I Married The Bad Boy [Part 8]

Judul : I Married The Bad Boy Part 8
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance, Married Life, NC 21
Length : Chaptered

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Shin Jeyoung

Support Cast :

  • *Masih sama seperti sebelumnya*

Mungkin di akhir part ini kalian bakal ngehujat author, cast, ataupun FF ini, tapi please jangan bash terang-terangan yah, cukup dilontarkan dengan kalimat-kalimat yang tidak membuat author merasa sedih banget dan kehilangan inspirasi. Tapi jangan juga cuma ‘next’ atau ‘lanjut’ yah..kesannya kayak datar gitu.. *author banyak maunya nih* *tendang* bercanda, kalian boleh komen apa aja kok asal jangan ngebash author ^_^

Pokoke support author ya supaya inspirasinya ngalir teruss.. *banzaiii*

Happy reading ^_^

I Married The  bad boy by dha Khanzaki

===Part 8===

“Bagaimana tidur kalian?”

Jeyoung menoleh ketika Kibum bertanya di sela sarapan. Mereka memang sengaja menempati satu meja besar yang cukup di tempati oleh sepuluh orang.
“Menyenangkan,” ucap Eunhyuk yang langsung disambut hembusan napas malas oleh teman-temannya. Mereka cukup tahu maksud dari ‘menyenangkan’ versi Eunhyuk. Jeyoung menatap Eunhyuk dan Hyesung sedikit iri. Mereka begitu mesra meskipun baru saja bertunangan. Obrolan berlanjut pada topik yang sama sekali tidak terduga oleh Jeyoung.
“Kapan kalian berencana memberi kami keponakan?”

Jeyoung terkejut, lantas menoleh pada Siwon. Ia tahu pertanyaan itu diarahkan padanya. Siapa lagi pasangan yang sudah menikah di antara mereka selain Kyuhyun dan dirinya. Ia menoleh pada Kyuhyun yang tetap menikmati makanannya.
“Kami tidak bisa memastikan kapan,” ucap Jeyoung ragu, sangat ragu.
“Oi Kyu, kau melakukannya dengan benar bukan?” sahut Donghae lalu terkekeh. Kyuhyun melayangkan tatapan kesalnya pada pria itu.
“Tentu saja ikan bodoh! Itu jelas keahlianku!”
“Huu..” yang lainnya tertawa sementara Jeyoung sungguh malu. Rupanya teman-teman Kyuhyun sama sekali tidak tahu bahwa Kyuhyun belum ‘menyentuhnya’ sama sekali. Apa reaksi mereka seandainya mereka tahu hal itu? Dari sudut matanya, ia bisa melihat tatapan tajam Ri An padanya. Ada apa dengan gadis itu? Seharusnya ia yang merasa marah atas obrolan ini.

—o0o—

Setelah acara sarapan usai, mereka semua berpencar melakukan kegiatan masing-masing. Sejauh ini Jeyoung harus melapangkan dadanya karena Kyuhyun tidak sedikit pun berniat meninggalkannya ataupun mengajak Ri An berbicara.
“Aku ingin belanja. Siapa yang ingin ikut bersamaku?” tanya Ri An. “Kudengar ada pusat perbelanjaan yang terkenal di sekitar sini.”
“Aku, aku!!” seru Sora semangat. Jeyoung tahu sekali bahwa Sora suka sekali dengan  jenis kegiatan bernama shopping. Ia juga tidak mungkin ikut dengan pasangan Eunhyuk-Hyesung, mereka ada rencana berjemur di pantai. Ia juga tidak berniat ikut pasangan Kibum-Seo In, mereka sudah menghilang sejak tadi untuk mencoba berselancar di ombak Hawaii yang terkenal bagus untuk para peselancar. Karena itu ia memilih ikut bersama Sora dan Ri An berbelanja saja. Siwon tidak ikut karena ia lebih memilih berselancar bersama Kibum. Jadilah hanya lima orang yang pergi ke area shopping tak jauh dari resort.

Donghae menarik Sora masuk ke toko aksesori yang ada di sebelah kafe terbuka. Kini tinggal Ri An, Kyuhyun, dan Jeyoung saja.
“Kau ingin kemana Kyu?” Ri An bertanya pada Kyuhyun. Jeyoung memberengut tidak suka pada Ri An yang mencoba menarik perhatian suaminya. Ia ingin sekali menarik Kyuhyun ke dekatnya.
“Kau ingin kemana?”Kyuhyun justru mengalihkan pertanyaan itu pada Jeyoung. gadis itu terkejut ketika Kyuhyun tiba-tiba menatapnya. Ia bingung harus menjawab apa, tangannya asal menunjuk tempat saja.
“Dasar nappeun,” desis Kyuhyun membuat Jeyoung sadar bahwa toko yang ditunjuknya adalah toko yang menjual pakaian dalam wanita.
“Kajja!” tanpa aba-aba Kyuhyun menarik Jeyoung pergi ke sana. Ri An menganga terkejut menyaksikan adegan itu terjadi tepat di depan matanya sendiri. Ia tidak percaya Kyuhyun akan pergi tanpa bertanya padanya lagi. Pria itu bahkan tidak mengajaknya sama sekali.

Saat tiba di dalam toko, Jeyoung begitu dibuat silau oleh banyaknya pakaian wanita dengan berbagai model dan motif. Bahkan sampai gaun tidur tipis dengan model mengundang birahi kaum adam pun terpajang rapi di salah satu rak. Kyuhyun menatap keseluruhan isi toko dengan mata berbinar. Wah, mungkin akan bagus jika ia melihat Jeyoung memakai salah satu dari baju-baju seksi itu. Tidak salah bukan jika seorang suami mendambakan istrinya mengenakan pakaian seksi? Tapi sepertinya Jeyoung tidak akan mau begitu saja jika ia menyuruhnya memakai itu. Tapi tunggu dulu, bukankah Ia masih memiliki tantangan yang harus dijawab Jeyoung?
“Jeyoung,” panggil Kyuhyun antusias. Gadis itu menoleh. “Tiba-tiba aku teringat tantangan kita. Aku belum menantangmu balik sejak di trainning waktu itu.”
“Mwo?” gadis itu terperanjat. “Harus sekarang? di tempat ini?” ujarnya dengan mata mengedar ke sekeliling.
“Kau sudah kalah. Kau harus menepati janjimu sendiri.”
Dalam hati Jeyoung mengerang penuh penyesalan karena sudah terjebak permainannya sendiri. Seharusnya ia tahu Kyuhyun tidak akan mudah terkalahkan begitu saja dalam taruhan apapun. Bagaimana bisa ia ceroboh menerima taruhan bodoh jika pada akhirnya ia kalah telak?
“Baiklah, apa tantanganmu?” tanya Jeyoung pasrah sambil menatap Kyuhyun yang berdiri di depannya. Pria itu tampak mengedarkan pandangannya ke setiap sudut toko baju yang mereka kunjungi sekarang. Ia hanya berdoa dalam hati semoga tantangan yang diberikan Kyuhyun tidak harus menjatuhkan harga dirinya.

Kyuhyun mengedarkan kepalanya dengan semangat menelurusi setiap sudut toko untuk menemukan apa yang kira-kira pantas untuk dijadikan tantangan. Ia sudah semangat memikirkan berbagai macam cara untuk membuat gadis ini bertekuk lutut kalah. Pandangannya tertubruk pada bagian rak yang memajang berbagai macam bikini model menantang. Tentu saja, di daerah pantai begini pasti banyak toko yang menjual bikini. Terlebih pantai Honolulu adalah tempat terbaik untuk berjemur.

“Bikini itu..” ucap Kyuhyun menunjuk kumpulan bikini. Jeyoung membelalakkan matanya kaget. Ia menatap ngeri berbagai macam bikini aneka warna dan model yang terpajang di rak itu. Belum sempat ia kabur Kyuhyun sudah menariknya ke sana.
“Apa yang harus kulakukan dengan benda ini?” tanya Jeyoung sambil menatap takut bikini yang kini ada di depan mukanya.
“Kau harus pakai bikini ini saat kita berjemur di pantai nanti. Itulah tantangan yang harus kau jawab!” ucap Kyuhyun santai sambil menyerahkan sebuah bikini berwarna kuning cerah dengan motif bunga kecil. Jeyoung memekik rendah saat benda itu mendarat di telapak tangannya.
“Kau gila!” desis Jeyoung tajam dan pelan, mencoba menjaga nada suara agar tidak terkesan seperti sedang berteriak. “Di pantai akan banyak orang yang melihatku! Itu memalukan!”
Kyuhyun menyeringai puas. “So? Kau tak perlu merasa cemas, di pantai akan ada banyak wanita yang memakai bikini. Kau pikir penampilanmu akan menarik perhatian? Di Hawaii pemandangan seperti itu sudah biasa.”
“Aku tetap harus memakai ini? Bisakah dengan pakaian renang model one piece?” mohon Jeyoung. Kali ini ia berharap Kyuhyun bermurah hati. Tapi rupanya sekali dewa setan tetap dewa setan, seringaian Kyuhun semakin menguar jelas.
“Apakah kau juga berbelas kasih saat mempermalukanku di acara training waktu itu? Tidak. Lagipula kapan lagi aku bisa melihat tubuh papanmu dalam balutan bikini itu.” setelahnya Kyuhyun pergi dengan tawa yang menghiasi bibirnya. Jeyoung hanya bisa menatap bikini di tangannya dengan pasrah. Jadi ini adalah bentuk balas dendam Kyuhyun?

Jeyoung menatap bikini berwarna kuning di tangannya dengan perasaan ragu, sangat ragu. Sesekali ia mendesah menyesali keputusannya sendiri menerima tantangan dari Kyuhyun, si raja setan a.k.a suaminya sendiri. Tapi harus diapakan, nasi sudah menjadi bubur. Lebih baik memakainya daripada harus mendapat ledekan tajam dari mulut iblisnya.

—o0o—

Sementara itu, Kyuhyun sudah berdiri di atas pasir pantai. Di wajah tampannya bertengger sunglassess untuk menahan silaunya sinar matahari yang terik. Tak ada pria lain di dunia ini yang mampu menyamai evil smile dan evil smirknya. Ia hanya mengenakan celana pantai pendek dan dengan sengaja memamerkan dada bidangnya yang terbungkus kulit putih semulus porselen. Beberapa perempuan berambut pirang sempat meliriknya penuh minat sambil berbisik-bisik kagum yang tidak dipedulikan oleh pria tinggi tegap itu. Pikirannya sekarang dihantui oleh bayangan Jeyoung, istrinya yang berjanji akan memberinya ‘kejutan’ sesuai kesepakatan. Jeyoung barus memakai bikini model menantang.

“Kyu, kau tidak ikut berenang?”

Kyuhyun melirikkan pandangan pada sahabatnya, Donghae yang sedang berenang di laut bersama gadis incarannya, Min Sora. Entah berhasil atau tidak Donghae merayunya, tapi buktinya gadis itu mau diajak pergi berlibur ke Hawaii.
“Tidak, kau saja.” balas Kyuhyun acuh tak acuh. Ia melemparkan pandangannya ke arah lain dan menemukan Eunhyuk sedang duduk di atas hamparan kain sambil mengolesi sunblock pada permukaan kulit Hyesung, tunangannya yang berbaring di sampingnya. Di sudut lain ia juga melihat Siwon yang sedang berbincang dengan Ri An. Entah kemana perginya Kibum, mungkin sedang mengajari pacarnya, Seo In berselancar.

Sesekali pandangan Ri An terarah padanya ketika Kyuhyun mengalihkan wajah ke arah lain. Tak bisa dipungkiri bahwa Ri An masih mengharapkan Kyuhyun kembali kepadanya.
“Cih, mereka malah sibuk sendiri.” gumam Kyuhyun.
“Kyu, apa yang kau tunggu sebenarnya? Kenapa kau diam di sana seperti patung Hachiko?” ujar Eunhyuk sambil meletakkan botol sunbloknya di samping tubuh Hyesung.
“Urus saja urusanmu sendiri. Jangan ganggu aku.” balas Kyuhyun sengit. Ia mulai sebal karena Jeyoung tak kunjung menampakkan dirinya. Apa istrinya itu memang berniat kabur dari tantangannya?

Sebenarnya dari awal dia sangsi apakah yeoja aneh itu mau memakai pakaian sejenis bikini. Jangankan memakai baju dengan bahan minim seperti itu, memakai hotpants atau tanktop ketat di hadapannya saja Jeyoung tidak pernah. Hal itu malah membuat Kyuhyun semakin penasaran. Tanpa permisi, detak jantungnya berpacu semakin cepat.
“Kau pasti menunggu istrimu. Memang kemana dia?” suara Eunhyuk terdengar lagi. Kyuhyun menghembuskan nafasnya untuk mengendalikan emosi.
“Sebentar lagi juga sampai. Dia masih ada di resort.” Ucapnya agak ketus. Dalam hati ia berjanji jika Jeyoung sampai tidak datang sepuluh menit lagi, ia akan kembali ke resort dan jika menemukan Jeyoung di sana ia akan memaksa istrinya itu tampil tanpa busana di depannya.
“Eh, lihat..” terdengar seruan Eunhyuk menunjuk ke suatu arah. Pandangan Kyuhyun teralih ke arah sampingnya. Sedetik kemudian matanya tertuju pada seseorang yang tengah berjalan ke arahnya. Ia melebarkan mata menyaksikannya. Gadis itu memakai bikini seperti yang ia berikan pada Jeyoung. Tunggu, itu memang Shin Jeyoung. Kyuhyun yakin dia Jeyoung meskipun memakai sunglassess dan topi pantai.

Rambut hitam sepunggungnya terurai indah. Tentu yang paling menarik perhatian hingga membuat tubuhnya sukses berdiri tegak adalah lekuk tubuh Jeyoung yang di luar imajinasinya. Selama ini ia hanya mengagumi tubuh Jeyoung yang tersembunyi di balik pakaian-pakaian membosankan saja.

Kyuhyun tidak memiliki kata lain yang cocok untuk menggambarkannya kecuali kata seksi, tubuh milik Jeyoung begitu seksi di matanya. Bikini itu benar-benar memperindah tubuh istrinya dengan sempurna. Lihat saja dadanya yang berukuran sedang, terbungkus sempurna oleh bikini warna kuning. Pinggang rampingnya yang baru kali ini Kyuhyun lihat, perutnya yang rata dan kaki indahnya yang tampak jenjang meski tertutupi oleh seulas kain pantai yang tipis nyaris transparan. Sungguh, itu tidak terlihat seperti Jeyoung yang dikenalnya selama ini. Ia harus menahan dorongan untuk menjamah seluruh tubuh gadis itu.

“Wow, seksi,” Kyuhyun terkesiap mendengar komentar Eunhyuk tentang istrinya. Apa dia tidak sadar bahwa tunangannya ada di sampingnya? Seenaknya saja menatap istri orang. Benar saja, Hyesung langsung bangkit lalu mencubit pinggangnya. Huh rasakan itu! batin Kyuhyun puas.
Jarak Jeyoung dan Kyuhyun semakin dekat dan akhirnya gadis itu berdiri tepat di depannya.

Jeyoung sebenarnya malu sekali meskipun ucapan Kyuhyun benar, tidak ada orang yang peduli apa yang dikenakannya. Banyak wanita yang lebih seksi memakai bikini berseliweran di pantai itu. Ia tetap memaksakan diri mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun yang lebih tinggi 17 senti darinya.
See, aku sudah pakai. Bagaimana pendapatmu?” ucap Jeyoung dengan senyum manis. Kyuhyun masih tercengang beberapa saat, buru-buru ia menormalkan kembali kerja otaknya.
“Lumayan,” gumamnya berbohong sambil mengamati Jeyoung dari ujung rambut sampai kaki. Namun tindakan itu berakibat fatal bagi Kyuhyun, ia justru mendapati dirinya semakin menegang melihat keseksian tubuh Jeyoung dari jarak sedekat ini.
Kau sangat seksi, dan cantik. Batin Kyuhyun menyuarakan isi hati yang sesungguhnya. Aku tidak pernah tahu kau secantik ini. Tambahnya dalam hati.

Penampilannya sebelum ini sangat berbeda 180 derajat. Biasanya di rumah Jeyoung hanya memakai kaus longgar dan celana jeans—sama sekali tidak nyaman dilihat. Rambut panjangnya ia gulung ke atas, agak berantakan—sedikit berbeda dengan rambut rapinya saat di kantor—dan selalu ada kacamata berbingkai tebal yang mengkover matanya jika sedang asyik membaca atau pun sehabis menangis. Sekarang semua itu tidak ada. Kyuhyun nyaris tidak mengenali sosok istri yang berdiri di depannya. Ia bersyukur sudah menantang Jeyoung menggunakan bikini ini.

Tetapi sekarang Kyuhyun mulai merasa risih oleh tatapan beberapa pria yang bisa menikmati tubuh istrinya secara gratis dengan wajah mesum mereka. Ia segera meraih sweter milik Eunhyuk yang tergeletak di dekat pemiliknya yang sekarang sedang asyik menciumi leher Hyesung, tunangannya. Ia yakin Eunhyuk tidak keberatan jika ia meminjamnya sebentar. Kyuhyun memakaikan sweter itu pada Jeyoung.
“Kita pergi,” ajak Kyuhyun sambil menariknya. Terlihat beberapa raut wajah kecewa saat Kyuhyun membawa Jeyoung pergi.

“Lepas Kyu—apa yang kau lakukan?” Jeyoung meronta karena Kyuhyun mencengkram tangannya begitu erat. Hal ini justru semakin membuat Kyuhyun mengeratkan pegangannya. Pria itu menyeret istrinya kembali ke kamar mereka. Ri An sempat menyaksikan adegan itu hanya terdiam.

—o0o—

Setibanya di kamar resort, Kyuhyun segera menutup pintu hingga terkunci otomatis setelah itu melepaskan tangan Jeyoung.
“Waeyo? Kau seperti setan, ah, kau memang setan aku lupa.” sindir Jeyoung kesal. Lihat pergelangan tangannya yang memerah sekarang. Pria ini tidak pernah bersikap lembut padanya. Kecuali di saat hasratnya sedang terpancing. Entah sudah berapa kali ia hampir saja ditiduri pria ini. Bukannya ia tidak mau, hanya saja ada satu konsekuensi yang harus didapatnya jika ia membiarkan Kyuhyun menjamahnya tanpa tahu bagaimana perasaan pria itu padanya.
“Aku tidak suka melihatmu berpakaian seperti ini. Kau lihat tatapan para pria tadi?” sahut Kyuhyun jengkel. Terdengar seolah Jeyoung memang sengaja memakai bikini itu untuk menggoda para pria.
“Mwo? Bukankah kau yang menantangku memakai bikini?” debat Jeyoung sebal. Memang ulah siapa yang membuatnya terpaksa memakai pakaian terkutuk ini.
“Lalu kemana kaus longgarmu? Dan rambut ini, kenapa kau menggerainya? Kau ingin menarik perhatian pria-pria mesum?!” tuduh Kyuhyun.

Jeyoung menggeleng tak percaya. “Dasar gila. Oh god, kenapa aku bisa dinikahkan dengan pria seperti ini?” ucapnya agak menggeram. Bukankah Kyuhyun selalu menghina pakaian membosankannya dan rambutnya yang selalu diikat? Mau tak mau ia harus menyalahkan dirinya sendiri kenapa mau menerima tawaran Tuan Cho untuk menikah dengan anaknya yang gila ini.

Kyuhyun duduk di sofa sementara Jeyoung tetap berdiri. “Sekarang buka jaketmu!” perintahnya dengan wajah datar dan nada yang dingin.
“Mwo?”
“Buka!” Kyuhyun melotot padanya seolah ingin mengingatkan Jeyoung bahwa tantangan itu masih berlaku. Jeyoung pasrah, tangannya meraih resleting sweter namun Kyuhyun menginterupsi.
“Tunggu!”
“Apa lagi?”
“Buka dengan gaya erotis.” Perintahnya menatap Jeyoung penuh minat.
“Apa?”
“Lakukan!”
“Kenapa aku harus melakukannya?”
Kyuhyun menyilangkan tangan di depan dada, gayanya mirip sekali bos mafia yang menyuruh anak buahnya menjalankan misi.
“Ini tantangan lain dariku!”
“Bukankah seharusnya sudah berakhir?”
“Sampai tengah malam nanti.” ucap Kyuhyun mengakhiri perdebatannya dengan seringaian licik.

Jeyoung mendesah berat. Baiklah jika itu membuatnya senang, ia menuruti keinginan aneh suaminya itu. Tangannya membuka zipper sweter dengan gerakan pelan, tak lupa Jeyoung memasang wajah seseduktif mungkin agar Kyuhyun tergoda. Perlahan ia menurunkan sweter melewati bahunya kemudian ia biarkan jatuh ke lantai begitu saja.
Kyuhyun menahan nafasnya saat matanya menangkap kembali tubuh Jeyoung yang berbalut bikini.
“Sial!” umpatnya dalam hati ketika ia merasa selangkangannya sesak.
“Coba berputar.” Perintahnya untuk mengalihkan ketegangan itu. Jeyoung memutar tubuhnya perlahan. Kyuhyun mengangguk-anggukkan kepala lalu ia bangkit menghampiri Jeyoung.
“Kau memang sangat menggoda, ckckkck.” Kyuhyun semakin mendekat, meminimalisir jarak antara mereka.
“Kenapa mendekat?” Jeyoung memasang pose waspada saat Kyuhyun sudah berdiri di depannya. Jangan katakan pria ini akan menggodanya lagi, seperti yang terjadi saat trainning.

Kyuhyun membelai pipi Jeyoung, tidak menggubris kata-katanya. “Lain kali jangan pamerkan tubuhmu di depan pria lain selain suamimu, arraseo?” bisiknya hanya beberapa senti di depan wajah Jeyoung. Gadis itu mengerjapkan matanya gugup. Pria ini, jinjja. Apa yang sedang coba ia lakukan padanya?
“Waeyo?” Jeyoung bertanya gugup. Jantungnya hampir jatuh dari tempatnya saat wajah Kyuhyun menunduk, lalu mengecup lembut bagian bawah dagunya.
“Karena aku tidak suka.” Kyuhyun mendorong Jeyoung sampai punggungnya menyentuh dinding di belakangnya.
“Auch,” Jeyoung meringis pelan merasakan punggungnya sedikit berdenyut.
“Shin Jeyoung,” gumam Kyuhyun sambil membelai pipinya lagi. Jeyoung mencoba mendorong tubuh Kyuhyun yang semakin menghimpitnya ke tembok. Ia tidak mau menjadi korban Kyuhyun yang kesekian. Pasti ini cara yang digunakan Kyuhyun untuk merayu wanita-wanita yang ingin ia kencani dan harus ia akui itu cara yang sangat hebat. Ia ingin sekali melewati ini, tapi tidak dalam kondisi seperti ini.
“Kenapa tiba-tiba aku menginginkanmu?” desahnya.
“Mwo?” Jeyoung terkejut bukan main.

Kyuhyun tanpa aba-aba segera mencium bibir mungil Jeyoung. Awalnya hanya kecupan biasa namun lama kelamaan berubah menjadi lumatan-lumatan dalam yang menuntut. Kyuhyun menghisap bibir atas dan bawah Jeyoung bergantian dan tanpa jeda sedikitpun, penuh nafsu. Jeyoung meronta dalam dekapan tubuh Kyuhyun yang semakin merapatkan tubuhnya dengan Jeyoung, menghimpit tubuh kecil Jeyoung antara dinding dan badan kekarnya.

Desahan Jeyoung tertahan di sela ciumannya. Rontaan dan lantunan kata-kata provokatif Jeyoung malah membuat Kyuhyun terangsang dan kian bersemangat melumat bibirnya. Ia tidak boleh lupa diri, ia tidak boleh jatuh dalam pesona Kyuhyun lebih lama lagi. Tidak boleh atau hatinya yang akan terluka.
“Kyu..sesakkhh..” Jeyoung memukul-mukul dada Kyuhyun karena ia mulai kehabisan nafas. Kyuhyun yang paham segera menjauhkan wajahnya. Mereka saling pandang untuk beberapa saat dalam jarak yang sangat dekat.. Sama-sama terengah. saling merasakan hembusan nafas masing-masing yang memburu setelah permainan panas tadi.
“Aku tidak tahu rasa bibirmu semanis ini.” Kyuhyun mengusap permukaan bibir Jeyoung yang basah dengan jarinya. Jeyoung menatapnya dengan sorot mata tajam.
“Pria licik.” Desisnya entah marah atau justru meminta lebih. Kyuhyun pura-pura terkejut dengan reaksi Jeyoung ini.
“Kau pasti menggunakan cara menjijikan seperti ini untuk mengencani banyak wanita?” tanya Jeyoung membuat Kyuhyun sedikit tersinggung.
“Tapi nyatanya kau menikmatinya bukan?” ucapnya membalikkan kata-kata Jeyoung. Gadis itu terkesiap kaget. Memang benar, ia menikmati kecupan Kyuhyun tadi. Tapi ia memang tidak boleh menikmatinya.
“Tidak. Aku bukan wanita bodoh yang bisa dirayu untuk kau tiduri.”

Kyuhyun melebarkan matanya takjub. Adrenalinnya seperti terpancing untuk menggoda Jeyoung. Sepertinya gadis ini mengibarkan deklarasi perang. Dia jelas menantang Kyuhyun apakah ia bisa merayunya dan mengajaknya ke tempat tidur. Baiklah, sepertinya permainan ini akan menarik.
“Tapi aku memang bisa menidurimu kapan saja, Nyonya Cho. Kau istriku dan aku suamimu.” Ucap Kyuhyun puas. Jeyoung tampak berpikir untuk mencari kata-kata yang tepat.
“Lalu, apa dengan begitu kau berhak menarikku ke atas ranjang? Aku tidak akan mau bercinta dengan pria yang tidak mencintaiku.”
“Yah, anggap saja aku pria yang mencintaimu.”
Jeyoung mengerutkan kening. “Apa maksudmu sebenarnya?” ucapnya tidak mengerti. Kenapa Kyuhyun selalu mengatakan kalimat yang ambigu seperti ini? Ia bukannya tidak mau melayani Kyuhyun. Jika saja Kyuhyun berkata bahwa dia mencintainya mungkin ia bersedia melayani suaminya sendiri karena diam-diam dia sudah mencintai pria ini–meskipun sebenarnya itu hal yang ditentangnya sendiri. Tapi apa jadinya jika itu hanya main-main saja? Bagaimana jika Kyuhyun hanya ingin menikmatinya saja seperti dia menikmati tubuh wanita lain.

Kyuhyun menyeringai lalu dengan menggunakan tangannya, ia menarik pinggang Jeyoung masuk ke dalam pelukannya. Gadis itu terkesiap kaget.
“Aku tidak bermaksud apa-apa, hanya ingin membuktikan apakah aku bisa merayumu atau tidak,” sebelum Jeyoung mencerna maksud kalimatnya, Kyuhyun kembali melumat bibirnya penuh nafsu seolah ia ingin menghabiskan seluruhnya. Jeyoung sempat terkejut, ia ingin mendorong Kyuhyun namun tidak bisa karena mendadak tenaganya seperti tersedot habis oleh kuluman Kyuhyun. Ia akhirnya hanya bisa diam berharap Kyuhyun bosan dan melepaskannya.

Tetapi kediaman Jeyoung dianggap sebagai bentuk kekalahannya bagi Kyuhyun. Dia menganggap Jeyoung sudah tergoda dan mulai pasrah menerima apapun yang ia lakukan. Tangan Kyuhyun tidak bisa diam bergerak menjelajahi, meraba seluruh permukaan kulit Jeyoung. Sentuhan itu membuat tubuh Jeyoung menggeletar seperti tersengat listrik. Pikirannya terus mengelana pada maksud Kyuhyun melakukan ini dan mengapa ia pasrah menerimanya.
“Kyu~hhhh..” Jeyoung akhirnya bisa mengeluarkan kata-katanya setelah Kyuhyun melepas bibirnya dan beralih menciumi lehernya. Kepalanya bergerak tak mau diam karena rasa geli yang menjalar setiap Kyuhyun mencium kulit lehernya. Sungguh, seharusnya ia menolak semua ini tapi kenapa tubuhnya justru bereaksi lain?
Kyuhyun tersenyum melihat Jeyoung mendesah kepayahan, jelas dia sudah berhasil menguasai Jeyoung sepenuhnya. Tangan Jeyoung masih terjepit di antara tubuh mereka.
“Ahhh..stop it~hhh..” erangan memohon Jeyoung keluar ketika tangan kekar Kyuhyun menyentuh dan meremas dada sintalnya.
“Wae?” tanya Kyuhyun tetap sibuk membuat jejak di leher Jeyoung dan sekitar bahunya. Ia begitu semangat mengecapi setiap inchi leher Jeyoung dan terkadang menghisap, menjilat, dan sesekali menggigit kulit kenyal Jeyoung dengan gemas. Jeyoung hanya bisa menggeliat dan mendesah.
“Ahhh..Kau tidak menyukaiku—enghh..” Jeyoung kewalahan antara menikmati perlakuan ini atau berusaha menolaknya. Kyuhyun tidak menjawab, sibuk menjilati bagian belakang telinganya sambil menghembuskan nafas lalu mengigitnya kecil.
“Kyu..stop it!” erang Jeyoung karena Kyuhyun masih saja sibuk mencium, kali ini pipinya yang terkena sasaran.
“Tidak bisa, ini sudah terlanjur. Kau nikmati saja,” bisik Kyuhyun disertai desahan yang membuat Jeyoung kembali menggeliat.

Pikirannya buyar, benar-benar buyar. Ia bertanya-tanya dalam hati apakah Kyuhyun akan melakukannya hari ini? Apakah Kyuhyun akan merenggut miliknya yang berharga tanpa dilandasi cinta ataupun izin darinya? Sebenarnya Kyuhyun berhak, tapi tetap saja Jeyoung tidak mau melakukannya jika Kyuhyun tidak memintanya dengan sangat tulus. Lagipula, sekali lagi ia sama sekali tidak berhak bercinta dengan Kyuhyun meskipun dia adalah istrinya. Namun di sisi lain ia tetap seorang wanita yang akan luluh pada pria yang dicintainya.

Erangan dan desahan terus meluncur keluar silih berganti kala Kyuhyun mulai meremas benda di balik bikininya. Refleks tangan Jeyoung melingkar di leher Kyuhyun untuk menopang tubuhnya yang terasa lemas.

Kyuhyun tahu melakukan ini sambil berdiri membuatnya lelah dan berkeringat sebelum waktunya. Karena itu dengan sigap Kyuhyun mengangkat tubuh ramping Jeyoung lalu membawanya ke ranjang. Akhirnya, ia berhasil juga membawa gadis ini ke atas ranjang. Ia benar bukan, tidak ada wanita yang sanggup menolaknya jika ia sudah mengeluarkan karismanya yang menakutkan.
“Sudah kukatakan, tidak akan ada gadis yang sanggup menolakku.” Kyuhyun tertegun sejenak saat matanya menatap wajah Jeyoung. Ia mendapati jantungnya berdebar kencang dan aliran darahnya semakin cepat. Ini bukan desiran gairah, tapi ini desiran lain yang aneh dan menyenangkan. Ia tahu arti semua ini namun ia mencoba mengabaikannya. Ia pasti bisa membuat gadis ini jatuh cinta padanya, bukan sebaliknya.

Ketika mata mereka bertemu, Kyuhyun merasa dunia di sekitarnya berhenti bergerak. Jeyoung dengan bola mata yang menatapnya sayu, pipinya yang merona kemerahan, bibirnya yang basah, dan rambutnya yang jatuh lembut di wajahnya. Semua itu entah kenapa tampak sangat indah di mata Kyuhyun. Biasanya ia tidak pernah memperhatikan hal ini jika sedang bercinta dengan siapapun. Ia tidak peduli pada sorot mata, pipi yang merona, bibir basah, ataupun rambut yang sedikit berantakan pasangan bermainnya. Tapi, kenapa saat ia melihat Jeyoung semua itu seperti peluit yang membangkitkan hasrat dalam dirinya.

Jeyoung pun terpaku pada mata hitam dan meneduhkan milik Kyuhyun. Ia sungguh terhipnotis dan ia tidak peduli dengan perdebatan antara menolak atau menerimanya. Ia bahkan tidak protes lagi saat Kyuhyun membungkukkan badannya untuk mengecup lepas bibirnya lalu turun ke bahunya, dan berakhir di dadanya. Ia ingin tahu sampai sejauh mana Kyuhyun akan membuatnya terperangkap.
Dengan hati berdebar Kyuhyun menurunkan tali bikini Jeyoung dan ia harus menahan hasratnya sendiri tatkala ia akhirnya bisa melihat payudara milik Jeyoung dengan puting kecokelatan yang indah. Jeyoung refleks menyilangkan tangan di atas dadanya dengan pipi yang semakin memerah.
“Jangan tatap aku begitu, memalukan sekali.” gumam Jeyoung.
“Percuma ditutupi, aku sudah terlanjur melihatnya,” Kyuhyun menarik tangan Jeyoung dari dadanya lalu memenjarakan tangan itu di samping kepalanya. Nafasnya mulai memburu. Tanpa menunggu waktu ia langsung menenggelamkan kepalanya di antara dua benda kenyal itu.
“Ahhhngghh..” Jeyoung melenguh saat Kyuhyun menggunakan mulutnya untuk menciumi daerah itu sementara tangannya memijat dengan gerakan teratur. Bahkan mulutnya bekerja cekatan mengulum puncak dadanya sampai benar-benar menegang.
“Aku tidak kuat lagi..engghh..” Jeyoung merasakan desakan nikmat yang begitu dahsyat. Ia menggeliat dan kakinya bergerak-gerak gelisah sampai Kyuhyun harus membelit kaki Jeyoung agar diam. Seringaian liciknya kembali menguar. Semuanya tidak bisa Jeyoung kendalikan lagi dan akhirnya, ia merasa ledakan yang luar biasa dari dalam tubuhnya. Ia menegang, otot-otot kemaluannya berkontraksi dan sesuatu mengalir keluar dari dalam tubuhnya. Ia terengah dan tubuhnya perlahan melemas.
“Bagaimana rasanya?” Kyuhyun sengaja menggoda Jeyoung. Gadis itu menahan geramannya. Tangannya ingin sekali menampar pipi Kyuhyun tapi ia merasa tidak mampu melakukannya. Ia justru ingin sekali menangis karena malu pada diri sendiri. Ia tidak bisa menyalahkan Kyuhyun karena ia sendiri tidak bisa melakukan apapun selain menikmatinya.
“Kau jahat!” umpat Jeyoung dalam dan tajam. Ucapan Jeyoung justru memancing tawa untuk Kyuhyun. Pria itu tergelak puas melihat kekalahan di wajah wanita yang ada di bawah tindihannya.
“Itulah alasan kenapa para wanita mudah sekali jatuh dalam pesonaku,” ia membungkukkan badannya untuk berbisik, “Karena aku sangat jahat.”

Jeyoung melebarkan matanya. Pria ini memang sangat jahat! Dengan ketampanan, gelimang harta, rayuan maut, dan senyum memikatnya ia sudah banyak mematahkan hati wanita dan membunuh cinta mereka. Matanya memandang Kyuhyun sengit.
“Jika ada penjara yang menahan penjahat wanita sepertimu, aku yakin kau akan menjadi tahanan kelas tinggi di sana.” Desisnya penuh penekanan di setiap kata.

Gadis ini kenapa selalu mengajaknya berdebat? Batin Kyuhyun, sedikit tersinggung namun gembira di sisi lain. Tak pernah ada gadis yang bisa mendebatnya sejauh ini.
“Baiklah, jika kau ingin menguji sejahat apa aku ini,” Jeyoung segera menahan tangan Kyuhyun yang ingin menyusup ke balik celana renangnya. Kyuhyun menatap Jeyoung dengan sorot yang bisa memikat wanita manapun. “Aku akan menunjukkannya padamu.”
“Kau—emmpptttt!!” Kyuhyun kembali membungkam bibirnya. Ini sudah terlalu jauh, batin Jeyoung. Ia berusaha membuat Kyuhyun berhenti namun pria yang sudah dikuasai hasrat itu malah menindih tubuhnya dan tangannya dicengkram erat. Kyuhyun sangat menikmati mencumbu gunung kembar istrinya. Kedua benda itu sepertinya belum pernah terjamah karena terasa kenyal dan lembut.
“Ahhh..enghh..” Jeyoung hampir gila rasanya. Ini pertama kali baginya diserang secara bertubi-tubi oleh kenikmatan yang sama sekali baru. Kyuhyun memelintir puncak dadanya dengan gemas membuat pemiliknya mengerang tertahan. Kyuhyun tertawa sendiri. Ia menjilat benda mungil mencuat itu dengan penuh gairah sementara Jeyoung mengacak rambutnya menahan nikmat. Udara di kamar itu terasa panas meskipun jendela yang menutupi seluruh dinding di samping mereka terbuka lebar dan angin sepoi-sepoi membelai gordin tipis yang tak dibuka. Tubuh keduanya sudah berkeringat.

Ciumannya perlahan turun menyapa perut rata Jeyoung, menghembuskan nafasnya di sana dan tubuh Jeyoung menggeliat merespon. Pinggulnya terangkat naik membentur dada Kyuhyun.
“Baiklah jika kau sudah tidak sabar..” ucapnya. Jeyoung membuka matanya lebar saat sadar Kyuhyun sedang berusaha menurunkan g-string yang dipakainya. Tidak boleh! Kyuhyun boleh saja melihatnya bertelanjang dada namun ia tidak mengizinkan Kyuhyun melihat daerah terlarangnya.

Tiba-tiba suara bel terdengar.

“Kyuhyun-ahh!!”

“Siapa lagi yang mengganggu!!!” teriak Kyuhyun jengkel. Sudah terhitung dua kali kegiatannya terganggu. Jeyoung mendesah sangat lega. Tuhan masih menyelamatkannya.

Kyuhyun memandang istrinya sejenak sebelum teralih ke arah pintu. Ia kenal suara yang memanggilnya diiringi bunyi bel. Itu adalah suara milik Ri An. Kyuhyun kembali memandang Jeyoung seolah meminta izin. Tentu saja dengan senang hati Jeyoung membiarkan Kyuhyun pergi membuka pintu sementara dirinya bergegas merapikan penampilannya. Ia ingin sekali memakai baju tebal yang tak bisa dilepaskan Kyuhyun.
“Pergilah,” ucap Jeyoung.
“Kau jangan kemana-mana, aku tidak akan lama.” Kyuhyun memberikan lumatan singkat di bibirnya lalu beranjak turun dari tempat tidur untuk membuka pintu.

Jeyoung memanfaatkan kesempatan itu untuk bergegas turun dari tempat tidur lalu merapikan penampilannya. Ia mengambil asal sweternya dan celana jeans dari dalam koper lalu buru-buru mengenakannya sebelum Kyuhyun kembali dan membuat hatinya kembali goyah.

—o0o—

Kyuhyun tidak tahu Jeyoung diam-diam keluar dari kamar lewat beranda kamar yang berhadapan langsung ke arah taman resort yang menghadap ke pantai. Ia terlalu fokus memperhatikan Ri An yang berdiri di depan pintu, masih mengenakan baju renangnya.
“Ada apa?” tanya Kyuhyun buru-buru.
Ri An mengintip ke dalam sebentar lalu kembali menatap Kyuhyun. “Ah, aku hanya penasaran kenapa kau tiba-tiba menghilang dari pantai. Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa tidak bergabung bersama yang lain?” tanyanya dengan wajah cerah. Ia berusaha mengabaikan rambut Kyuhyun yang berantakan.
“Yah, ada yang sedang kudiskusikan dengan Jeyoung.” ucap Kyuhyun santai.
“Apa dia ada di dalam?”
“Ya, kenapa?”
“Aku ingin bicara dengannya,” tiba-tiba Ri An menerobos masuk. Kyuhyun panik dan ia mencoba mencegah Ri An masuk lebih dalam ke arah ruang tidurnya.
“Ri An, tunggu..”
Langkah Kyuhyun terhenti karena Ri An menghentikan gerakan kakinya. Pandangan gadis itu tertuju ke arah ranjang yang..kosong? Kyuhyun terkejut. Tunggu, kemana perginya Jeyoung? Ia menoleh ke segala arah mencari Jeyoung namun terhenti ketika ucapan Ri An terdengar.
“Kemana istrimu?” tanyanya heran.
“Aku tidak tahu,” ucap Kyuhyun ragu, sama herannya. Sudut hatinya bergemuruh, rupanya Jeyoung kabur selagi ia membuka pintu. Awas jika nanti bertemu, Kyuhyun berniat menghabisinya sampai Jeyoung meminta ampun.

Ri An tertegun memperhatikan kondisi ranjang yang berantakan, seperti baru saja terjadi ‘perang’ di sana. Hatinya sakit dan dia tidak mau membayangkan Kyuhyun dan gadis itu berhubungan intim di atasnya.
“Istriku tidak ada di sini, jadi sebaiknya kita juga pergi,” ucap Kyuhyun, ia juga berencana untuk mencari istrinya dan menyelesaikan apa yang terhenti tadi. Kyuhyun berniat mendorong pundak Ri An pergi ketika suara lirih gadis itu terdengar.
“Aku tiba-tiba saja rindu saat kau masih menjadi burung yang bebas, Kyu,” ucapnya sambil membalikkan badannya ke arah Kyuhyun. Wajah Ri An yang cantik dihiasi rona sendu membuat Kyuhyun terdiam.
“Hidup tanpa dikekang oleh peraturan, dan kita bebas melakukan apapun tanpa ada yang menasehati.” Kyuhyun agak terkejut saat Ri An mendekat lalu menggelayutkan kedua tangan di lehernya.
“Itu sudah lama,” ucap Kyuhyun mencoba mengabaikan.
“Oh ya? Kita bisa mengulangnya jika kau mau,” ucap Ri An. Kyuhyun tidak menyangka sama sekali beberapa saat setelah Ri An berkata, bibirnya sudah terkunci oleh ciuman gadis itu. Terasa menggebu dan sarat akan emosi. Kyuhyun mengikuti instingnya dan membalas ciuman itu perlahan. Entah kenapa saat dia menggerakkan bibirnya, ia justru membayangkan sedang berciuman dengan Jeyoung. Itu aneh sekali. Ia tahu dirinya masih diselimuti gairah yang tak terluapkan setelah ber-foreplay ria bersama istrinya tapi kenapa itu masih membekas padahal ia tahu ia melakukannya dengan orang lain? Ia tersadar beberapa detik kemudian, lantas mendorong tubuh Ri An.
“Apa kau mencintai istrimu? Kau bilang kau tidak akan pernah bahagia menjalani pernikahan tanpa cinta? Sekarang kau terlihat..gembira.” pertanyaan Ri An meluncur begitu saja setelah bibir mereka terlepas.
“Aku belum bisa menyimpulkan apapun,” lirih Kyuhyun. Sebenarnya ia tidak suka kenyataan bahwa dirinya jatuh cinta pada wanita karena wanita-lah yang seharusnya jatuh cinta padanya. Jatuh cinta hanya perasaan yang dimiliki orang-orang lemah. Ia tidak mau membiarkan dirinya terlena pada satu wanita yang mungkin akan menyakitinya suatu hari nanti. Daripada sakit hati, ia lebih memilih tidak jatuh cinta sama sekali. Itulah yang membuatnya merasa bebas bisa merayu wanita manapun. Namun semua itu terucap sebelum ia bertemu dengan Shin Jeyoung. Pada kenyataannya, wanita itu berhasil mengubahnya perlahan-lahan.
“Ri An, sebaiknya kau pergi.” ucap Kyuhyun seraya memalingkan pandangan.
“Waeyo?”
“Aku harus mencari istriku.” Ia pergi ke kamar mandi untuk mengenakan kembali pakaiannya. Ri An menatap Kyuhyun yang melengos pergi dengan pandangan tidak terima. Kyuhyun tidak boleh mengabaikannya. Tidak pernah ada pria yang mengabaikannya. Ia melirik pada koper Kyuhyun yang terbuka, matanya mengerjap melihat sebuah gaun wanita yang ada di dalamnya.
“Gaun ini,” lirihnya. Pasti untuknya. Desisnya yakin. Kyuhyun sangat tahu apa yang menjadi favoritnya. Gaun ini jelas untuknya. Tidak salah lagi. Mungkin Kyuhyun sedang mencari kesempatan untuk memberikan ini padanya, tanpa sepengetahuan Shin Jeyoung. Ia harus berhasil membuat Kyuhyun kembali padanya. Ia melihat ada sebotol air di atas meja lalu mengambilnya, Ri An membuka botol itu lalu memasukkan sesuatu ke sana.
“Aku akan membuatmu kembali padaku, Cho Kyuhyun.” lirihnya senang.

Ketika Kyuhyun keluar dengan pakaian lengkapnya, ia melihat Ri An masih ada di kamarnya. “Kau boleh pergi“ lengos Kyuhyun seraya mengambil botol air mineralnya lalu meneguknya.
Ri An masih berdiri di tempatnya, hanya menatapi Kyuhyun sambil menghitung dalam hati kapan obat itu akan bereaksi. “Tidak mau.” ucap Ri An, “Jika aku harus pergi, kita harus pergi bersama.” Kyuhyun mendengus lalu membalikkan badannya menatap Ri An.
“Sekarang kau benar-benar harus pergi—” ucapan Kyuhyun terpotong saat sadar Ri An berdiri di depannya memakai gaun yang sangat ia kenali.
“Kau, dimana kau menemukan baju itu!” tunjuknya kaget. Itu adalah gaun yang akan ia berikan untuk Jeyoung.
“Aku menemukannya di kopermu. Lihat, ukurannya pas sekali denganku. Kau sengaja membelikan ini untukku?” Ri An berpose dengan penuh percaya diri di depan kaca. Ia merasa sangat cantik dengan gaun itu.
Kyuhyun menderap cepat ke arah gadis itu dengan tatapan tajam yang memudarkan senyum Ri An. “Buka baju itu! Itu bukan untukmu. Itu untuk istriku!!”
Bola mata Ri An membulat kaget. “Apa kau bilang? Gaun ini untuk..”
“Ini untuk istriku!” tegas Kyuhyun agar Ri An percaya.
“Tidak mungkin,” tukas Ri An, “Bagaimanapun gaun ini sangat pas dengan ukuran tubuhku, Kyu. Ini pasti untukku.”

Kyuhyun tidak menjawab, ia hanya terus merutuki diri sendiri setelah sadar ia membeli gaun untuk Jeyoung dengan ukuran Ri An. Satu-satunya ukuran pakaian yang diingatnya adalah ukuran pakaian Ri An, karena itu mungkin ia berpikir Jeyoung akan pantas mengenakan gaun pilihannya itu.
“Aku tidak peduli, cepat lepaskan baju itu!!” perintah Kyuhyun dengan emosi yang mendadak melonjak tinggi.
“Aku tidak akan membukanya kecuali kau yang membuka baju ini!”
“Oh, jadi kau menentangku?” balas Kyuhyun kesal. Tanpa ragu ia melingkarkan tangannya ke belakang tubuh Ri An untuk membuka resletingnya. Melepas paksa gaun itu dari tubuh Ri An. Syukurlah Ri An masih memakai swinsuit model onepiecenya di balik baju itu. Ri An tersenyum penuh kemenangan. Sebagai wanita seharusnya ia memberontak namun ia justru membiarkan Kyuhyun melepaskan gaun itu dari tubuhnya.

Kyuhyun menyadari ada yang aneh ketika matanya berhadapan langsung dengan tubuh Ri An yang tercetak indah di balik swimsuitnya. Seharusnya ia sudah terbiasa melihat pemandangan itu bukan? Tetapi mengapa kali ini Kyuhyun merasa begitu bergairah? Keringat dingin membanjir di sepanjang garis keningnya. Ia sadar ada yang salah dengan tubuhnya sendiri.
“Ada apa?” senyum yang diperlihatkan Ri An sekarang justru membuat Kyuhyun mengeryitkan kening curiga. Apa Ri An sudah memasukkan sesuatu pada air yang diminumnya tadi?
“Ri An kau..”
“Aku apa?”
Kyuhyun menggeleng karena ia sedang berperang dengan akal sehat dan kehendak tubuhnya. Kenapa ia rasanya ingin sekali menjamah tubuh Ri An yang ada tepat di depan matanya? Itu tidak boleh terjadi. “Jangan mendekat..” Kyuhyun melarang gadis itu mendekat karena itu akan sangat berbahaya. Namun Ri An justru sengaja mendekatinya.
“Kau terlihat sangat bergairah,” Ri An berkata seduktif. “Tak perlu berbohong padaku Cho Kyuhyun, kau tidak pernah mendapatkan seks dari istrimu bukan?” tanyanya membuat Kyuhyun terkesiap. Gadis ini tahu? Ia semakin memasang pose waspada. Ia mencoba mengabaikan tubuh indah Ri An meskipun hasratnya ingin sekali mengeksplorasi tubuh itu. Ri An tiba tepat di depannya, tersenyum penuh arti sambil melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun.
“Ri An menjauh dariku!” ia mencoba mendorong tubuh Ri An dari dekatnya namun usaha itu salah karena begitu kulit mereka bersentuhan, sengatan listrik yang tidak biasa mengaliri tubuhnya. Ri An menyeringai menang.
“Neo naekkoya, Cho Kyuhyun,” lirihnya lalu menarik Kyuhyun jatuh ke atas ranjang yang kebetulan ada di sampingnya.

===To be continued===

Jawaban dari semua tarik-ulur perasaan Kyu-Young akan dijawab di part berikutnya ^_~.  So, see you next part.

Kalau masih belum puas juga dengan ceritanya, maafkan keterbatasan author yah, author cuma bisa bikin cerita gaje seperti ini. Yah, FF ini lahir dari imajinasi author dan bisa terwujud dalam bentuk kata-kata dengan sentuhan kerja keras dan semangat. Kalau ada yang bilang ini kayak sinetron, jujur aja author gak terlalu suka nonton sinetron jadi gak tahu cerita sinetron itu kayak gimana *peace ^^v*. Author itu sukanya nonton film Bollywood, film Korea, film hollywood, Dorama Jepang, Anime , berita, baca buku terutama komik Jepang *otaku akut*, download pict Super Junior, ngedit foto, searching, ama dengerin musik genre apa aja kecuali genre rock soalnya bikin telinga sakit *malah curhat, hhehehe.* *kalian juga boleh curhat kok di kolom komentar*. kamsahamnida ^_^(penutupnya jadi panjang gini, authornya lagi galau)

About these ads

503 gagasan untuk “I Married The Bad Boy [Part 8]

  1. Ah. . . . Andwe,
    Suebel buanget ama si rian,

    huks,jeyoung.ah. . . OtThoke?
    Huks
    seDiH bngt byangIn jeyoung tau pemandangan itU nantinya,
    ah. . . Kuatkah aku bAcA part 9?

  2. Wah hmpir aj kyu sm jeyoung brcinta. Tp sll dgagalkan, hahahaha. G bs bayangin gmn wajah kyu wkt itu. Ya ampun, ri an tu jahat bgt sih? Smpe nekat msukin perangsang hny unt brcinta sm kyu. Bnr2 murahan!!! Smoga aj kyu bs nolak!!

  3. Sumpah… Pengen banget cakar mukanya si ri an..
    Nggak ad harga diri banget sih*sewot…
    Okeh.. Okeh walaupun ini cuma FF tp sukses buat aku gemes mnta ampun.. Sumpeh deh thor…

  4. Waaaaaaa yadonggg u,,,u
    Njirr makin seru aja………
    Donghae soraa tambahin lagi dong, jangan cuma numpang lewat kekekekeke
    Author FIGHTING !!!

  5. Aaaaaaaarrrrgggghhh…
    Pengen cabik2 muka Ri An*sabar2
    Cho Kyuhyun pengen rasanya siram muka dia pake air es dari kutub utara..
    Astaga, kenapa aku yg emosi, oke Jeyoung-ssi jgn peduli sama mereka..

  6. aisshh jinjjaaaa tertunda lagi “honey moon” kalian kyu hahahaaa xD
    tapi bagus sih.. gw juga stuju sm jeyoung. biarlah mreka mlakukannya ktika sdh mngetahui prasaan msing” :’)

    ya! ri an! menjauhlah dari kyuhyun!! jinjja nappeun yeoja! ew -,-
    gw curiga jeyoung mncul saat wnita jahat itu mnguasai kyuhyun :(

  7. Wah q ska banget smua serinya pa lgi yg bgian yadong.Mnurut q, autor udah pngalaman banget cra gmbarin suasana.
    Smangat trus ya thor

  8. Ya tuhan. …
    Jgn sampek kyu tergoda sama ri an! Gk boleh! Kyu cuma buat Jeyoung seorang!! Aaaaaa!!!
    Lanjut thor!

  9. Maaf thor bru sempat koment ..
    Omo , omo gemas liat Ri An murahan bgd … Aggrrhhhh , semoga tidak terjadi apa2 antara dirinya dan kyuhyun :(
    Ijin baca part selanjutnya min :)

  10. Huahaha genting!! Gawatt!! Celaka12!!

    Rian!! >:O menjengkelkan!!

    Thorr?? Boleh kasih tau beberapa? Dri part awal smpe part ini aq masih nemuin kata yg kurang n kata kelebihan..

  11. Huahahahha … jeyoung wkt di ty kyuhyun mau kmn …refleks nunjuk tk pakaian dalam … kyuhyun senang tuh … aish …kyuhyun jd teringat tantangan nya tuh … MWO … kyuhyun nantang jeyoung tuk memakai bikini pilihannya ? Ckck habislah jeyoung .. …

    Ommo ..jeyoung benar 2x memakai bikini itu … dan sukses membuat kyuhyun panas dingin … terpana liat jeyoung dan panas begitu tau jeyoung jd santapan mata para namja lain hehe cemburu ya … makanya lsg di pakai in sweater nya eunhyuk n menarik jeyoung ke kamar … hehehe yg nyuruh pakai bikini siapa cobaaaa???? ( dasar otak mesum ) di kamar dia malah menyerang jeyoung … … habislah kali ini …. yes … untung ri an dtg mengetuk pintu kamar mereka jd terputus deh suasana HOT … hehe … jeyoung bahkan sempat kabur … jiah … jeyoung ga ada malah ri an yg ke gatelan … huh pakai masuk in obat perangsang ke minum an kyuhyun lg … habis deh kyuhyun … or malah untung kyuhyun ???? Jeyoung kmn sih …. usir tuh ri an ….

    Lanjuuut y …

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s