Would You Marry Me? (Part 4)

Tittle : Would You Marry Me? Part 4
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance-comedy

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun Super Junior
  • Shin Nara a.k.a Aira

Maaf untuk typo dan semacamnya

Would You Marry Me By DhaKhanzaki

———-o0o———–

Part 4

Aira terbangun karena alarm ponselnya berbunyi nyaring.  Ia menatap sekeliling dan Ia sempat heran kenapa bisa tertidur di sini. Bukankah semalam ia tertidur di sofa yang ada di kamar Kyuhyun? Tapi ia yakin Kyuhyun pasti yang memindahkannya. Segera ia bangun dan mandi. Setelah itu ia membantu Umma menyiapkan sarapan.

—o0o—

*Kyuhyun POV*
Ponsel ku bergetar. Aku membuka sedikit mataku sementara tanganku meraba-raba tempat tidur mencari benda berisik itu. Ah, ketemu!
“yeobseo..” jawabku masih setengah tersadar.
“Heh, jangan lupa hari ini kita ada jadwal tampil Kyu! Kau tidak boleh terlambat datang!” dari suaranya aku tahu ini Sungmin Hyung, partner kesayanganku.
“Arra.. Aku bersiap-siap sekarang”

Aku bergegas ke kamar mandi meski aku masih mengantuk. Berkat insiden semalam, aku tidak bisa tidur dan baru terlelap 2 jam yang lalu.

Setelah selesai aku segera turun menemui keluargaku di ruang makan. Kulihat Aira sudah ada di sana. Duduk manis di salah satu kursi meja  makan.

“Kyuhyun, kau sudah bangun? Ayo sini. Kau tahu, tadi Aira membantu Umma menyiapkan ini semua” sahut Umma menunjuk pada makanan yang terhidang di meja makan. Wow, aku takjub dibuatnya.
“Tunggu apa lagi, ayo duduk” suruh Appa. Aku menarik kursi di samping Aira.
“Pagi Oppa, tidurmu nyenyak?” Aira bertanya dengan wajah ceria. Nyenyak? Halo, dia pikir karena siapa aku hanya tidur 2 jam hari ini. Dan dia pasti tidak ingat dengan apa yang dilakukannya padaku semalam.
“Baik dan tenang” jawabku dengan nada kesal tertahan. Dia hanya mengangguk. Polos sekali. Ck.

Ah, masa bodoh! Dia saja tidak ingat kenapa aku harus pusing memikirkannya! Lupakan Cho Kyuhyun! Aku harus cepat menghabiskan sarapanku dan pergi.
“Loh, Aira.. Kau tidak makan?”
Aku mengangkat wajahku menyadari Umma berkata pada Aira. Aku menoleh. Mangkuk nasi Aira memang masih penuh dan dari tadi dia hanya minum susu. Aku bingung.
“Ne. Umma..”
Aku hampir tersedak mendengarnya memanggil ‘Umma’. Ya ampun, dia serius ingin menikah denganku?
Diam-diam aku memperhatikannya. Aira mengambil sumpit dan memakan nasinya pelan. Tapi ada yang aneh. Berkali-kali ia gagal mengambil nasi dan ia tidak berhasil menyuapkan apapun ke mulutnya.
“Ah, aku lapar..” desisnya pelan. Hmfft.. Aku berusaha menahan tawa melihat tingkahnya. Haha, jangan bilang dia tidak bisa makan pakai sumpit. Sekali lagi dia menyumpit nasi tapi gagal.
“HAHAHA” Akhinya tawaku pecah juga. Umma dan Appa sampai menoleh ke arahku.
“Waeyo Kyu?”
Aku tidak mempedulikan pertanyaan Umma dan melihat Aira yang kebingungan.
“Ai, kau tidak bisa pakai sumpit ya?” tanyaku sambil tertawa pelan. Aira menunduk, lalu mengangguk.
“Ne. Mianhae..” ujarnya malu. Aishy.. Dia ini benar-benar, menggemaskan! Aku baru akan mengambilkan sendok untuknya ketika Umma mendadak saja berbicara.
“Ya ampun, pantas kau tidak makan. Kyu, ayo suapi Aira!” perintah Umma membuatku melonjak kaget.
“Su suapi? Dia?” tanyaku tak percaya sambil menunjuk Aira. Orangtuaku mengangguk bersamaan. Ah, sial! Aku melirik Aira yang memegang perutnya. Dia pasti lapar sungguhan.
“Araseo!” aku menyerah dan mengambil sumpitnya. Untung makananku sudah kuhabiskan. Aku segera menyuapkan nasi dan Aira menyambutnya dengan sukacita. Tak lupa juga kusuapkan ayam goreng dan telur untuknya.
“Ah, mashita..!” serunya dengan mulut yang penuh makanan. Aku tertawa pelan dengan tingkahnya. Aku seperti sedang memberi makan anak kecil. Ku lihat Umma dan Appa tersenyum melihat keakrabanku dengan Aira.

“Oppa, gomawo..” ucap Aira setelah selesai makan. Lihat sekarang wajahnya lebih cerah dari matahari.
“Cheonma. Lain kali kau harus belajar pakai sumpit” jawabku sambil bangkit. Aku harus segera pergi atau Hyungdeul akan marah besar.
“Umma, Appa, aku pergi dulu” aku pamit dan pergi.

—-o0o—

“Oppa, tunggu!” teriak Aira saat aku sudah masuk mobil dan siap menjalankan mobil.
“Wae? Sekarang apa lagi?” aku malas sekali berhadapan dengannya.
“Oppa, antarkan aku ke kampus!” pintanya tanpa ragu. Mwo? Apa katanya? Enak saja. dia hampir saja membuka pintu mobil namun kutahan.
“Shireo!! Kau pergi saja sendiri! Aku sudah terlambat!” tanpa membuang waktu aku segera mengunci pintu mobil lalu menstarternya dan pergi meninggalkannya.
“Mwo?! Oppa.. Aku kan tidak tahu jalan ke kampus!!” teriak Aira sambil mengejar mobilku. Aku menyeringai melihatnya bergerak-gerak frustasi dari kaca spion. Hehe, rasakan!

—o0o—
*Aira POV*
Dasar laki-laki kejam! Teganya dia meninggalkanku. Sudah kubilang aku belum begitu mengenal kota Seoul. Ah, sekarang bagaimana caranya aku ke kampus? Berpikir Aira..em..Ah, Gong Chan Mi! Aku minta dia menjemputku saja.

Aku menunggu di halte bis dekat rumah Kyuhyun, setelah tadi menelpon GC agar menjemputku.
Tak lama mobil itu datang. Aku kenal plat mobil GC.
“Shin Na Ra!!” teriaknya dari kaca mobil. Aku mendekat.
“Kau benar-benar datang. Gomawo..” ucapku. Aku melihat ada orang lain di balik kemudi.
“Oh iya, dia Oppaku. Gong Chan Shik.” ucap GC sadar aku memperhatikan namja di sebelahnya.
“Annyeong Oppa.. Aira imnida..” ucapku sambil membungkukan badan. Dia hanya bergumam sambil tersenyum manis. Tak tahunya ia keluar dan membukakan pintu mobil untukku. Aish, sopan sekali.
“Gomawo” gumamku.
“Cheonma” jawabnya sambil tersenyum. Aku masuk mobil dan tak lama mobil pun bergerak.
“Kau kenapa bisa berada di sana? Apartemenmu kan jauh dari tempat tadi” tanya GC. Aish, aku harus jawab apa?
“Oh itu, tadi, aku habis dari rumah sepupu jauhku” jawabku bohong. GC merengut heran.
“Sepupu? Memang kau punya? Bukannya kau dari Indonesia ya?”
“Ne. Kau lupa kakekku orang Korea!” ujarku sewot.
“Oh, mianhae..”

—o0o—
*Kyuhyun POV*
Sepanjang perjalanan aku tidak bisa tenang. otakku ini terus saja memikirkan gadis itu. Aira kan belum hapal jalanan di sini. Nanti jika dia salah naik bus atau tersesat bagaimana? Aish, membuat orang cemas saja. Aku memutar mobil kembali ke rumah. Masih ada waktu.

Aku terkejut saat kembali. Karena aku melihat Aira dijemput seorang namja. Menapa hatiku jadi panas begini? Kupukul setir tanpa sadar. Aku lupa kalau Aira itu cantik. Pasti banyak namja yang mau menjemputnya. Ah, masa bodoh! Aku tidak mau peduli lagi! Aku harus segera berangkat ke tempat acara!

—o0o—

*Aira POV*
Siang ini aku tidak berselera makan. Padahal hamburger dan soda di depanku tampak sangat menggiurkan. Bagaimana mungkin tiba-tiba aku teringat saat Kyuhyun menyuapiku pagi tadi. Aku ingin makan disuapi lagi olehnya..
“Aira..” GC datang mengagetkanku. Aku menoleh malas. “Taraa” serunya sambil melebarkan poster di hadapanku.
“What’s that?” tanyaku bingung. GC tersenyum manis.
“Ini poster terbaru Oppadeul Super Junior!! Bagus kan!”
Aku melotot mendengar kata Super Junior disebut. Itu artinya Kyuhyun ada di situ juga kan!
“Lihat, ini Leeteuk, Shindong, Yesung, Siwon, Heechul, Kyuhyun, Donghae, Eunhyuk, Ryeowook dan Sungmin” ucap GC menyebutkan nama-nama membernya tapi I don’t care! Aku hanya ingin melihat satu orang di antara mereka. Kyuhyun. Dalam poster itu dia tampak sangat.. Tampan.
“Ya! Kenapa bengong!” suara lantang GC membuatku tersadar dari lamunanku.
“Ani.. Begini, Kyuhyun.. Kamu tahu dia seperti apa?” tanyaku penasaran

Sesaat GC bingung. “Dia magnae di Suju. Orangnya superjahil, renang sekali menjahili Hyungdeulnya. Hobinya bermain game, dia juga sangat pintar. Dan suaranya.. Benar-benar indah!” jelas GC panjang lebar. Aku terbelalak. Omona.. Ternyata dia hebat!
“Wae? Tiba-tiba bertanya?” tanya GC
“Ani. Just curious” aku pandangi lagi wajahnya Kyuhyun dalam poster. Yah.. Kalau kupikir-pikir lagi tidak ada salahnya aku menikah dengannya. Aku meraih ponsel yang tergeletak di atas meja. Kenapa rasanya aku ingin sekali menelpon dan mendengar suaranya? Tadi pagi aku sempat di beritahu no ponsel Kyuhyun oleh Umma.

—o0o—

*Kyuhyun POV*

Setelah selesai tampil dengan baik di sebuah acara Tv, kami beristirahat di ruang ganti. Aku duduk di depan meja rias sambil menutup mataku. Rasanya lelah sekali. Bukan karena jadwal panggung yang padat. Tapi karena kejadian pagi tadi yang membuatku lelah. Aku sendiri bingung. Kenapa harus memusingkan Aira yang dijemput namja lain? Itu kan haknya. Apa hak ku untuk protes. Hak? Tunggu, aku kan calon suaminya. Aku punya hak untuk marah!
“Hei Kyuhyun..” suara Eunhyuk Hyung membuyarkan lamunanku. Segera aku menoleh.
“Wae?” tanyaku masih dengan nada jengkel.
“Semalam kau tidak pulang ke dorm? Ah, kau pasti menghabiskan malam bersama calon istrimu itu ya?”
“Mwo?” aku tersentak mendengarnya. Ya, memang sedikit benar sih.
“Ani” elakku sambil memalingkan wajah. Rupanya reaksiku mengundang rasa penasaran dari Hyungdeul.

“Seperti apa dia? Cantik?” tanya Heechul Hyung. Ku pandangi Hyungdeul. Mereka semua tampak penasaran. Baiklah, sepertinya sia-sia saja menutupi rahasia dari mereka. Aku mengangguk pelan.
“Begitulah” jawabku santai. Mereka berseru takjub seketika. Antusias sekali?
“Jadi kau menerima perjodohan ini?” serobot Sungmin Hyung.
“Entahlah. Aku bingung”
“Wae? Bukannya kamu suka? Kau bilang dia cantik” ujar Leeteuk Hyung.
“Hyung, aku bilang dia cantik. Bukan berarti aku menyukainya” tegasku.
“Lalu, bagaimana dengan kepribadiannya?” Shindong Hyung kini bertanya.

Aku mendengus bila ingat sifat Aira. Haruskah aku jelaskan detailnya? Aku menyandarkan punggungku pada kursi lalu bersedekap, membayangkan seperti apa Aira itu membuatku semangat. “Dia itu berkepribadian 4D seperti Heechul Hyung” jawabku di iringi pekikan dari Heechul Hyung
“Dan dia lebih aneh dari Yesung Hyung” lanjutku. Sekarang Yesung Hyung bereaksi.
“Dia genit seperti Eunhyuk Hyung, cengeng seperti Ryeowook Hyung dan Donghae Hyung” lanjutku, hyungdeul makin bereaksi macam-macam.
Aku tertawa pelan mengingat berbagai ekspresi yang Aira tunjukkan kemarin. “kadang dia lucu seperti Shindong Hyung, kuat seperti Siwon Hyung, aegyeo seperti Sungmin Hyung dan baik seperti Leeteuk Hyung…” ucapanku yang keluar dengan lancar membuatku terkesiap. Seketika aku tersadar. Omo, Apa yang kukatakan tadi? Kenapa aku bisa sangat hapal sifatnya. Dan jantungku, Kenapa berdebar cepat sekali?

“Wah, Kyu. Sepertinya kau benar-benar menyukainya” kata-kata Donghae Hyung membuatku seakan tertimpa batu besar. Apa benar? Menyukai yeoja 4D itu? Mustahil.
Drrtt..drrtt..
getaran ponsel membuatku tersentak. Aku menekan tombol hijau dan menempelkannya di telingaku. “Yeobseo”
“Kyuhyun Oppa?” Eh, aku kenal suara ini. Bukankah ini suara Aira? aku melonjak dari tempat dudukku tanpa sadar.
“Ne. Ada apa? Ini Ai-chan, iya kan?” ucapku, bibirku tersenyum dengan sendirinya mendengar suara Aira.
“Bagaimana Oppa tahu? Aduh..” bisa kudengar Aira panik. Haha, terbayang wajah Aira seperti apa. Pasti lucu dan menggemaskan.
“Tentu saja tahu, sekarang katakan apa keperluanmu? Cepatlah, aku sangat sibuk” ucapku sok cuek. Padahal aku sedang senggang sekarang.
“Ani. Aku hanya iseng. Oke, aku tidak akan mengganggumu. Bye!” Mwo? Hei, aku hendak protes namun Sambungan terputus seketika. Yeoja licik ini! Seenaknya saja memutuskan sambungan! Aku kan tadi hanya bercanda! Aku ingin sekali menelpon balik tapi tidak. Bukankah tadi aku bilang aku sibuk.

—-o0o—-

*Aira POV*
Paboya! Kenapa ditutup! Aku merutuk diriku sendiri. Padahal tadi aku senang setelah mendengar suaranya. Tapi dia bilang sibuk. Aku tidak mau mengganggunya. Jadi kututup saja. Aish.. Aku ingin berbicara dengannya lagi! Aku harap dia balik menelpon. Tapi mana mungkin. Berhenti berharap Aira!

Sekarang aku sedang dalam perjalanan pulang. Sendirian. Aku tidak bisa  meminta GC mengantarku karena dia harus pergi dengan Chan Shik Oppa. Dan aku juga tidak mungkin kembali ke apartemen lamaku karena Mama sudah memindahkan barang-barangku ke rumah Kyuhyun tadi pagi. Jadi sekarang di sini lah aku. Di jalan yang tidak ku kenal. Aku ingin pulang ke rumah Kyuhyun, tapi aku tidak tahu jalannya! Dengan kata lain, AKU TERSESAT!! Mama, Ayah, eotteohke..

Aku sudah menelpon namja calon suamiku itu tapi ponselnya tidak aktif. Aduh, Aku bingung. Naik bis pun percuma. Karena aku tidak tahu alamatnya. Ah, sial!!

—o0o—

*Author POV*

Jam 20.15. Kyuhyun baru saja tiba di rumah karena tadi Umma menelpon memintanya untuk menjaga rumah dan menemani Aira karena Appa dan Umma ada keperluan yang mengharuskan mereka pergi. Ia tidak bisa pulang ke dorm lagi. Kyuhyun memperhatikan seluruh ruangan. Kenapa terasa sangat sepi? Apa Aira belum pulang?
“Ai-chan..” panggilnya seraya melangkah masuk. Tidak ada jawaban. Alisnya terangkat heran. Apa gadis itu benar-benar belum kembali? Kyuhyun merogoh ponselnya untuk menghubungi yeoja itu. ponselnya tadi memang sengaja dimatikan. Saat diaktifkan, ia terkesiap karena banyak sekali missed call dari Aira. ada apa ini? Secepat kilat ia balik menghubungi ponsel gadis itu.

“Ayo angkat Aira..” gumamnya tak sabar. Rasa panik menjalar seketika. Ia bergerak-gerak gelisah sambil menunggu Aira mengangkat telepon. Harusnya ia tahu Aira belum hapal jalanan kota Seoul dan menjemputnya. Aish, kenapa ia tolol sekali hari ini. Bagaimana jika sampai terjadi sesuatu? Andwae!
“Hallo..” Akhirnya diangkat juga. tanpa sadar Kyuhyun menghembuskan napas yang sejak tadi ditahannya.
“Ai-chan, dimana kau? Kenapa belum pulang, hah?” cecarnya khawatir.

Hening sesaat di ujung sana. Lalu terdengar suara Aira kembali. “Oppa.. Aku tersesat.. Hiks, bagaimana ini? Aku lapar dan ingin pulang..” Suara Aira yang agak terisak membuat Kyuhyun makin panik. Apa? apa? Dia tersesat!
“Araseo. Aku akan menjemputmu! Kau jangan kemana-mana. Sekarang sebutkan kau dimana?” Aira menyebutkan keberadaannya. Tanpa membuang waktu Kyuhyun segera pergi.

—o0o—

Aira duduk di halte bus yang sepi. Suasana di sekitarnya pun sepi. Tidak ada orang yang lewat. Kecuali mobil yang lalu lalang di jalan. Itupun tidak ramai. Kepalanya menoleh ke arah tempat yang memajang sebuah poster berukuran besar. ia mengerjapkan mata. Loh, bukankah itu poster Super Junior! Ia tersenyum dan perlahan mendekat. Aira mengamati baik-baik poster itu. Hmm, setenar itukah Super Junior, sampai Aira bisa melihat posternya di mana-mana.

Matanya hanya tertuju pada satu orang. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun. Tangannya terulur menyentuh dan meraba wajah Kyuhyun dalam poster. Hal itu membuat jantungnya berdebar kencang lagi. Cho Kyuhyun, Keren juga dia. Pikir Aira. Rambutnya kecoklatan, tatapannya tajam, badannya tinggi tegap, senyumnya menawan dan wajahnya tampan. Omona, dan dia akan jadi suamiku! Aira berdebat dalam pikirannya sendiri. seulas senyum terbit di bibirnya.
“Oppa.. Kau tahu, seharian ini kau itu sangat menjengkelkan! Bayanganmu Selalu menggangguku. Suaramu membuatku tidak bisa berkonsentrasi. Kau sangat jahat” Aira berbicara sendiri pada poster Kyuhyun di hadapannya.

Kyuhyun akhirnya menemukan Aira juga. Tapi sedang apa dia? Berdiri di depan poster?
Poster Super Junior itu berukuran sangat besar dan Aira berdiri tepat di depan Kyuhyun dalam poster itu. Ia turun dari mobil dan ingin mendekat. Tapi langkahnya terhenti. Ia mendengar Aira bergumam sendiri sambil menatap gambarnya di poster.
“Aku benci padamu Oppa..” Kyuhyun terkesiap. Aira membencinya? Ia menatap Aira yang kini menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kikuk.
“Tapi ini tidak benar. Karena sepertinya aku menyukaimu.. Saranghae Oppa..” ucapan Aira itu sukses membuat Kyuhyun melonjak kaget. Super kaget. Aira menyukaiku? Batinnya tak percaya.

Kyuhyun belum bergerak dari tempatnya berdiri. Ia masih syok. Matanya kembali memandang Aira. Ia melihat gadis itu menunduk malu dengan pipi merona. Ia tidak sadar Kyuhyun melihat semua tingkahnya. Aira menatap wajah calon suaminya dalam poster lekat-lekat. Tanpa sadar badannya bergerak mendekat. Tepatnya mendekatkan wajahnya sendiri dan.. Chup~ Aira mencium Kyuhyun dalam poster tepat di bibirnya.

Kyuhyun yang melihatnya terbelalak lebar. Kaget, tak percaya, bingung, senang, semuanya bercampur baur. Aira mencium dirinya di poster itu? Ya ampun, dia sudah tidak waras? Atau dia psikopat?
“Ya! Apa yang kau lakukan!” Kyuhyun tidak tahan lagi. Aira menoleh cepat dan ia sangat sangat terkejut ketika melihat ada Kyuhyun di dekatnya. Matanya terbelalak lebar.
“Omona.. Oppa, kau ingin membuatku mati! Kenapa muncul tiba-tiba!” gerutunya sambil mengusap dada. Kyuhyun mendekat.
“Muncul tiba-tiba? Dari tadi aku ada di sini. Kau saja terlalu bodoh untuk menyadari kehadiranku!”

Aira terkesiap. “Oppa, dari tadi ada di sini? Jadi tadi oppa saat aku..” wajah Aira memerah seketika dan ia tidak melanjutkan kalimatnya. Kyuhyun mengangguk tegas lalu berkacak pinggang.
“Iya. Aku lihat dengan jelas. Kau ini ada kelainan ya? Untuk apa mencium poster seperti itu? Oh, atau sebenarnya kau ingin menciumku tapi tidak berani, iya kan!”
“Mwo, percaya diri sekali!” elak Aira. Kyuhyun berdecak sebal dalam hati. Sudah tertangkap basah masih juga mengelak. Aira mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia tidak mau menatap Kyuhyun. Wajahnya pasti sudah semerah udang rebus.
“Oppa, sudah malam. Kajja, kita pulang” Aira mengalihkan pembicaraan lalu berjalan lebih dulu menghampiri mobil Kyuhyun.
“Ya! Aku belum selesai bicara!” teriak Kyuhyun jengkel.

—o0o—

Sesampainya di rumah, mereka berdua masuk. Sejak perjalanan hingga kini, suasana di antara keduanya sangat kaku. Baik Kyuhyun maupun Aira tidak ada yang berani memulai obrolan lebih dulu.

Kyuhyun duduk di sofa di ruang tengah. Rasanya lelah sekali! Ia merebahkan dirinya di sofa. Tak lama hidungnya mencium sesuatu yang hangat. Ia membuka mata dan langsung menangkap sosok Aira berdiri memegang 2 cangkir minuman yang masih mengepulkan asap.
“Untukmu Oppa. Aku tidak tahu kau suka coklat panas atau tidak. Tapi aku suka” ucap Aira dengan tangan menyodorkan segelas coklat panas. Kyuhyun bangkit dan mengambilnya.
“Gomawo” gumamnya lalu menyesap sedikit. Hmm, hangat dan enak.
Aira duduk di samping Kyuhyun, dengan wajah riang ia berkata “Oppa, aku lapar. Kau ingin makan apa? Aku buatkan” ujar Aira membuat Kyu menoleh. Buatkan? Memang dia bisa masak?
“Tidak usah. Tadi aku sudah memesan pizza dan ayam goreng. Tunggu saja oke”
Aira mengerjap. “Jinjja? Ah, syukurlah..”

Mereka diam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing untuk beberapa saat.
“Aku penasaran, tadi kamu kenapa menciumku. Eh, maksudku mencium posterku” Kyuhyun memecah keheningan. Rasa gugup kembali menyerang Aira. Ia meletakkan gelasnya di meja sebelum menjawab.
“Ani. Hanya iseng” Aira gelagapan. Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya. Sebersit ide jahil terlintas di otaknya. Ia menyeringai pelan, ia jadi ingin menggoda Aira.
“Bohong. Tadi juga aku mendengar kau mengatakan ‘saranghae oppa’. Kau menyukaiku kan?” Kyuhyun menggeser duduknya ke dekat Aira. Tentu saja yeoja itu semakin salah tingkah.
“Kau salah dengar Oppa.” elak Aira panik. Kyuhyun semakin mendekat padanya.
“Daripada mencium poster, lebih baik mencium orang aslinya” goda Kyuhyun dengan seringaian yang mampu membuat para fansnya meleleh terpesona. Aira makin panik dan gugup. Ia terus memundurkan tubuhnya hingga membuat dirinya sendiri terpojok di sudut sofa.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya dengan wajah Aira, seperti orang yang akan mencium. Aira menutup rapat matanya bersiap menerima hal buruk apapun. Dan saat Kyuhyun nyaris menciumnya, terdengar bunyi bel. Dalam hati Aira bersorak.
“Ah, bel! Pasti pesanan kita datang! Yes, syukurlah. Aku hampir mati kelaparan!” Aira sedikit mendorong tubuh Kyuhyun lalu pergi tanpa basa basi. Namja itu berdecak melihat punggung Aira yang menjauh. Cih, hampir saja. Batinnya jengkel.

—-o0o—-

*Aira POV*
Jantungku hampir saja copot. Apa sih yang diinginkannya?! Pakai acara menggodaku segala. Hampir saja bibirku di sentuh olehnya jika tidak diselamatkan oleh bunyi bel. T_T

Kubuka pintu. Ternyata benar. Pesanan kami datang. Aku mengambil kantong berisi pesanan kami. Setelah membayarnya, aku membawanya ke dalam.
“Oppa.. Makanannya datang.. Loh? Mana dia?” tanyaku bingung. Kyuhyun tidak ada di tempatnya. Ah, mungkin sedang mandi. Aku buka kotak makanan itu satu-satu. Pizza dan ayam goreng. Aku mendesah lega. Syukurlah, setidaknya aku tidak perlu menggunakan sumpit untuk memakannya.
Tidak apa-apa kan aku makan duluan? Aku sudah sangat kelaparan. Aku menoleh ke kiri dan ke kanan. Dan aku melihat foto Kyuhyun cukup besar terpajang di hadapanku. Aku menatapnya.
“Oppa, aku makan duluan, oke. Aku lapar sekali. Aku janji tidak akan menghabiskan semuanya!” lagi-lagi Aku mengajak benda mati bicara. Tanpa membuang waktu, Aku segera menyantap pizza dengan lahap juga beberapa potong ayam goreng. Aish, mashita..

“Hei, kau curang makan duluan!” protes Kyuhyun. Aku menoleh, mendapati sedang mengeringkan wajahnya dengan handuk. Sepertinya baru saja selesai mandi. Ah, dia terlihat segar, wangi, dan tampan. Aku ingin membalas omelannya tapi tidak bisa. Mulutku masih penuh dengan makanan. Aku hanya bisa memintanya duduk dengan isyarat tangan saja.
“Ya! Kau habiskan setengahnya! Kau ini lapar atau rakus sih?” Kyuhyun melotot melihat aku sudah menghabiskan banyak makanan lalu duduk di sampingku. Yah, memang tinggal tersisa separuhnya.
“Mian Oppa, aku lapar sih..” ucapku sambil menelan makanan dengan susah payah. Aku hendak mengambil sepotong pizza lagi tapi ia menepis tanganku.
“Wae?” tanyaku kaget, kuusap tanganku yang kemerahan karena tepisannya tadi. Kyuhyun melotot lagi padaku.
“Ini jatahku! Jatahmu sudah habis!”
“Pelit sekali?? Oppa, aku masih lapar..” rengekku. Porsi makanku memang banyak. Tapi anehnya aku tidak bisa gemuk. Padahal aku ingin.
“Andwae!” Kyuhyun tidak mempedulikanku dan makan sendiri. Aku perhatikan wajahnya yang gembira saat makan. Sepertinya ia juga lapar. Baiklah, aku mengalah saja kali ini.
“Ya sudah Oppa, aku ke atas dulu ya!” ucapku. Aku ingin mandi dan ganti baju. Aku beranjak sebelum mendengar persetujuannya.

—o0o—

*Kyuhyun POV*
He, dia pergi. Apa Aira marah padaku? Jujur saja aku tidak bermaksud pelit padanya. Sekarang, melihat makanan yang masih banyak tersisa membuatku mual. Aku jadi tidak berselera makan. Ah, lebih baik aku main game saja!

“Wah, oppa.. Kau main game!” seru Aira. rupanya dia kembali juga. Aku tidak bisa menoleh karena permainan sedang seru-serunyanya. Aku bisa merasakan Aira duduk di sampingku. Hmm.. Tercium wangi sampo yang di pakai dan wangi parfumnya. Aish, konsentrasiku jadi buyar!
“Aish!” aku memekik karena aku kalah. Sial!
“Mwo! Kok secepat itu game over. Oppa, kau ini tidak jago main game ya?!”

APA!! Aku mendelik tajam pada Aira. Seenaknya saja dia bilang aku tidak jago main game! Kemampuanku setingkat gamer profesional!
“Ya! Kau pikir kau lebih hebat dariku?!” Aku benar-benar tidak terima diejek olehnya. Memang gara-gara siapa aku kalah? Ini karena kau membuyarkan konsentrasiku!
“Aku tahu Oppa hebat dalam game” hibur Aira tapi malah terdengar seperti ejekan.
“Geurae! Kalau memang kau bisa, kita tanding bermain game!” ajakku. Ku kira dia akan menolak tapi nyatanya tidak. Aira malah mengangguk senang.
“Ayo! Siapa takut! Yang kalah harus menurut pada pemenang selama satu hari penuh. Deal?” Aira mengulurkan tangan padaku.
Tak ku sangka dia malah menantangku! Percaya diri sekali! Aku yakin dia pasti kalah melawanku. Lihat saja! Akan kubuat dia tersiksa nanti.
“Deal!” jawabku sambil menjabat tangan dan menatapnya dengan mata evilku. Kami bersiap di posisi masing-masing dengan stik game di tangan. Dan permainan pun dimulai.

—-o0o—-

*Aira POV*

Sepertinya aku salah sudah menantang namja setan ini bermain game. Rupanya dia pemain tangguh. Tapi aku tidak mau kalah. Aku sering tanding melawan sahabatku Rian si maniak game. tapi aku selalu kalah darinya. Dan jangan harap aku akan mengalah dari Kyuhyun si magnae jahil ini. Pokoknya aku tidak mau kalah melawan Kyuhyun. Bisa-bisa aku jadi babu seharian. Aku harus pakai cara licik.

“Oppa..” ucapku di sela-sela pertandingan game yang sedang berlangsung seru dan menegangkan.
“Apa!” ucapnya ketus. Aish, aku yakin dia dendam dan ingin mengalahkanku.
“Itu, soal tadi.. Kalau ternyata aku memang suka padamu, bagaimana?” pancingku sementara konsentrasiku pada game tetap tidak berkurang.
“MWO!” pekiknya kaget sambil menoleh ke arahku. Ini kesempatanku! Dan..

Game Over!!!
“ANDWAE!!” pekik Kyuhyun histeris. Ia melemparkan stik gamenya entah kemana.
“YES! I Win!!” teriakku sambil loncat-loncat kegirangan. Yes! Yes! Muslihatku berhasil! Hahaha

Kyuppa berdiri dengan wajah kesal. “Tidak bisa! Yang tadi tidak adil! Kau sengaja kan agar aku kalah! Mengatakan hal mengejutkan segala! Ngaku!” tuduh Kyuhyun dengan wajah menakutkan. Aku terkekeh.
“Iya. Baru sadar?” ucapku dan aku yakin dia sudah terbakar api.
“Kau! YA!” bentaknya murka. Waduh, aku mengambil bantal dan menutupi wajahku dengan itu.
“kalah tetap kalah Oppa. Kau tetap harus menurut padaku!” aku masih menutupi wajahku.
“SHIREO! Kau curang! Tadi tidak sah!” aku memberanikan diri menatap Kyuppa. “Tapi bukannya game seperti itu? Siapa yang tidak bisa berkonsentrasi, dia pasti kalah”
Kyuhyun tampak menelan ludah. Sepertinya dia setuju dengan kata-kataku. “Araseo!” ucapnya dengan suara tercekat. Di wajahnya tertulis jelas bahwa ‘aku tidak percaya aku sudah di kalahkan’.
kyaa! Akhirnya dia mengaku kalah juga! Yes, It’s my turn!
“Tugas pertama dariku, Oppa yang membereskan semuanya. Oke. Aku tidur duluan. Bye!” aku langsung kabur ke kamarku. Rasakan!

—o0o—

*Kyuhyun POV*
“Ya! Ai-chan!” pekikku ketika Aira kabur ke lantai atas. Sekarang aku sendiri di sini, dengan semua kekacauan yang dibuat olehnya dan aku. Sampah bekas makanan yang berserakan, piring, gelas kotor,Semuanya harus aku yang membereskan?! Dan yang paling membuatku tidak percaya adalah bahwa aku, Cho Kyuhyun.. Gamer profesional dikalahkan oleh Aira, yeoja 4D itu! Andwae! Harga diriku rasanya dicabik-cabik mengetahui kenyataan ini. Awas ya! Aku akan membalasnya nanti!

Lagi-lagi malam ini aku sulit tidur karena syok. Aku kalah tanding game melawannya! Impossible! Aku berguling-guling tidak jelas di kasurku. Perasaanku kesal tapi ada rasa senang. Haduh, apa yang terjadi! Tak ku sangka hari sudah pagi saat aku membuka mata. Kapan aku ketiduran? Aku yakin ada lingkaran hitam di sekitar mataku karena aku kurang tidur. Kulihat jam, masih pagi. Aku tidak ada jadwal sampai siang nanti. Jadi aku bisa santai sejenak. Aku memutuskan keluar. Aku penasaran apa Aira sudah bangun?

to be continued..

72 thoughts on “Would You Marry Me? (Part 4)

  1. haha,,,,pasangan ajaib bin aneh plus unik
    sy ketawa trz baca ny gtw knapa feel ny itu asyik bgt,,,seru pisan
    ah pokony mah keren
    asli deh bisa2 ny setan game kalah,,,trnyt emg yah kyu yg evil itu dpt lawan yg sbanding,,,tp lebih licik,,,oh i love aira-ah,,,,dy bner2 4D tp cute n loveble bgt
    ga bakal deh bisa marah ama aira chan
    nyiumin poster d halte,,,,ga dianggap maniak tuh hehe

  2. Ngakak pasangan kocak, ajaib!
    Aira2 segaa poster di cium, cium orang nya aja*ne
    seorang kyu! penyuka game! di kalahin ama yeoja 4D hahaha ngakak

  3. haha ai chan cium posternya kyu. trus bilang saranghae😀 huaaaaa !!
    pertama dalam sejarah kyu kalah main game hahaha😀 tuh kan emang dasarnya cinta ya cinta :p

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s