Would You Marry Me? (Part 2)

Tittle : Would You Marry Me? Part 2

Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young

Genre : Romance-Comedy

 

Main Cast :

  • Shin Nara a.k.a Aira
  • Cho Kyuhyun Super Junior

Support Cast :

  • *find by your self*

Maaf untuk typo dan sebagainya >.<

Would You Marry Me by Dha Khanzaki

———-o0o———-

*Kyuhyun POV*
Aku terkejut. Pasti karena penampilanku security di sini jadi tidak mengenaliku. Aku harus BERTERIMA KASIH pada gadis 4D ini karena sudah berhasil mengubahku menjadi sesosok gembel yang tak menarik sedikitpun.
“Aku Kyuhyun Super Junior. Izinkan aku masuk” pintaku.
Security itu menatapku dari ujung rambut sampai kaki. Lalu mengerutkan kening. Akh, jelas sekali ia kebingungan. Security ini pasti berpikir ‘orang ini pasti gila. Tampang otaku berani mengaku Kyuhyun Super Junior? Anak SD saja tahu kalau Kyuhyun itu namja yang sangat keren dan tampan’ pasti begitu.
“Tapi Pak, namja aneh ini memang Kyuhyun SUJU” Aira membelaku. Bagus! Satu saksi membuatku merasa percaya diri, eh Tapi..
“Ya! Siapa yang namja aneh! Dasar yeoja 4D!” Aku baru sadar, yeoja ini membelaku atau ingin menjatuhkanku sih?
“Kalian jika ingin bertengkar jangan di sini! Cepat pergi atau Saya usir secara paksa!” Security ini malah ngamuk. Aish.. Aku menggaruk-garuk kepalaku frustasi.


Drrrt.. Drrrt…

Di tengah rasa galau bercampur panik Ponselku bergetar. Aku segera mengangkatnya.
“HALO!” jawabku dengan nada tinggi karena emosiku sedang ada di level awas.
“YA! Kyuhyun! Di mana kau! Cepat kembali atau kami akan meninggalkanmu!!” kudengar suara teriakan Sungmin Hyung menggelegar di telingaku begitu aku menjawabnya. Ah, Hyungdeul! Aku lupa! Kenapa aku tidak menelpon mereka dan meminta mereka menjemputku di sini.
“Hyung.. Tolong aku.. Aku dilarang masuk oleh security di depan” rengekku dengan nada frustasi.
“Mwo? Kenapa bisa. Oke sebentar. Tunggu aku di sana! Aku akan menjemputmu!” setelah itu sambungan terputus. Yes! Akhirnya..

Tak lama kulihat sosok Sungmin Hyung muncul. Syukurlah.. Dia memang partnerku yang terbaik! Saranghae Hyung!! Kau sudah menyelamatkanku!
“Itu siapa?” suara Aira berdengung di sampingku. Eh, iya. Aku hampir lupa. Rupanya makhluk aneh ini masih berdiri di sampingku.
“Dia Sungmin Hyung. Waeyo? Kau suka?” sahutku cepat. aku jadi agak jengkel. Aku tidak suka ada orang yang bertanya-tanya soal Hyung padaku. Apalagi itu yeoja! Ku lihat wajahnya berseri. Tuh, dia pasti terpesona.
Dia menautkan kedua tangannya di depan dada, memandang Sungmin Hyung dengan tatapan kagum dan sorot mata berbinar. Huweekk..aku ingin muntah melihatnya.

“Aigoo.. Dia manis sekali ya.. aku jadi ingin membawanya pulang!!” serunya membuatku melonjak.
“Ya! Tidak boleh! Sungmin Hyung tidak akan kuserahkan pada yeoja aneh sepertimu!” tanpa sadar aku berteriak padanya. Aira menoleh kepadaku dengan pandangan menyelidik.
“Waeyo? Sikapmu itu seperti sikap seorang yang tidak mau kekasihnya direbut”

“Dia memang kekasihku! Puas!” bentakku kelepasan. Aira terbelalak. Mulutnya menganga.
“Ja jadi maksudmu, kau GAY!!” Pekiknya tak percaya. Ia menjauhkan diri dariku. Jelas sekali ia ketakutan. Oow..sepertinya aku salah bicara. Kututup saja mulutku yang tidak bisa di ajak kerja sama ini dengan kedua tangan dan sukses, aku kelabakan karenanya.
“Bukan begitu. Maksudku..” waduh, aku kok jadi gugup gini ya? Aku mendekatinya.
“Jangan dekati aku! Aku anti sekali namja Gay!” serunya panik sambil menahan tubuhku agar tidak mendekat. Ya ampun, yeoja ini benar-benar membuatku jengkel!
“Ya! Sudah kubilang kan, aku bukan Gay! Lihat aku!” paksaku sambil berusaha mengarahkan pandangannya yang menunduk ke arahku. Tapi dia enggan melihatku. Aishy..

“Kyuhyun??” aku menengok mendengar suara Sungmin Hyung. Ah, rupanya dia sudah ada di depanku. Aku mendekat.
“Ne. Hyung. Ini aku, dongsaeng kesayanganmu” ujarku riang. Tapi Sungmin Hyung pun tampak tak percaya. Dia mundur dengan kening berkerut untuk melihatku secara keseluruhan. Memindaiku baik-baik dari ujung rambut hingga kaki. Entah kenapa aku gugup. Aku takut Sungmin Hyung tidak akan mengenaliku.
“Bukan. Kyuhyun tidak culun begini. Lagipula baju yg dipakainya bukan seperti ini” ucap Sungmin Hyung sambil geleng-geleng kepala.

Andwae! Kepalaku seperti tertimpuk batu sebesar mobil kontainer! Aku tak percaya partnerku sendiri tak mengenaliku! Ini semua karena Aira!!

 

—o0o—

*Author POV*
Kyuhyun ingin sekali memaki yeoja di sampingnya. Semua masalah ini dialah penyebabnya.
“Ya! Yeoja rese! Tanggung jawab!” Kyuhyun menatap tajam gadis di sampingnya itu.
Aira belum menjawab. Dia malah senyum-senyum melihat Sungmin. Ah, tapi sepertinya bukan Sungmin. Karena pandangannya tertuju ke arah belakang bahu namja aegyeo itu. Seseorang yang kini berjalan ke arah mereka!

 

Donghae..

 

—o0o—

 

*Aira POV*
Aishy, setelah tadi muncul namja manis sekarang muncul lagi namja tampan. Siapa dia? Apa dia anggota Super Junior juga? namja itu berhenti di hadapan namja manis itu.
“Hei! Bantu aku keluar dari masalah!” sebuah jitakan mendarat di kepalaku. Auch! Seketika Aku menoleh pada Kyuhyun. Wajahnya sudah sehoror Genderuwo.
“Ara!” ujarku paham. Bukan takut oleh tatapannya. Tapi aku sudah malas berhadapan dengannya. Aku kembali menatap 2 namja cute di depanku. Mereka sedang asyik berbincang.

“Chogio..” ucapku. Mereka menoleh mendengar suaraku. Aish, sekarang mereka menatapku bersamaan. Ini membuatku gugup. “Anu, ini.. Namja ini.. Dia Kyuhyun Super Junior” jelasku. Kyuhyun mengangguk cepat.
“Ne” jawabnya.

Namja cute itu tertawa. Membuatku seperti orang bodoh. “Kyuhyun? Nona, kau tidak tahu ya? Setan Game kami tidak seculun dia. Dia keren dan tampan”
Apa katanya, Setan Game? Itu julukannya? Lalu apa tadi, keren dan tampan? Yang benar saja! Aku ingin muntah mendengarnya.
“Iya. Kalian coba membodohi kami ya? Sudah, kami harus kembali” namja manis itu hendak pergi dia menarik tangan namja tampan dan oh tidak. Eottheohke.. Kulihat wajah Kyuhyun menegang.

“Chakkanman!” teriakku panik. Mereka berhenti dan menoleh. Aku menatap mereka bergantian dengan sungguh-sungguh.
“Dia memang Kyuhyun. Akan kubuktikan!” seruku panik. aku segera melepas kacamata, topi, dan mengembalikan tatanan rambutnya ke semula.
“Lihat kan..” ujarku setelah mengembalikan Kyuhyun seperti semula. Pertama-tama mereka terdiam, melongo. Sesaat kemudian Mereka terkesiap dan mendekat berbarengan. “Kyuhyun! Jadi benar kau!”
“Tentu saja! Kalian ini LOLA banget!” keluh Kyuhyun.

—o0o—-

*Kyuhyun POV*
Akhirnya.. Hyungdeul mengenaliku juga. Kenapa tadi tidak terpikir untuk mengubah penampilanku lagi ya? Ah sudahlah. Yang penting sekarang semua masalah terselesaikan.
“Oke. Sepertinya aku harus pergi” ucapan Aira membuyarkan pikiranku. Aku harus berterima kasih padanya.
“Aira, Gomawo. Senang sekali bisa bertemu denganmu hari ini?”
gadis itu tersenyum manis. “Cheonma. Tapi..” dia tampak ragu. Aku mengerutkan kening.
“Apa?” tanyaku penasaran.
“Boleh kan aku berkenalan dengan Hyungmu, terutama yang cakep itu tuh..” ucapnya malu sambil melirik Donghae Hyung. Aku mendengus. Hah! Dasar yeoja genit!
“Araseo! Hyung, kenalkan ini Aira” ujarku pada Sungmin dan Donghae Hyung.
Sungmin Hyung lebih dulu mengulurkan tangannya. Aira menjabat tangannya segera. Tentu dengan ekspresi yang dibuat semanis mungkin. “Hallo, I’m Aira. Nice to meet you” ujarnya dalam bahasa Inggris.
“Oh Ne. I’m Sungmin. Nice to meet you too”
sekarang giliran Donghae Hyung yang memperkenalkan diri. “Donghae Imnida. Bangapseumnida” ujar Donghae Hyung. Aira tampak kegirangan. Matanya terbelalak dan mulutnya menganga bahagia.
“KYAA! Jadi Oppa yang bernama Donghae! Ternyata setampan ini! Oppa, boleh aku minta tanda tanganmu?” teriaknya histeris. Ya ampun, jadi dia Elfishy! Kulihat dia kelimpungan mencari sesuatu untuk di tandatangani dari dalam tasnya. Dia mengeluarkan sebuah celengan berbentuk Hello Kitty kemudian menyodorkannya pada Donghae Hyung.
“Tanda tangani oppa. Jebal..” pintanya dengan wajah manis. Donghae Hyung tersenyum dan segera menandatanganinya.
“Dari Donghae Super Junior, untuk..” Donghae Hyung melirik pada Aira sejenak. gadis itu terkesiap.
“Nicky. Tulis Nickyta oppa”
He? Kenapa Nickyta? Kulihat Donghae Hyung juga mengerutkan keningnya. “Loh, bukankah namamu Aira ya?” tidak hanya kau Hyung, aku saja bingung mendengarnya.
“Tulis saja seperti itu” jawabnya manis. OMG, dia benar-benar membuatku jengkel!

Setelah selesai, ia pamit pergi. Tapi kok aku merasa tidak rela ya dia pergi.
“Hei Kyu, ayo kita juga harus pergi” Sungmin Hyung menarikku pergi. Aku terus melihat ke arah Aira pergi sampai sosoknya menghilang. Aishy.. Kenapa tiba-tiba aku sangat merindukannya! Cho Kyuhyun, kendalikan dirimu!!

—o0o—
*Author POV*
Pagi itu Aira terbangun dari tidurnya karena bunyi bel. Dengan langkah terseret-seret, mata masih agak tertutup, penampilan berantakan, Aira beranjak dari tempat tidurnya menuju pintu apartemennya.
“Honey!!” teriak Mama dan Ayahnya saat Aira membukakan pintu.
“Oh… EH!!” Pekik Aira saat sadar Mama dan Ayah sudah ada di depan matanya.
“Mama! Ayah! Sejak kapan kalian tiba di sini??” seru Aira. Mama memeluk putri satu-satunya itu.
“Pagi ini sayang. Mama dan Ayah langsung kemari setelah tiba di sini”
“Oh, gitu..” Aira masih linglung.
“Ehem, kau tidak rindu pada Ayah?” tanya Ayah merasa di acuhkan.
“Of course Ayah.. I miss u so much..” Aira memeluk Ayahnya *Aira lebih sayang Ayahnya daripada Mamanya*

Aira mengajak orangtuanya masuk apartemennya yang sederhana. Mereka duduk di ruang duduk kecil. Aira ikut duduk juga setelah menghidangkan teh hangat dan cake untuk mereka.

“Hmm.. Apartemen ini tidak terlalu sempit sayang? Mama kan sudah menyuruhmu menyewa apartment yang agak besar” Mama memindai ke sekeliling tempatnya duduk.
“Ani. Aku takut tidak bisa mengurusnya. Lagipula sayang kan uangnya. Di sini aku harus ekstra hemat” jawab Aira.
“Yah, tapi tenang, sebentar lagi kau tidak perlu susah memikirkan biaya hidupmu di sini” timpal Ayah. Aira mengerutkan kening, bingung.
“Kenapa memangnya?”
“Kau lupa? Mama dan Ayah akan menjodohkanmu hari ini. Itu sebabnya Kami kemari” jawab Mama lebih dulu..

HEE!! Aira melonjak kaget. Ia benar-benar lupa soal perjodohan itu! Otte.. Dia belum sempat kabur seperti yang di rencanakan!

“Mama, Ayah.. Bisa kan Perjodohan itu di tunda.. Jebal..” mohon Aira. Mama dan Ayah menggeleng serempak.
“Tidak bisa” jawab mereka kompak. Aira merosot dari duduknya.
“Lagian kenapa mesti di jodohkan sih? Aku kan baru 20 tahun. Di Korea saja banyak kok wanita yang belum menikah di usia 30 tahun”
Mama dan Ayah seketika menegang mendengarnya.
“Tidak!” Mama lebih dulu angkat bicara “Mama tidak mau kau menikah setua itu! Sayang, umurmu sekarang sudah sangat pas untuk menikah. Dan Mama..” Mama diam sejenak, ekspresinya sedih. “Mama takut kamu akan meninggalkan kami seperti mendiang kakakmu.. Mama selalu khawatir padamu karena tidak ada yg menjagamu di sini..”

Aira mengerjapkan mata. Ia terpukul. Pikirannya teralih kembali pada kejadian 7 tahun yang lalu. Ya.. Tepat hari dimana kakak perempuan satu-satunya.. Tewas karena kecelakaan. Dan itu karena dirinya. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam. Rasa sedih itu kembali hadir.

“Kami hanya ingin yang terbaik untukmu.. Bukan bermaksud mengaturmu ataupun menghalangi keinginanmu” sambung Ayah. “kau tetap bisa menjadi designer seperti Mamamu. Kami hanya meminta kau melakukan satu keinginan kami”

Aira diam. Yah.. Selama ini orangtuanya memang tidak pernah melarangnya melakukan apapun. Dia ingin belajar Judo, mendisain, menyanyi, menari, ataupun hobi-hobi aneh lain seperti berburu hantu atau meneliti situs-situs bersejarah bersama ke-6 sahabatnya. Selama ini mereka tidak pernah protes. Mereka hanya meminta satu. Menikah.. Kenapa pula Ia harus menolaknya? Lagipula orangtuanya tidak mungkin memilih namja sembarangan untuknya. Dan menuruti keinginan orangtua bukankah wujud dari bakti anak pada orangtua.

Aira menelan ludah. Dengan berat hati akhirnya ia membuat satu keputusan penting yang pasti akan mengubah hidupnya kelak.
“Baik Ma, Yah.. Aku.. Aku, mau dijodohkan..” ucap Aira sambil menunduk.
Air muka kedua orangtuanya berubah gembira.
“Putriku memang penurut.. Terimakasih sayang.” Mama langsung memeluk Aira.
“Sekarang ayo ikut Mama” Tangan Aira ditarik ke kamar oleh Mama.
“Mau ngapain Ma?” Aira bingung.
“Membantumu siap-siap. Mama sengaja merancang baju khusus untuk acara ini” ucap Mama sambil membongkar koper yang tadi dibawanya.
“Acara apa.. Ah.. Jadi acaranya hari ini?” pekik Aira. Mama mengangguk dan mulai mendandani Aira dengan sigap.

—o0o—

*Kyuhyun POV*
Baru saja aku duduk setelah capek latihan dance, ponselku bergetar.
“Yobseo” jawabku sambil mengelap keringat dengan handuk kecil yang kulingkarkan di leher.
“Kyunnie..” Eh, mataku melebar mendengar suara ini. Aku berdiri saking senangnya mendengar suara yang amat kurindukan.
“Nuna..” di wajahku pasti sudah tercipta senyum lebar 2 centi. “Nae bogoshipo yo” ucapku sungguh-sungguh. Aku memang teramat sangat merindukan Nuna tercintaku yang sekarang sudah ikut suaminya pindah ke Incheon.

Kudengar Nuna tertawa di ujung sana.
“Waeyo? Aku serius Nuna!” aku jadi jengkel.
“Mian. Aku hanya merasa lucu. Kita baru berpisah 2 bulan Kyu.. Kau sudah bilang rindu sambil merengek begitu..”
Apa katanya? Merengek? Memang tadi suaraku terdengar begitu? Aku menjauhkan ponsel dari telinga, menatap pantulan diriku dari cermin yang ada di ruang latihan. Tidak ada yang aneh. Geurae, terserahlah!
“Sekarang kenapa Nuna menelponku? Nuna bosan tinggal dengan Seung Jo Hyung? Atau, ah.. Nuna ingin memberitahu kalau Nuna hamil!!” tebakku asal.
“Salah! Aku menelponmu karena kudengar kamu akan menikah. Benar itu Kyu?”

Aku tersentak mendengarnya!
“MWO?!” Pekikku kencang dengan gaya dramatis ala komik-komik. Hyungdeul yang sedang istirahat sampai menoleh ke arahku.
“Pasti Umma yang bilang! Iya kan!” aku yakin pasti Umma yang sudah memberitahu kabar ini pada  Ahra nuna.
“Iya. Siapa yeoja beruntung itu Kyu? Apa Nuna mengenalnya? Atau dia salah satu dari artis yang digosipkan denganmu? Siapa itu.. Seohyun, Sooyoung, atau malah Victoria?” Nuna melanturkan hal yang semuanya tidak benar. Aku juga tidak tahu orangnya siapa.
“Ah, Nuna tebak saja sendiri. Nanti juga tahu” jawabku asal.
“hmm, Nuna jadi penasaran. Sebenarnya Nuna sedang dalam perjalanan ke rumah. Hari ini kau akan bertemu dengannya kan?”

Oh iya! Hari ini aku harus menemui yeoja calon istriku itu!  Aku menggaruk kesal kepalaku sampai rambutku awut-awutan.
“Iya!” jawabku jengkel.

Tak lama Nuna menyudahi pembicaraan. Aku terduduk lemah, dan kupeluk lututku sambil memendamkan kepalaku dalam-dalam. Arggh.. Eotteohke.. Semalam juga Umma mengingatkanku agar tidak coba-coba kabur. Jika kulakukan maka seluruh gameku akan dilenyapkan!! Umma paling tahu kelemahanku. Dan sialnya aku tidak punya alasan untuk menepis ancamannya. Mati aku jika game-game ku dihancurkan. Mereka adalah hidupku dan aku tidak akan bisa hidup tanpa mereka. Bagaimana ini? Haruskah aku datang?

 

—o0o—

 

*Author POV*
Member Super Junior lain saling pandang melihat sang magnae galau tidak jelas. Sungmin inisiatif mendekat dan bertanya siapa tahu dongsaengnya itu butuh tempat curhat.
“Hei.. Kamu kenapa? Kulihat dari tadi kau terus murung” tanya Sungmin sambil duduk di samping Kyuhyun.
Kyuhyun mengangkat kepalanya. Wajahnya tetap terlihat putus asa.
“Ming Hyung..” Kyuhyun mulai bersuara dengan nada pasrah. Sungmin terbelalak. Waduh, sepertinya dia ada masalah berat. Pikir Sungmin.
“Wae?” Sungmin agak panik.
“Kau pernah tidak, merasa terjepit dalam 2 hal. Dan 2 hal manapun yang dipilih akan sama-sama merusak kebahagiaanmu”

Sungmin mengerjap kaget. Belum dia menjawab Leeteuk sudah menyela.
“Memang apa Kyu? Sepertinya gara-gara itu kau jadi gelisah begini” ujarnya khawatir, ikut duduk di samping Kyuhyun.
“Aishy!” Kyuhyun kembali mengacak rambutnya frustasi.
“Ini soal.. Game ama perjodohan..” aku Kyuhyun jujur. SungTeuk kaget.
“Game? Perjodohan?” seru mereka berbarengan. Kyuhyun mengangguk.
“MWO? Kyu, kau dijodohkan?” serobot Yesung yang tanpa sengaja ikut mendengar.
“Dengan siapa?” sekarang Ryeowook ikut nimbrung.
“Kamu kan masih bocah, kenapa ikut acara perjodohan?” Heechul ikut komentar.
“Ini berita besar! Kyuhyun suju dijodohkan!!” pekik Eunhyuk histeris.
“Yak! Berisik!” Donghae memukul Hyuk “bener Kyu? Kau dijodohkan?” lanjut Donghae penasaran.
“Wah wah.. Kyu, kau gerak cepat nih! Leeteuk Hyung saja belum punya pacar” ujar Shindong
“Lalu hubungan ama Game apa?” Timpal Siwon bingung.

Kyuhyun kebingungan melihat Hyungdeulnya yang berbicara hampir bersamaan.
“Yaa! Jadi kalian dari tadi dengar pembicaraanku!!” teriak Kyuhyun jengkel. Tanpa di sadari kini Hyungdeulnya sudah berkumpul di dekatnya meminta penjelasan dengan wajah penasaran mereka.

Kyuhyun menghela napas.
“Bukan hal penting kok. Aku hanya bertanya” Kyuhyun malas membahasnya. Hyungdeulnya mendesah kecewa.
“Bohong! Kau jujur pada kami kenapa sih? Bener kan kamu di jodohkan?” desak Yesung. Yang lain pun ikut memaksa. Akhirnya, setelah di desak bersamaan, Kyuhyun menyerah dan memilih bercerita masalahnya pada Hyungdeul. Dia memang butuh tempat untuk menumpahkan semua isi hatinya.

 

—-

Kyuhyun menghela napas setelah selesai menceritakan masalahnya. Ia menatap satu persatu Hyungdeulnya berharap saran dari mereka. Tapi Hyungdeul malah melongo.
“Ya ampun Kyu, datang saja apa susahnya sih. Siapa tahu yeoja itu cocok  denganmu” Heechul duluan angkat bicara.
“Iya” di susul anggukan dari yang lain. Kyuhyun makin frustasi saja. ia bercerita bukan untuk mendengar usul seperti itu!!
“Terus kalau tidak cocok bagaimana? Mereka tetap menikahkanku dengan yeoja itu!”

Hyungdeul diam. Suasana menjadi hening.

“Kalau begitu jangan datang saja. Atau tolak gitu” ujar Sungmin seraya menepuk bahu Kyuhyun.
Kyuhyun menegang. “Andwae! Jika aku tidak datang, Umma akan membakar semua koleksi game ku! Hua! Tidak bisa! Aku sudah mengumpulkan semua itu dengan susah payah!” teriak Kyuhyun histeris. Sampai-sampai Leeteuk harus menjadi juru penenang dadakan.
“Ya sudah, sekarang terserah padamu. Bukan pilihan namanya kalau tidak beresiko. Sekarang mana yang menurutmu lebih baik, menerima perjodohan atau kehilangan game mu..” usul Leeteuk bijak.

Kyuhyun berpikir keras. Antara iya dan tidak menerima perjodohan itu. Tapi dia sangat mencintai game. Tidak mungkin menyingkirkan belahan jiwanya itu gara-gara yeoja yang datang mengacaukan hidupnya.

Kyuhyun mendadak berdiri. Tangannya mengepal kuat. Ia sudah memutuskan apa yang terbaik untuknya. Hyungdeul menatap Kyuhyun dengan ekspresi tidak sabar dan penasaran. Mereka ingin tahu keputusan apa yang sudah di ambil Kyuhyun.
“Nah, kamu jadi milih apa?” tanya Donghae penasaran.
Kyuhyun memasang wajah serius, lalu memperhatikan Hyungdeulnya satu-satu.
“Aku pilih game! Aku akan menyelamatkan game-game ku!” tegas Kyuhyun mantap. Hyungdeul terkejut dan menjerit histeris bersamaan.
“Tunggu!” Siwon mengangkat tangannya untuk menyela “Jadi artinya kau siap di jodohkan?!” tanyanya memastikan.
“Ne. Tidak apa-apa. Mungkin aku bisa mencintainya pelan-pelan. Tapi aku benar-benar tidak tahan jika game-game ku di musnahkan!” ujar Kyuhyun dengan wajah serius. Hyungdeul menggeleng pelan atas alasan Kyuhyun itu. Dasar maniak game! Batin mereka. Bisa-bisanya dia menerima perjodohan gara-gara tidak mau gamenya di bakar! Aigoo..

Kyuhyun lalu mengambil tasnya dan pamit.
“Kalau begitu, semuanya, aku pamit dulu. Hari ini aku akan bertemu dengan yeoja itu”
“Nde, secepat itu!” seru Ryeowook. Kyuhyun mengangguk lalu berbalik.
“Kyu, kalau kau tidak suka dan ternyata yeoja itu cantik, kau boleh melemparkannya padaku” seru Eunhyuk semangat.

Kyuhyun berhenti, menoleh lalu tersenyum evil. “Maaf saja, lebih baik ku berikan pada Leeteuk Hyung daripada padamu. Dia harus cepat menikah sebelum umurnya semakin tua!” celetuk Kyuhyun membuat sang empunya nama jengkel.
“Ya! Dasar bocah setan!” teriak Teuk. Kyuhyun langsung ngacir sebelum hyungnya itu memberikan jitakan pedas di kepalanya.

 

—o0o—

*Kyuhyun POV*
Sekarang aku dalam perjalanan ke rumah orangtuaku. Ku kemudikan mobilku dengan kecepatan sedang. Pikiranku tak henti-hentinya menebak-nebak rupa yeoja yang akan kutemui nanti. Cantikkah? Tinggikah? Pintarkah? Kayakah? Atau tidak semuanya. Entahlah.
“Huh, awas aja ya. Kalau yeoja itu tidak lebih cantik dari Heechul Hyung dan tidak lebih manis dari Sungmin Hyung, jangan harap aku akan mencintainya jika sudah menikah nanti” gumamku nekat. Akan kubuat dia tidak tahan dengan sikapku yang buruk ini. *emang, ngaku juga* dan dia yang akan memilih untuk bercerai denganku. *niatnya udah jelek ni bocah* aku menyeringai tanpa sadar.

 

—o0o—-

*Aira POV*
Aku dan orangtuaku sekarang sudah berada di ruang tamu rumah ‘calon suami’ku. Aku memakai dress selutut berwarna biru laut hasil rancangan Mama. Kuperhatikan setiap sudut rumah yang lumayan besar dan mewah ini. Yah, tidak semewah istana, tapi terlihat jelas sekali kalau pemiliknya adalah orang berada dan terpandang.

Kulirik Orangtuaku asyik berbincang-bincang dengan Ahjumma dan Ahjussi yang sepertinya calon mertuaku kelak. Kuamati mereka, terlihat keramahan dah kelembutan di wajah mereka. Aku lega, setidaknya mertuaku bukan orang yang menyeramkan.
“Siapa namamu?” tanya Ahjumma padaku. Aku tersadar dari pikiranku.
“Shin Na Ra imnida” ucapku sopan sambil tersenyum.
“Aigoo.. Cantik sekali calon menantu kita, Appa. Umma yakin Kyuhyun akan langsung setuju begitu melihatnya”
Aku mengangkat alisku, Kyuhyun? Rasanya nama ini tidak asing. Tapi di mana ya aku mendengar nama ini?
“Wah, Kyuhyun pasti sudah jadi namja yg hebat. Terakhir kali kulihat dia baru berusia 15 tahun” kenang Ayah. Aku menoleh. Jadi Ayah sudah merencanakan ini sejak lama? Berarti saat usiaku 11 th! Ahjussi itu tertawa.

“Ah, dia sudah menjadi penyanyi sekarang” ujar Ahjussi itu.

Aku terbelalak. Apa dia bilang tadi? Penyanyi? Ah, tadi juga bilang namanya Kyuhyun! Jangan bilang namja yang dimaksud adalah Kyuhyun Super Junior! Kugelengkan kepalaku cepat. Tidak mungkin.
Mama dan Ayah tidak menyadari diriku yang menegang karena terlalu serius mengobrol.
“Kebetulan sekali. Aira sangat suka menyanyi dan bermain musik” ujar Mama pamer hobiku.
“Benarkah.. Wah, bisa cocok mereka..” sekarang Ahjuma itu yang bicara.

Tibatiba terdengar suara langkah kaki masuk. Kami yang ada di ruangan tamu menengok. Seorang namja datang tergopoh-gopoh.
Mataku lagi-lagi terbuka lebar. Aku kenal wajah itu! Ekpresi itu.. Dia.. Benar-benar Kyuhyun Super Junior! Omona

 

—o0o—-

*Kyuhyun POV*
Begitu sampai di rumah aku segera berlari menuju ruang tamu, dari depan sudah terdengar suara berisik. Ah, kuyakin itu suara obrolan hangat Orangtuaku dan tamunya.
Aku tiba di ruang tamu dengan napas terengah. Ku tatap kedua orangtuaku dulu.
“Kyuhyunie.. Lihat calon istrimu sudah tiba” seru Umma ceria. Mataku segera kualihkan pada sesosok yeoja yang memakai gaun indah berwarna biru laut. Sangat cantik. Tapi tunggu sepertinya wajah ini tidak asing. Kutatap lekat-lekat setiap inci wajahnya! Ah benar! Dia memang yeoja 4D yang kutemui kemarin. Aku tidak mungkin lupa pada wajahnya!
Kulihat yeoja itu sudah menegang. Pasti dia juga syok sepertiku.

“Kau!” ucapku dan dia bersamaan.

Melihat ekspresi kami para orangtua terkejut.
“Kalian sudah saling kenal? Ajaib sekali.” ucap Umma.
“Bagus sekali. Ayo duduk. Tapi sebelumnya perkenalkan dulu calon mertuamu. Ini Nyonya dan Tuan Andrian”

Mwo? Nama yang tidak umum. Apa mereka bukan orang Korea?

Aku memberi salam pada mereka dan memperkenalkan diriku. Kuperhatikan juga kedua orangtua ini berwajah asing dan Ahjuma ini, lebih mirip dengan orang-orang eropa sana. Ah, pantas Aira juga cantik..T_T

Setelah ini, kami berbincang bincang. Entah apa yang dibicarakan. Aku hanya fokus memandangi Aira. Calon istriku, yang harus kuakui dia cantik. Tapi masalahnya kepribadiannya itu loh.. Sehari bersamanya aku bisa menebak seperti apa sifatnya..

 

“ekhem..” suara Appa menyadarkanku. Aku berhenti memandangi Aira.
“Ah, Umma tahu calonmu cantik. Nanti kalau sudah menikah kamu bisa puas memandanginya tiap hari” ujar Umma membuatku melonjak kaget dan Aira tersedak karena dia sedang minum saat Umma mengatakannya.
Aira terbatuk. Ummanya segera memberikan tissue padanya.
“Hahaha, Ahjuma.. Bisa aja. Yang ada nanti aku yang kegeeran tiap pagi dipandangin Kyuhyun Oppa yang tampan ini” celetuk Aira.
Wua.. Aku kaget. Apa katanya? Tampan? Ho, dia mulai memujiku, aku yakin dia sudah terpesona pada ketampananku. Mukaku kenapa jadi panas gini ya.. Semua orang tertawa menanggapi humor yang Aira buat tadi.

 

—o0o—

*Aira POV*
GOD! Apa yang kukatakan tadi? Tampan! Aku yakin Kyuhyun berpikir aku suka padanya. Hoho, jangan berpikir yang tidak-tidak! Mana mungkin. Lihat saja. Sekarang dia tersipu malu.
“Umma, Appa..” sekarang aku melihat seorang Yeoja masuk. Ah, yeoja yang cantik.. Siapa dia..? Aku terpana melihatnya.. Caranya berjalan dan tersenyum.. Mengingatkanku pada mendiang kakakku..
“Nuna!” seru Kyuhyun melonjak berdiri lalu menghampiri yeoja itu. Ha, jadi dia Nuna-nya.. Omo..
“Oh, iya. Kenalkan, ini Putri sulungku. Cho Ara. Dia sekarang sudah menikah dan tinggal bersama Suaminya” Umma Kyuhyun memperkenalkan yeoja itu.
“Annyeong..” ujarnya ramah. Dia berbincang-bincang sebentar dengan Orangtuaku. Dan ketika dia melirikku, aku mematung. Bahkan tatapannya pun sama dengan kakakku.. Ah, tidak. Ini hanya perasaanku saja.
“ah, kau pasti calon adik iparku ya..” ucapnya padaku. Aku seakan tersadar kembali.
“Oh, Ne. Shin Na Ra atau Aira imnida..” jawabku singkat. Senyumnya mengembang.
“Cantiknya.. Kyu, kau beruntung!” katanya sambil melirik pada Kyuhyun. Namja itu hanya garuk-garuk kepala tanpa menjawab.

Acara dilanjutkan dengan makan malam bersama. Aku makan sambil sesekali melirik Ahra Eonni. Melihatnya membuatku semakin rindu pada Kakakku..
“Jadi, kapan rencana pernikahannya Pak Cho” tanya Ayah mengawali perbincangan. Aku menoleh memandang Appa Kyuhyun.
“Kyu, kau inginnya kapan?” tanya Appa pada Kyuhyun yang duduk di sebelahku. dia tampak terkejut lalu berhenti menikmati makannya sejenak.

 

“Aku tidak tahu. Yang pasti untuk minggu ini jadwalku padat” jawabnya tenang tapi nadanya tidak meyakinkan di telingaku. Dia juga tampak gelisah. Seperti yang selalu kulihat di film Lie To Me, itu reaksi mikro pertanda bahwa orang itu sedang berbohong. Hahaha, aku tertular Rian dan Sasya, 2 sahabatku yang maniak film detektive.
“Begitu. Ya sudah, bagaimana jika bertunangan dulu saja” usul Mamaku.
“Tunangan?” pekikku dan Kyuhyun bersamaan.
“Iya. Biar kalian sudah terikat. Jadi Mama bisa sedikit tenang”
“Tapi Ma..” aku hendak protes tapi tidak jadi. Langsung kukatupkan bibirku rapat-rapat.

“Ekhem” Kudengar Kyuhyun berdehem. Aku menoleh kearahnya, sedikit kemudian aku terperangah karena dia memandangku dengan senyum mencurigakan miliknya.

 

To be continued…

 

80 thoughts on “Would You Marry Me? (Part 2)

  1. uwoooooo…. kisah kyuhyun yg menarik selalu berawal dari rencana “perjodohan”🙂 aq udh lupa ma setting Ff yang ini… jd cuman bs bilang next read😉

  2. Wkwkw pasangan evil kayak’a
    Gak nyangka mereka di jodohin dan mau nikah pertemuan yang menyenangkan lngsung dpt calon artis? *cuman ada di epep yang beginian*

  3. haha jadi kyu lebih milih game nya? trus berharap na ra bakalan bosan trus cerai? oh noooo !!! kayanya na ra bakal betah gara gara ada ahra eonni🙂 semogaaa cepet saling jatuh cinta🙂

  4. Kyuhyun lebih memilih menyelamatkan gamenya dan menyetujui untuk di jodohkan….
    Hahaaaaa, lucu sekali…
    Dasar Gamer Evil….
    Gomawo oenni…

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s