Would You Marry Me? (Part 5)

Tittle : Would You Marry Me? Part 5

Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young

Genre : Romance-Comedy

 

Main Cast :

Shin Nara a.k.a Aira

Cho Kyuhyun Super Junior

 

Hohoho.. ini part sebelum ending loh.. bagi yang gak sabar, happy reading..

Would You Marry Me By DhaKhanzaki

————-o0o—————

Kyuhyun POV

 

Baru aku turun dari tangga, kulihat dia sedang menari-nari di ruang tengah yang luas sambil mendengarkan lagu dari headphone yang dipakainya. Mataku yang masih mengantuk seketika terbuka lebar melihat keseksiannya saat menari. Omona, semoga air liurku tidak menetes.

—o0o—

*Author POV*

_girls bring the boys out!
I wanna dance right now
Naega ikkeureo julge come out
Sesang namja deuri yeo nan
Number 1 ji hereul juneun Athena, check this out_

dari Headphone yang dipakainya mengalun lagu The Boys. Aira menari mengikuti gerakan yang sama seperti SNSD saat menyanyikannya. Lagi-lagi ia tidak sadar sedang diperhatikan oleh Kyuhyun yang menyender pada pagar tangga. Melongo melihatnya menari. Badan Aira sudah berkeringat. Ia memang terkadang menari seperti ini untuk berolahraga.
“B-Bring the boys out!” seru Aira mengakhiri gerakannya.
“Haa, capek.. Omo!” seru Aira kaget karena Kyuhyun lagi-lagi sedang menatapnya. Namja itu masih mengenakan piyama.
“Oppa! Apa hobimu itu membuat orang kaget!?” gerutu Aira. ia diam sejenak karena Kyuhyun masih mengamatinya dengan alis terangkat sebelah. “Oh, tadi kau juga melihatku menari?” tanyanya. Kyuhyun melengos dan pergi ke dapur untuk minum.

 

“Kau bahkan tidak lebih sexy dari Yuri dan tarianmu, ah jangan tanya aku bagus atau tidak” oceh Kyuhyun sambil membuka pintu kulkas dan mengambil minum.
Aira mendengus pelan. “Aku kan Aira. Bukan Yuri. Dan aku tahu tarianku tidak seluwes Yuri”
Kyuhyun melirik Aira sambil meminum air. Melihat muka cemberut Aira membuatnya tersenyum. Dia lucu sekali.
“Sekarang kita makan apa?” tanya Kyuhyun, ia menarik kursi di meja makan. Aira ikut duduk di samping Kyuhyun.
“Nasi goreng” jawabnya singkat. Kyuhyun menatap nanar sepiring makanan aneh yang dilihatnya tersaji di atas meja makan..
“Ha, apa itu? Enak?” Kyuhyun agak sangsi saat melihat makanan yang ada di hadapannya.
“Tentu saja. Itu sangat populer di Indonesia. Tapi kalau Oppa tidak mau aku bisa masak yang lain”
“Tidak usah” Kyuhyun mengambil sendok dan memakannya. Yah, rasanya tidak buruk. Enak malah. Atau karena lapar mungkin?

“kau tidak pergi kuliah?” tanya Kyuhyun seraya melirik jam. Bukannya ini sudah terlambat?
“Aku tidak ada jadwal kuliah hari ini. Jadi untuk apa ke kampus” jawabnya cuek, sembari menikmati makanannya. “Ngomong-ngomong, Appa dan Umma kenapa meninggalkan kita berdua saja?”
Kyuhyun mengendikkan bahu. “Mana aku tahu. Mungkin sengaja. Ah, sepertinya memang sengaja. Mereka ingin meninggalkan kita berdua saja. Dan mereka harap terjadi ‘kecelakaan’ di antara kita. Dengan begitu alasan menikahkan kita semakin kuat” oceh Kyuhyun panjang lebar. Aira tertawa mendengarnya.
“Wae? Aku tidak bercanda!”
“Oppa, kau terlalu banyak nonton drama” ujar Aira di sela tawa.
“Aish, dasar kau ini!”
“Oppa diam!” Aira berseru tiba-tiba. Kyuhyun hampir tersedak dan mulutnya jadi belepotan oleh makanan.
“Kamu ini kenapa~” kalimat Kyuhyun terhenti. Aira mendekati wajahnya.. Ya ampun, mau apa dia?
Kyuhyun menegang. Tangan Aira terulur menyentuh wajahnya..
“Oppa, ada bulu mata jatuh” ucap Aira ringan lalu mengambil bulu mata itu.
“Ya! Kau membuatku kaget!” protes Kyuhyun antara lega dan kecewa saat Aira sudah kembali ke posisi semula. Tadi jantungnya berdebar kencang. Aira hanya tertawa. Ampun deh! Yeoja ini!
“Oppa.. Kau makan seperti anak kecil.” Aira mengambil tissue di meja makan. Memegang pipi Kyuhyun pelan dan mengelap sekitar mulutnya yang belepotan. Apa yang dilakukan yeoja ini sekarang? Wajah tersenyum Aira, sikap perhatiannya, Bagaimana ini? Kyuhyun sungguh tidak berdaya menghadapinya. Otaknya bisa menggila lama-lama. Jantungnya sudah berdetak tak keruan. Jangan salahkan aku jika kulakukan sesuatu padamu! Pikir Kyuhyun.

Kyuhyun memegang tangan Aira yang mengelap wajahnya. Aira tampak sedikit bereaksi. Senyumanya terhenti karena Kyuhyun menatapnya lembut. Eh, apa maksud tatapannya? Tanpa di duga, Kyuhyun menyentuh pipi Aira dan mendekatkan wajahnya.
Chup~

Aira belum sempat menutup matanya, bibir Kyuhyun sudah menyentuh bibirnya dan menciumnya lembut. Ia sempat terkejut namun perlahan ia menutup matanya perlahan. Merasakan kelembutan yang membuai dirinya sekarang. Darahnya serasa mengalir deras. Entah berapa lama mereka berciuman. Tapi.. Waktu serasa berhenti.

 

*Aira POV*
Tuhan.. Lututku lemas rasanya. Ini pertama kalinya aku merasakan ciuman di bibirku.. Benar seperti orang bilang, bisa membuatku merasa seperti melayang di angkasa.
“Em..” ku rasakan ciuman kami berakhir. Aku membuka mata perlahan. Sesaat kami saling bertatapan. Wajahku memerah seketika. Kyuhyun pun sama sepertiku. Salah tingkah.
“Eh, aku.. Tadi.. Ah, aku harus mandi dan bersiap-siap” Kyuhyun tiba-tiba berdiri dan pergi ke kamarnya di lantai dua. Aku masih terpaku. Aku masih bisa merasakan hangatnya bibir Kyuhyun di bibirku. Andwae! Sadar Aira, aku menepuk pipiku dan segera bangkit untuk membereskan meja makan.

—-o0o—-

*Kyuhyun POV*
Tadi apa yg kau lakukan Cho Kyuhyun! Apa baru saja aku mencium Aira? MENCIUMNYA!! Tidak mungkin! Aku pasti sudah gila! Aku memukul-mukul kepalaku pelan. Dan kembali bersiap-siap. Aku harus pergi dari sini untuk menenangkan diri.

Setelah pakaianku rapi, aku segera turun. Tanpa sengaja melihat Aira sedang merapikan piring ke dalam rak dan posisinya membungkuk. Aku menelan ludah lagi. Itu, Aira, Rok yang di pakainya, pendek dan membuat, Ekhem, Sedikit terlihat.
“Aira..” panggilku. Ia menoleh. Dan berdiri normal.
“Tinggimu berapa?” Aira heran atas pertanyaanku. Ia mengerutkan kening.
“169. Wae yo?” hmm, lebih tinggi dari Seohyun dan lebih pendek dari Sooyoung.
“Itu.. Rokmu..” tunjukku. Aira mengikuti telunjukku yang mengarah ke roknya.
“Apa yg salah?” tanyanya tidak paham. Aish! Aku menggaruk kepalaku. Bagaimana menjelaskannya?
“Rokmu yang terlalu pendek atau kau yang terlalu tinggi? Itu, terlihat, Warna putih.” Ucapku terbata. Aira terbelalak dan segera memegang roknya.
“Kyaa! Oppa, kau melihatnya! Aniya!!”

Aish, kenapa reaksinya berlebihan begitu? “Tanpa sengaja terlihat! Jadi jangan salahkan aku! Siapa suruh kau jongkok seperti tadi” dengusku. Baiklah, sekarang bukan waktunya berdebat. Aku lebih baik pergi.
“Mwo, Oppa mau kemana?” Aira mengejarku.
“Hari ini aku ada jadwal tampil. Kenapa?” tanpa sadar nada bicaraku ketus.
“Dengan pakaian seperti ini? Ayolah Oppa.” ujarnya mengomentari baju yang kukenakan. Apa yang salah? Menurutku ini cukup fashionable.
“Wae? Jangan katakan kau ingin mendandaniku lagi!” Aku menaruh curiga.
ia mengangguk semangat. “Iya. Kajja!” Omo! Dia menarik tanganku.
“Shireo!” Cukup waktu itu aku kesulitan karena kreasinya yang kacau balau itu. Jangan sampai terulang lagi.
“Jangan gitu! Kali ini aku akan membuatmu jadi sangat keren!” aku masih memberontak saat ia menyeretku ke dalam kamar. Aira menoleh lalu melotot padaku. “Ingat perjanjian Oppa, yang kalah harus menurut pada yang menang.” Ancamnya mengingatkan. Arrrgghh..aku lupa pada perjanjian itu!Entah kenapa aku tidak bisa menolaknya lagi. Ekspresi cerianya yang sudah menghipnotisku.

Aira membongkar baju-baju yang ada di lemari. Baju-bajuku untuk keperluan tampil. Dia mencocokan baju-baju itu. Cukup lama juga. Ia menyukuhku memakai baju yang sudah dipilihkannya. Begitu selesai, dia mencoba menata rambutku lagi. Omo, semoga kali ini dia benar-benar membuatku lebih keren. Tunggu, aku kan memang sudah keren. Melihat senyumannya, ekspresinya, entah kenapa membuatku gembira.
“Selesai!” serunya sambil menghadapkanku ke cermin.  Aku terperangah. OMG, benarkah ini aku. Aku terlihat, makin tampan. Kupatut diriku sendiri di cermin, sesekali berputar bak model terkenal di atas catwalk. Aish, tak di ragukan lagi aku memang tampan. T_T #author pingsan di tempat
“Lihat, kreasiku bagus kan?” ucapnya dengan wajah manis. Aku mengangguk.
“Ne.” kali ini, ku akui aku sangat kagum padanya.
“Tidak sia-sia kau belajar design” tambahku.

Aira mengantarku ke depan. Kalau begini kami tampak seperti suami istri betulan.
“Aku berangkat dulu. Kau jangan lupa kunci pintu kalau ingin pergi” aku juga mulai bersikap seperti suami pada istrinya. “Ara” jawabnya ringan dengan senyum manis.  Aku jadi ingin menggodanya lagi. Aku mendekat lalu… chu~. Kucium pipinya sekilas. Aira mematung.
“Gomawo” ucapku sambil tersenyum. Lihat wajahnya sekarang. Pipinya merona setelah kucium tadi. Aish, lucunya. Aku ingin mencubit pipi chubbynya itu tapi kutahan. Waktunya aku pergi. Kutinggalkan Aira yang masih mematung di depan rumah dan segera pergi.

—o0o—

*Aira POV*
Apa yang terjadi? Kyuhyun menciumku lagi? Aku mengusap pipi yang diciumnya tadi. Aigoo, ada apa dengannya? Apa dia hanya ingin menggodaku? Daripada berdebat tidak jelas, lebih baik aku melakukan kegiatan yang berguna. Aku bergegas masuk untuk membereskan kamar Ahra Eonni. Setelah itu aku membereskan kamar namja itu. Saat membereskan tempat tidur, tanpa sengaja kulihat ponsel Kyuhyun tertinggal dan dompetnya juga. Aigoo, kenapa dia bisa ceroboh sekali? Aku harus mengantarkannya. Tapi kemana? Ah, GC pasti tahu.

—o0o—

*Kyuhyun POV*
“Kyu, penampilanmu hari ini tampak berbeda” Siwon Hyung mengomentari style yang kupakai hari ini. Aku tersenyum bangga.
“Ini berkat fashion stylist pribadiku” jawabku. Sebenarnya aku tidak mau ganti. Tapi karena aku harus memakai baju yang sudah di siapkan, jadi, terpaksa hasil kerja Aira harus kulepaskan. Aku mencari-cari ponsel di dalam tasku. Tapi tidak ada.  Apa aku lupa membawanya?

“Kyu, ada yang mencarimu” panggil Leeteuk Hyung. Aish, siapa lagi? Aku sedang sibuk sekarang.
“Nugu?” tanyaku sambil terus mengaduk-aduk isi tasku mencari ponsel.
“Yeoja. Sepertinya dia temanmu. Tapi wajahnya seperti orang asing” begitu mendengar kata ‘yeoja’ dan ‘asing’, otakku segera berpikir mungkin itu Aira.
“Di mana dia?” ujarku semangat.
“Di luar” jawab Leeteuk Hyung. Secepat kilat kakiku bergerak menemui yeoja itu. Kuharap memang Aira.

Seorang Yeoja berdiri tak jauh dari ruang ganti kami. Aku sangat mengenal siluet tubuhnya. Itu memang Aira.
“Aira?” tanyaku ragu. Ia menengok. mataku melebar. Benar, yeoja ini Aira. Aku tersenyum melihat wajah manisnya. “Ada perlu apa kemari?”
“Ponselmu dan dompetmu tertinggal Oppa.” ucapnya sambil menyerahkan Dompet dan ponsel padaku. Aku dibuat terkesima olehnya.
“Gomawo. Kau datang jauh-jauh cuma untuk ini?”
Aira mengangguk. “Ne. Semoga penampilanmu sukses Oppa. Fighting!” serunya sambil mengepalkan tangan. Aku tertawa pelan.
“Kau langsung pulang setelah ini?”
“Iya”
“Kau tidak ingin lihat penampilan kami?”
“Boleh? Aku ingin sekali!!” Aira berjingkrak-jingkrak saat mendengarnya. Dia makin lucu saja. Makin menyenangkan bersama dengan Aira. Seperti sedang memainkan sebuah game yang seru dan penuh tantangan. Ah, harus kutakhlukan game ini.
“Tentu. Tempatnya di studio 1. Bergabunglah dengan ELF lain. Dan lihat baik-baik pesonaku di atas panggung. Aku yakin kau pasti akan jatuh cinta seperti fansku di luar sana” ucapku sambil mengedipkan mata.
“Aish, dasar Mr. Narsis! Kalau begitu Aku pergi. Sekali lagi, fighting!”

Senyumku terus mengembang menatapi Aira yang menjauh dan tak lama kemudian menghilang. Baru aku kembali.
“Siapa dia? Ah, jangan-jangan dia calonmu itu?” Aku kaget setengah mati karena ternyata Hyungdeul mengintipku dan Aira sejak tadi. Hampir saja aku berteriak jika tidak menyadari itu mereka. Baiklah, sekarang aku bingung menjawabnya.
“Tak kusangka dia sangat cantik. Kau beruntung sekali” kata Eunhyuk Hyung dengan wajah penuh minat. Dia ini benar-benar.
“Ya! Monyet mesum, dia calon istriku! Jadi jaga matamu!” hatiku entah kenapa jadi panas. Aira, kau ini mudah sekali disukai orang. Bahaya membiarkanmu terus sendirian.

—o0o—

*Author POV*
Aira takjub saat melihat studio penuh oleh orang-orang yang mengatas namakan dirinya ELF. Aira jadi merasa bodoh sendiri karena dia tidak tahu apapun tentang Super Junior. Padahal ELF lain membawa poster, lightstick, dan atribut lainnya. Juga mereka ribut meneriakkan idola masing-masing.
“Kyaa.. Sungmin Oppa!!” teriak GC yang berdiri di sampingnya. Aira bingung. Haruskah ia meneriakkan nama Kyuhyun?

Akhirnya tiba juga penampilan Super Junior. Studio makin berisik saja. Mereka tampil menyanyikan lagu Bonamana. Sayangnya Aira tidak tahu lagu itu. Jadi ia bis tidak ikut bernyanyi seperti yang lainnya. Namun ia diam bukan karena tidak tahu lagunya. Melainkan karena ia terpukau dengan penampilan Super Junior terutama Kyuhyun. dari situ ia sadar, Pantas saja banyak yang mengidolakannya. Dia sangat mempesona!
“OMG, benar namja hebat itu calon suamiku?” lirih Aira dengan mata terus tertuju ke arah panggung.

Setelah acara selesai, diadakan fanmeet di Aula stasiun televisi itu *Author ngarang* Aira kali ini ikut karena rasa penasaran terus menghantuinya. Ia dengan setia berdiri di samping GC yang terus meneriakkan nama Sungmin.
“Chan Mi, boleh aku pinjam poster dan lightstick mu?” tanya Aira pada GC. Ia juga ingin seperti fans lain.
“Tentu saja” GC memberikan poster bergambar Sungmin pada Aira. Sekarang Aira ikut bersuka cita meski tidak meneriakkan nama siapapun.

Kyuhyun duduk di depan bersama member lainnya. Dari tempat duduknya ia bisa melihat Aira yang kebetulan ada di barisan depan. Ia tersenyum pada Aira. Tapi sepertinya yeoja itu tidak menyadarinya. Selama acara, Kyuhyun tidak begitu memperhatikan apa yang dikatakan MC. Matanya hanya tertuju pada Aira. Hanya yeoja itu. Entah kenapa Kyuhyun tidak mampu mengalihkan pandangannya. Apa ia sudah mulai jatuh cinta?
“Kami akan menarik satu dari fans untuk mendapatkan tandatangan langsung dari member SJ” Ucap MC. Fans-fans itu kembali menjerit histeris. MC maju dan memperhatikan setiap fans yang ada di barisan depan. Dan perhatiannya terhenti pada Aira.
“Ah, nona yang memakai coat hitam di sana” ucap MC menunjuk pada Aira.
“Saya?”
“Ne. Kemarilah” pinta sang MC. Gemuruh histeris membahana termasuk dari GC. Aira maju dengan diiringi tatapan iri dari semua orang.

Senyum Kyuhyun makin melebar mengetahui calon istrinya yg beruntung. Sungmin yang duduk di sebelahnya berbisik. “Kyu, Bukankah dia yeoja yang waktu itu bersamamu”
Kyuhyun mengangguk tanpa melepaskan pandangannya dari Aira. “Ne. Dan dia calon istriku” jawab Kyuhyun pelan. Sungmin tertawa pelan mendengarnya.

“Nah, nona, Siapa namamu?” tanya MC sambil mengarahkan mike ke Aira.
“Shin Nara imnida”
“Oke, Nara-ssi. Siapa biasmu di antara member SJ di depan sana?”
Aira memandang satu-satu personil SJ yang tersenyum ramah. Dan pandangannya terhenti pada Kyuhyun. Aira tersenyum. Begitu juga Kyuhyun. Member SJ lain hanya saling pandang. Aira menunduk pada poster yang dipegangnya.
“Sungmin Oppa” jawab Aira sambil mengangkat poster yang dipegangnya. MC mengangguk-angguk sementara Kyuhyun menelan ludah. Kenapa bukan dirinya yang disebut?
“Oke Nara-ssi, silakan” sang MC mempersilakan. Aira mendekati Sungmin dan tersenyum manis.
“Oppa, kau sangat manis. Boleh aku meminta tanda tanganmu?” ucap Aira sambil menyerah poster.
Kyuhyun yang duduk di samping Sungmin terbakar cemburu saat Aira, calon istrinya tersenyum manis pada partner kesayangannya! Sekarang ia bukan cemburu karena Sungmin dekat dengan yeoja lain. Tapi karena Sungmin sudah merebut perhatian Aira.

Sungmin menandatangani poster itu dan teriakan iri terdengar riuh. “Kamsahamnida Oppa. Boleh aku minta 1 fotomu?” tanya Aira kembali membuat Kyuhyun terbelalak.
“Tentu” jawab Sungmin. Apa maksudnya ini! Hatinya panas rasanya melihat Aira kini tengah asyik memotret Sungmin. Ini tidak bisa dibiarkan. Ia harus melakukan sesuatu!

—-o0o—

*Aira POV*
Akhirnya aku dapat tandatangan dan foto Sungmin Oppa. Sebenarnya semua ini akan kuberikan pada GC. Dia pasti tertawa girang selama seminggu. Tadi aku sempat melihat Kyuhyun menatapku nanar. Aku yakin dia pasti terkejut atau entahlah. Kelihatan sekali ia tidak suka aku dekat dengan Sungmin Oppa. Dia masih cemburu rupanya. Apa dia benar-benar menganggap Sungmin Oppa kekasihnya? Dasar aneh.

“Gomawo Shin Nara! Benar ini untukku? Kyaa! You’re my bestfriend forever!” teriak GC ketika aku menyerahkan poster bertandatangan Sungmin Oppa. Benar dugaanku. Dia gembira seperti orang gila. Ponselku berdering. Aku segera lihat nama yang muncul di layar, MR. CHO. Oh, Kyuhyun.
“Yeobseo”
“Ya! Kau dimana sekarang?!” Kyuhyun berteriak di telepon dengan nada tinggi. Aish, apa dia marah? Sensitif sekali.
“Aku di kafe The Chocola. Wae?” tanyaku bingung.
“Tunggu di sana! Aku akan menjemputmu!” ucapnya tanpa basa basi dan memutuskan sambungan setelahnya. Seenaknya saja dia! Tak lama setelahnya GC pergi dijemput oppanya. Tinggal aku sendiri menunggu di Kafe. Tidak ada satu orangpun yang kukenal disini. Aku hanya diam dan menikmati coklat panasku.

2 jam kemudian..
Kenapa Kyuhyun belum datang juga? Ini sudah hampir malam. Dia serius menjemput atau tidak sih? Aku memutuskan menunggu di luar saja karena kafe akan ditutup sebentar lagi. Ini mulai menyebalkan! Aku hendak pergi. Tapi ada sebuah mobil berhenti d dekatku.
“Hei, Ai-chan! Masuk!” Aku terkesiap. Itu Kyuhyun! Akhirnya datang juga.
“Kenapa lama sekali! Aku kan pegal” omelku.  Aku masuk dan duduk di sampingnya.
“Oppa, apa yang kau lakukan? Tega-teganya membuatku menunggu 2 jam” keluhku. Tidak ada jawaban dari mulut Kyuhyun. Pandangannya datar dan terus memperhatikan jalan sambil mengemudi. Aduh, apa dia benar-benar marah?

“Oppa, kau marah padaku?” tanyaku yang tak kunjung digubris olehnya. Ah, terselahlah! Aku serasa jadi penjahat jika begini keadaannya. Aku tidak mau peduli lagi dan memandangi jalanan daripada wajah suram Kyuhyun.
“Ai-chan..”
Aku menoleh. “Wae?”
“Kenapa tadi kau menyebut Sungmin Hyung dan bukan Aku?” Tepat dugaanku, ternyata penyebabnya kejadian di fanmeet tadi. Aku mendesah pelan.
“Araseo. Oppa tidak suka kan aku menyebut Sungmin Oppa? Kau cemburu?”
“Iya. Aku cemburu padamu” Ah, sudah kutebak. Dasar namja aneh. Sungmin Oppa kan bukan miliknya saja.
“Oke. Lain kali aku tidak akan dekat-dekat Sungmin Oppa lagi” ujarku malas. Kulihat Kyuhyun tersenyum puas. Hal ini membuatku sebal.
“Aku tidak tahu kalau Oppa benar-benar mencintai Sungmin Oppa sampai yeoja yang dekat dengannya kau benci” dengusku.Tiba-tiba Kyuhyun menghentikan mobil sesaat setelah aku mengatakannya.
“Mwo? Apa maksudmu?” Kyuhyun menatapku heran.
“Oppa cemburu karena tidak mau Sungmin Oppa direbut kan?”

Kyuhyun menatapku jengkel. Apa aku salah bicara lagi?
“Yeoja babo!” teriaknya mengagetkanku.
“Kenapa marah? Apa aku salah?” aku balas berteriak. Hatiku kesal. Sangat.
“Iya! Ku tegaskan Ai-chan, aku cemburu karena kau dekat dengan Ming Hyung! Karena KAU DEKAT DENGAN HYUNG! Aku tidak suka melihatmu dekat dengan namja lain! Aku benci”
Apa? Telingaku tidak salah dengar? Kyuhyun cemburu aku dekat dengan namja lain? Ah, dia pasti bercanda.
Kami berhenti di suatu tempat, Kyuhyun turun lebih dulu dari mobil dan ia menarikku hingga kami berada di tepian Sungai Han. Pemandangan di sini sangat indah. Air sungai pun tampak berkilauan memantulkan cahaya bulan.
“Sekarang kau mau apa?” tanyaku ketus.
“Mana tanganmu!” perintahnya. Mau apa lagi sekarang? Aku mengangkat tangan kananku.
“Bukan yang itu bodoh! Tapi yang satunya!” Kyuhyun menarik tangan kiriku ke hadapannya. Mau apa dia dengan tanganku? Dia pasti ingin memberi permen atau coklat. Mataku terbelalak lebar saat Kyuhyun merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisi.. Omo.. Sebuah cincin.. Apa maksudnya ini? Aku tidak bisa berkata apapun. Kyuhyun juga tanpa menunggu responku segera memakaikan cincin itu ke jari manisku. Kemudian ia tersenyum melihat wajahku yang berkerut bingung. jantungku ingin meledak rasanya menatap matanya yang berbinar-binar itu.
“Aku akan menjadikanmu Nyonya Cho mulai sekarang” ucapnya membuatku syok lagi.
“Nyonya Cho? Maksudmu? Aku tidak paham Oppa..” napasku tercekat. Ini, jujur saja adalah hal yang tak kusangka dalam mimpi sekalipun.
“Babo.. Tentu saja aku ingin melamarmu”
MWO?

—o0o—

*Kyuhyun POV*
Wajah cantik Aira tampak terkejut dan matanya berkaca-kaca. Aku tahu ini mendadak. Tapi aku sungguh-sungguh ingin melamarnya dan segera menjadikannya istriku. Aku tidak tahan melihatnya di sukai namja atau bersama namja selain diriku. Aku ingin sekali berteriak pada dunia, memberitahukan bahwa yeoja cantik ini adalah MILIKKU!!
“Hatiku ini selalu panas jika melihatmu dengan namja lain. Aku sadar. Mungkin aku mulai menyukaimu..” ucapanku terhenti sejenak.
“Oppa menyukaiku? Sejak kapan?” tanyanya. Sejak kapan? Aku juga tidak tahu kapan perasaan ini hadir.
“Entahlah. Mungkin sejak aku kalah main game melawanmu. Atau saat aku melihatmu menangis, atau mungkin sejak pertama melihatmu aku sudah menyukaimu” Aira menunduk. Aku maklum dia tidak percaya padaku semudah itu. Aku memegang dagunya, membuatnya menatap mataku lekat-lekat. Sedang tangan kananku masih memegang tangannya.
“Jadi, Aira.. Would you marry me?” tanyaku sungguh-sungguh. Ku rasakan tangan Aira bergetar dan Airmata meleleh di pipinya.
“Uljima..” Aku menghapus air matanya dengan jariku. Aira memegang tanganku, menurunkannya dan menatapku. Aku penasaran dengan Apa yang akan di katakannya. Aira bergerak dan memelukku. Hei, MEMELUKKU! Apa artinya?
“I do Mr. Cho. Jadikan aku Nyonya Cho dan Ayo kita menikah” bisiknya pelan ditelingaku. Seketika beban berat yang menghimpit di pundakku seperti menguap. Aku tidak pernah merasa selega ini seumur hidupku.
“Jinjjayo?” seruku. Aku memeluknya begitu erat sampai napas kami mungkin akan sesak karenanya. Aku terlalu gembira.
“Oppa, sessaakh!!” Aira meronta-ronta dalam pelukanku.
“Aku lepas, tapi cium aku dulu” ujarku licik.
“Apa? Shireo!”
“Ya sudah, tidak akan aku lepaskan” Dekapanku kupererat. Kejam memang, tapi jangan pikir aku akan mengalah. #evilnya kumat

—o0o—-

*Aira POV*
Nafasku sudah hampir habis. Baiklah, sepertinya aku mengalah saja. daripada aku mati.
“Ara, ara. Akan kucium. Tapi bagaimana aku bisa mencium kalau Oppa terus memelukku!”
Akhirnya dekapan Kyuhyun mengendur juga. Aku menatap matanya yang berbinar itu. Lihat saja dia tersenyum licik dan merasa senang karena aku akan menciumnya. Kupegang pipinya dengan kedua tanganku. Dan mulai kudekatkan wajahku. Dia mulai menutup mata. Aku menyeringai dalam hati. Apa ia pikir aku akan benar-benar menciumnya! Wajahku semakin dekat. Bisa kurasakan nafas Kyuhyun menyentuh kulit wajahku. Tapi..

JDUGG!!

Kubenturkan kepalaku dengan kepalanya.
“Aw, Appo!” teriak Kyuhyun sambil memegang keningnya. Aku juga merasa sedikit pusing. Tapi tidak apa-apa. Rasakan!
“Wee.. Siapa suruh main-main denganku!” ucapku puas sambil meleletkan lidah.
“Kau..” jiwa iblis Kyuhyun mulai tampak! Aku harus kabur! Aku berbalik pergi lalu berlari.

BRUKK!

Langkahku terhenti karena ada suara benda ambruk. Suara apa itu tadi? Aku menoleh cepat. Mataku terbelalak ketika melihat Kyuhyun terkapar di tanah! Apa ini gara-gara ulahku tadi?
Tanpa pikir panjang segera kuhampiri. Aku berlutut di dekat wajahnya. Hatiku cemas seketika karena Kyuhyun memejamkan mata. Dia pingsan!
“Oppa.. Gwaenchana? Bangun Oppa! Jangan bercanda” cecarku sambil menepuk-nepuk pipinya. Aku tidak main-main. Aku cemas seratus persen.

Tiba-tiba Kyuhyun membuka matanya, membuatku kaget setengah mati. Belum sempat aku protes, tangannya yang panjang itu menarik tengkukku kedekatnya dan..Chup~
Kyuhyun mencium bibirku lagi! Mataku terbelalak kaget. Aku berontak untuk melepaskan diri tapi dia malah memperdalam ciumanny.a Dia menekan kepalaku agar ciumannya tidak lepas. Jika terus seperti ini, bisa-bisa aku mati sesak!
Sepersekian detik sebelum aku memukul kepalanya, Kyuhyun melepas tautan bibirnya kemudian memandang mataku. Wajah kami masih sangat dekat. “Lihat, ini akibatnya kalau kau coba-coba melanggar kata-katamu!” ucapnya sambil tersenyum evil. Aku merinding melihat senyuman ‘jahat’nya.
“Kata-kataku benar kan! Kau memang namja mesum, Oppa!”
Kyuhyun melebarkan mata. “Mwo? Mesum? Ya! Ini romantis, bukan mesum!”
Cih, apanya? kuakui sedikit romantis. Tapi tetap saja menyebalkan. Aku bangkit dan membalikkan badanku. Aku agak jengkel juga. Memang aku game yang bisa dimainkan sesuka hatinya.

Aku memandang ke arah sungai Han yang berkilau. Angin malam pun membelai rambut panjangku dan membuat poniku berantakan. Aku baru sadar udara begitu dingin dan aku hanya mengenakan mantel tipis. Mendadak kurasakan sepasang tangan memeluk pinggangku dari belakang. Aku terkesiap. Jantungku berdebar kencang lagi.
“Ai-chan..” Gumam Kyuhyun lembut. Ia menyandarkan dagunya di pundakku.
“Wae?” jawabku gugup. Tapi nada bicaraku kubuat ketus.
“Kau marah? Mianhae, chagi..” ucapnya halus dan rendah. Aku terdiam, mulutku seperti terkunci. Bagaimana ini? Seorang Aira tidak boleh speechless.

“Aku lakukan ini karena aku sayang padamu” ucapnya lagi lalu mengecup pipiku. Kurasakan wajahku memanas.

“Ne, Oppa. Kumaafkan” hatiku luluh juga karena sikapnya yang hangat dan romantis.
“Gomawo..” Kyuhyun mengeratkan pelukannya dan kini kurasakan pipinya menempel dengan pelipisku. Membuat lututku lemas dan seluruh tubuhku bergetar.
“Oppa, tadi kenapa lama sekali?” tanyaku mengalihkan debaranku.
“Aku pergi mencari cincin untukmu. Kenapa? Terlalu lama?” aku mengerjapkan mata berkali-kali. pergi mencari cincin?  Kyuhyun Oppa, kau benar-benar ingin aku jadi istrimu?
“Sedikit” akhirnya hanya itu yang bisa kukatakan. Aku sangat terharu hingga otakku rasanya tumpul. Kyuhyun membalikkan badanku ke arahnya, menatapku dengan mata ramahnya.

“Tapi kau sabar menungguku. Aku senang” Matanya berkilauan saat menatapku. Jika di izinkan, aku ingin sekali jatuh pingsan di pelukannya detik ini juga. Kyuhyun mengecup keningku pelan. Ada apa dengannya! Dia membuat jantungku berdebar tak karuan lagi.
“Kajja, kita pulang. Aku tidak mau kau sakit. Beberapa hari lagi kita menikah kan?” ucapnya sambil tersenyum jahil. Aku berani menjamin, wajahku pasti sudah semerah kepiting kukus! Aku malu>.<
“Ne. Kita pulang. Tapi aku ingin digendong Oppa!” Manjaku agak merengek.
“Aish, memang kenapa dengan kakimu! Masih bisa digunakan dan tampak baik-baik saja”
“Kakiku terasa pegal dan kaku! Memang karena siapa aku dibuat menunggu 2 jam!” ucapku sengit. Kyuhyun mendesah kalah.
“Araseo. Ayo” tak kusangka dia berjongkok membelakangiku. Ternyata dia menganggap serius ucapanku. Padahal tadi aku hanya bercanda.
“Oppa serius? Bener tidak apa-apa?” aku agak sangsi. Memang dia kuat mengangkatku?
“Ya! Kau mau atau tidak? Baiklah jika tidak mau.” Kyuhyun bangkit dan meninggalkanku. Aigoo, kenapa dia itu cepat sekali merajuk? Aku segera mengejarnya.
“Aigoo, Oppa.. Aku kan tidak bilang tidak mau..” seruku sambil berusaha mensejajarkan langkahku dengannya. “Ayo, sekarang gendong aku!” aku tetap memaksanya.
“Shireo!” dia memalingkan pandangannya ke arah lain. Namja evil ini, rupanya dia mengajak perang denganku!
“Aish, Oppa, kau kan kalah main game melawanku, ingat. Yang kalah harus menuruti perintah pemenang. Dan sekarang aku ingin di gendong!” perintahku seperti ratu.
Kyuhyun mendesah bercampur erangan.  Sepertinya ia menyesali taruhannya kemarin. “Kenapa calon istriku manja begini? Kajja” Kyuhyun membalikkan badan dan berjongkok. Aku tertawa girang dan bersorak dalam hati. tidak sulit menakhlukkan namja evil ini. Tanpa ragu ku lingkarkan tanganku ke lehernya. Dan Kyuhyun benar-benar menggendongku di punggungnya sekarang.
“Bagaimana? Kau puas, putri?” tanyanya. Aku mengangguk walau aku yakin dia tidak bisa melihatnya.
“Ne. Aku serasa jadi Cinderella”
“Memang Cinderella digendong pangeran juga?”
“Jadi Oppa merasa pangeran?”
“Tentu saja. Kau tidak tahu kalau fansku paling banyak di antara member SJ lain?”
aku berdecak jengkel “Mereka bodoh. Jika tidak, tidak mungkin mereka mengidolakan jelmaan iblis sepertimu Oppa”  aku puas sekali berhasil membuat Kyuhyun merengut kesal.

#Yakk, Aira! Author juga bodoh dun? Aku gak terimaaaa..
“Mwo? Kalau begitu kau juga bodoh. Bukankah kau juga menyukaiku” dia malah membalikkan kalimatku. Aku terenyak kaget apalagi sekarang dia terkekeh puas.
“Narsis sekali kau Oppa!” ujarku sambil mengeratkan dekapanku di lehernya.
“Aish, sesak Ai-chan!” pekiknya. Aku tertawa. Menyenangkan sekali bercanda dengannya seperti ini.

—o0o—

*Author POV*
Sesampainya di rumah, Kyuhyun segera mengumumkan tentang persetujuannya menikah dengan Aira pada orangtuanya. Mereka tampak sangat senang dan menyambut antusias. Siapa sangka ternyata mereka pergi untuk menyiapkan segala perlengkapan pesta. Seperti undangan, tempat resepsi, dekorasi, hidangan pesta, souvenir sampai baju pengantin. Kyuhyun dan Aira  merasa malu karena tidak melakukan apapun. Harusnya semua itu kan mereka yg menyiapkan.

Dan Aira merasa gugup malam ini. Pesta pernikahan tinggal menghitung hari. Eotteohke?? Pintu kamar diketuk oleh seseorang. Aira bangkit dari tempat tidur dan membukanya.
“Taraa” Kyuhyun berada di balik pintu sambil memamerkan boneka Mickey Mouse berukuran besar. Mata Aira melebar.
“for You” Kyuhyun menyerahkan boneka itu. Aira mengambil boneka itu dengan senang hati. Lalu memeluknya.
“Oppa, bagaimana kau tahu aku suka Mickey Mouse?” tanya Aira kagum.
“Hanya menebak” ucap Kyuhyun sambil mengangkat bahu. Padahal bukan asal tebak. Kyuhyun melihat kebanyakan aksesoris yang dipakai Aira berbau Mickey mouse. Termasuk piyama tidur yang sedang dipakainya sekarang. Tapi ia rasa tidak perlu menjelaskannya. Kyuhyun cemberut karena Aira terus memeluk boneka besar itu.
“Ya! Aku juga mau dipeluk!” gerutunya
“Mwo? Shireo! Lebih enak memeluk boneka. Lembut dan hangat” Aira berbalik dan pergi ke tempat tidurnya. Sekarang ia bisa tidur dengan nyaman. Ia lupa kalau Kyuhyun masih ada di sana. Kyuhyun jengkel, ia masuk dan menghampiri Aira.
Aira menarik selimut dan hendak tidur. ia tidak sadar Kyuhyun mengikutinya ke tempat tidur.
“Jadi Oppa, kau tidurlah sana.. Kyaa!” Aira memekik kaget karena Kyuhyun naik ke tempat tidurnya dan ikut bergelung di balik selimut yang sama.
“Oppa, apa yg kau lakukan?” teriak Aira beringsut menjauh dari Kyuhyun. namja itu asyik merebahkan dirinya di samping Aira.
“Ikut tidur denganmu” jawab Kyuhyun sambil tersenyum polos.
“YOU’RE CRAZY!!” bentak Aira sambil melempar bantal. “Kita belum sah untuk tidur bersama Oppa! Sekarang lekas kembali ke kamarmu!” usirnya. Kyuhyun tertawa. Wajah Aira justru semakin cantik saat sedang marah.
“Tidak mau”
“KHA!”
“Shireo!” Kyuhyun menarik Aira dan membuat Aira jatuh tepat di sampingnya. Kyuhyun langsung saja mendekapnya erat.

Malam itu di dalam salah satu kamar kediaman Keluarga Cho terdengar teriakan kencang dan langsung teredam beberapa saat kemudian.

 

To be continued…

 

 

62 thoughts on “Would You Marry Me? (Part 5)

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s