Would You Marry Me? (Part 3)

Tittle : Would You Marry Me? Part 3

Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young

Genre : Romance-Comedy

 

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun Super Junior
  • Shin Nara a.k.a Aira

Maaf untuk typo dan semacamnya..

Would You Marry Me by Dha Khanzaki

———-o0o———-

*Kyuhyun POV*
Aku terpikir untuk membuatnya melayang tinggi. Aku sengaja tersenyum manis padanya dan itu berhasil. Aira menegang, tangannya terulur meraih gelas air lalu meneguk isinya.
“Kalau begitu, biarkan aku yang melamarmu dulu. Aira, would you marry me?” tanyaku. Aku hanya bercanda. Penasaran sekali melihat reaksinya seperti apa.

Mendengar itu semua orang berseru takjub sementara Aira kaget lalu…
Brussshhhh…
Aira menyemburkan air yang diminumnya tepat ke wajah tampanku ini. Aku yang tidak sempat menghindar hanya terpaku dan mataku tertutup otomatis. Yeoja sialan!!
Suara gelak tawa membahana saat menyaksikan kemalanganku.

“Ah, mianhae oppa.. Aku tidak sengaja. Sungguh..” Aira memelas memohon maaf. Kubuka mataku perlahan. Kulihat Aira mengambil tissu lalu mengelapi wajahku yang basah dengan akibat semburannya dengan hati-hati.
“Tidak perlu repot-repot!” ujarku menahan emosi, aku menurunkan tangannya dari wajahku. Lalu  bangkit dan beranjak dari meja makan menuju wastafel di dapur.
Yeoja babo! Aku sudah mencoba membuat suasana romantis dan dia malah mengacaukannya. Aku segera mencuci wajahku dengan air.

 

—o0o—

*Author POV*
Aira benar-benar merasa bersalah. Ia mendadak panik ketika Kyuhyun bangkit dan pergi ke arah dapur.
“Eotteohke..” desisnya gusar.
“Ayo kejar dia Na Ra. Minta maaf  padanya” usul Ahra semangat. Ia mengibaskan tangannya menyuruh Aira segera bangkit menyusul Kyuhyun.
“Ne. Aku permisi” Aira segera bangkit dan berjalan agak tergesa ke arah dapur. Di wastafel yang ada di dekat kitchen set itu, Aira melihat Kyuhyun sedang mencuci mukanya. Ia mendekat. Sebenarnya Aira agak takut juga.

 

“Oppa, mianhae. Tadi aku sangat terkejut, Jadi tanpa sengaja aku..” suaranya terbata karena Aira gugup sekali saat menjelaskannya. Kyuhyun tampak tidak peduli. Ia mengambil handuk, mengeringkan sisa air di wajahnya kemudian menatap Aira dengan evil’s eye-nya. Aira merasakan bulu kuduknya berdiri.
“Sudahlah! Kau sudah merusak moodku!” sewot Kyuhyun kesal, sedikit membentak. Ia berjalan melalui Aira.
“Tapi, ucapan Oppa tadi? Apa itu serius? Oppa benar-benar melamarku?”

Kyuhyun berhenti melangkah lalu berbalik menghadap Aira.
“Kau pikir itu sungguhan?” tanyanya sambil memperlihatkan evil smirknya.
Aira menautkan jari-jarinya, ia gugup “Aniya, Ku pikir. Jujur saja Oppa, aku senang saat kau mengatakannya. Meskipun hanya main-main, tapi bagiku itu terdengar sangat indah” jelasnya ringan. Senyum manis menghiasi bibir Aira dengan sempurna.
Kyuhyun merasa ada yang aneh menggelitik hatinya. Ia merasa.. Senang mendengar Aira mengatakan hal itu. ia kembali menatap Aira.
“Aku tahu kita dijodohkan dan kita tidak memiliki perasaan satu sama lain. Tapi ada satu hal yang sangat kutekadkan sejak dulu” Aira menghela napas sejenak, mengumpulkan keberanian untuk mengatakan kalimat selanjutnya.
Kyuhyun sedikit melebarkan matanya, ia penasaran. Perlahan ia mendekati Aira.
“Apa? Lanjutkan kata-katamu” ucapnya serius ketika sudah ada tepat di hadapan gadis itu.
Aira gugup karena sekarang Kyuhyun berada sangat dekat dengannya. Hanya terpisah beberapa senti saja. Jadi ia bisa menatap langsung mata jernihnya. Ia juga bisa melihat dengan jelas pantulan dirinya dari mata gelap Kyuhyun yang tajam dan meneduhkan.
Aira menatap Kyuhyun serius. “Jika aku menikah kelak, siapapun yang menjadi suamiku, aku akan berusaha mengabdi padanya dan mencintainya seumur hidup. Jadi oppa, jika kau ingin menikah denganku, ku harap pernikahan kita tidak berakhir dengan perceraian”

Kyuhyun membelalakan mata. Bagaimana mungkin Aira, yeoja berwatak lebih aneh dari Heechul dan Yesung ini bisa mengatakan hal luar biasa begitu. Seolah gadis ini bisa membaca akhir dari perjodohan ini jika melihat sikap Kyuhyun dan dirinya..
Kyuhyun menunduk. Ia merasa bersalah. Apa ia harus jujur saja pada Aira, mungkin gadis ini bisa membantunya keluar dari perjodohan sialan ini.
“Ai-chan,” lirih Kyuhyun, memanggil Aira dengan panggilan khusus darinya. Ia mengangkat wajah dan menatap Aira.
“Sejujurnya.. Aku belum siap dengan perjodohan ini..” aku Kyuhyun pelan. Aira terkesiap sejenak. Perlahan wajahnya berubah sumringah.
“Jinjja yo? Aku juga!!” seru Aira girang lalu tangannya terulur meraih kedua tangan Kyuhyun, menggenggamnya erat. Kyu tergelak senang mendengarnya.
“Benarkah?” serunya bahagia seraya menggoyangkan tangan Aira.

 

“Iya. Aku kira calonku namja tampan seperti Jung Yong Hwa atau Donghae. Ternyata namja mesum kemarin. Yah, Kau tahu oppa, hatiku ini ciut saat  tahu calonku itu kau” jelas Aira panjang lebar. Ucapan Aira ini otomatis membuat senyuman Kyuhyun terhenti dan berubah jadi kejengkelan sedetik kemudian. Kyuhyun menggeram tertahan.
“Ya! Kau pikir aku senang? Aku juga sangat kecewa karena ternyata calonku adalah yeoja aneh sepertimu!” terpaksa ia balas mengatai Aira. gadis itu menaikkan alisnya sebelah, ia menghempaskan tangan Kyuhyun yang ia genggam.
“Mwo? Yeoja aneh! Kau juga namja mesum!” Aira tidak mau kalah. Otak Kyuhyun langsung mendidih mendengarnya dan emosinya naik seketika.
“Jangan panggil aku mesum!” tegas Kyuhyun tajam. Aira tidak peduli.
“Namja mesum! Kau.. Ahkh~” perkataan Aira terhenti karena Kyuhyun mendadak mendorongnya hingga merapat dengan dinding.

“Tarik kata-katamu tadi atau aku akan melakukan sesuatu!” ancam Kyuhyun. Ia menatap Aira dengan mata menyala-nyala. Aira terpaku dengan mata melebar, ia bergetar takut. Tapi ia tidak bisa kabur karena tangan Kyuhyun ada di kedua sisi kepalanya. Menghalangi jalannya untuk kabur.
“Shireo! Kau memang namja mesum Oppa.. Kau sudah tercatat melakukan dua tindakan kriminal terhadapku! Yang pertama kau mencium pipiku dan yang kedua kau hampir melepas pakaianku!” cerocos Aira.
Kyuhyun tak habis pikir. Kenapa dia tidak takut dengan ancamannya? Baiklah, dia sendiri yang meminta. Jadi jangan salahkan dirinya jika nanti ia melakukan sesuatu.
“Kau berani juga rupanya” Kyuhyun makin merapatkan dirinya dengan Aira. membuat tubuh ramping gadis itu terjepit antara tubuh Kyuhyun yang tegap dan dinding yang kokoh.
Deg~
Aira berdebar kencang saat ia merasakan tubuh Kyuhyun sudah tidak berjarak lagi dengannya.
“Aniya.. Oppa.. Jebal, jangan begini.” pinta Aira ketakutan.
Kyu tersenyum seduktif.
“Mianhae, tapi kau sendiri kan yang tadi bilang aku namja mesum?” ucap Kyuhyun bermaksud menggoda dan Aira semakin bergetar ketakutan. Sialnya, berada dekat gadis ini membuatnya sedikit hilang kendali.
“Sesuai perkataanmu, aku memang namja mesum” Kyuhyun menarik pinggang Aira kedekatnya dan tanpa diduga, ia mengecup lehernya perlahan. Jantung Aira serasa terlompat jatuh dari tempatnya. Apa yang Kyuhyun lakukan???
“Ah, oppa, jebal.. Hentikan..” Aira tak kuasa menahan rasa aneh saat Kyuhyun mencium lehernya. Ia berusaha kuat melepaskan diri tapi entah kenapa tenaganya kalah dengan tenaga Kyuhyun. Ini aneh.
Kyuhyun terus menciumi leher Aira dan ia terhenti saat mendengar suara isak tangis keluar dari mulut gadis yang sedang didekapnya.

 

Kyuhyun mengangkat wajahnya dan ia terkejut melihat Aira menangis sambil terisak. Omona, apa tindakannya ini sudah menyakitinya? Seakan tersadarkan, ia segera menghentikan tindakan lancangnya.
“Mi.. Mianhae.. Aku salah..” Ia melepaskan Aira lalu menghapus air matanya dengan jarinya. Sial! Ini pertama kali dalam hidupnya ia membuat yeoja menangis karena ulahnya. Dan ia sangat menyesal.
—-o0o—-
*Aira POV*
Entah kenapa airmataku mengalir begitu saja. Tapi aku terkejut, jantungku berdebar kencang dan seluruh tubuhku bergetar dan melemas saat Kyuhyun menciumku tadi. sekarang aku hanya bisa menangis.
“Sekarang menjauh dariku, Oppa..” ucapku dengan suara parau. Ia menurut. Mungkin ia merasa bersalah padaku. Tentu saja. Awas, akan kubalas tindakanmu nanti.
Aku hendak pergi tapi tidak bisa karena lengan gaunku terkait paku di dinding.
“Mwo! Aish, bagaimana ini? Kyuhyun Oppa, bantu aku!” tanpa sadar aku merengek pada Kyuhyun yang akan pergi karena aku kesulitan melepaskannya.
“Kenapa bisa begini?” Kyuhyun mendekat dan berusaha melepaskan lengan baju yang mengait itu.
“Tunggu, sebentar ya..” ucapnya halus mencoba menenangkanku yang mulai panik.

Aku dibuat takjub dengan tindakannya. Oppa, tadi kau brengsek kenapa sekarang jadi baik begini? Jarak kami sekarang agak dekat. Entah kenapa jantungku berdebar tak karuan lagi. Ah, jika terus begini aku bisa mati!!
“Sudah..” ucapannya membuyarkan lamunanku.
“Jinjja.. Gomawo..” saking semangatnya aku menarik diriku cepat tapi..

SREKKK!!!

“Kyaaa” aku memekik karena lengan bajuku robek akibat ada 1 benang yang masih mengait.
“Mwoya..” Kyuhyun berseru kaget, kulihat wajahnya memerah malu. Kenapa dia? Aku melihat diriku sendiri. Uapa!! Pakaianku tadi sobek hingga membuat bahu kananku terekspos dan belahan dadaku terlihat.
“KYAAAA!” pekikku sekencang-kencangnya.
“Ya! Jangan berteriak!” protesnya. Aku bergerak menutupi dadaku dengan tangan dan akan pergi. Tapi aku ceroboh! Entah kenapa aku tersandung dan jatuh. Semuanya serasa terjadi dalam gerakan lambat, Kyuhyun menarik tanganku agar tidak jatuh tapi naas, dia ikut jatuh bersamaku dan lagi-lagi dia jatuh menindihku!!

Sementara itu di ruang makan..
Orang-orang terkejut mendengar suara jeritan.

“Suara apa itu?” tanya Umma.
“Bukankah itu suara jeritan Aira? Apa yang terjadi?” Mama mulai terdengar panik.
“Kalau begitu biar aku periksa” Ahra lebih dulu bangkit dan bergerak ke dapur, asal suara itu.

Back to Aira dan Kyuhyun

*Kyuhyun POV*
Ini kedua kalinya lagi-lagi aku jatuh menindih yeoja ini. Dia pasti kesakitan. Aku ingin segera bangkit, tapi melihat wajah Aira membuatku tidak jadi melakukannya. Sial! Kenapa jantungku berdebar kencang begini! Jarak kami terpaut sangat dekat. Dan aku baru benar-benar sadar kalau dia sangat cantik. Aish! Pikiranku mulai kotor lagi! Rasanya aku ingin memakannya!
“Oppa.. Berat, bisa kau bangun?” suara Aira berhasil menyadarkanku. Dia juga pasti merasa tidak nyaman dengan posisi ini #ya eyalah! Keenakan kamu Kyu!#

Aku akan bangkit ketika aku mendengar suara jeritan.
“KYAA.. Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukaann!!” eh, kami menengok bersamaan dan betapa terkejutnya aku mendapati Nuna sedang berdiri tak jauh dari kami. Wajahnya tercengang sempurna Ah, dia pasti salah paham dengan situasi ini. Aku segera bangkit.
“Bukan Nuna, ini..” belum sempat kujelaskan Nuna menderap cepat ke arahku, menatapku dengan wajah menyeramkan. Aku buru-buru bangkit dari atas Aira.
“Kenapa kau lakukan itu anak nakal! Dan kyaa.. Bajumu robek Aira! Apa Kyuhyun yang melakukannya?!” teriak Nuna bertubi-tubi. Dia tidak mempedulikanku dan beralih membantu Aira berdiri. Ekspresi yeoja itu takut, sedih, atau entahlah.
“Gwaenchana? Dia tidak melakukan hal lain kan?” tanya Nuna penuh kecemasan. Aira menggeleng.
Aish, ini mulai menyebalkan! Halo, aku tidak salah di sini!
“Ya! Cho Kyuhyun, kau harus bertanggung jawab atas kejadian ini!” bentak Nuna. Aku terbelalak.
“Mwo! Aku tidak melakukan apa-apa Nuna. Ini semua kecelakaan!” Aku berusaha membela diri. “Tanya sendiri pada Aira jika tidak percaya!” seruku sambil menunjuknya. Nuna menoleh menatap Aira.
“Benar itu Aira?”

Aira menunjukkan raut sedih dan menunduk. Hee? Kenapa ekspresinya seperti itu!!
“Anu, Eonni, Tadi, Kyuhyu Oppa hampir memperkosaku..” lirihnya.
“MWO!!!” Aku dan Nuna menjerit histeris bersamaan. Ini bohong!! Nuna langsung mendelik tajam ke arahku.
—o0o—-
*Aira POV*
“Benar itu Aira?” Ahra Eonni bertanya dengan serius padaku. Aku menyeringai dalam hati. Aku memang berniat untuk balas dendam sekarang. Lihat saja! Akan kubuat Kyuppa seperti penjahat.
“Anu, Eonni, tadi, Kyuhyun Oppa hampir memperkosaku..” jawabku dengan wajah sedih plus takut yang di buat-buat. Kuputar balikkan semua fakta yang sebenarnya terjadi.

Kudengar mereka berteriak bersamaan. Pasti sangat terkejut. Ahra Eonni langsung menatap tajam pada Kyuhyun. Hehe, rasakan itu!
“CHO KYUHYUN.. Kau harus bertanggung jawab! Sekarang juga akan kulaporkan ini pada Appa dan Umma!” bentaknya galak
“Tapi Nuna, ini tidak benar! Hei Yeoja aneh, cepat katakan kalau ini bohong!” ancam Kyuhyun dengan wajah menyeramkan. Aku pura-pura ketakutan dan berlindung di balik punggung Ahra Eonni. Melihat reaksiku dia langsung membentak adiknya lagi.
“Sudah, kau diam! Aira, ikut Eonni. Eonni akan meminjamkanmu baju” Eonni mengajakku pergi. Aku menengok sebentar ke arah Kyuhyun dan kuleletkan lidahku padanya. Dia tampak kesal dan jengkel melihatku. Hu! Makanya, siapa suruh mau main-main denganku. Jika dia kejam padaku, aku bisa lebih kejam lagi. Aku tersenyum puas. Dendamku terbalas sudah.

Ahra Eonni mengajakku ke kamarnya. Aku duduk di tepi ranjang dan memperhatikan Eonni memilih-milih baju di lemarinya. Ah, melihatnya aku jadi semakin merindukan kakakku..
“Apa ini muat untukmu?” tanyanya sambil menyodorkan sebuah mini dress padaku. Aku mengambilnya.
“Sepertinya cukup Eonni” Yah, badanku kan tidak gemuk. Tapi langsing dan tinggi. Aku segera memakainya. Setelah itu aku bercermin. Nah, lihat kan, baju apapun akan cocok dipakai olehku #Aira juga narsisnya ga ketulungan

“Aigoo, Kamu benar-benar cantik ya. Padahal aku tidak cocok memakai baju ini. Tapi kenapa kalau kau yang pakai terlihat bagus ya” puji Eonni membuatku memerah malu.
“Gomawo..” jawabku tersipu. Eonni mendekat. Ia memegang pundakku dan menatapku lembut.
“Aira, adikku itu anak yang sangat baik. Dia juga bertanggung jawab. Yah, meski sifatnya sedikit buruk tapi Eonni jamin dia tidak akan mengecewakanmu” Eh, kenapa Eonni mengatakan ini padaku?
“Ne eon” jawabku. Padahal aku bingung.
“Jadi setelah ini tolong jaga adikku ya. Aku yakin kau bisa jadi istri yang baik..”
Nah loh.. Apa maksudnya?
“Eonni.. Aku..”
“Kyuhyun pasti sangat menyukaimu sampai dia lakukan hal tadi padamu.” Sela Eonni membuatku kaget.
“Adikku tidak pernah berbuat begitu sebelumnya. Dia tidak akan melakukannya jika dia tidak tertarik padamu. Jadi jangan membencinya. Oke”

Yaiy.. Katakan Apa maksudnya ini?
“Eonni sekarang akan membicarakan hal ini dengan orangtua mu dan Appa juga Umma untuk mempercepat pernikahan kalian.” setelah itu Eonni pergi.

Sesaat aku masih terpaku. Diam dan tidak biasanya otakku bekerja lebih lambat dari biasanya. Setelah beberapa detik tepekur, aku terkesiap.
“Mwo, mempercepat pernikahan!! Andwae!!” aku baru sadar dan segera berlari keluar. Tapi ketika akan menuruni tangga aku berpapasan dengan Kyuhyun. Langkahku terhenti melihat wajahnya sangat menakutkan. Mendadak aku merasa ada aura hitam di sekitarnya.
“Ya! Yeoja licik!” geramnya sambil terus berjalan ke arahku. Hua, aku yakin dia pasti ingin balas dendam.
“Apa?!” aku menegakkan tubuhku untuk menyembunyikan rasa takut.
“Tadi apa maksudmu bilang aku memperkosamu segala, eoh? Kau cari masalah atau kau tidak sayang pada nyawamu sendiri!” Kyuhyun terdengar mengancamku sambil bertolak pinggang.
“Habis, siapa suruh tadi menci–” aku terdiam mengingat kejadian tadi. kurasakan pipikumemanas. Pasti wajahku sudah merah padam. Kulirik Kyuhyun juga salah tingkah.
“Memang kau tidak pernah pacaran sampai yang tadi saja kau..” Dia menggantungkan kalimatnya. Aku diam sejenak.
“Ne. Aku tidak pernah pacaran dan Oppa, adalah namja pertama yang..” aku menunduk malu. “Menyentuhku..” gumamku dengan suara yang sangat pelan. Aku sangat malu mengatakannya.

—o0o—

*Kyuhyun POV*
Tadi dia bilang belum pernah pacaran? Mustahil. Aku sempat kaget tapi aku tidak sebodoh itu untuk percaya begitu saja. Mana mungkin. Lihat saja, dia cantik dan badanya sexy. Mana mungkin tidak ada namja yang menyukainya.
“Jadi, tadi aku yang pertama melakukannya?” ujarku entah kenapa senang sekali. Aku tertawa kemudian.
“Kenapa tertawa?” tanyanya bingung
“Ani. Kau itu, sangat lucu. Usiamu sudah sebesar ini tapi tidak pernah pacaran? Apa tidak ada yang menyukaimu?” ucapku di sela tawa
“Enak saja! Sudah ribuan kali aku mendengar pernyataan cinta dari namja! Tapi tidak ada satu pun yang kuterima!” elaknya membuatku kembali terperangah.

Apa? Aku berhenti tertawa. Ribuan kali katanya?
“Lalu kenapa kau tolak?” aku mendadak penasaran.
“Karena aku bukan orang yang main-main soal perasaan. Aku tidak mau pacaran jika aku tidak bisa mencintainya sepenuh hati. Begitulah..”

Mulutku terkatup. Aku dibuat takjub lagi. Aira sepertinya bukan orang yang suka main-main dengan cinta. Aku jadi merasa bersalah karena sikapku kurang ajar padanya.
“Kyaaa… Eotteohke, aku jadi cerita hal memalukan padamu!” teriaknya histeris sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.
“Hei.. Hei, tidak apa-apa, jangan merasa malu begitu. Aku malah berpikir kau itu hebat” ucapku sambil memegang tangannya dan menurunkannya. Dia cemberut. Aish, kenapa sih sikapnya mudah sekali berubah-ubah. Dia bisa menyebalkan, lalu jadi sangat cantik, aneh, gila, mengagumkan, kejam, dan sekarang, menggemaskan..
“Aku bahkan tidak bisa melakukan hal seperti yang kau lakukan” ucapku sambil merapikan rambutnya. Hee, apa yang kulakukan sekarang? Aku pasti sudah terpengaruh olehnya.

“Really! Aku hebat yah? Memang seharusnya begitu!” serunya sambil berjingkrak-jingkrak. Tuh, benar kan. Pasti ada yang salah dengan kepribadiannya. Sekarang bisa-bisanya dia ceria mendadak begitu.
Sedetik kemudian, ia mengerjap.
“Omona! Orangtua kita Oppa!” pekiknya
“Wae?” aku tak mengerti.
“Karena kejadian tadi, Eonni akan meminta agar pernikahan kita dipercepat!”
“MWOYA!!” Aku tak kalah kaget dengannya.
“Harus kita cegah!” aku segera pergi. Tak lupa juga kutarik Aira pergi bersamaku.

—o0o—

*Aira POV*
Lagilagi Kyuhyun menarik tanganku! Jantungku berdebar kencang. Kami tiba di ruang makan dan melihat orang-orang berkumpul di sana. Tapi rupanya kami terlambat. Para orangtua tampak gembira dan saling berjabat tangan lalu berpelukan. Seperti sudah sepakat pada perjanjian penting.
“Aira.. Kau resmi jadi menantu kami” seru Ahjuma sambil memelukku. Tunggu, maksudnya apa ini!
“Umma, apa maksudmu!” Kyuhyun lebih dulu bertanya
“Kalian akan menikah minggu depan. Chukkae yo.”
“APA!!!” Teriak kami bersamaan.
“Iya. Dan sebagai penyesuaian diri, mulai hari ini kau akan tinggal di sini” ucap Mama kembali membuatku kaget.
“Andwae, Ma! Untuk apa aku tinggal di sini?” aku tidak mengerti sedikitpun.

“Itu agar kamu terbiasa ketika jadi istri Kyuhyun nanti” jawab Ayah.
“Aish, trainning maksudnya? Aku bukan hendak jadi Artis, tidak perlu pakai trainning segala. Aku hanya akan.. Menikah..” suaraku melemah saat mengucapkan kata ‘menikah’. Oh my god.. Orangtuaku sudah gila! Arrgh, rasanya aku ingin terjun ke jurang yang dalam.
“Terus bagaimana dengan barang-barangku? Aku harus pulang dulu untuk mengambilnya!” aku harus cari cara untuk kabur.
“Mama akan antar besok pagi” sela Mama
“Tapi..”
“Tenang, malam ini kamu tidur di kamar Eonni. Kamu juga boleh pake baju Eonni” sela Ahra Eonni membuatku kehabisan kata-kata untuk mengelak.
Aku tidak punya alasan lagi. Kulirik Kyuhyun, dia pun terlihat putus asa. Ah, ini semua salahku..

—o0o—

*Author POV*
Malamnya..
Mama, Ayah dan Ahra sudah pulang. Sedangkan Aira sekarang duduk di atas tempat tidur di kamar Ahra. Wajahnya tampak kusut dan putus asa.
“Eotteohke.. Seminggu kemudian aku akan berubah Marga jadi Cho Na Ra? Aigoo.. Mustahil!!” gumam Aira frustasi. Badannya merinding saat membayangkannya. Aira melirik ke arah pintu. Di balik pintu sana adalah kamar Kyuhyun, calon Suaminya. Apa yang sedang dipikirkannya sekarang?

Di kamar Kyuhyun.
Kyuhyun duduk di lantai sambil menyandar ke kasurnya. Ia termenung, memandangi setiap sudut kamarnya dengan pandangan sendu. Ia terkenang masa-masa yang dilewatkannya di kamar ini. Tak di sangka sekarang ia sudah tumbuh dewasa dan akan segera menikah. Ia memandangi deretan game di lemari yang dikoleksinya selama ini.
Aku menikah untuk melindungi kalian. Batinnya miris. Yah, meskipun ia tidak mau menikah cepat apalagi karena dijodohkan, tapi bagaimanapun ia tidak bisa melawan keputusan orangtuanya.

Malam semakin larut, tapi baik Aira maupun Kyuhyun masih belum bisa memejamkan mata. Dan di saat bersamaan mereka bangkit lalu berjalan menuju pintu. Kyuhyun kaget karena saat ia membuka pintu Aira pun membuka pintu. Kebetulan pintu kamar memang berhadapan.
“Kamu belum tidur?” tanya Kyuhyun
Aira agak salting. “Iya, Oppa. Aku tidak bisa tidur” Aira diam sebentar. “Boleh aku ke tempatmu Oppa?” tanya Aira gugup.
Kyuhyun terkejut sesaat “Oh, tentu. Ayo” Ia membuka pintu kamarnya.

“Tapi janji ya, Oppa tidak akan menyerang aku seperti saat di dapur” ujar Aira. Kyuhyun menggaruk kepalanya.
“Iya. Tenang saja”

Aira masuk ke kamar Kyuhyun yang rapi dan bernuansa hijau. Bed cover pun berwarna hijau. Banyak video game di sana bahkan sampai satu lemari penuh. Ajaib.
“Wah, oppa suka warna hijau? Dan video game.. Banyak sekali!” seru Aira takjub.
“Ne. Kamu juga suka?”
Aira mengalihkan pandangannya dari lemari game Kyuhyun “Iya. Aku suka warna hijau. Tapi kalau game, tidak sampai sebanyak ini”
Kyuhyun tertegun menatap wajah Aira yang sumringah. Sedetik kemudian ia tersenyum tipis.
“Sepertinya kita terlalu punya banyak kesamaan”

Mendengar Kyuhyun berkata Aira segera menoleh. Ekspresi Kyuhyun sekarang tidak bisa ditebak. Dia tersenyum miris. Aira berhenti tersenyum.
“Kau tahu, jika dua orang terlalu banyak kesamaan, mereka tidak akan cocok menjadi pasangan. Ibarat dua kutub magnet yang sama, maka akan saling tolak menolak” tutur Kyuhyun tanpa memandang Aira. gadis itu melemaskan bahunya.
“I know that. Meski begitu, jika kita menikah nanti, aku akan berusaha mencintaimu Oppa.. Meski kau mungkin tidak akan bisa mencintaiku..”

Kyuhyun menoleh ke arah Aira yang sedari tadi menatapnya.
“Dan aku tahu kamu juga tidak mengharapkan pernikahan seperti ini. Mianhae.. Karena aku.. Sudah mengacaukan hidupmu..” Aira menunduk sedih. Kyuhyun merasa bersalah sudah membuat Aira sedih, ia mendekat lalu memeluknya lembut.
“tidak apa-apa. Kau tidak bersalah sepenuhnya kok” ucapnya mengelus rambut Aira. Entah apa yang dilakukannya sekarang. Namun memeluk Aira seperti ini rasanya menyenangkan.

Aira juga merasa nyaman dipeluk dan dibelai seperti ini. Memang bukan pengalaman pertamanya. Tapi ini pertama kalinya Aira merasa sangat betah dipeluk oleh seseorang.

Kyuhyun sedang nyaman memeluk Aira. Suasana pun tampak romantis. Namun itu tak berlangsung lama karena mendadak Aira berteriak takjub.
“Mwo! Kau pernah mendapatkan medali emas?!” pekik Aira langsung mendorong Kyuhyun hingga jatuh. Namja itu terkesiap dan memekik bersamaan ketika pantatnya mencium lantai.
“Ya! Yeoja 4D! Kurang ajar! Aduh..” Kyuhyun merasa sakit dibagian pantatnya. Ia benar-benar tidak bisa menebak mood Aira. Aira tidak mendengar ucapan Kyuhyun. Dia mengambil medali yang tergantung di dinding dekat meja belajar Kyuhyun.
“Wua! Olimpiade Matematika! Daebak!! Ternyata calon suamiku pintar ya!”
Kyuhyun beringsut bangun dan mengambil medali itu dari tangan Aira.
“Jangan sentuh ini!” Kyuhyun meletakannya di tempatnya semula lalu duduk di sofa dekat meja belajar. Aira mendengus menyadari sikap Kyuhyun kembali menyebalkan
“Aish! Dasar pelit!!” Aira ikut duduk di sampingnya. “Oppa hebat ya. Mendapatkan medali emas itu susah loh.” ucap Aira dengan mata berbinar.
“Tentu saja. Baru sadar betapa hebatnya aku!” ucapnya sombong.
Aira mendengus. “Iya. Kali ini aku akui Oppa hebat!”

Kyuhyun menahan senyum melihat Aira yang kesal sambil menggembungkan pipinya. Aish, dia lucu sekali.
“Sekarang ceritakan tentang dirimu” cetus Kyuhyun. Aira menoleh, ia memasang ekspresi curiga.
“For what?”
“Ya! Aku harus tahu yeoja seperti apa yang akan kunikahi nanti!” tegur Kyuhyun, ia diam sejenak mengamati Aira dari atas hingga bawah lalu mendesah “ Tapi, melihat sikapmu aku bisa menebak sebagian” tambah Kyuhyun dengan nada meremehkan.

Aira menghela napas lalu membenarkan posisi duduknya.
“Aku orang yang memiliki banyak ketertarikan” jelas Aira mengawali ceritanya. Kyuhyun mengangkat alisnya sebelah. “Oh ya?”
Aira mengangguk “Ne. Hobiku macam-macam. Dan aku suka olahraga yang menguji adrenalin seperti off road dan rock climbing”
“Nde!” Kyuhyun terkejut. ekstrem juga hobinya untuk ukuran seorang yeoja.
“Aku lahir di keluarga pecinta seni. Ayahku adalah seorang dosen lepas di Universitas sekaligus direktur perusahaan dan Mama adalah seorang designer. Aku punya dua orang kakak laki-laki. Yang pertama sekarang sedang kuliah S2 di London dan yang ke-2 kuliah di Harvard jurusan Arsitektur”
Aira terus bercerita tentang dirinya. Tapi anehnya Kyuhyun tidak merasa bosan malah bersemangat mendengarkannya. Cara Aira bercerita sangat lucu dan kadang ia juga tertawa dengan lelucon aneh yang dilontarkannya.

Sekarang Kyuhyun tahu kalau Aira suka menyanyi, menari, dan bermain musik. Dia juga belajar judo. Ia benci kodok, high heels, dan tidak suka makanan asam.
Kyuhyun mulai menguap. Ia melirik jam. Pukul 01.45. Ya ampun, tidak terasa sudah jam segini.
“Ai-chan, kau tidak ngantuk?” tanya Kyuhyun sambil membenarkan posisi duduknya.
Aira menggeleng. “Tidak. Tapi aku kalau sudah mengantuk bisa tidur dimanapun dan dalam posisi apapun. Aku juga bisa tidur sambil berdiri dan berjalan jika rasa kantukku sudah kronis.”

Hee!! Kyuhyun terkesiap. Yeoja ini.. Memang kelewat ajaib. Namja itu beranjak menyalakan tv di kamarnya dan mulai bermain game. Sudah lama juga dia tidak bermain game. Setidaknya ini bisa jadi peralihan stressnya.

Cukup lama juga ia bermain dan melupakan Aira. Ia menengok ke arah sofa. Anak itu sudah tertidur!
“Ya! Jangan tidur di sini.. Hei, Ai-chan!” Kyuhyun berusaha membangunkan Aira sambil mengguncangkan tubuhnya. Namun Aira sudah tertidur pulas.
Ia menggaruk-garus kepalanya jengkel “Aish, menyusahkan saja! Kalau sampai ketahuan Umma, aku bisa-bisa kena marah nanti!” gerutu Kyuhyun.

Dengan sangat terpaksa, Kyuhyun menggendong Aira dan membawanya kekamar kakaknya.
“Huh, kukira kau berat! Ternyata tidak juga” ucap Kyuhyun saat mengangkat Aira. Pelan-pelan ia membaringkan Aira di kasur kakaknya. Agar tidak terbangun. Namun setelah membaringkannya di atas ranjang dan saat ia akan bangun, tangan Aira yang tadi dikalungkan ke lehernya tidak mau lepas.
“Hei, lepaskan tanganmu!” seru Kyuhyun tertahan seraya berusaha melepas tangan Aira. Tapi sulit sekali. Aduh, ada apa dengannya!

“Ya! Yeoja licik! Sadar!” karena frustasi Kyuhyun menepuk-nepuk pipinya, namun tanpa diduga Aira bergerak menarik lehernya mendekat dan..

Chu~
Kyuhyun terpaku.. Karena.. Secara tidak sengaja dan tanpa diduga sedikitpun, bibirnya kini menempel di bibir Aira. Omo.. Kyuhyun segera melepas paksa tangan Aira dan berhasil. Ia cepat menjauh.

Jantungnya berdebar. Ya ampun, tadi apa dia baru saja mencium Aira!! Meski hanya ciuman singkat tapi tetap saja! Ia memandang wajah polos Aira yang terlelap. Wajahnya tampak tenang. Kyuhyun mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Dalam hati ia mengerang jengkel. Yeoja ini benar-benar.. Bahkan di saat tidur pun masih bisa bertingkah! Kyuhyun segera keluar kamar dan masuk ke kamarnya sendiri.
“Yeoja sialan!” geramnya. Sesaat ia terdiam. Ia meraba bibirnya sendiri. Entah kenapa ia masih bisa merasakan sentuhan bibir Aira. Manis.. Itu yang dirasakannya..

 

To be continued..

 

 

77 thoughts on “Would You Marry Me? (Part 3)

  1. wakakakakakaka.. makin random!! aigoo~ multitalent itu adalah bukti orang yang tidak bisa fokus.. jadi, aira.. dirimu nggak bisa fokus tha?? :p

  2. kyaaaaa pasangan yg aneh,, sweet,, tapi konyol😀
    aigo,,, aira ama kyu sama” aneh,,, tapi mereka sweet banget,,, cocok.. kekeke❤
    keyeeenn thor (y)

  3. khanza part ini dr awal ampe ahir itu lawak smw,,,momen2 yg mustinya romantis dlm sekejap bisa jd komedi….tp ini ga jd tumpang tindih malah justru smakin mpmanis momen2 yg ada
    racikan romcom yg apik,,,epik berat deh ini part
    khanza ini ff DAEBAK SANGAT DEH,,romcom ny itu bkin ngakak guling2 loh baca ny
    sumpah demi apa,,,sy makin fall in love ama blog ini
    aira,,,kelakuanny random abis,,,karakter yg jarang dpake dlm dunia per-ff-an deh
    nara itu emg 4D y,,,tp polos, blak2n n apa adany bgt,,,suka2,,,suka bgt
    momen yg d dapur hrs ny momen yg intim tp jd lawak yg apik tp ga ngurangin feel ny
    asli in part keren bgt

  4. Dasarr pasangan ajaib
    Kocak banget yang td nya mau bales dendam eh malah di percepat kasian
    Kocak bener deh di dapur n di kamar aira bner2 ajaib lngsng nyosor hahaa

  5. yak !! hha pada balas dendam rupanya tapi malah menguntungkan :p
    kyu sama na ra kayanya udah saling jatuh cinta tapi belom pada sadar😀

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s