Cherry Blossom (Part 1)

Tittle : Cherry Blossom Part 1
Author: Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre: Romance

Main cast:
Park Jeyoung | Cho Kyuhyun

Jeyoung’s Family :
Park Jungsoo a.k.a Leeteuk as Father | Kim Heechul as Mother | Park Minwoo as Younger brother

Kyuhyun’s Family :
Cho Youngwoon a.k.a Kangin as Father | Lee Sungmin as Mother

Support Cast :

Kae Nichan | Choi Siwon | Lee Eunri | Lee Donghae | Song Raeseok | Lee Hyukjae/ Eunhyuk | Kim Kibum |

Hai hai.. Ketemu lagi ama Author yang selalu bawa cerita gaje, Shin Je young! Kali ini tetep main castnya Cho Kyuhyun, suami author yang cakep ini.. hehe..*dibom Sparkyu*.. author harap readers semua suka ceritanya… udah ah, gak mau banyak cuap-cuap gaje lagi..
Happy reading^_^

Cherry blossom by Dha Khanzaki

@@@Part 1@@@

“JEYOUNG, cepat!” Jungsoo berteriak pada Jeyoung seraya memasukkan belanjaannya ke dalam bagasi mobil.

“Iya,” putrinya, Jeyoung balas berteriak. Ia setengah berlari menghampiri sang ayah dengan kedua alis berkerut dan matanya terpaku pada daftar belanjaan di tangannya.
“Kenapa? Masih ada yang kurang?” tanya Jungsoo dengan alis bertautan.
Anak sulungnya itu berkata tanpa menatapnya dengan nada seolah ia telah melupakan satu janji penting, “Aku belum membeli baju untuk ke pesta ulang tahun Eunri. Appa, kau pulang duluan saja. Aku masih harus membeli satu gaun. Aku tahu Appa tidak akan suka menemaniku belanja baju.” Jeyoung menghampiri Jungsoo lalu mengecup pipinya sekilas, setelah itu pergi sebelum Ayahnya melarang.

—o0o—

Jeyoung hanya gadis biasa. Ia hanya mahasiswa biasa di Universitas Kyunghee. Seluruh hal dalam hidupnya tidak ada yang menarik selain ia memiliki satu orang adik laki-laki dan dua orang sahabat bernama Lee Eunri dan Song Raesook. Namun seluruh hal yang biasa itu tidak berlaku bagi kedua orangtuanya. Ia terlahir dari dua sosok yang dikenal sebagai publik figur kenamaan di Korea Selatan. Ayahnya, Park Jungsoo adalah sutradara dan ibunya, Kim Heechul adalah seorang ex-supermodel yang kini menjadi aktivis lingkungan di organisasi Green Peace. Adik laki lakinya bernama Minwoo, berbeda 3 tahun dengannya.

Beruntungnya, kedua orang tuanya adalah orang tua terhebat di dunia. Meskipun mereka sibuk dengan pekerjaan, tak pernah sedikit pun Jeyoung kekurangan kasih sayang. Ia mencintai mereka berdua.

Tetapi mungkin keberuntungan itu tidak berlaku bagi kisah asmaranya. Jeyoung selalu sedih setiap kali mengingat bagaimana beberapa mendekatinya hanya untuk mendapatkan sedikit ketenaran kedua orangtuanya. Ia muak dimanfaatkan. Dan ia muak ditolak oleh para pria yang disukainya. Ia hanya berharap pada Tuhan, agar suatu hari nanti ia dipertemukan dengan seseorang yang mencintainya dengan tulus. Hanya dirinya.

—-o0o—-

Setelah selesai membeli gaun yang diinginkannya, Jeyoung berjalan menyusuri taman yang menjadi favoritnya sejak kecil. Sepanjang jalan di taman itu ditumbuhi oleh pohon sakura. Ia sangat menyukai bunga sakura. terutama ketika musim gugur, saat bunga-bunga itu berjatuhan. Sungguh pemandangan yang indah. Ia seperti berada di tengah hujan kelopak bunga.

“Entah kenapa, aku selalu rindu setiap kali menatap taman ini.” Ia terdiam sejenak lalu menatap sekeliling. Seluruh masa kecilnya ia habiskan di taman ini. Ia tersenyum lalu kembali berjalan sambil bersenandung. Tiba-tiba ponselnya berdering. Ia merogoh ponsel dari saku jaketnya. Ia mendesah saat melihat layar ponsel. Ternyata sahabatnya menelepon.
Yeobseo, ne Eunri–Maaf aku tidak bisa mendengarmu” Jeyoung lalu pergi ke taman yang sepi namun cukup indah karena banyak pohon sakura yang berderet. Di sana ia bisa mendengar dengan jelas.
“Tenang saja. Ulang tahunmu nanti aku pasti datang. Aku sudah siapkan hadiah super spesial untukmu–umph–” saat sedang asyik bicara, tiba-tiba ada seseorang yang membekam mulutnya dari belakang. gadis itu kaget setengah mati. Ia berusaha melepaskan diri tapi kekuatannya kalah kuat.

“Ssssttt!! Tenang, aku tidak akan berbuat jahat” bisiknya di telinga Jeyoung. Dari suaranya jelas sekali dia laki-laki.
Pria itu menariknya ke belakang pohon untuk bersembunyi. Jeyoung sangat takut, panik, dan tak berdaya.

“Kemana perginya? Aku rasa tadi lari kemari” ucap beberapa pria berjas.

“Sial!” umpat namja yang membekapnya pelan, tepat di sisi telinga.
Ah, Jeyoung tahu. Orang yang dicari pria-pria berjas itu pasti pria yang membekamnya sekarang.

Jeyoung berusaha melirik namja di dekatnya itu. Matanya seketika melebar. Ia mengenal pria ini!
Dia adalah Kyuhyun! Salah 1 siswa terpopuler di kampusnya. Karena selain kaya dan tampan, ia juga pintar. Selain itu dia sahabat Eunhyuk, namjachingu Eunri, sahabatnya. Tapi mereka tidak saling mengenal. Jeyoung berusaha keras melepaskan tangan Kyuhyun dari mulutnya.
“Kau! Aku tahu siapa kau! Kau Kyuhyun kan!” serunya begitu tangan Kyuhyun terlepas.
“Kau mengenalku?” tanyanya kaget.

Pria-pria itu semakin mendekat. Tanpa diduga Kyuhyun memeluknya. Jantung Jeyoung terasa berhenti. Dekapannya begitu erat dan hangat.
“Lepaskan aku! Atau aku akan menjerit agar mereka menangkapmu!” ancam Jeyoung. Debaran di dadanya kian menguat.
“Tidak, jika aku lepaskan kamu mereka akan curiga”
Jeyoung berontak, ia bisa melepaskan diri. Kyuhyun panik karena Jeyoung tiba-tiba berseru.
“hei, orang yang kalian cari..” ucapan Jeyoung terhenti karena Kyuhyun menarik ke pelukannya dan entah bagaimana caranya ia dibungkam dengan begitu cepat oleh namja itu dengan mencium bibirnya!

Beberapa detik Jeyoung sempat terpaku. Kyuhyun baru melepaskannya setelah orang-orang itu pergi. benar-benar pergi. sesaat hanya keheningan yang tersemat di antara keduanya.
“kau.. Apa yang kau lakukan tadi?!” suara Jeyoung bergetar karena syok.
Kyuhyun malah memperlihatkan wajah innocent.
“Siapa suruh kamu bertindak seperti tadi? Aku melakukannya agar kamu diam dan menutup mulutmu!” tegasnya. Jeyoung tidak bisa menerima alasan itu. bukankah dia bisa membekap mulutnya saja, dengan tangan. Bukan dengan..
“Tapi.. Kenapa kamu menciumku!!” seru Jeyoung kesal. Kyuhyun mendekat dan semakin mendekat membuat Jeyoung terdesak hingga tubuhnya terhimpit antara batang pohon dan tubuh kekar Kyuhyun.
Jeyoung merasa tubuhnya menciut kala mata gelap Kyuhyun menatapnya dengan pandangan sengit namun entah kenapa itu justru membuat desiran halus menjalar dalam tubuhnya.

“Jadi kau pikir tadi aku ingin melakukannya? Aku juga tidak mau jika tidak terpaksa. Untuk apa aku mencium yeoja sepertimu” ucapnya tajam. Setelah berkata itu Kyuhyun pergi.

Jeyoung belum bisa bergerak dari tempatnya berdiri. Tubuhnya bergetar. Perlahan kepalanya menoleh ke arah Kyuhyun pergi.
“Dasar namja gila!” teriak Jeyoung setelah pikirannya normal kembali.

 

—o0o—

Di rumah, Jeyoung menangis setiap kali ingat kejadian di taman tadi. Rasanya dia ingin sekali memukul namja gila itu sekuat tenaganya.
“Kurang ajar. Awas jika nanti aku bertemu lagi dengannya” ia mencengkram bantal di tangannya dengan kencang.
Ponsel berdering memecah keheningan. Jeyoung segera mengangkatnya.
“Nuna!” suara riang terdengar dari ujung sana. Seketika senyum mengembang di bibirnya.
“Minwoo, bagaimana kabarmu di asrama sana? Nuna sangat merindukanmu”

“Aku juga sangat merindukanmu nuna. Bagaimana kabar Appa dan Eomma?”
“Baik. Seperti biasa”
“Nuna, hatiku tidak tenang”
“Waeyo?”
“semalam aku bermimpi, Nuna akan dibawa pergi oleh seorang namja tak dikenal.”
“Maksudmu? Nuna diculik?”
“Tidak, sepertinya bukan untuk diculik. Karena nuna memakai gaun pengantin”
“ha?”
“Nuna, nuna tidak akan cepat menikah kan? Jangan tinggalkan aku. Aku tidak mau kehilangan nuna begitu cepat”
Mendengarnya Jeyoung tertawa.
“Nuna, aku tidak bercanda!” sewot Minwoo kesal.
“Araseo! Nuna tidak akan cepat menikah dan meninggalkanmu. Sekarang sudah malam. Cepat kamu tidur.” setelah menutup telepon, Jeyoung kembali merebahkan dirinya. Ia tersenyum simpul.

Minwoo terlalu polos. Hampir setiap malam ia selalu meneleponnya. Minwoo tinggal di asrama sekolah. Wajar jika ia rindu dan meneleponnya.
“Jeyoung..” suara Heechul memanggil. Jeyoung segera turun. Di ruang keluarga sudah duduk Jungsoo dan Heechul. *mereka Appa dan Umma Jeyoung*
“Ada apa? Malam-malam begini memanggilku”
“duduk dulu.” ucap Jungsoo.

Jeyoung duduk di kursi tepat di hadapan Heechul. Kedua orang tua itu saling berpandangan sebentar. Ah, ia mencium hal yang tidak wajar.
“Begini, tahun ini Appa mendapatkan pekerjaan yang sangat penting. Sebuah film kerjasama dengan pihak Hollywood” ucap Jungsoo.
“Umma juga, ada tugas penting di Swiss. Jadi harus pergi untuk 1 tahun lamanya”
Timpal Heechul
“Kalau begitu bagus. Aku selalu mendukung apapun yang Appa dan Umma lakukan.”

Mereka semakin terlihat bingung. anak gadisnya ini memang terkesan santai. Terlalu santai malah.
“Masalahnya kami mencemaskan kalian. Minwoo sekarang tinggal di asrama. Tapi kamu? Tinggal sendiri di sini?”
Jeyoung makin mengerutkankeningnya. Lalu, di mana letak masalahnya? “Usiaku sudah 19 tahun. Aku bisa mengurus diriku sendiri.”
“Tidak bisa. Appa tidak akan tenang membiarkanmu sendirian di sini. Setidaknya harus ada orang yang menjagamu” tegas Jungsu
“aku tidak mengerti, sebenarnya apa masalahnya?” Jeyoung tidak suka pembicaraan yang terbelit-belit.

Kedua orang tuanya terlihat menghela napas sebelum mengatakan intinya. “Appa dan Umma bermaksud menikahkanmu dengan seorang namja yg baik. Dia anak teman Appa” ucap Jungsoo.
“MWO?! menikah?!” Jeyoung berteriak histeris sampai berdiri. Orangtuanya ikut kaget.
“Aku menolak dengan tegas!” Jeyoung berbalik pergi. dengan langkah lebar ia segera pergi menuju kamarnya.
“PARK JEYOUNG!” Teriak Jungsoo geram.

Jeyoung tidak mendengarkan ucapan Appanya. Ia terus berjalan menuju tangga. Tapi tiba-tiba dia mendengar suara jeritan Heechul. Jeyoung segera menoleh.
“Appa!” teriak Jeyoung histeris melihat Jungsoo terkapar di lantai.

—o0o—
*besoknya*
Akhirnya Jeyoung bersedia juga menikah karena ia tidak tega melihat Jungsoo menderita. Saat di rawat, Appa terus membujuknya dengan ekspresi yang membuat putrinya itu kehilangan kata-kata untuk membantah. Dan hasil yang di nanti pun terjadi, Jeyoung menangguk.
Siang itu, setelah Jungsoo keluar dari rumah sakit, mereka pergi bersama ke sebuah tempat . Di sana ia akan bertemu dengan calon suaminya.
Jeyoung berdebar-debar. Semoga calon suaminya nanti adalah orang yang baik.
“Jadi kamu yang bernama Jeyoung? Gadis yang manis” ucap seorang Ahjumma. Sepertinya dia calon mertuanya. Ahjumma ini tak lain adalah Sungmin. Jeyoung hanya tersenyum.

 

“aku jadi teringat ketika kalian kecil dulu. Kalian sangat rukun.”
Jeyoung terkesiap. He? Jadi orang itu adalah orang yang dikenalnya?

“ah, itu dia.”
Jeyoung menoleh ke arah yang di maksud. Seletika matanya melebar. Tidak mungkin salah, namja yang berjalan ke arah mereka adalah Kyuhyun. Namja gila yg kemarin memciumnya! Oh dear..
Kyuhyun tersenyum ramah sambil memberi salam pada Jungsoo dan Heechul.
“Ah, sudah kuduga kamu akan tumbuh menjadi pria yang tampan” ucap Heechul.
“Dia menantu pling sempurna untuk keluarga kita” timpal Jungsoo.
“Kamsahamnida” jawab Kyuhyun sopan masih dengan senyuman yang sama.

Kyuhyun lalu menoleh pada Jeyoung. Beberapa detik ketika mata mereka saling bertemu, Jeyoung sempat melihat ada kilatan kaget. Tapi semuanya hilang sesaat kemudian.
“Nah, dia pasti calon istriku.” ucap Kyuhyun membuat Jeyoung merasa gugup dan panik.

Jeyoung tidak bisa bergerak. Ia hanya menatap Kyuhyun dengan mata membulat.
“ka, kau..” lirih Jeyoung.
Kyu ingat wajah yeoja di hadapanya. “ah, iya. Bukannya kita bertemu kemarin” ucap Kyuhyun tanpa dosa.
“ho, jadi kalian sudah bertemu” ucap Kangin, appa Kyuhyun.
“bagus. Kalau begitu, segera tentukan tanggal pernikahannya”

Jeyoung terpaku dan tidak sanggup berkata lagi. Kenapa bisa begini? Kenapa namja gila ini bisa jadi calon suaminya? ia bisa ditindas jika sudah menikah nanti. Kyuhyun menyunggingkan seringaian evil miliknya.
Setelah itu Jeyoung tidak bisa mengelak lagi. Semuanya sudah terlanjur terjadi dan tidak ada jalan untuk kembali memutar waktu.

 

—o0o—

Di hari pernikahan, Jeyoung terus diam. Gaun pengantin yang indah wajah yang terpoles make up, tidak membuatnya bahagia sama sekali. Yang dilakukannya hanya termangu sendirian di ruang rias.
“JEYOUNG!” Eunri, dan Raeseok datang, mereka berdua sahabatnya. Gadis itu langsung terkesiap. Seketika lamunannya buyar.
“chukkae, aku tidak menyangka kamu akan menikah lebih dulu” ucap Eunri sambil memeluk Jeyoung.
“Gomawo. Kamu kan sudah punya Eunhyuk. Pinta dia menikahimu saja” balas Jeyoung. Ia bersikap normal, selayaknya pangantin pada umumnya.
“kau ini. Masa aku yg harus melamar dia duluan!”
“Ah, aku juga ingin dipeluk..” Raeseok menyerobot dan memeluk Jeyoung.
“Ah, bahagianya aku punya sahabat seperti kalian.” ucap Jeyoung sambil memeluk kedua sahabatnya.

“Ngomong-ngomong, aku tidak tahu kalau kamu dan Kyuhyun bertunangan. Kenapa kamu tidak cerita” tanya Eunri.
Aku sendiri juga baru tahu! Batin Jeyoung. Namun dia tidak menjawab dan hanya tersenyum.
“Ah, kamu sangat beruntung. Aku juga rela menikah muda jika calonku itu Kyuhyun”
canda Raeseok.
“Terus aja kamu mimpi!” ucap Eunri sambil menjitak kepala Raeseok yang penuh khayalan ala negeri dongeng.
“kalian ini” Jeyoung tiba-tiba terharu dan ingin menangis.
Jeyoung sangat ingin menceritakan semua unek-unek di hatinya. Tapi ia ingat ucapan Kyuhyun tadi.

*flashback*
Sesaat setelah Jeyoung di rias, ia melirik Kyuhyun. Anak itu tenang-tenang saja. Padahal ia gelisah luar biasa.
“Hei, ada 1 hal yang sangat ingin aku tanyakan” ucap Jeyoung memecah keheningan. Kyuhyun menoleh santai.
“Kenapa kau setuju dengan pernikahan mendadak seperti ini? Kita masih sangat muda. Dan aku yakin orang sepertimu akan menolaknya”

 

Sesaat suasana kembali hening. Kyuhyun hanya menatap Jeyoung dengan ekspresi datarnya.
“Sebenarnya aku juga tidak mau.” jawab Kyuhyun tenang.
“Lalu kenapa kamu setuju?!” sewot Jeyoung sampai berdiri.
“Kamu sendiri kenapa setuju?” Kyuhyun malah balik tanya.
Jeyoung kembali duduk. “Appa, dia alasan terbesarku menyetujuinya. Dia sangat menyayangiku. Dia ingin segalanya yang terbaik untukku. Dan kau..” Jeyoung melirik Kyuhyun “Adalah namja yang dipercaya Appa untuk menjagaku”

Kyuhyun terperangah. Entah kenapa, melihat wajah sedihnya sekarang Ia jadi merasa simpati melihat Jeyoung. Sesaat kemudian ia tersenyum tipis.
“Ternyata kau orang yang sama denganku”
Jeyoung mengerutkan kening. Ia menolehkan kepalanya menatap namja yang akan jadi suaminya itu. “Apa maksudmu?”

Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Jeyoung.
“Menikah bukan atas dasar cinta. Tapi kompromi”
“A-Apa katamu?!” Jeyoung tersentak dengan ucapan yang dilontarkan Kyuhyun. Apa maksudnya? Menikah untuk kompromi?  Apa namja ini sudah gila?
“loh, aku benar kan. Apa kita menikah karena saling mencintai? I didn’t think so
Ucap Kyuhyun remeh.

Kata-katanya itu membuat Jeyoung tidak bisa membalas ucapannya.
“Dan satu hal lagi, aku tidak memberitahu satu pun temanku tentang pernikahan ini. Jadi kau jangan sekali kali membahas hal ini di depan mereka. Dan pura-pura tidak mengenalku di kampus nanti.” ancam Kyuhyun
“Hah? Tapi.. Aku sudah terlanjur cerita pada Eunri dan Raeseok” jujur Jeyoung.
“Kau! Ah,” Kyuhyun menepuk keningnya. Jeyoung menunduk. Harus bgaimana lagi, semuanya sudah terlanjur.
“Baik, jika mereka bertnya macam-macam, kau jawab seperlunya saja. Arraseo!” lagi-lagi dia seenaknya mengancam.
“A-arra” jawab Jeyoung gugup.

Pernikahan berlangsung tanpa hambatan. Jungsoo dan Heechul menangis terharu. Begitupun orangtua Kyuhyun. Tapi tidak Minwoo. Ia cemberut.

“Nuna berbohong. Nuna bilang tidak akan cepat menikah dan meninggalkanku” ucap Minwoo ketika acara resepsi.
Jeyoung memeluk adiknya itu dengan erat. “Mianhae. Jeongmal mianhae. Kasih sayang nuna tidak akan berubah meski nuna sudah menikah”
“janji?” tanya Minwoo
Jeyoung mengangguk. Minwoo melepaskan pelukannya dan melirik Kyuhyun.
“Ternyata mimpiku jadi kenyataan. Dan hyung ini penjahat yang sudah menculik nuna dariku!” ucap Minwoo dgn tatapan sinis.
Kyuhyun ingin sekali menjitak Minwoo. Tapi diurungkannya, dan digantikan dengan senyum.
“Kamu harus rela, saengku” ucap Kyuhyun.
“ah, aku tidak percaya. Nuna, apa kau memilih namja yang tepat? Kurasa dia sedikit mencurigakan”
Ah, anak ini, benar-benar minta dihajar. Batin Kyuhyun menahan emosi.
“Hahaha, tentu saja. Dia sangat baik” jawab Jeyoung. Ia sengaja menggandeng tangan Kyuhyun agar Minwoo percaya.
“Iya. Aku juga cinta pada nunamu. Iya kan?”
Minwoo tetap tidak percaya. Kyuhyun harus melakukan sesuatu. Kyuhyun pun mencium pipi Jeyoung.
Hah, Minwoo syok melihatnya dan Jeyoung mematung sementara Kyuhyun tersenyum jahil. Jeyoung hanya bisa menahan emosinya. Dan sialnya, ia tidak bisa marah ataupun berteriak. Kyuhyun sudah menjadi suaminya. namja itu berhak melakukan apapun padanya.

Senyuman Kyuhyun tidak bertahan lama. Ia melihat Kae Nichan, sahabat yang sudah mencampakkannya datang sambil membawa bunga.
Siapa dia? Batin Jeyoung curiga melihat gadis cantik menghampiri mereka, tersenyum ramah padanya dan Kyuhyun.
“Chukkae, tak disangka kamu menikah secepat ini Kyu” ucap Nichan. Bahkan gadis ini memanggil Kyuhyun dengan sapaan akrab begitu?
Kyu tersenyum aneh. “Gomawo” jawabnya singkat. Nichan lalu menoleh pada Jeyoung.
“Ah, kau pasti istrinya Kyu! Chukkae” seru Nichan tetap dengan senyuman yang sama, tak lupa juga ia menyerahkan buket bunga pada Jeyoung. Kyuhyun sedikit terganggu melihat senyuman Nichan. Rasanya, seperti mengingatkannya pada kenangan indahnya bersama Nichan dulu.
“Ne” jawab Jeyoung singkat. Ia sedikit tersenyum. Tentu saja! Apa dia tidak lihat aku pakai gaun pengantin. Batin Jeyoung.

Setelah itu Kyuhyun dan Nichan sibuk membicarakan hal yang tidak dimengerti Jeyoung. Ah, ini membuatnya jengkel.

 

—o0o—

Setelah seluruh acara usai, Jeyoung tidak pulang ke rumahnya tapi ikut pulang bersama suaminya. #pastilah, kan udah jadi istri’y!

@kamar Kyuhyun

Mereka saling diam. Jeyoung duduk di sofa, termenung sementara Kyuhyun tiduran di sofa yang lain dengan mata terpejam.
“Boleh aku bertanya 1 hal?” Jeyoung mengawali pembicaraan karena Ia yakin Kyuhyun belum terlelap.
“Tanya apa?” jawabnya dengan mata masih terpejam.
“Kau bilang, kau juga menikah dengan alasan kompromi. Boleh aku tahu alasanya?”
Kyuhyun membuka matanya lalu bangkit. Dia merenung sebentar sebelum menjawab.
“Aku meminta sedikit kelonggaran pada orangtuaku”
“Soal apa?”
“Kamu tahu orang-orang yang mengejarku kemarin”
Jeyoung mengangguk. Ia teringat kejadian beberapa hari lalu termasuk insiden ciuman itu. Wajahnya seketika memerah.
“Mereka sebenarnya bodyguardku” lirih Kyuhyun lemah. Jeyoung agak melebarkan matanya, kaget atas penuturan Kyuhyun. namja itu meneruskan tanpa menyadari tatapan Jeyoung padanya.

“Orangtuaku menyuruh bodyguard untuk mengikutiku kemanapun. Dan ketika mereka menyuruhku menikah, aku gunakan itu untuk melepaskan diri. Tak kusangka mereka setuju dengan mudah”
“MWO?!” Jeyoung memekik tanpa sadar. Ia berdiri dan menghampiri Kyuhyun.
“Ja.. Jadi kau benar-benar memakai pernikahan untuk berkompromi dengan orangtuamu?” tuduhnya kesal. Hatinya sakit sekali mengetahui bahwa pernikahan yang seharusnya menjadi moment sakral malah dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi seperti ini? Dasar namja pabo!
Kyu ikut berdiri dan menatap Jeyoung. “Benar sekali”

Jeyoung bingung mesti membalas apa lagi. Ya Tuhan, sepertinya keputusannya untuk menikah itu salah. Mana mungkin dia menikahi namja gila seperti ini.
“Ah, aku tidak mengerti! Hanya dengan alasan sedangkal itu kamu memutuskan menikah?”
“Kenapa? Zaman sekarang menikah atas dasar cinta itu tidak penting lagi.” Balasnya.
“Bukankah sekarang banyak yeoja yang menikah karena mengincar kekayaan?” Kyuhyun maju satu langkah membuat Jeyoung harus mundur satu langkah.

Ada apa ini? Mengapa ia merasa tatapan Kyuhyun mulai berubah seduktif kala menatap matanya. Jeyoung mulai panik, Kyuhyun makin mendesaknya mundur.

“Kau juga menikah denganku karena aku ini kaya dan tampan. Kamu tidak sanggup menghindar dari pernikahan ini. Iya kan?” sekarang Kyuhyun mulai menatapnya dengan wajah menggoda.

Jeyoung makin berdebar-debar. Dengan ekspresi seperti itu harus diakui ia sangat terpikat dengan ketampanan Kyuhyun. Tapi sekarang bukan saatnya terpesona. Entah apa yang akan dilakukan namja gila ini padanya.
“Kamu juga terpesona padaku, iya kan?” tebaknya di hiasi senyuman ‘jahat’.
belum sempat Jeyoung bereaksi, tiba-tiba Kyuhyun memegang kedua pundaknya. Menatap matanya dalam-dalam. Membuat gadis itu menegang gemetar dan ketakutan.
“Ka, kau mau apa?” Jeyoung takut. Kyu tersenyum evil. Dan sialnya, senyum manis itu mampu melumpuhkan seluruh syaraf di otaknya.
“Kamu tidak tahu? Kita sudah menikah sekarang. Aku bisa lakukan apa saja padamu”

Mata gadis itu melebar sempurna. Ia tahu apa yang dimaksud Kyuhyun. jangan bilang malam ini mereka..
“Andwae! Kau tidak akan melakukannya kan? Kau tidak menyukaiku..” Jeyoung takut dan mencoba menghindar. Tapi Kyuhyun semakin mengeratkan cengkramannya pada pundak Jeyoung.
“Siapa bilang, pria bisa melakukannya meski pada wanita yang dibencinya sekalipun”

Jeyoung dibuat merinding. Tatapan Kyuhyun membuat otaknya tidak bisa berpikir jernih.
Kyuhyun tiba-tiba mendorongnya ke tempat tidur. jeyoung memekik saat tubuhnya terhempas di atas tempat tidur empuk. Kyuhyun benar-benar akan melakukannya! Ia menjerit dalam hati. Ia harus cepat-cepat kabur sebelum hal buruk terjadi. Namun sial!
Tubuh Kyuhyun skarang ada di atasnya. Namja itu menahan kedua tangannya agar ia tidak kabur. Kyuhyun mendekatkan wajahnya  perlahan. Jeyoung mengatupkan bibirnya rapat-rapat saat ia merasakan belaian halus napas namja itu di kulit wajahnya. jarak mereka sangat dekat. Ia bahkan bisa menatap mata gelap Kyuhyun dalam jarak sesempit ini.
“Kyu, kau mau apa?” Jeyoung gugup setengah mati. Jantungnya berdebar tak terkendali. Kyuhyun menunjukkan evil smirk-nya.
“Mau apa lagi. Tentu melakukan apa yang seharusnya kulakukan” ia tersenyum evil lagi dan matanya berkilat-kilat menggoda.

Jeyoung hanya bisa pasrah. Terserah Kyuhyun mau apa. Toh dia berhak melakukannya. Yang bisa ia lakukan hanya menutup matanya, karena terlalu gugup.  #lumer digodain evilkyu#

Kyuhyun berusaha mati-matian untuk menahan tawanya. Ekspresi gadis ini benar-benar lucu. Lihat saja, pipinya merona dan matanya tertutup rapat.  Tubuhnya pun kaku seperti patung. Ya ampun, apa dia pikir Kyuhyun sungguh akan menyerangnya?

 

Dan akhirnya, tawa itu tidak bisa ia sembunyikan lagi. Kyuhyun tertawa lepas.

Jeyoung heran, ia membuka matanya pelan. Kyuhyun melepaskan cengkraman tangannya lalu menjauhkan diri  dan duduk di sampingnya, tertawa kencang.

 

Jeyoung memberengutkan wajahnya, sejujurnya ia tidak mengerti dengan situasi saat ini. Kenapa Kyuhyun malah tertawa?
“Heh, kau pikir aku serius akan melakukannya? Singkirkan pikiran yadongmu itu!” ucap Kyuhyun di sela tawanya sambil menepuk-nepuk pipi istrinya pelan.

Jess.. kepalanya tertunduk. Jeyoung sangat malu. Wajahnya merah padam seperti udang rebus. Tapi sesaat kemudian berubah jadi kekesalan.
“Ya! Kau membuatku gugup setengah mati!” sewotnya.
Kyuhyun berhenti tertawa sejenak. Ia berubah takjub.
“Ho, jadi tadi kau gugup? Kenapa? Kau suka aku melakukannya?” Kyuhyun mulai menggoda lagi.
“Enak aja! Ku pikir, kupikir tadi kau akan, akan..” kata-kata Jeyoung tertahan di ujung lidah. Ia tidak sanggup mengatakanya. Hanya menunjukkan expresi takut sekaligus kesal. Ia tak berani menghadapkan wajahnya pada Kyuhyun. namja itu kemudian mendesah.
“Tenang saja. Aku bukan orang yang suka bercumbu dengan siapa saja. Lagipula..” Kyuhyun memperhatikan Jeyoung dari ujung rambut sampai kaki.

Jeyoung menutupi dadanya dengan kedua tangan. Memasang ancang-ancang takut Kyuhyun berbuat nekat lagi.
“Lagipula apa?” sewotnya waspada.
“Sudahlah,.” Kyuhyun tiba-tiba mengalihkan pembicaraan. Ia bangkit dari tempat tidur lalu meregangkan badannya.
“Ah, capeknya. Ternyata pernikahan itu sangat melelahkan. Aku mau mandi dulu” Kyuhyun pergi ke kamar mandi yang ada di kamar itu.

Setelah Kyuhyun tidak ada, Jeyoung sibuk dengan pikirannya sendiri.
“Namja babo! Kau benar-benar membuat jantungku hampir mati!” lirihnya pelan.
Entah kenapa, debaran jantungnya sampai sekarang belum kembali normal. Sepertinya sesuatu telah terjadi pada dirinya.

Tak lama kemudian Kyuhyun keluar. Ia sudah berganti pakaian, mengenakan piyama sutera berwarna putih. Rambutnya basah dan ia sedang mengeringkannya dengan handuk.
Jujur saja, Jeyoung sempat terpana. Bahkan dengan memakai piyama pun Kyuhyun tetap tampan mempesona.
EH???
Pikiran macam apa itu! Jeyoung cepat mengusir pikiran ngawur itu.
“Hei” panggil Kyuhyun. Jeyoung menoleh malas.

“Kau akan tidur mengenakan itu?”
Jeyoung seketika terkesiap karena ia  baru sadar  masih memakai gaun pengantinnya! Jeyoung berdiri dan membelalak panik.
“Kau benar! Mana mungkin aku tidur memakai ini!” Jeyoung kebingungan. Dia tidak membawa baju tidur. Hanya baju untuk  dipakai besok. Ah, cerobohnya!
“Kalau begitu buka saja” ucap Kyuhyun polos. Ia baru saja mendapat ide bagus membuat gadis itu kelabakan setengah mati.

He?! Jeyoung terperangah. “Bu-buka? Kau gila! Masa aku tidur tidak memakai apa-apa!” ia mulai panik lagi. Kyuhyun terkekeh seperti setan, seringaian iblisnya mulai bangkit.
“Kenapa? Bukannya bagus” Kyuhyun tertawa jahil dengan mata jelalatan dan sepertinya dia memikirkan hal yang tidak baik.
“Daripada dibuka lebih baik aku tidur pakai ini saja!” tegas Jeyoung agak berteriak.
Kyuhyun semakin senang menggoda gadis ini. Melihat wajah panik dan gugup gadis itu menjadi kesenangan tersendiri.
“Jangan begitu, sini aku bantu buka” canda Kyuhyun sambil mendekatinya.
“Jangan mendkat!” Jeyoung memasang ancang-ancang. Seolah tidak peduli, Kyuhyun terus mendekat dan membuat Jeyoung kembali terpojok.

 

Aish, eotteohke????

 

To be continued…

154 thoughts on “Cherry Blossom (Part 1)

  1. Kyu jahil banget…hahahaha…abis baca shady girl series trus baca crta ini…agak aneh jd pas baca nama heechul dan sungmin jd ajhuma ajhuma…hahahaha next part

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s