—

*Aira POV*
Kyuhyun menempelkan keningnya ke keningku. Dan jantung ini kembali berdetak kencang. Hidung kami saling bersentuhan dan matanya yang lembut bersinar menatapku. Aku hanya tersipu malu. Bibirnya membentuk seulas senyum yang sangat tulus. Sepertinya dia hendak menciumku lagi.
“Oppa, aku malu..” ungkapku tak kuasa atas situasi ini. Dia tertawa. Lalu perlahan menjauhkan wajahnya.
“Ah, mian. Kita lanjutkan nanti malam saja” godanya sambil melepaskanku. Uh, dasar! Tiba-tiba dahinya berkerut ketika melihat kakiku.
“Kenapa kau tidak memakai high heels mu?”
Mulutku bungkam. Aku memang masih bertelanjang kaki. Dan high heels itu masih tergeletak di dekat cermin besar di dekatku. Aku memberengut menatap sepatu tumit tinggi itu.
“Tidak mau, aku benci high heels” jawabku agak jengkel. Benda dengan tumit tinggi itu sangat kubenci. Karena benda itu kakakku tertabrak mobil dan tewas. Tidak logis memang menyalahkan benda itu atas kematian kakakku. Tapi daripada aku gila, lebih baik aku membencinya.
“Kalau tidak pakai ini lalu kau mau pakai apa? Tidak mungkin kan kau pakai sneaker?”
aku mendengus “Kalau boleh aku ingin memakai itu” rajukku sambil melipat tangan di depan dada.
“Ya! pakai cepat!” Kyuhyun menyodorkan high heels itu padaku
“Shireo!”
“Perempuan itu akan tampak anggun kalau pakai ini Ai-chan..” Kyuhyun mendudukkanku di kursi. Ia berjongkok di depanku. Apa yang akan dilakukannya?
“Oppa, kau..”  mataku melebar takjub. tanpa diduga Kyuhyun memakaikan high heels itu pada kakiku. Oh my.. Aku merasa seperti Cinderella.
“Lihat, cantik kan” Ia mendongkak dan tersenyum manis ke arahku. Pipiku memanas rasanya. Pria ini memang jahat! Selalu saja bisa membuatku terharu dan ingin menangis.
“Aish, Oppa.. Kau ini, pandai sekali membuatku speechless” aku mendengus kesal. Ia berdiri tegak di hadapanku.
“Tapi saat kita berada di altar nanti kau tidak boleh speechless” godanya. Dasar setan tengik! Dan Kyuhyun tertawa menanggapi diriku yang cemberut kesal.

—o0o—

*Author POV*
Tiba juga momen sakral itu. Aira berjalan menuju altar diiringi musik dan didampingi oleh Ayahnya. Di altar sana, Kyuhyun tersenyum. Semua tamu yang hadir menyaksikan pengucapan ikrar sehidup semati itu merasakan kebahagiaan yang sama seperti kedua mempelai. Member Super Junior pun lengkap hadir menyaksikan pernikahan Kyuhyun. Apalagi Leeteuk sampai menangis terharu,
“Sudahlah Hyung, setelah ini kudoakan semoga kau yang segera menyusul Kyuhyun” hibur Ryeowook diiringi anggukkan member lain.
“Ya! Aku menangis bukan karena itu!” protesnya.

“Nah, pengantin pria dipersilakan mencium pengantin wanita”
Kyuhyun menatap Aira sambil tersenyum. Hadirin penasaran kenapa kedua orang itu hanya terdiam dan saling pandang.
“Oi, Kyu, buruan cium!” ucap Eunhyuk setengah berbisik. Kebetulan dia duduk di barisan paling depan. Kyuhyun menunjukkan evil smirknya sebentar, lalu mendekatkan wajahnya. Aira tidak kunjung menutup matanya ketika jarak mereka tinggal dua cm lagi. Kyuhyun bingung dan menarik lagi wajahnya.
“Wae?” tanyanya dengan sebelah alis terangkat. Tamu-tamu yang menyaksikannya sampai geregetan. Gantian Aira yang tersenyum, gadis itu mendekatkan dirinya, menarik kerah tuxedo Kyuhyun lalu.. Chu~
Aira mencium bibir Kyuhyun lebih dulu. Kyuhyun terbelalak kaget karena Aira melakukannya tiba-tiba bahkan di saat dirinya belum mempersiapkan diri. Hadirin yang melihatnya bersorak penuh suka cita. Tentu saja, itu tontonan gratis yang sangat menghibur. Bahkan Eunhyuk dan Donghae saling berpelukan saat melihatnya dan member lain bertepuk tangan sambil berdiri. Hei, ini bukan teater!

Aira melumat bibir suaminya sampai ia merasa sesak dan inisiatif melepaskannya.
“Omo, ternyata kau nappeun yeoja chagi..” ucap Kyuhyun sambil mengatur nafasnya yang hampir habis.
“Biar saja” ucap Aira sambil tertawa pelan.

“Chukkae..” semua Member Suju memberikan selamat pada Aira dan Kyuhyun di acara resepsi itu.
Sesuai janji, hari itu Aira mengenalkan GC pada Sungmin dan tanpa diduga, mereka bisa akrab dengan mudah. Pada dasarnya GC memang mudah akrab ditambah lagi dia sangat mengidolakan Sungmin. Semoga hubungan mereka berakhir bahagia.
“Aira..” Aira menoleh dan melihat Jimmy dan Rasya, dua kakaknya datang. Aira terkesiap senang dan tanpa membuang waktu Ia langsung memeluk kakaknya satu persatu dan hampir menangis karena terlalu merindukan mereka.
“I miss you so much..” ucap Aira sambil memandangi kakaknya yang semakin tampan itu.
“Kami juga adikku..” ucap Jimmy sambil mencubit manja pipi Aira.
“Rasanya baru kemarin  kakak melihatmu pakai seragam putih merah. Sekarang sudah memakai gaun pengantin begini.. Adik kecilku sudah dewasa..” ucap Rasya, kakak Aira yang nomor dua.

Kyuhyun yang sedang mengobrol dengan Hyungdeulnya menoleh sebentar melihat Aira berbicara dengan dua namja asing dan Kyuhyun tahu salah satunya. Oh, mungkin itu kakaknya Aira. Bukankah dia memiliki dua kakak laki-laki?

Setelah kedatangan Kedua kakaknya, Aira juga kedatangan ke-6 temannya, yaitu Nicky, Sasya, Nay, Rian, Sam dan Syahdan. Kedatangan I-kids *nama geng mereka* membuat kebahagiaan Aira semakin membuncah. Ia sangat merindukan mereka.
“Kaliaan.. Huwee.. Aku, hiks, jadi ingin menangis..” Aira sungguh menangis kali ini. Teman-teman nya tertawa dan langsung menghibur Aira.

Kyuhyun menoleh lagi. Dan kali ini ia melihat Aira berbicara dengan orang-orang asing. Dan 3 namja yang, ehm, ia sebal mengakuinya. Tapi mereka sangat keren! Siapa mereka!

Kyuhyun menghampiri Aira. Dan Aira dengan senang hati mengenalkan teman-temannya pada Kyuhyun. Kecurigaan Kyuhyun hilang setelah tahu mereka hanya sahabat.

Sekarang gantian Kyuhyun yang ingin Aira berbincang-bincang dengan Hyungdeulnya *Hyungdeul terus maksa si evilkyu supaya bisa ngobrol ama Aira.* dan Aira juga bisa cepat akrab karena sifatnya yang tidak jauh berbeda dengan member SJ. Aira sangat mengagumi Leeteuk karena kebaikannya. Tapi sampai detik ini ia masih berpikir Donghae-lah member paling tampan.

#Kyu melototin Author

#Author colek-colek dagu Kyu biar gak ngambek lagi

Dan Aira merasa sangat cocok dengan Yesung dan Heechul. Entah kenapa #sama2 aneh# lalu diantara semua member, menurut Aira Ryeowook lah yang senyumnya paling manis.
Kyuhyun mendengus kesal setiap kali Aira mulai memuji-muji Donghae dengan bilang ‘Oppa kau sangat tampan’ atau ‘Oppa apa kau sudah punya pacar?’
“Ya! Jangan pernah berpikir untuk jadi Nyonya Lee! Kau sudah jadi Nyonya Cho mulai sekarang!” Kyuhyun memperingatkan Aira.
“Hmmft, coba aku duluan bertemu Donghae Oppa.. Pasti aku punya peluang menjadi Nyonya Lee..” Aira jadi ingin memanasi Kyuhyun dan benar saja, Kyuhyun habis terbakar api cemburu.
“YA! CHO NA RA!!” Aira tertawa puas. Ia kemudian melirik pada Nicky, sahabatnya yang sedang mengobrol dengan Kak Jimmy.
“Nickyta..” panggil Aira. Nicky menghampirinya.
“What’s wrong?”
“Sini, kukenalkan kau dengan Donghae Oppa..” Aira menarik Nicky dan mengenalkannya pada Donghae.
Kyuhyun mengerutkan keningnya melihat tingkah Aira. “Menapa kau mencoba menjodohkan teman-temanmu pada Hyungdeul?” tanyanya saat Aira sudah ada di sampingnya lagi.
“Tidak tahu, yang pasti karena teman-temanku itu mengidolakan mereka” jawabnya enteng.
Kyuhyun tertegun. Ia jadi ingat dulu Aira pernah meminta tandatangan Donghae dengan nama Nickyta. Jadi itu untuk sahabatnya. Dan oh.. Poster yang ditandatangani Sungmin juga.. Bukankah tadi temannya yang bernama GC juga dikenalkan pada Sungmin.. Aigoo, jadi selama ini ia hanya cemburu buta?
“Ai-chan..”
“Hmm?” Aira menoleh. Kyuhyun melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Aira.
“Kau hanya mencintaiku. Iya kan?”
“Tentu saja” jawab Aira tegas
“Lalu Sungmin Hyung dan Donghae Hyung, kau tidak punya perasaan apapun pada mereka?”
Aira menangguk. “Di mataku, kau adalah satu-satunya namja yang akan kucintai seumur hidup Oppa. Saranghae..” Aira mengalungkan tangannya ke leher Kyuhyun.
“Nado..” jawab Kyuhyun sambil tersenyum penuh arti. Mereka saling mendekatkan diri. Sebelum bibir mereka bersentuhan, Aira dan Kyuhyun tersenyum. Setelah itu mereka berciuman dengan mesra. Saling menyalurkan kasih sayang lewat sentuhan indah dan lembut. Tak peduli orang-orang menatap mereka dengan pandangan kagum dan melongo melihat adegan itu.

Hari terindah bagi mereka berdua…^_^

The END

 

 

104 thoughts on “Would You Marry me? (Part 6) End

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s